Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta

Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta
Episode 181. Berita Mengejutkan


__ADS_3

Satu minggu yang lalu dunia Kultivator di buat gempar karena berita Sekte tengkorak hitam tiba-tiba memilih menutup Sekte nya untuk sementara waktu, tanpa ada penjelasan sedikit pun.


Kabar lain juga telah benyebar tentang peperangan yang terjadi di kerajaan Xin, di mana kabar nya Sekte tengkorak hitam menyerang kerajaan Xin.


Kabar ini menguatkan rumor yang beredar tentang kemunduran sekte tengkorak hitam setelah perang itu terjadi.


Entah apa yang terjadi, semua Sekte entah itu dari aliran hitam atau pun aliran putih telah mencari tahu informasi tentang perang itu, tapi mereka tidak pernah mendapatkan informasi yang akurat, yang mereka dapatkan hanya informasi kalah nya sekte tengkorak hitam dan kemunculan Phoenix yang legendaris.


Sebenarnya Raja Xin juga tetua Shang sengaja meminta siapa pun yang mengetahui kejadian sesungguh nya untuk menutup mulut mereka, hal ini pun permintaan dari Li Hongli agar tidak ada yang tahu keterlibatan nya dengan perang itu.


Meski Raja Xin sempat menolak karena bagaimana pun Li Hongli adalah penyelamat kerajaan nya. Sehingga Raja Xin memutuskan untuk memberikan gelar pada Li Hongli sebagai Sang Phoenix, gelar ini di berikan kepada nya karena tuan dari seekor Phoenix.


" Apakah kita pergi menggunakan kuda agar perjalanan lebih cepat?" Tanya Xin Zhuo


" Tidak perlu" jawab Li Hongli singkat


" Bukankah akan memakan waktu sangat lama jika kita tidak menggunakan kuda, dan kau pun seperti nya sangat terburu-buru" ujar Xin Jiao


" Xiang, Lan" panggil Li Hongli


" Baik tuan" jawab keduanya


Xiang dan Lan berubah ke wujud asli nya, melihat hal itu seluruh penghuni kerajaan Xin, beserta Raja dan permaisuri Xin yang melihat nya sangat terpesona dengan bentuk asli Xiang dan Lan.


Namun Xiang dan Lan tidak menunjukkan ukuran asli mereka, karena jika mereka menunjukkan ukuran tubuh asli mereka, mereka akan kembali menggemparkan dunia.


Lan terlihat hanya seukuran kuda biasa meski terlihat lebih besar dari kuda pada umum nya, sedangkan Xiang sebesar ukuran tubuh elang petir yang cukup membawa dua orang saja.


" Apakah hanya mereka berdua, seperti nya kita semua tidak akan bisa menunggangi kedua peliharaan mu saudara Li" ujar Xin Zhuo


" Yueyin yang akan menjawab nya" ucap Li Hongli acuh


" Baiklah" ujar Yueyin, setelah itu meminta Lixue menunjukkan diri nya.


" Lixue keluarlah"


Seekor rubah berekor sembilan keluar dari persembunyian nya, tidak lama rubah kecil itu berubah membesar seperti Lan dan Xiang, sekali lagi semua orang di buat terkejut akan perubahan yang terjadi pada rubah itu.


" Ayo kita naik" ujar Yueyin


Xin Zhuo, Ying Liang, dan Yelu menunggangi Lan. Sedangkan Xin Jiao, Ying Yue menunggangi Lixue.


Awal nya Yueyin akan ikut bersama Lixue tapi Li Hongli menghentikan nya.


" Tunggu Yueyin, kau bersama ku" ucap Li Hongli


" Benar Jiejie, Jiejie bersama guru saja, biarkan aku yang bersama Jiejie Ying" ucap Minghao


" Yueyin" seru Li Hongli di atas punggung Xiang


" Baiklah" ucap Yueyin mendekati Li Hongli.


Li Hongli membantu Yueyin menaiki Xiang, posisi nya sekarang Yueyin berada di depan sedangkan Li Hongli di belakang nya.


Xin Jiao melihat sikap Li Hongli yang lebih lembut dan hangat pada Yueyin membuat nya sedih, namun ia masih berusaha menunjukkan senyuman nya.

__ADS_1


Mereka pun memulai perjalanan nya, di mana Li Hongli memimpin di depan di ikuti kelompok Ying Yue, dan Yelu.


Xiang terbang di atas langit, sedangkan Lixue dan Lan mengikuti nya di belakang dari darat.


Di atas punggung Xiang tidak ada perbincangan antara Li Hongli dan Yueyin.


" Li Hongli apa kau tidak tahu Xin Jiao begitu menyukai mu" ucap Yueyin memulai perbincangan


" Aku tidak peduli" ucap Li Hongli acuh


" Kenapa kau tidak memberikan nya kesempatan untuk bersama mu" meski ia tidak ingin menanyakan ini, tapi Yueyin tetap ingin mendengar jawaban Li Hongli


" Apa kau akan membiarkan nya?" Ujar Li Hongli


" Hah apa? Aku....." Yueyin tidak bisa menjawab nya


" Tidak perlu di jawab, aku sudah menemukan jawaban nya" seru Li Hongli tersenyum tipis


" Jawaban apa?" Tanya Yueyin polos


" Ada deh" seru Li Hongli


" Ayolah Li Hongli beritahu aku" seru Yueyin


" Apa kau begitu sangat penasaran" goda Li Hongli


" Ck, sejak kapan Li Hongli yang dingin sekarang suka sekali bercanda dengan ku" seru Yueyin kesal


" Hanya saat bersama mu..... Yue'er" ucap Li Hongli, dia mengucapkan kalimat terakhir dengan pelan namun masih dapat di dengar oleh Yueyin.


" Panggilan itu....." batin Yueyin


" Li Hongli, apa yang kau katakan tadi" tanya Yueyin


" Hanya saat bersama mu" jawab Li Hongli menggoda padahal ia tahu apa yang di tanyakan oleh Yueyin


" Bukan itu tapi yang terakhir" seru Yueyin


" Apakah aku mengatakan sesuatu selain itu?" Tanya Li Hongli


" Ck, sudahlah berbicara dengan mu sungguh menyebalkan" ucap Yueyin kesal


" Suatu saat nanti kau akan mengetahui nya" seru Li Hongli saat mengetahui Yueyin kesal pada nya


" Yaya terserah kau saja" ucap Yueyin acuh


" Tidur lah kau harus lebih banyak istirahat untuk memulihkan kondisi mu" ujar Li Hongli


" Hmm, baiklah"


_____________________________________________


Hanya dalam waktu satu hari Li Hongli dan yang lain nya sudah sampai di dekat kota Shilin.


Seharusnya perjalanan dari kerajaan Xin menuju kota Shilin akan membutuhkan waktu dua mingguan, tapi karena kecepatan Lan, Lixue, dan Xiang sangat cepat hingga mereka hanya membutuhkan waktu satu hari saja.

__ADS_1


Mereka pun mendarat di hutan dekat kota Shilin, dan akan melanjutkan dengan berjalan kaki, jika mereka melanjutkan sambil menunggangi Lan, Xiang, dan Lixue akan terjadi kehebohan di kota Shilin.


Lan, Xiang, dan Lixue pun kembali mengecil dan bersembunyi kembali.


Setelah melakukan pemeriksaan di gerbang kota, Li Hongli dan yang lain nya dapat masuk ke kota Shilin.


" Waah kota ini cukup indah" seru Xin Jiao


" Bagi mu yang selalu menikmati keindahan ibukota kerajaan Xin, mana mungkin tahu keindahan kota kecil ini" ucap Yelu acuh


" bukan begitu maksud ku, aku hanya..." Xin Jiao tidak tahu apa yang harus ia katakan


" Sudahlah kita harus menemui paman Yuwen terlebih dahulu" ucap Yueyin


Mereka pun berjalan terus sampai di ujung kota di mana tempat yang terlihat sangat terpencil bahkan jauh dari keramaian kota.


Tidak lama terlihat sebuah rumah yang cukup besar tidak ada rumah lain di sana, cuma rumah itulah satu satu nya rumah yang ada di sana, namun rumah itu terlihat berantakan, seperti telah terjadi pertarungan di sana.


" Apakah ini rumah mu saudara Li, tapi kenapa rumah ini terlihat berantakan" ujar Xin Zhuo


Li Hongli mempercepat langkah nya saat melihat keadaan rumah nya.


Saat masuk ke dalam ia melihat ada tiga orang di sana, kedua orang itu dia tahu siapa mereka berdua, mereka adalah ayah nya dan paman Mu, namun ia tidak tahu siapa satu orang lain nya.


Mereka bertiga terlihat sedang berbincang sangat serius.


" Ayah" seru Li Hongli


Li Yuwen berbalik saat mendengar suara seseorang " Li'er kau di sini?" Tanya Li Yuwen terkejut


Tanpa menjawab pertanyaan Li Yuwen, Li Hongli mengajukan pertanyaan pada mereka " apa yang terjadi?"


" Terima kasih tabib, kau boleh pergi" ucap Li Yuwen pada orang yang tidak Li Hongli kenali


" Li'er akan ayah jelaskan"


" Setelah kepulangan ayah...."


Li Yuwen menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dari kepulangan nya, para pembunuh bayaran yang telah beberapa kali mencoba membunuh ibu nya, sampai kedatangan ketua klan Li yang telah membuat kekacauan di rumah nya, serta ibu nya yang telah terkena racun yang mematikan bahkan tabib di kota Shilin ini tidak bisa menyembuhkan nya.


" Ibu-ibu terkena racun" ucap Li Hongli cemas


" Iya nak, ibu mu sekarang sedang berbaring di kamar nya"


Li Hongli langsung berlari ke kamar ibu nya, sedangkan di pintu Yelu dan yang lain nya yang mendengar berita itu pun ikut terkejut, apa lagi Yelu, ia sampai termundur beberapa langkah saking tidak percaya nya.


" Pa-paman itu tidak be-nar bukan, bibi Yin baik-baik saja bukan" seru Yelu sedih


" Lu'er kau pun di sini... Andai saja yang paman katakan itu bohong, tapi paman sekarang tidak sedang bercanda nak" ujar Li Yuwen yang ikut sedih


" Pergi dan lihatlah sendiri" ujar Li Yuwen.


Yelu ikut berlari dan menyusul Li Hongli yang sudah terlebih dahulu sampai di kamar Mei Yin


Li Yuwen dan yang lain nya pun ikut menyusul Li Hongli dan Yelu.

__ADS_1


__ADS_2