Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta

Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta
Episode 338. Istana Kekaisaran Lian


__ADS_3

" Tuan Wang apakah ingat dimana terakhir kali kau menaruh nya?" Tanya Lao Qian


" Mana aku ingat!" Ucap Wang Xiuhuan menggaruk belakang kepalanya bingung.


" Karena itu kau harus mengingat nya, bodoh!" Seru Yueyin kesal.


" Ah iya, seperti nya saat aku berjalan-jalan ke pasar bersama Qian, kami berhenti di sebuah kedai, saat itu terjadi keributan dan seperti nya surat itu...."


" Astaga! Aku tidak.... sengaja menjadikan surat itu sebagai kain lap, dan membuang nya!" cicit nya pelan, namun karena pendengaran Li Hongli dan Yueyin yang sangat peka membuat mereka berdua dapat mendengar nya dengan jelas.


Saat itu Lao Qian dan Wang Xiuhuan mampir ke salah satu kedai, awal nya semua nya damai-damai saja. Namun tidak lama ada sebuah keributan di meja lain, salah satu orang yang berkelahi tidak sengaja terlempar ke arah Wang Xiuhuan yang saat itu sedang memegang secangkir arak, membuat arak tersebut tumpah ke tubuh nya, dan saat itu juga surat undangan yang memang di taruh di pinggang nya itu pun terjatuh. karena kesal Wang Xiuhuan langsung memukuli orang yang telah menabrak nya itu, karena ketakutan orang itu langsung mencari sesuatu untuk mengelap pakaian nya, dan tidak sengaja dia malah mengambil surat undangan yang tergelatak di lantai dan menjadikan nya sebuah lap, dan sial nya Wang Xiuhuan langsung membuang surat itu tanpa melihat nya dahulu.


Surat undangan dari kaisar menggunakan kertas yang tidak biasa, tekstur nya memang seperti sebuah kain, dan terbuat dari bahan berkualitas yang sangat tinggi, aroma yang di hasilkan kertas ini pun sangat khas, sehingga hanya seorang kaisar saja yang memiliki nya.


" Apa!!"


Li Hongli langsung keluar dari kereta nya dan mendekati Wang Xiuhuan, dia pun berbisik tepat di telinga pemuda itu..." Saudara Xiuhuan apa yang telah kau lakukan, jika ada yang mendengar kau menjadikan surat undangan dari kaisar yang begitu penting menjadi sebuah kain lap, mereka akan menertawakan mu karena bodoh!"


" Maaf!"


" Tuan-tuan tolong segera pergi dari sini!" Seru seorang prajurit dengan sopan.


" Tapi..."


" Sudahlah, serahkan saja ini padaku! Lagi pula surat itu tidak lagi berguna, meski di temukan oleh orang lain" ucap Yueyin keluar dari kereta, dia memberikan Lao Xi pada Lao Qian.


Surat undangan dari kaisar yang telah kusut dan aroma dari kertas yang sudah bercampur dengan aroma lain tidak bisa di gunakan lagi.


" Benar juga, aku serahkan ini pada mu saudari!"


" Prajurit Kemarilah!" Seru Li Hongli memanggil penjaga yang menjaga gerbang dengan begitu ketat.


" Tuan jika kau ingin menyogok ku itu tidak akan bisa, di dalam ada pertemuan penting jadi mohon tuan-tuan segera meninggalkan tempat ini!"


" Biarkan kami masuk!" Seru Li Hongli sambil mengeluarkan tanda pengenal nya.


" Nona hanya dengan sebuah giok itu kau tidak akan bisa memerintahkan ku yang seorang prajurit kekaisaran!" Ucap prajurit itu tegas.


" Saudari apa kau menipu ku, bagaimana bisa dia tidak mengenali mu!" Ucap Wang Xiuhuan.

__ADS_1


" Diamlah."


" Seperti nya kau prajurit baru! Tunjukkan giok ini pada kaisar, dia akan mengerti setelah melihat nya."


" Maaf nona, kaisar memerintahkan agar tidak ada satupun yang menggangu nya" ucap prajurit itu masih berusaha bersikap sopan pada seorang gadis.


" Hei, apa yang kau lakukan disana! Tidak usah meladeni orang-orang gila itu!" Teriak satu prajurit yang lain.


" Baiklah, jika itu memang perintah kaisar, tapi aku mohon tunjukkan benda ini pada jenderal Qin Lang"


" Emm... Baiklah nona" prajurit itu mengambil giok itu dan pergi dari sana.


" Hei, bukankah kau seorang putri tapi mengapa dia tidak mengenali mu?" Tanya Wang Xiuhuan berbisik


" Aku jarang keluar istana, tidak ada yang benar-benar tahu bagaimana rupa ku" jawab Yueyin acuh, yang diangguki oleh Wang Xiuhuan.


_____________________________________________


Di tempat lain


" Hei kawan kau mau kemana?" Tanya seorang prajurit pada teman nya


" Baiklah"


Prajurit itu segera bergegas berlari ke satu arah, dimana tempat itu adalah aula istana dimana tempat kaisar selalu melakukan pertemuan penting. Disana terdapat banyak prajurit yang menjaga, dari semua prajurit ada satu orang yang paling menonjol, pakaian nya berbeda dengan prajurit biasa.


Pria itu baru saja akan masuk ke dalam ruangan namun ada suara yang menghentikan nya.


" Tunggu Jendral!"


" Ada apa?" Tanya orang itu menaikkan sebelah alisnya.


Pria itu memiliki wajah yang tampan namun usia nya sudah empat puluh tahunan, meski begitu dia tampak sangat gagah dengan perawakan yang sulit di tebak, ekspresi nya nampak datar.


" Salam jendral" ucap prajurit itu memberikan salam dengan gugup


" Katakan mengapa kau menghentikan ku, jika itu tidak penting kau akan mendapatkan hukuman nya!" Ucap orang yang di sebut Jendral dengan dingin.


" I-tu, di depan ada sekelompok orang yang ingin masuk istana, mereka mengaku sebagai anggota sekte lembah racun, namun mereka tidak memiliki undangan dari istana, saya sudah mengusir mereka, hanya saja seorang gadis memberikan giok ini dan meminta menunjukkan nya pada anda, dia bilang anda akan mengerti sendiri" ucap nya memberikan sebuah gantungan giok yang merupakan tanda pengenal Yueyin.

__ADS_1


" Jika tidak ada undangan nya kenapa harus repot seperti ini usir saja merek..." Baru saja dia mengatakan itu, dia langsung mengambil giok itu di tangan prajurit, dia merasa familiar dengan gantungan giok itu.


" Jika itu perintah Jendral akan segera saya lakuka-n"


" Dimana orang yang telah memberikan benda ini?" Tanya orang itu, dia adalah Jendral yang di sebutkan oleh Yueyin.


" Cepat katakan dimana tuan putri berada!"


" Mereka di... Tuan putri? Maksud Jendral..."


" Keluarga istana memiliki tanda pengenal sendiri agar orang lain mengetahui identitas nya, gantungan giok ini adalah tanda orang itu adalah keluarga kekaisaran, giok ini memiliki ukiran yang unik di bandingkan tanda pengenal pangeran pertama dan kedua, hanya satu orang yang memiliki giok ini dia adalah tuan putri Lian Yueyin" ujar Jendral dengan cepat dan segera bergegas menuju pintu gerbang.


" Mereka masih ada di depan bukan?"


" Jadi dia tuan putri! Untung saja aku bersikap sopan pada nya" batin prajurit itu mensyukuri karena dia tidak langsung mengusir orang-orang itu.


Tap tap tap


Saat Yueyin dan Li Hongli sedang mengobrol di dalam kereta, terdengar suara langkah kaki yang mendekat.


" Salam jendral!" Ucap prajurit yang menjaga gerbang dengan hormat.


Mendengar itu Yueyin pun melihat keluar lewat jendela kereta kuda.


" Jenderal Qin Lang!" Seru Yueyin lembut


" Salam tuan putri... Ternyata itu memang benar anda yang mulia!" Ucap Jendral Qin Lang tersenyum lembut tidak sama seperti hari-hari sebelumnya.


" Lama tidak bertemu paman Qin!"


Di istana ini dari semua Jendral dan para bawahan, Jendral Qin Lang lah yang paling dekat dan baik pada nya.


" Akhir nya tuan putri pulang, yang mulia kaisar dan permaisuri akan sangat senang mendengar nya" ucap Jendral Qin Lang sopan dan memberi hormat pada Yueyin.


" Pantas seperti nya tidak pantas kita berbincang di sini" ucap Yueyin melihat sekeliling, dia berada di dalam kereta sedangkan Jendral Qin Lang berada di luar kereta.


" Ah, benar juga. Maafkan hamba yang mulia, karena sangat senang sampai melupakan nya!"


" Buka gerbang!" Teriak Jendral Qin Lang yang membuat para prajurit bergegas membuka pintu gerbang.

__ADS_1


Dari semua orang yang ada di tempat itu yang paling terkejut adalah para prajurit yang menjaga gerbang juga pemuda bernama Lao Qian tentang identitas Yueyin yang begitu istimewa, dia tidak menyangka selama ini penolong nya adalah seorang putri.


__ADS_2