Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta

Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta
Episode 423. Perbincangan


__ADS_3

______


Yueyin baru saja selesai memberikan obat pada salah satu anak warga yang sedang mengalami demam tinggi, tapi ia melihat Xin Jiao sedang duduk di bawah pohon sendirian, dia pun menghampiri nya.


" Mengapa tidak menghampiri nya, jika kau ingin tahu keadaan nya?" Ujar Yueyin dari belakang yang membuat Xin Jiao kaget saat mendengar suara nya yang datang tiba-tiba.


Sedari tadi dia tidak mendengar langkah kaki yang mendekat, bagaimana Yueyin bisa datang tanpa ia ketahui.


" Kapan kau datang?" Ujar Xin Jiao dengan mata yang masih membesar akibat terkejut tadi.


Yueyin tertawa kecil melihat ekspresi dan tingkah Xin Jiao yang seperti maling yang ketahuan mencuri.


" Baru saja, namun kau sudah lama memperhatikan tempat dimana Ying Liang beristirahat, tanpa berani mendekat." Balas nya dengan santai yang langsung mendapatkan pelototan dari Xin Jiao.


" Siapa yang mengkhawatirkan pria bodoh itu"


" Aku tidak mengatakan kau sedang mengkhawatirkan Ying Liang, oh... Atau kau memang sedang mencemaskan keadaan nya."


" Kau, sial!"


" Jangan mengumpat seperti itu, seorang putri bukankah tidak pantas mengumpat."


" Terserah, ini semua karena suami mu yang arogan itu."


" Suami ku yang kau ejek itu, dulu adalah pria yang sangat ingin kau dapatkan kalau kau lupa putri Xin" sahut Yueyin dengan santai


" Cih" Xin Jiao hanya mampu mendesah saat apa yang Yueyin katakan memang benar adanya.


" Xin Jiao, atau aku harus kembali memanggil saudari Jiao! Apa yang di lakukan oleh suami ku menurut ku itu terlalu baik untuk mereka bertiga..."

__ADS_1


" Apa? Terlalu baik, menurut mu tindakan kejam nya itu 'hanya' terlalu baik di mata mu. Oh, benar juga dia kan suami mu." Xin Jiao segera memotong perkataan Yueyin dengan sinis


" Ck, diam! Dengarkan dulu perkataan ku."


" Ya, katakan saja."


" Hah... Apa kau tahu apa akibat yang akan terjadi jika saja aku dan Li Hongli terlambat datang satu detik saja saat itu?"


" Kami semua akan mati" jawab nya dengan santai


" Bukan tentang kalian berdua, tapi ini tentang Ying Liang dan dua lain nya. Mereka bertiga bukan hanya akan mati, tapi meski mereka mati jiwa mereka akan di siksa di api neraka paling dalam, jiwa mereka akan di hancurkan lalu di perbaiki lagi, sampai jiwa mereka lenyap dan tidak akan bisa bereinkarnasi. Lebih parah nya lagi meski mereka bisa bereinkarnasi, tapi setiap kehidupan mereka akan selalu mendapatkan penderitaan yang sangat menyakitkan, yang akan membuat mereka lebih baik mati berkali-kali dibandingkan hidup."


" Kau mungkin menganggap suami ku, Li Hongli bersikap keterlaluan. Tapi siapa yang tidak akan marah saat orang yang ia anggap saudara nya sendiri membahayakan nyawa nya sendiri, dia tentu akan sangat marah. Aku tidak ingin membela siapapun, namun suami ku bahkan menggunakan kekuatan jiwa nya sendiri untuk memperbaiki jiwa mereka bertiga yang sudah akan lenyap, kau pikir apa dia tidak terluka."


" Jadi jika kau ingin dekat dengan Ying Liang, sebaiknya jangan menjelekkan suami ku..." Ujar Yueyin di akhir kalimat nya sambil tersenyum jahil.


" Ya baiklah, kau tidak ingin dekat dengan nya. Kau hanya sedang mencemaskan nya saja" ujar Yueyin menepuk pundak nya pelan.


" Kau..." Yueyin hanya tertawa kecil menanggapi kekesalan gadis itu, dia segera pergi dari sana meninggalkan Xin Jiao yang ekspresi wajah nya sudah memerah.


_____________________________________________


Sudah tiga hari berlalu, sekarang semua orang dapat beraktivitas seperti orang normal tanpa takut akan serangan dari iblis.


" Nak, apakah kau memiliki solusi untuk mengatasi masalah yang ada di dalam bagian wilayah di kekaisaran Lian kita ini?" Tanya tetua Shang menatap Li Hongli yang berada di depan nya dengan serius.


" Ada."


" Apa itu?" Ujar Lian Yu tampak penasaran.

__ADS_1


" Bekerjasama, lebih tepat nya bekerjasama dengan tiga aliran."


" Kau gila nak, aliran hitam dan putih sampai kapan pun tidak akan bisa di satukan. Kerjasama ini hanya akan berakhir sia-sia." Ujar Raja Bumi, dia adalah salah satu dari aliran putih yang sangat yakin sangat sulit membuat aliran hitam dan putih bekerjasama apa lagi mengingat dendam di antara dua aliran yang tidak pernah berakhir.


Ini hanya ide konyol


Bukan nya melakukan kerja sama yang ada antara aliran putih dan hitam akan bertarung habis-habisan.


" Tidak begitu, situasi saat ini berbeda dari perang biasa nya. Saat ini ketiga aliran harus membuat aliansi jika ingin memenangkan peperangan ini.... Dan tetua Shang, bukankah kaisar Lian Haocun telah membuat gerakan ini!" Ujar nya sambil menatap tetua Shang dengan santai, berbeda dengan Raja Bumi yang menunjukkan ekspresi yang berbeda.


" Hahahaha... Nak kau sudah mengetahui nya, sesuai pesan mu sebelumnya, kaisar Lian langsung membuat aliansi setelah mempertimbangkan pesan dari mu. Namun semua nya harus berantakan karena kemunculan sekte dewa abadi yang mengejutkan."


" Mengapa kau tidak mengatakan nya pada ku, saudara?" Tanya Raja Bumi


" Karena aku tahu kau adalah salah satu yang paling membenci aliran hitam" jawab nya dengan tenang.


" Jika aku menawarkan kerja sama ini, apa kau akan menerima nya?"


" Tentu saja tidak, para aliran hitam itu sangat kejam dan brutal. Jika bukan karena mereka aku tidak akan kehilangan anak ku satu-satu nya." Ucap nya sedih saat mengingat bagaimana kondisi anak nya saat itu.


" Mengapa kau tidak membunuh nya saja sebelum dia lahir!" Ucap Li Hongli dengan santai.


" Apa yang kau katakan?" Raja Bumi sungguh tidak percaya perkataan kejam itu keluar dari mulut orang yang ia anggap penyelamat nya serta seluruh sekte nya.


" Sekarang kau begitu marah saat putra mu di bunuh. Sebagai seorang pemimpin sebuah sekte besar, pasti ingin putra nya menjadi penerus, kau pasti akan mendidik nya dan mengajarinya banyak jurus dan teknik, tujuan anggota sekte aliran putih adalah memberantas kejahatan dan orang-orang aliran hitam. Bukankah tidak aneh jika putra mu mati dalam suatu pertarungan, dalam suatu peperangan hanya ada dua hal, menang jadi arang kalah jadi abu. Tidak akan ada yang benar-benar menang atau kalah, kedua pihak akan mengalami kerugian. Jadi ku katakan mengapa kau tidak membunuh anak mu itu sebelum lahir saja, jika kau tidak ingin dia mati dalam perang nya sendiri. Bukankah dari awal kau yang memilih jalan penuh darah itu untuk nya. Sekarang terserah ingin membuat aliansi atau tidak, jika kalian sudah memikirkan nya baru cari diri ku!" Setelah mengatakan perkataan yang sungguh sangat panjang itu, Li Hongli pergi dari tempat itu tanpa menoleh kearah satu pun dari mereka.


Raja Bumi tertunduk malu, dia tidak berani menyela atau mencela perkataan Li Hongli, karena perkataan nya memang ada benar nya. Dia sendiri tahu seberapa keras nya jalan yang mereka ambil sebagai seorang Kultivator, di mana akan selalu ada pertempuran dan pertumpahan darah yang akan menemani setiap langkah mereka, dan kapan saja mereka bisa mati.


" Saudara kau pikirkan lagi, sekarang situasi kita dalam kondisi yang sangat genting. Di mana dendam masa lalu dan ego jangan sampai membuat anak-anak yang masih hidup kehilangan nyawa nya." Ucap Raja petir menepuk pundak nya.

__ADS_1


__ADS_2