
Sama hal nya dengan Yueyin yang kembali ke tempat nya, begitu pun Xin Jiao hanya saja dia langsung meminum pil penyembuh sehingga semua luka yang di dapat oleh nya dalam sekejap menghilang.
Keheningan sempat terjadi setelah pertarungan tadi baru saja selesai, semua orang yang ada di sana sungguh tidak percaya ada yang bisa menandingi putri es.
Semua orang khusus nya dari dalam kerajaan Xin sangat mengagumi Xin Jiao, bukan hanya karena kecantikan nya tapi ia bisa menjadi seperti sekarang hanya dalam waktu 5 bulan saja dan dia telah menjadi seorang yang sangat jenius di antara para jenius.
Tapi sekarang ada seorang gadis yang seumuran dengan nya, bisa melawan nya dengan seimbang. Namun ada beberapa orang juga yang percaya putri Xin tidak mengerahkan seluruh kekuatan nya dalam pertarungan tadi sehingga mereka menjadi seimbang.
" Terima kasih untuk tuan putri dan nona Yueyin yang telah memberikan pertujukan yang sangat luar biasa menakjubkan, hingga kami para penonton terbius akan pertarungan kalian" ujar salah satu juri memecahkan keheningan.
" Baiklah mari kita lanjutkan ke pertandingan sesungguh nya, kalian tentu sudah tidak sabar lagi untuk melihat Pertarungan para jenius...." Terdengar sorakan penuh semangat dari para penonton
" Untuk para peserta kalian di persilahkan mengambil kartu yang ada di depan kami" satu persatu para peserta mengambil kartu yang ada di depan para juri.
" Dalam babak semifinal ini akan di adakan pertarungan bebas, artinya para peserta bebas naik ke atas arena pertarungan dan di persilahkan menantang tiga peserta secara bergantian, seperti apa yang saya sampaikan sebelum nya, jika kalian ingin memasuki babak final kalian harus bisa memenangkan tiga kali pertandingan, dan jika dalam tiga kali kesempatan kalian hanya bisa memenangkan dua kali, kami akan memberikan satu kali kesempatan untuk kalian bertanding kembali. Dan kartu yang tadi kalian ambil berisi nomor peserta untuk kalian, jika kalian ingin menantang peserta yang lain nya, kalian cukup menyebutkan nomor peserta yang ingin kalian tantang, apa kalian mengerti" seru juri itu
" Mengeertiii" seru para peserta
Di salah satu tempat para penonton ada seorang pria paruh baya yang sedang memperhatikan para penonton, ia terus memperhatikan kursi para peserta, tapi tidak tahu siapa yang sedang ia cari.
" Di mana Li'er sekarang, kenapa aku belum melihat nya sama sekali?" Gumam pria itu, dia adalah Li Yuwen ayah Li Hongli.
__ADS_1
Sesuai janji nya ia akan datang ke acara turnamen tahunan dan melihat langsung pertandingan putra nya, hanya saja Mei Yin ibu Li Hongli tidak bisa ikut dengan nya karena harus mengurusi rumah makan yang semakin berkembang karena bantuan dari putra mereka.
Tidak jauh dari tempat duduk nya juga para tetua dan ketua klan Li duduk, bahkan sekarang ia sedang duduk bersama dengan tetua ketiga klan Li, dia memang sengaja duduk berdekatan dengan Li Yuwen, lagi pula yang bermusuhan adalah ketua dan anggota klan Li yang lain nya, ia sendiri tidak pernah menganggap Li Yuwen dan keluarga nya sebagai musuh, bagaimana pun ia sudah lama berteman dengan Li Yuwen, dan ketua dan para tetua lain nya pun tidak bisa menyalahkan nya karena masih dekat dengan Li Yuwen dan keluarga nya.
" Saudara Yuwen siapa yang sedang kau cari?" Tanya tetua ketiga yang bernama Li Tuoli
" Ah... Saudara Tuoli, aku sedang mencari Li'er" jawab Li Yuwen santai
" Apa Putra mu mengikuti turnamen saudara Yuwen?" Tanya Li Touli ragu
" Ya, ia bilang akan mengikuti turnamen tahunan kali ini" ucap Li Yuwen dengan tenang
" Tetua kedua tolong jaga ucapan mu" seru Li Touli
" Heh... Tetua ketiga seperti nya kau sangat membela orang itu, dia bahkan bukan lagi anggota Klan Li, jika saja ayah nya bukan ketua sebelum nya mungkin marga Li telah di cabut dari nya dan si sampah itu" hina tetua kedua
" Jaga ucapan mu Li Dong, aku yakin putra ku masuk ke babak semifinal ini" ucap Li Yuwen menatap tajam tetua kedua atau Li Dong
" Ohohoho..... Kita lihat saja nanti, putra sampah mu itu mungkin sekarang sedang bersembunyi karena takut" ejek nya lagi
" Tetua kedua, tetua ketiga hentikan perdebatan kalian" tegur Li Kun
__ADS_1
" baik ketua"
Li Kun sendiri setuju dengan Li Dong, menurut nya mana mungkin sampah itu mengikuti acara turnamen tahunan ini, walau pun ikut tidak mungkin akan sampai ke babak semifinal ini.
_____________________________________________
" Baiklah aku atau pun para Juri yang lain nya tidak akan memilih siapa peserta pertama yang naik ke atas arena, Jika kalian memiliki nyali maka naiklah dengan sendiri nya dan panggil peserta yang ingin kalian tantang" seru juri itu menggunakan energi Qi nya sehingga dapat terdengar oleh semua orang.
Di sana ada tiga arena beladiri yang di siapkan untuk pertandingan kali ini, setiap arena bebas di naiki dan menantang para peserta yang lain nya, tapi bila ada dua orang yang berada di arena yang berbeda ingin menantang satu orang yang sama, orang yang di tantang itu bisa memilih siapa yang ingin ia lawan.
Tidak lama setelah Juri tersebut berbicara, terlihat tiga orang yang berdiri dari tempat duduk nya dan ingin menaiki arena pertandingan, salah satu di antara ketiga orang itu adalah Mu Xing, membuat para penonton apa lagi para wanita berteriak histeris karena nya. Suasana di kursi para penonton sangat berisik, dengan para penonton yang meneriaki para jenius yang mereka dukung.
Mu Xing berada di arena kedua membuat sebagian mata penonton tertuju hanya pada nya. Sedangkan di dua arena yang lain nya bisa di katakan hanya orang dengan kemampuan rata-rata sehingga tidak terlalu menonjol di hadapan para penonton.
Meski para peserta yang berani memasuki arena terlebih dahulu, nyata nya di antara mereka juga merasa takut, walau mereka di berikan kebebasan untuk memilih nomor orang yang akan mereka tantang, tapi mereka sendiri tidak mengetahui apa nomor yang akan mereka tantang adalah Kultivator biasa atau malah salah satu dari para jenius.
Satu persatu mereka menyebut nomor yang ingin mereka tantang, awal nya semua nya berjalan lancar, apa lagi di arena yang ada Mu Xing, lawan nya bahkan langsung mengatakan menyerah tanpa perlawanan sedikit pun, walau pun banyak di antara penonton yang kecewa, tapi mereka juga memaklumi nya tidak mudah melawan seorang Jenius, kebanyakan orang lebih memilih untuk menyerah dari pada melawan dan hasil nya sama saja atau malah sia sia.
Dua lawan Mu Xing yang satu langsung menyerah, dan satu nya lagi terluka parah karena berani tetap melawan nya meski tahu ia pasti akan kalah. Meski para Juri memberikan kesempatan untuk para peserta beristirahat sebelum melanjutkan pertandingan nya, namun Mu Xing memilih langsung menyelesaikan pertandingan nya tanpa jeda terlebih dahulu.
" Aku ingin menantang nomor 9" ujar Mu Xing
__ADS_1