Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta

Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta
Episode 62. Paviliun Harta II


__ADS_3

Li Hongli pergi ke kamar di sebelah nya, lebih tepat nya kamar milik Yelu.


Tok tok tok


Li Hongli mengetuk pintu kamar yelu, setelah beberapa saat terdengar pintu yang terbuka.


Creck.....


" Tuan muda" ucap Yelu


" Hmm.... Mari makan" ucap Li Hongli singkat


Li Hongli pergi dari kamar Yelu, dengan berjalan santai ke arah Jun Jiang.


" Ayo" hanya itu yang keluar dari mulut Li Hongli, tetapi Yelu tidak terkejut dengar kelakuan Li Hongli menurut nya itu sudah biasa, sedari kecil sifat dan kepribadian Li Hongli sudah seperti itu, tapi bagi orang yang pertama kali melihat kelakuan Li Hongli tentu nya terkejut apa lagi Jun Jiang yang baru mengenal Li Hongli.


Yelu mengikuti Li Hongli dan Jun Jiang ke lantai bawah untuk sarapan.


Setelah di lantai bawah mereka memilih duduk di pojok ruang agar tidak menarik perhatian orang lain.


Mereka sarapan dengan tenang, setelah sarapan Jun Jiang memulai pembicaraan nya.


" Nak.... Kemarin pengawal pribadi ku mengunjungi mu tapi seperti nya kau sedang tidak bisa di ganggu...." Ucap Jun Jiang


" Ada apa" ujar Li Hongli tanpa basa basi


" Aaahh... Bukan hal serius, tapi menurut informasi yang ku dapat pelelangan akan di majukan dua hari lagi, dan paman hanya ingin memberi tau mu tentang hal ini, siapa tau kau tertarik dengan pelelangan yang akan di adakan oleh paviliun harta" ucap Jun Jiang menjelaskan


" Baiklah paman terima kasih atas informasi nya" ucap Li Hongli sopan


" Tidak perlu seperti itu, paman hanya menyampaikan informasi ini karena seperti nya kau tertarik untuk pergi ke pelanggan" ucap Jun Jiang


_____________________________________________


" Tuan muda apa kita akan pergi ke pelanggan itu" tanya Yelu


" Hmm.... Seperti nya akan ada hal yang menarik di sana" ucap Li Hongli santai


" Apa tuan muda akan melelang sesuatu" tanya Yelu


" Ya"


" Kapan tuan muda akan pergi paviliun harta" tanya Yelu


" Karena acara lelang akan di adakan dua hari dari sekarang, kita akan pergi ke sana terlebih dahulu untuk memberikan barang yang akan ku lelang.... Besok Sore kita akan pergi ke paviliun harta bersiaplah" ujar Li Hongli


" Baik tuan muda"

__ADS_1


" Jika kau ingin pergi berkeliling kota ini, pergilah" ucap Li Hongli


" Baik tuan muda terima kasih, kalo begitu saya permisi" ucap Yelu dan keluar dari kamar Li Hongli


" Seperti nya kalian sudah sangat akrab" ucap Li Hongli acuh tak acuh


" Tidak tuan aku tidak mungkin akrab dengan serigala jelek itu" terdengar balasan dari dalam pikiran Li Hongli


" Apa... Kau sendiri yang burung jelek, tuan jangan dengarkan ucapan burung kecil itu" terdengar suara yang berbeda dengan suara yang pertama di dalam pikiran Li Hongli


" Jika kalian ingin berdebat jangan libatkan diri ku..... Enyahlah dari sini dan jangan mengganggu" ucap Li Hongli penuh penekanan, ia merasa kepala nya akan pecah mendengar suara suara di dalam pikiran nya.


Setelah perdebatan tadi Li Hongli memutuskan berkultivasi di dalam kamar nya.


Keesokan hari nya


" Jika kalian ingin pergi dari kamar ini, jangan membuat orang orang curiga dengan kalian" ucap nya pada dua binatang yang selalu berdebat itu


" Baik tuan"


" Baik tuan"


Ucap mereka bersamaan


Li Hongli keluar dari kamar nya, dan menghampiri kamar Yelu, kebetulan saat itu Yelu sedang keluar dari kamar nya juga untuk menghampiri Li Hongli.


" Tuan muda" ucap Yelu


" Baik tuan muda"


Li Hongli dan Yelu tiba di paviliun harta, Yelu menatap kagum kapada paviliun harta, paviliun ini memiliki ukuran yang besar dan cukup megah, tapi paviliun harta hanya memiliki dua lantai saja. Namun meski pun begitu, itu sudah cukup menampung 250 orang atau bahkan lebih, dan yang lebih membuat tempat itu megah adalah dekorasi yang berada pada bangunan itu sendiri. Tapi Li Hongli hanya menatap bangunan itu dengan wajah datar nya.


Li Hongli mulai berjalan masuk, tepat saat dia akan masuk tiba tiba ada seorang penjaga yang menghalangi nya dan menatap tajam Li Hongli


Li Hongli melihat orang yang menghalangi langkah nya, " Apa maksud mu"


" Maksud ku adalah lihatlah diri mu sendiri, dengan pakaian yang kau pakai, kau berani nya berpikir untuk masuk ke paviliun harta ini, apa kau pikir ini pasar yang bisa kau masuki sesuka hati nya" balas penjaga itu dengan nada meremehkan


" Apa sekarang paviliun harta membatasi pengunjung nya hanya karena pakaian yang di kenakan nya" Ucap Li Hongli santai


" tidak, tapi aku tidak bisa membiarkan orang biasa seperti mu masuk dan merusak suasana di dalam paviliun harta" ucap penjaga itu dengan angkuh


" Kau hanya seorang bawahan, maka bersikap lah dengan benar, ku rasa orang orang yang ada di paviliun harta ini terlalu memanjakan bawahan nya" ucap Li Hongli acuh tak acuh


" Kauuu.... Ya karena aku adalah penjaga di tempat ini, aku tidak akan membiarkan orang bisa seperti mu masuk ke dalam" ujar penjaga itu marah


" Beraninya kau...." Saat Yelu ingin menyerang penjaga itu, Li Hongli menghentikan nya.

__ADS_1


" Lebih baik kau menyingkir dari jalan tuan ku, tuan ku kemari untuk melelang sesuatu, jadi enyahlah dari sini" ucap Yelu penuh penekanan


Penjaga itu tertawa mendengar perkataan Yelu, " Hahahaha...... Dia tuan mu tak ku sangka pemuda yang cukup berbakat seperti mu, memilih mengikuti seorang sampah..... Dan apa kata mu dia ingin melelang sesuatu, pasti benda yang ia lelang hanyalah benda rendahan dan tidak memiliki nilai jual sama sekali, membuang waktu saja" ucap penjaga itu penuh dengan hinaan


BAMM!!


Terdengar suara keributan, ternyata suara itu berasal dari Yelu yang telah berhasil menendang perut penjaga itu sampai panjaga itu mundur beberapa meter.


Saat tadi Yelu mendengar hinaan yang kembali terdengar dari mulut penjaga itu untuk tuannya, yelu sangat marah dan tidak bisa menhan emosinya sehingga dia menendang perut penjaga itu sampai terlempar beberapa meter, sedangkan Li Hongli sendiri tidak berniat untuk kembali menghentikan Yelu.


Seorang pria berusia sekitar tiga puluhan, mendengar suara keributan dari luar tempat nya berada pun menghampiri tempat di mana keributan itu berasal.


" Ada apa ini" ucap pria itu


" T-tuan tolong saya, mereka memaksa untuk masuk, saat saya bertanya pada mereka dengan cara baik baik, di-dia tiba-tiba saja menendang ku" ujar penjaga itu lirih dan menyalahkan Li Hongli serta Yelu


Pria itu tidak langsung percaya dengan ucapan penjaga itu, dia melihat ke arah yang di tunjuk penjaga itu, dia dapat melihat dua orang pemuda yang satu memiliki Kultivasi tingkat perunggu bintang 6, sedangkan satu nya lagi dia sama sekali tidak merasakan aura Qi di tubuh pemuda itu


" Apa yang dia katakan benar?" Tanya pria itu


" Cihh... Dia yang tiba-tiba menghadang kami dengan alasan tidak jelas, tapi dia sendiri yang menyalahkan kami" cibir Yelu


" Apa paviliun harta ini menerapkan aturan orang orang yang memakai pakaian sederhana seperti kami tidak di perbolehkan masuk ke dalam" tanya Li Hongli tanpa basa basi


Mendengar ucapan kedua pemuda itu pria tersebut menjadi heran, apa lagi mendengar ucapan dari Li Hongli, sedangkan penjaga yang juga mendengar ucapan Li Hongli dan Yelu wajah nya menjadi pucat.


" Tidak, di tempat ini tidak ada aturan seperti itu anak muda, kenapa kau menanyakan hal itu" ujar pria itu


" Tuan, Jangan dengarkan ucapan kedua pemuda itu mereka berdua berbohong" ucap penjaga itu dengan takut


" Diaamm.... Aku sedang berbicara dengan mereka bukan dengan mu" seru pria itu


" ciihhh.... Bohong! jika kami yang berbohong Kenapa ekspresi mu pucat seperti itu, ohh.... Apa kau takut pria ini tau bahwa kau yang sedang berbohong" sinis Yelu


" a-apa maksud mu, aku tidak berbohong kalianlah yang berbohong" kilahnya


" Kalau saya boleh tau kenapa kalian menyakan tentang aturan tempat ini" tanya pria itu


" Penjaga itu menghadang ku dan mengusir kami karena pakaian yang sedang kami kenakan" ucap Li Hongli santai


" Apa! apa itu benar penjaga" tanya pria itu marah


" t-tidak tuan semua itu bohong" jawab penjaga itu takut


" Penjaga mulai saat ini kau tidak perlu bekerja di tempat ini lagi, pergilah" ujar pria itu kesal sambil melemparkan satu kantong kecil berisi koin


" Anak muda mari lebih baik kita masuk dahulu" ujar pria itu

__ADS_1


Penjaga itu langsung berlari dan bersujud di depan pria itu" Tuan jangan pecat saya, maafkan saya tuan, saya berjanji tidak akan melakukan nya lagi"


Tanpa mendengarkan perkataan Penjaga itu, pria tersebut pergi dari sana, di ikuti Li Hongli dan Yelu.


__ADS_2