
Kedua nya saling mengangguk dan memberi kode, entah apa yang sedang mereka lakukan, namun tiba-tiba saja mereka berlima berjongkok layak nya seorang kesatria sambil menundukkan kepala nya.
" Hormat kami pada Raja dan Ratu, kami berlima siap mengikuti perintah dari kalian!" Seru kelima nya dengan lantang, bahkan ucapan Mo Jia sekarang terdengar lebih tulus dari sebelumnya.
" Maaf atas kelancaran saya Raja, saya melakukan itu hanya untuk mengetes anda saja, sekarang anda memang pantas terpilih oleh istana suci, saya siap melayani anda" ujar Mo Jia dengan lantang dan tegas.
" Apa yang kalian lakukan, aku sungguh tidak tertarik dengan istana ini, yang aku inginkan hanya cara keluar dari tempat ini" ucap Li Hongli acuh tak acuh
" Raja tolong maafkan atas kelancangan ku, dan saya mohon Raja dapat menerima kami menjadi bawahan mu, sedari awal istana suci memilih anda sejak saat itu juga anda Raja kami, Raja ras Elf" seru Mo Jia
Li Hongli dan Yueyin saling pandang, Yueyin pun menganggukkan kepala nya pada Li Hongli untuk meyakinkan keputusan nya.
" Baiklah aku akan menjadi Raja kalian, sekarang berdirilah atau lupakan saja ucapan ku sebelumnya" mendengar perkataan Li Hongli mereka segera berdiri namun masih menundukkan kepala nya.
" Bagaimana aku percaya kalian akan setia pada kami!" Seru Li Hongli acuh tak acuh
Kelima nya saling menatap dan menganggukkan kepala. Mereka berlima mengeluarkan sebuah belati dari saku nya dan menyayat tangan mereka sendiri, dari merah mengalir dari pergelangan tangan nya.
" Dengan darah kami di hadapan Raja dan Ratu, kami bersumpah hidup dan mati kami hanya milik Raja dan Ratu, jika kami melanggar nya jiwa kami akan tersiksa dan tidak akan bisa bereinkarnasi" setelah mengatakan itu sebuah sinar masuk ke kening mereka dan membentuk sebuah simbol berbentuk daun maple, pergelangan tangan mereka yang terluka juga kembali seperti semula seakan tidak pernah terluka.
" Cahaya apa itu?" Tanya Yueyin penasaran
" Ratu cahaya ini pertanda sumpah kami telah di terima, dan ras Elf yang telah memiliki tuan akan memiliki tanda seperti daun maple sama seperti yang terdapat di kening kami ini" jawab Mo Changyi
" Bisakah kalian tidak memanggil kami Raja dan Ratu lagi, jika tidak kalian bisa memanggil kami Tuan dan nona saja" ucap Yueyin
" Maaf Ratu kami tidak berani" jawab Mo Changyi
" Maaf Ratu saya lancang apakah, kami boleh tahu nama Raja dan Ratu?" Tanya Mo Changyi
" Nama kami...."
" Sudah kamu tidak perlu menjawab pertanyaan nya lagi, dia terlalu banyak tanya, jika ingin bertanya kenapa tidak padaku saja tidak perlu kamu menjawab nya, kamu juga jangan berbicara dengan nya lagi, dia hanya cari perhatian" ujar Li Hongli nada nya terdengar tidak suka, membuat mereka bingung dengan nya yang tiba-tiba suasana hatinya terasa sangat buruk.
Sedari Yueyin berinteraksi dengan Mo Changyi, Li Hongli telah menatap Mo Changyi dengan tatapan tajam seakan dia ingin menelan nya hidup-hidup.
" Nama ku Li Hongli, dan ingat ini terutama untuk mu dia istri ku namanya Lian Yueyin" ucap Li Hongli penuh penekanan sambil menatap tajam Mo Changyi.
Mo Changyi yang di tatap oleh Li Hongli hanya dapat menggaruk belakang kepalanya dengan bingung.
__ADS_1
Raja apa salah ku, pikir nya.
" Ehmm.... Jika Raja dan Ratu ingin keluar dari tempat ini, itu semua tergantung Raja. Istana ini merupakan pusaka tingkat dewa dimana semua yang berada di dalam nya akan mengikuti sang tuan, dan hanya pemilik yang di akuinya yang dapat menguasai nya" seru Mo Jia mencairkan suasana.
" Menguasai?" Gumam Li Hongli
Li Hongli menutup matanya tiba-tiba ada guncangan kecil yang dapat mereka rasakan, namun tidak ada yang berubah dari istana tersebut, hal itu membuat mereka bingung.
" Apa yang terjadi? Apakah Raja tidak dapat menguasai istana Suci ini!" Ucap Lao Shu yang sedari tadi diam.
Namun saat mereka melihat ke arah dimana Li Hongli dan Yueyin berada, kedua nya telah menghilang.
" Kemana pergi nya mereka?"
" Apakah Raja tidak menginginkan kami!" Ucap Mo Changyi
" Ini salah mu Gege, Raja jadi marah pada kita!" Ucap Mo Jia
" Kenapa aku! bukankah kau yang salah Meimei"
Mereka pun berencar dan mencari Li Hongli dan Yueyin keberbagai tempat.
Dengan tergesa-gesa mereka pun segera bergegas menghampiri nya, namun saat berada diluar mereka tidak menyangka dengan apa yang mereka lihat sekarang.
_____________________________________________
Di depan gerbang teleportasi makam waktu
Li Hongli dan Yueyin muncul, Jiangwu yang sedang berbincang dengan ayah nya langsung menghampiri nya saat melihat kemunculan dua orang yang ia kenal, ia bahkan sampai melupakan ayah nya sendiri.
Putraku apakah sekarang kau melupakan ayah mu sendiri, pikir Raja Fan Yaling melihat kepergian anak nya tersebut.
" Saudara akhir nya kau keluar juga, saudari Yin kau baik-baik saja, ku pikir saat itu kau..." Ujar Jiangwu menggantung
" Aku baik-baik saja, semua nya karena nya" jawab Yin sambil melirik Li Hongli yang sedari tadi diam saja.
" Untung saja kau selamat, kalau tidak saudara Hongli akan semakin menggila" canda nya
" Li Ge, bagaimana dengan mereka?" batin Yueyin
__ADS_1
" Mereka baik-baik saja, istana itu dan juga mereka telah berada di dalam cincin dimensi, aku sudah memindahkan mereka ke sana!" Jawab Li Hongli di dalam hatinya.
" Hm.. baguslah"
" Jiangwu'er siapa mereka?" Tanya Raja Fan Yaling yang sudah berada di dekat nya.
" Oh ya ayah kenal kan ini saudara Hongli teman ku, dan di sampingnya kekasihnya Yin. Dan saudara ini ayahku Raja Fan" ujar Jiangwu memperkenalkan diri
" Salam Raja" sapa Li Hongli dan Yueyin, namun kedua nya hanya menundukkan kepala sebentar, membuat keduanya di tatap rendah oleh orang orang yang masih berada di sana.
" Ayah jangan tersinggung, sikap keduanya memang sudah seperti itu dingin dan tidak tersentuh, namun aku kenal saudara Hongli dia adalah orang yang baik" bisik Jiangwu takut ayahnya tersinggung dengan sikap mereka.
" Hmm, kau tenang saja ayah tidak akan tersinggung dengan sikap teman mu ini, mereka berdua juga memiliki sikap yang sangat unik" bisik Raja Fan
" Ekhem... Saudara Hongli setelah ini tujuan mu akan pergi kemana?" Tanya Jiangwu
" Apa yang kau inginkan?" Tanya Li Hongli tak ingin berbasa-basi.
" Hehehe... Saudara Hongli tahu saja aku sedang membutuhkan bantuan saudara.. Mmm, saudara keadaan kerajaan Fan sedang tidak baik-baik saja, ayahanda ku mengatakan ada beberapa desa yang di temukan menjadi desa mati tanpa adanya penjelasan, aku ingin mencari tahu penyebab nya dan kurasa hanya saudara Hongli yang dapat membantu ku!" Ujar Jiangwu tanpa ada yang ditutupi.
" Hei, bocah apa yang kau bicarakan, apa kau yakin dia dapat membantu?" Bisik Raja Fan ragu.
Mereka tidak tahu saja Li Hongli dan Yueyin sedari tadi sudah mendengarnya percakapan mereka tersebut.
" Ayahanda percaya saja pada putra mu ini" jawabnya
" Saudara bagaimana? Aku yakin kau dapat menyelesaikan masalah ini" seru Jiangwu
Li Hongli terdiam untuk sejenak, bukan karena apa ia sedang mengingat kejadian pada saat di desa Teratai, jika dugaan nya benar masalah yang di ceritakan oleh Jiangwu ada hubungan nya dengan waktu itu, atau bisa di katakan kasus nya sama.
" Baiklah, namun tidak akan ada yang memerintah ku, aku akan melakukan nya dengan cara ku sendiri, bagaimana?" Ujar Li Hongli malas
" Baik, baik sesuai yang kau katakan. Tenang saja aku siap membantu mu saudara Hongli, namun lebih baik kita membicarakan ini di istana saja, bukan begitu ayahanda" seru Jiangwu
" Baik, jika memang kalian para anak muda ingin menyelesaikan masalah ini tidak apa akan ku ijinkan, namun ingat selalu berhati-hati, dan anak muda tolong jaga putra ku ini dia selalu saja melakukan hal yang ceroboh.." ujar Raja Fan
" Ayah kita akan pergi ke istana terlebih dahulu, kenapa perkataan mu seperti mengusir putra mu sendiri" ucap Jiangwu acuh
" Mari, kita kembali ke istana" ucap Raja Fan tanpa mempedulikan putra nya itu
__ADS_1
Li Hongli dan Yueyin pun mengikuti mereka.