
Seharusnya sedari tadi Li Hongli mampu dengan mudah mengalahkan siluman tersebut hanya saja sesuai dengan nama siluman tersebut, ia memiliki kulit yang sangat kuat sekuat sisik seekor naga yang bahkan lebih keras dari logam dan besi.
" Elemen kayu : akar merambat"
Banyak akar pohon yang keluar dari tanah dan melilit tubuh siluman ular sisik naga tersebut untuk menahan nya sementara waktu.
" Sss..."
Siluman ular sisik naga tersebut terus mencoba melepaskan tubuh nya dari lilitan akar merambat yang menghalangi pergerakan nya.
Ia bahkan menyeburkan api ke arah akar tersebut, namun setiap akar yang yang hangus terbakar akan ada akar baru yang menggantikan nya, hal ini membuat dia sangat marah.
" Goarrhg.."
" Kemampuan nya sangat kuat, akan dengan mudah membunuhnya jika aku menggunakan kekuatan penuh ku, namun akan sangat berbahaya jika hukum dunia makam waktu mengetahui nya" batin Li Hongli
Ia juga tidak mungkin menggunakan elemen apinya, meski elemen apinya dapat membakar apa saja, namun karakteristik dari siluman tersebut dia memiliki elemen api sehingga tidak akan cukup efektif.
Jika dia menggunakan elemen lainnya yang dimiliki oleh nya, itu pun akan sangat berbahaya bagi nya, jika orang orang yang ada disana mengetahui ia memiliki lebih dari satu elemen.
Li Hongli tidak takut dengan siapapun, namun kekuatan nya belum cukup untuk melindungi orang-orang tersayang nya, apalagi dengan dugaan nya tentang kemunculan iblis di dunia ini. Jika sekelompok pengikut iblis itu mengetahui tentang nya, ia akan di jadikan ancaman untuk mereka, dan taruhan nya adalah orang orang terpenting nya akan dalam bahaya.
" Mungkin cara itu yang bisa ku gunakan untuk sekarang!" Gumam Li Hongli
Sekarang tidak ada yang bertarung dengan siluman ular sisik naga selain Li Hongli, semua orang sudah menyingkir karena tidak lagi mampu melawan siluman tersebut bahkan sebagian orang terluka parah, beberapa orang yang masih bisa bertarung memilih untuk melawan siluman kalajengking dan membantu yang lain nya.
Li Hongli mulai melakukan gerakan tangan yang begitu rumit, setiap detiknya gerakan tangan Li Hongli semakin cepat, tidak akan ada yang mampu mengikuti kecepatan gerakan nya, mereka hanya akan melihat sebuah bayangan itu pun terlihat tidak jelas.
" Elemen ruang dan waktu : pembekuan waktu"
Setelah mengucapkan beberapa kata itu waktu di sekitar tiba-tiba mulai melambat sampai waktu seakan-akan berhenti, namun tidak ada yang menyadarinya.
Li Hongli kembali melakukan gerakan tangan, sekarang gerakan tangan nya bahkan lebih cepat dari sebelumnya.
__ADS_1
" Elemen ruang dan waktu : pembelah ruang"
Sebuah celah dimensi mulai terlihat meski hanya celah kecil saja.
" Teknik tombak pembelah laut : ombak terbelah"
Wsosh
Li Hongli melempar tombak yang ia gunakan kedalam celah dimensi, dalam sekejap tombak tersebut hilang dalam kehampaan, celah dimensi yang Li Hongli ciptakan pun ikut menghilang.
Untuk sejenak tidak ada apapun yang terjadi, suasana nya sangat hening dan Sunti seakan tidak ada satupun makhluk hidup disana, jika bukan suara pertarungan orang orang yang sedang melawan siluman kalajengking mungkin tempat itu akan benar benar sunyi.
" Goaarrhh... Aaarrrggghhh..."
Tidak lama terdengar sebuah teriakan yang memekakkan telinga, bersamaan dengan terdengar nya suara tersebut, waktu kembali seperti sediakala.
Mereka yang mendengar suara pekikan dan desisan yang begitu keras segera menutup telinga mereka.
Bukan apa, mereka tidak mengingat apapun yang terjadi, yang mereka tahu saat mereka sadar teriakan itu ternyata berasal dari siluman ular sisik naga yang terlihat sangat kesakitan.
Sedangkan di tempat siluman ular sisik naga, sebuah tombak menusuk tepat di mulut siluman tersebut, mungkin itu yang menjadi penyebab siluman tersebut berteriak kesakitan.
Namun bagaimana tombak itu berada tepat di tenggorokan siluman itu?
Mereka semua bertanya tanya apa yang telah terjadi, namun mereka juga merasa sangat lega ternyata ada seseorang yang dapat membunuh siluaman tersebut.
Tidak ada yang tahu bahkan menyadari bahwa beberapa menit yang terlewati adalah di sebabkan jurus yang Li Hongli gunakan.
Li Hongli sengaja menggunakan elemen ruang dan waktu untuk mengecoh mereka semua, sebagian orang tidak ada yang pernah tahu ada elemen ruang dan waktu di dunia ini.
Li Hongli juga sengaja menghentikan waktu terlebih dahulu sebelum membuat celah ruang untuk tidak menarik rasa penasaran dari orang orang.
" Uhuk-uhuk... Sial meski menggunakan jurus ini sangat efektif namun sangat menguras energi Qi ku" Li Hongli segera duduk bermeditasi untuk menenangkan energi yang telah kacau di tubuh nya akibat efek jurus yang ia gunakan.
__ADS_1
Namun ia tidak perlu khawatir siluman ular sisik naga akan kembali menyerang nya karena siluman itu telah mati.
Saat ia menggunakan tombka nya untuk membunuh siluman itu, ujung tombak nya telah ia lumuri racun yang ganas, meski siluman tingkat langit pu tidak akan bertahan dari racun nya.
_____________________________________________
Di tempat Yueyin
Pertarungan terjadi dengan begitu sengit, telah banyak korban yang terluka dari pihak ras manusia, begitu pun dengan Yueyin yang mengalami luka luka meski luka nya lah yang paling ringan dari yang lainnya.
" Kita tidak akan mampu melawan nya, jika terus melawan kita hanya akan mati terbunuh, lebih baik kita cari celah dan pergi dari siluman menjengkelkan ini" seru Xia Xionglue yang sudah terluka begitu parah.
" Meski begitu dengan kondisi kita sekarang, siluman itu akan dengan mudah mengejar kita dan membunuh kita saudari Xionglue" seru Lien Hua
" Sebaiknya sebagian dari kita yang masih mampu bertarung tetap disini untuk mengalihkan perhatian siluman tersebut, sedangkan yang terluka segera pergi dari sini" ujar Jiangwu yang memang sudah berada disana sedari tadi.
" Kalian pergilah, saudari Hua kau pergilah dengan nona Yin, biar aku yang tetap disini.." ujar Xia Xionglue
" Heh... Begitu ingin nya kah menjadi pahlawan, luka mu bahkan lebih parah dari ku masih bisa bersikap begitu sombong" cibir Yueyin dengan sinis
Sedangkan siluman kalajengking semakin ganas dan brutal dalam bertarung, ia tidak segan menggunakan racun nya untuk membunuh manusia-manusia yang akan menjadi makanan nya sebentar lagi.
Setelah semua orang tewas dan terluka, siluman itu mulai berjalan menuju tempat dimana Yueyin dan yang lain nya berada.
Ternyata Kultivator tingkat Raja dan kaisar bahkan tidak mampu menghadapi satu siluman tingkat langit.
" Nona Yin lebih baik kau segera pergi dari tempat ini bersama saudari ku, kau berada di tempat ini pun hanya akan menyusahkan ku karena harus melindungi mu juga" ucap Xia Xionglue menatap Yueyin dingin.
" Sayang nya aku sama sekali tidak berniat pergi ke manapun, dia telah berani melukai ku, mana mungkin aku akan melepaskan nya dengan mudah" cibir Yueyin.
" Jangan gila!! Kau pengguna senjata jarak jauh sedangkan sebentar lagi siluman itu akan mendekat, kau tidak akan mampu bertahan menghadapi nya" ucap Xia Xionglue penuh penekanan.
" Benarkah.."
__ADS_1