
Li Hongli, Yueyin dan Wang Xiuhuan sudah berada tidak jauh dari gerbang sekte lembah bunga. Di depan gerbang terdapat beberapa anggota sekte yang menjaga.
Wsosh
Saat mereka bertiga hanya tinggal beberapa langkah lagi dari gerbang lima orang wanita tiba-tiba muncul mengepung ketiga nya, jika di lihat dari jubah yang mereka kenakan seharusnya merupakan anggota sekte tersebut.
" Apa tujuan kalian kemari?" Tanya salah satu dari kelima orang itu.
Mereka berlima menodongkan senjata yang berbeda, dua menggunakan sebuah kipas, satu cambuk, dan dua lagi selendang.
" Memang pantas di sebut sekte yang anggun" seru Wang Xiuhuan asal
" Jika tidak memiliki urusan tolong tinggalkan tempat ini, ini adalah tempat terlarang bagi kalian!" Seru yang lainnya.
" Hai tunggu sebentar kami di sini ingin bertemu dengan Matriak sekte lembah bunga, kalian tidak bisa mengusir kami begitu saja!" Ujar Wang Xiuhuan dengan kesal.
" Jangan menipu kami, jika tidak kami tidak akan segan mmebunuh kalian!"
Li Hongli yang sedari tadi diam saja mengeluarkan sesuatu dari balik jubah nya, melihat itu kelima wanita itu langsung waspada, takut orang di hadapan nya mengeluarkan senjata berbahaya dan menyerang dengan tiba-tiba.
" Ambillah!" Li Hongli dengan santai melemparkan sebuah lencana dan juga gulungan surat, dengan sigap salah satu dari kelima wanita itu menangkapnya.
" Saudari hati-hati jangan-jangan ada racun di benda itu!" Seru yang lainnya memperingati
" Berikan kedua barang itu pada pemimpin sekte lembah bunga, jika dia tidak berniat menemui ku, dan tetap meminta kami pergi dengan senang hati kami akan pergi dari tempat ini. Namun katakan juga tidak akan ada kesempatan kedua setelah itu!" Ujar Li Hongli dingin.
" Kalian akan menyesal jika menundanya, apa lagi kalian akan lebih menyesal jika tidak menyampaikan kedua benda itu pada Matriak Huan Xinyi!" Seru Yueyin sinis
" Baik, aku akan menyampaikan pesan mu pada pemimpin, namun kalian harus tetap di sini jangan membuat keributan sampai aku datang kembali!" Ujar nya yang seperti nya dia adalah tetua kelompok itu.
" Itu semua tergantung pada sikap mereka!" Ucap Li Hongli sambil melirik wanita-wanita itu dengan acuh
" Kalian dengarkan aku jangan melakukan appaun pada mereka sebelum aku kembali kemari!"
" Kami mengerti"
__ADS_1
_____________________________________________
" Salam saudari!" Seru wanita yang tadi bertemu dengan Li Hongli
Wanita itu sekarang berada di depan kediaman Matriak Huan Xinyi, terdapat dua orang yang menjaga di luar kediaman nya.
" Salam untuk mu juga saudari!" Ujar mereka
" Apa yang membawa mu kemari saudari?"
" Di depan terdapat sekelompok orang yang ingin bertemu dengan Matriak sekte, mereka bilang Matriak mengundang mereka langsung, salah satu dari mereka meminta ku untuk memberikan ini pada Matriak sekte, Matriak akan mengetahui sendiri setelah melihat kedua benda ini!" Ujar nya menjelaskan dengan sopan.
" Baik kami akan menyampaikan nya dan memberikan kedua benda itu pada Matriak sekte, tolong saudari tunggu disini sebentar, Matriak meminta kami untuk tidak membiarkan siapapun masuk kecuali beberapa orang saja!" Jawab salah satu wanita yang menjadi penjaga.
" Tidak masalah, mohon bantuan saudari!" Ucap nya sambil memberikan lencana dan gulungan surat tersebut.
Orang itu pun masuk kedalam kediaman Matriak sekte sambil membawa dua benda tadi.
Krieet..
Saat masuk, didalam kediaman sudah terdapat tetua Qixuan, tetua Zhishu, Lien Hua, dan Xia Xionglue. Sedangkan Huan Xinyi sendiri sedang berbaring di atas tempat tidur nya, wajah nya terlihat begitu pucat.
" Salam juga untuk mu"
" Salam senior" balas Lien Hua dan Xia Xionglue
" Mohon maaf mengganggu Matriak, tetua."
" Ada apa? Apa terjadi sesuatu di luar?" Tanya tetua Zhishu dengan tenang.
" Menjawab tetua, tidak ada masalah namun saudari An kemari dan mengatakan ada sekelompok orang yang ingin menerobos masuk kedalam sekte, dan mereka juga membawa kedua benda ini untuk di tunjukkan pada Matriak!" Jelas nya
" Uhuk-uhuk berikan pada ku!" Seru Huan Xinyi yang berbaring di tempat tidur.
" Guru! Hati-hati" seru Xia Xionglue dan Lien Hua bersamaan, mereka juga segera mendekati Huan Xinyi dan membantu nya untuk duduk.
__ADS_1
" Silahkan Matriak melihat nya langsung" ucap wanita itu dengan sopan dan memberikan kedua benda tersebut dengan perlahan.
" Terima kasih.."
Huan Xinyi membuka gulungan surat tersebut dengan perlahan ternyata di dalam nya terdapat dua surat, yang pertama adalah surat yang ia kirim pada dewa angin, Lin Feng. Dan kedua balasan dari surat yang telah ia kirim, Lin Feng hanya membalas nya dengan singkat.
" Murid ku akan datang, namun membantu atau tidaknya semua nya dia yang memutuskan bukan diri ku, tergantung kalian bisa membujuk bocah itu atau tidak, aku tidak akan ikut campur"
Begitulah isi surat tersebut, Huan Xinyi juga melihat lencana yang datang bersama surat tersebut. Bentuk lencana itu begitu sederhana, lencana polis dengan gambar tungku dan lima bintang yang mengelilingi tungku tersebut di tengah lencana, lencana itu hanya terbuat dari sepotong kayu, namun bahan kayu yang di gunakan bukanlah kayu biasa, melainkan sebuah kayu dari pohon jati hitam berusia ribuan tahun sangat langka dan unik, meski hanya terbuat dari kayu tapi hampir mustahil ada yang mampu membelah nya, lencana kayu ini hanya di miliki oleh tiga jagoan saja dengan lambang yang berbeda sesuai identitas mereka, lambang tungku tersebut hanya di miliki oleh Dewa angin saja.
" Dimana mereka sekarang?" Tanya Huan Xinyi dengan cepat, dia tidak ingin sampai menyinggung murid dari dewa angin.
" Menjawab Matriak, mereka masih berada di depan gerbang sekte, para saudari yang bertugas berjaga hari ini sedang mengawasi mereka" jawabnya sopan
" Baiklah. tetua Qixuan, tetua Zhishu kalian pergi ke gerbang sambut kedatangan mereka, jangan sampai mereka merasa tidak puas akan sambutan yang sekte kita berikan!" Perintah Huan Xinyi dengan suara yang terdengar masih lemah.
" Mohon maaf Matriak, memang nya siapa mereka ini sampai kita perlu menyambut nya dengan meriah?" Tanya tetua Qixuan penasaran.
" Salah satu dari mereka adalah orang yang sedang ku tunggu. Dia adalah murid dari senior dewa angin uhuk-uhuk"
" Guru!"
Saat Huan Xinyi sedang berbicara dia memuntahkan darah, membuat semua orang yang berada di ruangan tersebut begitu khawatir akan kondisi nya, yang semakin lama semakin memburuk. Sudah banyak herbal dan obat yang di gunakan namun semkin lama obat-obatan itu tidak lagi memberikan pengaruh besar terhadap luka yang di derita nya.
" Tidak pelru cemas, guru tidak apa" ucap Huan Xinyi menenangkan mereka, namun suara dan wajh nya tidak dapat menutupi bahwa dia tidak sedang baik-baik saja.
" Matriak, kami akan melakukan nya sebaik mungkin" jawab tetua Zhishu dengan sikap tenang, meski ia juga sangat mencemaskan kondisi pemimpin sekte nya tersebut.
" Tetua biarkan kami ikut dengan mu menyambut mereka!" Seru Xia Xionglue
" Benar, kami juga ingin melihat seperti apa murid senior dewa angin itu!" Ucap Lien Hua menimpali.
" Kalian lebih baik tetap di sini, jaga Matriak Huan dengan baik" ujar tetua Zhishu dengan sikap yang tenang.
" Tapi tetua..."
__ADS_1
" Benar, kalian tetap di sini. Tidak ada bantahan"
Tetua Zhishu dan tetua Qixuan keluar kamar Huan Xinyi bersama dengan anggota sekte yang tadi melapor.