Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta

Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta
Episode 471. Perubahan Sikap Yueyin


__ADS_3

" Ada apa ini? Mengapa kalian semua berada di luar?"


Li Hongli dan Yueyin turun dari langit dan menatap mereka dengan tenang. Penampilan keduanya sekarang telah kembali berubah menjadi Li Hongli dan Yueyin yang mereka kenal, dengan pakaian yang sederhana tapi aura yang mengelilingi kedua nya tidak dapat menyembunyikan betapa hebat nya mereka, namun ekspresi wajah Yueyin masih sedatar dan sedingin sebelum nya tanpa tersenyum seperti biasa saat bertemu keluarga nya. Dia seperti sama ketika pertama kali lahir ke dunia, begitu asing dan jauh meski dengan keluarga nya sendiri.


" Tuan, putri."


" Meimei, Li Hongli.. kalian akhir nya kembali."


Mereka menyapa bersamaan, namun mereka sedikit canggung saat ini setelah mengetahui identitas keduanya sekarang.


" Jadi kalian?"


Sebelum Lian Yu menanyakan tentang indentitas mereka berdua, sebuah suara terdengar dari belakang " Meimei, akhir nya kau kembali!"


Lian Jiazhen ingin memeluk adik tersayang nya itu tapi Yueyin malah mundur dan bersembunyi di belakang Li Hongli dengan ekspresi datar.


" Yue'er mereka adalah saudara mu, mereka tulus menyayangi mu. Bukankah di sini ada aku, jangan takut" ucap Li Hongli menatap Yueyin dengan senyum yang menenangkan hati.


" Maaf" cicit Yueyin tanpa mengubah ekspresi nya.


" Pangeran, maafkan Yue'er. Dia hanya butuh menyesuaikan diri dengan ingatan nya" jelas Li Hongli yang tidak ingin pemuda itu salah paham.


" Ya, aku mengerti.." dia juga tidak bisa memaksa adik nya, meski dia juga merasa sedih saat adik nya seperti orang asing terhadap nya.


" Yu'er, apakah semua nya sudah siap?" Tanya Lian Jiazhen pada Lian Yu.


Lian Yu terdiam sejenak dia juga merasa sedih melihat penolakan dari adik tercinta nya, tapi dia hanya dapat melihat tanpa bisa melakukan apapun. Saat saudara pertama nya bertanya dia baru sadar dari lamunan nya.


" Iya, Gege. Kita bisa berangkat menuju istana kapanpun."


" Baik setelah satu jam pasukan ku beristirahat, kita akan langsung kembali ke istana."


" Li Hongli, Meimei. Kalian juga akan pulang bersama kami' kan?" Tanya nya dengan ragu.


" Ya, kami akan ikut dengan kalian. Kami juga ada sesuatu yang perlu di bahas dengan kaisar Lian" jawab Li Hongli dengan santai.


" Baik.."

__ADS_1


_____________________________________________


Di kekaisaran Lian


Istana kekaisaran Lian sedang sangat ramai dengan hiasan yang bergantung dimana-mana, kaisar Lian Haocun merayakan perayaan kecil untuk menyambut kepulangan para kesatria nya. Dia melakukan itu sebagai wujud perayaan serta rasa syukur karena berhasil mengalahkan ras iblis serta menaklukkan kekaisaran Zhu.


" Yang Mulia dimanakah mereka, mengapa mereka masih belum juga datang." Ujar permaisuri Jia dengan gelisah.


" Sebentar lagi mereka akan sampai, tenanglah permaisuri ku."


Benar saja tidak lama terdengar langkah kaki yang mendekat, langkah kaki mereka terdengar sangat nyaring membuat tanah bergetar. Jelas itu pertanda sebuah pasukan besar datang mendekat.


Beberapa waktu kemudian tidak jauh dari gerbang istana kekaisaran Lian ada beberapa orang yang terlihat mulai mendekat.


Mereka adalah Li Hongli, Yueyin, Lian Yu, Lian Jiazhen, Yelu, Ying Liang dan Ying Yue. Di ikuti oleh pasukan besar di belakang nya.


" Jiazhen'er, Yu'er, Yueyin'er. Akhir nya kalian pulang juga ibu mu ini sangat merindukan kalian." Permaisuri menangis haru sambil memeluk putra-putra nya.


Namun saat ingin memeluk putri nya, putri nya itu seperti sedang menghindari pelukan nya, dia malah melangkah mundur dan tidak mau ia peluk, hal itu membuat nya sedih dan menatap putri nya dengan bingung.


Saat Li Hongli mengangguk itu sebagai isyarat agar Yueyin tidak lagi keras kepala. Yueyin pun melangkah maju dan membiarkan ibu nya di dunia ini memeluk nya dengan erat, tapi dia tidak memeluk balik wanita paruh baya yang masih saja terlihat awet muda tersebut.


Ekspresi wajah Yueyin sama sekali tidak berubah dia masih menampilkan wajah dingin nya seakan mereka semua orang asing di mata nya. Melihat tatapan asing dari putri nya membuat kaisar Lian Haocun tertegun, dia telah mendengar setengah cerita yang terjadi di Medan perang tapi dia sekarang bingung dengan reaksi putri nya.


Apa hal buruk telah terjadi pada putri nya?


" Ibunda sangat senang kamu bisa pulang dengan selamat putri ku."


" Benar apa kata ibu mu, ayahanda dan ibunda mu senang melihat kalian kembali dalam keadaan baik-baik saja. Putri ku siapapun kamu, kamu akan tetap menjadi putri kami!" Seru kaisar Lian Haocun dengan tulus.


" Sekarang ayo kita masuk, dan rayakan kemenangan ini!"


" Gege, aku lelah... Kau saja yang pergi aku ingin beristirahat." Seru Yueyin melepaskan tangan nya dari genggaman permaisuri Jia dan pergi begitu saja, bahkan dia hanya pamit pada Li Hongli saja.


" Hah... Aku tahu apa yang kalian pikirkan, aku akan menjawab semua pertanyaan yang ada di pikiran kalian nanti. Sekarang jangan rusak momen bahagia ini." Ujar Li Hongli memberikan mereka pengertian.


Jelas dia yang paling tahu mengapa sikap Yueyin berubah menjadi sangat dingin

__ADS_1


" Kau benar nak, ayo jangan merusak momen bahagia kemenangan kita!" Seru kaisar Lian Haocun dengan lantang yang menyulut api semangat para pasukan.


" Kalian para prajurit pemberani ku... Aku sebagai kaisar mengucapkan terima kasih atas perjuangan kalian.." ucap kaisar Lian Haocun membungkuk sebagai ucapan terima kasih yang tulus dari nya.


" Yang Mulia kami tidak pantas menerima penghormatan itu. Kami di sini berjuang demi kekaisaran serta keluarga kami."


" Ya benar..."


" Benar..."


Para prajurit lain setuju dengan perkataan Jenderal nya itu, meski banyak kawan mereka yang telah gugur tapi mereka tetap bahagia saat berhasil melindungi rakyat serta keluarga tercinta.


Kalah menjadi abu menang jadi arang...


Tidak ada kemenangan mutlak dalam sebuah peperangan pasti akan selalu ada rasa sedih akan kehilangan orang terdekat. Tapi mereka sebagai para kesatria tidak bisa terus terpuruk dalam kesedihan, karena bagaimanapun juga kekaisaran ini harus di lindungi oleh mereka.


" Baiklah, kalian bisa menikmati jamuan yang telah istana siapkan.."


" Terima kasih Yang Mulia."


_____________________________________________


" Tuan, ada apa kau memanggil kami!" Seru Yelu menyapa lebih dulu.


Li Hongli menatap langit malam tanpa berbalik untuk menoleh menatap tiga orang di belakang nya. Saat ini pesta perjamuan sedang berlangsung dengan sangat ramai, tapi Li Hongli malah tidak ikut bergabung dan memanggil Yelu, Ying Liang dan Ying Yue menghadap nya.


" Menurut kalian bagaimana dunia ini?" Tanya Li Hongli tanpa menoleh.


Ketiga orang itu mengerutkan kening nya bingung mendengar pertanyaan aneh dari sang tuan.


" Tuan pertanyaan mu ini sungguh sangat aneh, dan tidak lucu" seperti biasa Ying Liang selalu saja bisa membantah dengan sikap tengil nya.


" Ying Liang, dunia ini luas bukan hanya ada alam tempat kita berada saja. Sedangkan kalian pun telah mengetahui identitas ku sebenarnya... Aku tidak mungkin terus berada di dunia ini." Ucap Li Hongli lalu terdiam setelah mengatakan itu.


Setelah mendengar perkataan tuan nya itu Yelu baru mengerti mengapa dia menanyakan pertanyaan sebelumnya. Hanya Ying Liang yang masih tidak mengerti, apa hubungan identitas khusus yang di miliki tuan nya dengan tinggal di dunia ini.


Bukankah tidak akan ada yang berani bersikap tidak sopan jika orang-orang di luar sana mengetahui identitas nya, lalu mengapa tuan nya malah ingin pergi, dan akan pergi kemana memang nya?

__ADS_1


__ADS_2