
" Saudara Li, maaf atas kelancangan para penjaga itu, mari ikut aku kau dan rombongan mu tidak perlu membayar biaya masuk" ujar Xin Zhuo
" Hmm" Li Hongli mengikuti Xin Zhuo yang di ikuti oleh yang lain nya.
Semua orang dan para penjaga itu bertanya tanya siapa pemuda itu dan kenapa pangeran Xin sendiri seperti sangat menghormati nya.
" Li Hongli apa kau mengenal pemuda itu" Yueyin bertanya di dalam pikiran nya.
" Ya, kenapa! Apa kau menyukai nya" balas nya dengan acuh
" Cih... Tidak mungkin aku menyukai pemuda seperti itu"
" Lalu apa Pemuda yang kau sukai adalah aku" goda Li Hongli
" Kau...." Kesal Yueyin, melihat kelakuan Yueyin membuat mereka bingung.
" Nona, apa kau baik-baik saja" tanya Ying Yue
" Ekhm, ya aku baik baik saja" jawab nya dengan santai
Melihat itu membuat Li Hongli tersenyum, ia sangat suka menggoda gadis itu.
" Saudara Li tunggu sebentar Jenderal Weiheng, sedang mengambilkan kereta lain untuk kalian"
" Tidak perlu pangeran, aku dan rombongan ku akan langsung pergi.... Dan terima kasih atas bantuan mu tadi" ujar Li Hongli
" Baiklah padahal aku ingin mengundang kalian ke istana, dan ada banyak hal yang ingin ku bicarakan pada saudara Li, tapi mungkin lain waktu saja" seru Xin Zhuo tidak ingin memaksa
" Terima kasih atas pengertian pangeran" bukan Li Hongli yang menjawab melainkan Yelu
Li Hongli dan yang lain nya pergi dari hadapan Xin Zhuo, mereka memutuskan untuk mencari penginapan.
Setelah berjalan lama dan mendatangi beberapa penginapan ternyata banyak penginapan yang telah penuh.
Li Hongli dan yang lain nya berjalan menuju penginapan awan putih yang banyak di bicarakan orang orang, penginapan awan putih juga adalah penginapan yang sangat terkenal dan termegah di kota Huanxi ini.
Saat mereka memasuki penginapan itu banyak orang yang memandang mereka dengan berbagai tatapan ada yang heran, sinis, dan menghina karena penampilan Li Hongli dan yang lain nya yang berpakaian sederhana.
Seorang pelayan menghampiri rombongan Li Hongli, " ada yang bisa saya bantu tuan" ucap pelayan itu sopan
" Apa masih ada kamar yang tersisa di penginapan ini nona" ujar Yelu
" Ada tuan tapi...." Ucapnya ragu
" Katakan saja tidak perlu ragu" balas Ying Liang
" Hanya tersisa dua kamar VIP saja di penginapan kami ini tuan" ucapnya ramah
__ADS_1
" Kami akan mengambil kamar itu, berapa harga nya" ucap Li Hongli
" Kamar VIP satu hari nya 50 koin emas tuan, Tuan ingin menginap berapa hari" ujar nya
" Dua Minggu" balas Li Hongli singkat
Ada banyak orang yang berbisik karena melihat dari penampilan rombongan Li Hongli mereka hanya lah orang orang miskin tapi apa sekarang pemuda itu mengatakan ingin menginap selama dua Minggu di kamar VIP yang bahkan para pedagang saja tidak mampu.
Sedangkan pelayan itu dari awal melayani Li Hongli dan yang lain nya tidak menunjukkan tatapan menghina atau yang lain nya seperti orang orang yang lain, seperti nya pelayan itu sudah sangat di didik dalam melayani tamu.
Penginapan awan putih adalah milik salah satu sekte besar yang ada di ibukota kekaisaran Lian, sehingga para pelayan yang melayani tamu semua nya adalah seorang Kultivator dan mereka juga tidak pernah membedakan pelayanan mereka hanya karena pakaian mereka, karena sebelum mereka bertugas di penginapan awan putih mereka sudah di ajarkan bahwa tidak boleh meremehkan siapa pun karena bisa saja seorang pengemis pun adalah seorang Kultivator yang hebat.
Penginapan awan putih bukan hanya mewah tapi harga yang di terapkan nya cukup mahal sehingga walau pun penginapan ini bagus dan mewah tidak banyak yang memilih kamar VIP untuk mereka menginap. Penginapan ini terdiri dari Lima lantai semakin tinggi lantai nya semakin tinggi pula harga nya, sedangkan lantai satu adalah tempat makan.
" Semua nya 1.400 koin emas tuan" ucap pelayan itu
Li Hongli mengeluarkan sebuah kantong berisi sejumlah besar koin emas, ia menyerahkan dengan santai pada pelayan itu. Pelayan itu pun menghitung nya dan menganggukkan kepala nya setelah ia memastikan koin yang di berikan Li Hongli cukup.
" Baik tuan, mari saya antar ke kamar kalian" ucapnya
Pelayan itu mengantar Li Hongli dan yang lain nya ke lantai Lima lantai teratas penginapan ini. Orang orang yang tadi nya mencibir dan menghina kelompok Li Hongli mereka langsung tidak bisa berkata apa-apa lagi saat melihat pemuda itu begitu mudah nya memberikan koin emas.
" Tuan, ini adalah kamar nya, dan yang satu nya lagi berada di samping kamar ini, ini tuan kunci nya, jika kalian membutuhkan sesuatu panggil saya atau pelayan lain nya saja" ujarnya sambil memberikan kunci kamar pada Li Hongli
Li Hongli mengambil kunci itu dan bertanya " nona kapan pendaftaran turnamen tahunan di mulai"
" Baik"
" Apa anda ingin makan tuan, saya akan membawakan nya jika anda ingin makan di kamar" ujar pelayan itu
" Tidak perlu, kami akan turun ke bawah"
" Baik tuan, saya permisi"
" Ying Yue dan Yueyin akan tinggal satu kamar, Yelu dan Ying Liang akan tinggal di kamar yang sama dengan ku" ucap Li Hongli sambil memberikan kunci satu nya pada Yueyin
" Baik" balas Yueyin
" Kalian bersihkan diri kalian, setelah itu kita turun ke bawah untuk makan dan mencari informasi tentang turnamen nanti" ujar Li Hongli
" Baik tuan"
_____________________________________________
Di tempat lain terlihat seorang gadis yang sedang bertarung dengan beberapa orang, dia terlihat mendominasi pertarungan itu membuat beberapa orang yang ingin menyerang nya menjadi takut.
" Kenapa kalian diam, cepat majulah" seru gadis itu lantang
__ADS_1
" Jendral Bai, di mana Jendral Weiheng aku sudah bosan berlatih dengan kalian, kalian bahkan tidak bisa bertahan lama setelah aku mengeluarkan jurus ku" keluh gadis itu
" Maaf putri Jendral besar sedang pergi ke ibukota bersama pangeran mahkota" jawab Jendral Bai
" Huff.... Menyebalkan kalau begitu kau saja yang jadi lawan latihan ku" ucap gadis itu lagi
" Ba-baik putri"
Saat mereka akan kembali melanjutkan latihan nya tiba-tiba terdengar suara seseorang yang menghentikan nya.
" Meimei" seru seseorang dengan semangat
" Ck, berisik Gege, ada apa dengan mu, kau terlihat sangat bahagia"
" Tentu saja Meimei, apa kau tahu aku sangat bahagia karena apa?" Goda pemuda itu yang ternyata mereka adalah Xin Zhuo dan Xin Jiao.
" Tidak perlu, aku tidak peduli dengan hal itu... Ouh kebetulan ada Paman Weiheng di sini.... aku ingin berlatih kembali dengan Paman" ucap nya setelah melihat jenderal Weiheng yang juga berada di sana
" Cih... Kau selalu saja berlatih setelah saudara Li pergi, apa kau tidak lelah" sinis Xin Zhuo
" Tidak" balas Xin Jiao singkat
" Tapi apa kau yakin tidak ingin mengetahui kabar bahagia yang ingin ku sampaikan pada mu" ucapnya sambil menaik-naikkan alis nya.
" Katakan jika kau ingin, tapi pergilah jangan mengganggu ku berlatih" seru nya dengan tenang
Setelah Li Hongli pergi tanpa pamit pada siapa pun, Xin Jiao memutuskan untuk berlatih dengan kitab kitab yang di berikan oleh Li Hongli, ia berlatih dengan sangat rajin sampai ia di sebut sebut jenius yang bahkan kemampuan nya dapat menandingi Jenderal besar kerajaan Xin, ia juga di juluki Putri es karena kemampuan mengendalikan elemen es serta jurus yang ia gunakan.
" Kau tahu Meimei aku bertemu siapa saat di ibukota tadi?" Jail Xin Zhuo
" Ck, katakan saja...." Kesal Xin Jiao
" Saudara Li, Gege tadi bertemu dengan nya di gerbang masuk ibukota" serunya dengan semangat
" Ohhh....." Balas Xin Jiao dengan santai
" Hanya oh" Xin Zhuo menaikkan sebelah alis nya dengan heran atas jawaban adik nya itu.
" La.... Astaga Gege, apa yang Gege katakan, apakah benar dia ada di sini" Xin Jiao baru saja sadar dengan apa yang Xin Zhuo katakan.
Xin Zhuo tersenyum sambil menggelengkan kepala nya melihat sikap adik nya setelah sadar siapa orang yang sedang mereka bicarakan tadi.
" Tentu, mana mungkin Gege akan berbohong jika menyangkut dengan saudara Li..... Tapi lebih baik jangan membuat saudara Li marah pada mu lagi, kau mengerti kan Meimei" seru Xin Zhuo memperingati adik nya.
" Lalu di mana dia sekarang, kenapa Gege tidak membawa nya ke istana" tanpa mempedulikan ucapan Xin Zhuo, gadis itu bertanya dengan antusias.
" Dia tidak mau aku ajak kemari, mungkin dia tidak mau bertemu dengan mu" ujar Xin Zhuo dengan usil
__ADS_1
" Ck, Gege menyebalkan" ucap Xin Jiao sambil cemberut.