
Berita kembali nya Li Hongli sangat cepat menyebar, meski pun begitu semua orang tidak begitu peduli, menurut mereka Li Hongli adalah sampah, dia ada atau tidak merupakan hal yang sama.
Tapi tidak dengan empat orang pemuda, siapa lagi jika bukan Da Yun, Da Yan, Li Kun, dan Li Bao, mereka sudah sangat senang saat mendengar rumor kematian Li Hongli, bahkan mereka mengadakan perayaan untuk mengenang hari itu.
Baru sekitar satu Minggu mereka selalu dalam suasana hati yang senang, tapi mereka harus mengakhiri nya Setelah mendengar kepulangan Li Hongli.
Sudah dua hari setelah kepulangan Li Hongli....
Li Hongli sekarang baru menyelesaikan latihan nya di halaman belakang rumah baru nya dekat dengan hutan, di sana juga ada Yelu yang sedang melihat latihan Li Hongli.
Yelu yang melihat Li Hongli sudah selesai dengan latihan nya, ia pun menghampiri Li Hongli.
" Tuan muda...." Ucap Yelu dengan ragu
" Ada apa, ada yang ingin kau bicarakan dengan ku" tanya Li Hongli
" Itu.... Tuan muda"
" Katakanlah"
" Tuan muda... Apa kau bisa mengajarkan ku kultivasi untuk bisa menjadi seorang kultivator seperti mu" tanya Yelu dengan ragu
" kenapa!!!" Jeda Li Hongli. "Kenapa kau ingin menjadi seorang kultivator" lanjut nya
" Itu.... Aku ingin bisa melindungi paman dan bibi yang sudah aku anggap keluarga ku sendiri, juga aku ingin menjadi perisai untuk mu di saat musuh musuh menyerang mu nanti nya tuan muda, aku tidak ingin hanya diam saja melihat mu selama ini selalu saja di hina oleh orang orang, sedangkan aku tidak dapat melindungi mu sedikit pun" seru Yelu tegas tatapan nya menyiratkan keseriusan nya.
" Aku tidak butuh perisai, aku tidak selemah itu sampai membutuhkan seseorang menjadi perisai ku" ujar Li Hongli acuh tak acuh
" Ah... Maaf tuan muda, bu-bukan maksud ku mengatakan bahwa kamu lemah, tapi.... Ituu.." Yelu sangat merasa bersalah karena ucapan nya itu.
" Yang ku butuh kan adalah pedang bukan perisai, jika kau ingin berdiri di samping ku..... Jadilah pedang untuk ku bukan perisai" ucap Li Hongli
Yelu yang tadi nya menundukkan kepala nya, kembali mengangkat kepala nya dengan bingung atas ucapan Li Hongli.
Mengetahui bahwa Yelu sedang kebingungan, Li Hongli pun menjelaskan nya.
" Sebuah perisai hanya bisa untuk pertahanan tidak untuk menyerang, dan aku tidak membutuhkan diri mu menjadi perisai ku jika hanya untuk mengorbankan nyawa mu saja. Berbeda dengan pedang, sebuah pedang bukan hanya untuk menyerang tapi juga bertahan, jadi yang ku butuh kan adalah pedang bukan perisai, pedang yang akan menyerang musuh musuh ku bukan hanya melindungi ku" ucap Li Hongli acuh tak acuh
Mendengar perkataan Li Hongli, Yelu langsung berlutut memberi hormat di hadapan Li Hongli.
__ADS_1
" Tuan muda, aku siap menjadi pedang mu untuk menebas setiap orang yang berani menghalangi jalan mu" ucap Yelu dengan tegas tanpa keraguan sedikit pun.
" Bangunlah" ucap Li Hongli
Mendengar ucapan Li Hongli, Yelu langsung bangun dari berlutut nya, Li Hongli lalu mengeluarkan kristal elemen dari cincin penyimpanan nya, kebetulan saat ia melihat lihat cincin penyimpanan yang guru nya berikan, Li Hongli menemukan kristal elemen, yaitu sebuah benda berbentuk bulat yang bisa melihat elemen seseorang.
Waktu itu Li Hongli tidak perlu mengecek elemen nya melalui kristal elemen, karena guru nya dapat mengetahui nya tanpa menggunakan hal itu.
" Pertama Tama aku akan memeriksa Elemen yang kau punya terlebih dahulu, sekarang Letakkan tangan mu pada bola kristal tersebut" pinta Li Hongli
Saat Yelu menyentuh giok itu, Bushh... tiba tiba muncul tiga cahaya yang berbeda warna secara bergantian yaitu warna abu-abu, biru muda, ungu.
Setelah selesai menguji elemen yang Yelu miliki, Li Hongli lalu menyimpan kembali kristal elemen tersebut.
" kristal elemen adalah penguji elemen yang ada dalam diri seseorang, fungsi nya untuk menentukan teknik Kultivasi apa yang cocok dengan elemen yang di miliki nya, dan mempelajari teknik dan jurus yang tidak berlawanan dengan elemen yang di miliki oleh orang itu" Li Hongli menjelaskan
" Untuk warna itu mewakili elemen itu sendiri, saat pengecekan ada tiga cahaya yang bersinar yaitu cahaya abu abu mewakili elemen logam, cahaya biru muda mewakili elemen air, dan cahaya ungu mewakili elemen petir, yang artinya kau memiliki tiga elemen dan hanya bisa menggunakan ketiga elemen yang kau punya itu" lanjut Li Hongli
Setelah menjelaskan nya secara singkat pada Yelu, Li Hongli mengibaskan tangan nya.
Swush...
" Pelajarilah kitab ini" Li Hongli memberikan satu kitab Teknik Kultivasi pada Yelu.
Li Hongli kembali mengeluarkan sesuatu yaitu beberapa butir pil dan Sumber daya untuk membantu Kultivasi Yelu, contoh nya pil pengumpul Qi dan memberikan nya pada Yelu
" dan minumlah pil ini sebelum mempraktekkan teknik itu" lanjut Li Hongli
Yelu menerima kitab dan pil yang di berikan oleh Li Hongli, " Terima kasih tuan muda"
" Di mana ayah dan ibu" tanya Li Hongli karena sedari pagi ia belum bertemu dengan kedua orang tua nya.
" Mereka sedang pergi ke rumah makan Tuan muda" jawab Yelu
" Rumah makan?" Tanya Li Hongli kembali
" Iya tuan muda, setelah kita pindah kemari, paman dan bibi membuat bisnis rumah makan di dalam kota dengan bantuan paman Mu" jelas Yelu
" Eum"
__ADS_1
" sekarang kamu bisa kembali ke kamar mu untuk mempelajari kitab yang tadi ku berikan dan Beristirahatlah dalam lima hari kita akan pergi keluar untuk melakukan perjalanan jadi persiapkan diri mu" ucap Li Hongli
Mendengar itu Yelu sangat bahagia, karena tidak percaya ia bertanya kembali, " Apakah tuan muda benar benar akan membawa ku berpetualang? "
Saat dulu Li Hongli pergi ke hutan larangan sebenarnya Yelu sangat ingin ikut dengan nya, hanya saja ia juga sadar jika ia ikut, dia hanya akan menyusahkan tuan muda nya saja, karena itu saat ia mendengar Li Hongli akan mengajak nya, ia sangat bahagia.
" Tentu saja, apakah aku pernah mengucapkan omong kosong pada mu, maka sekarang kembalilah dan pelajari kitab itu" ujar Li Hongli
Mendengar jawaban Li Hongli, Yelu menjadi senang dan setelah bertanya beberapa pertanyaan lagi, dia pun berbalik dan pergi.
_____________________________________________
Setelah makan malam Li Hongli tidak langsung pergi kekamar nya, tapi ia pergi ke kamar orang tua nya.
" Tuan muda, kau mau kemana" tanya Yelu saat melihat Li Hongli bukan berjalan ke arah kamar nya.
" kamar ayah dan ibu, jika kau ingin ikut, ikutlah..." ucap Li Hongli acuh tak acuh
Li Hongli pergi ke kamar orang tua nya di ikuti Yelu di belakang nya.
Tok tok tok
Ckreck
Terdengar suara pintu yang terbuka
" Li'er, Lu'er kalian di sini masuklah" ucap Li Yuwen
Li Hongli dan Yelu masuk ke dalam kamar Li Yuwen dan Mei Yin, mereka duduk di kursi yang ada di kamar itu.
" Ada apa, kenapa kalian kemari" ucap Mei Yin
" Ibu, ayah bisa kalian jelaskan pada ku apa yang sebenarnya terjadi setelah kepergian ku" tanya Li Hongli
Mendengar ucapan anak nya Li Yuwen dan Mei Yin tersenyum, mereka tau cepat atau lambat anak nya pasti akan menanyakan hal ini.
" Baiklah, ayah akan menjelaskan semua nya pada mu" ucap Li Yuwen
" Waktu itu......."
__ADS_1