
" Yueyin" suara itu terdengar sangat merdu dan manis di telinga para pria sampai dapat menghipnotis para pria yang mendengar nya, bahkan Xin Zhuo sendiri menjadi linglung mendengar suara yang keluar dari mulut seorang gadis yang baru saja ia tanyai.
" Ah.... Kalau boleh saya tau kenapa nona Yueyin tidak membuka penutup wajah nya saat sedang makan" tanya Xin Zhuo setelah sadar dari lamunan nya.
" Hanya ingin" singkat Yueyin
Tidak ada pembicaraan lain setelah itu hanya ada Xin Zhuo dan Xin Jiao yang selalu bertanya tentang perjalanan Li Hongli, lebih tepat nya Xin Jiao yang terus bersemangat bertanya banyak hal pada Li Hongli, tapi Li Hongli tidak menjawab satu pun yang di tanyakan oleh gadis itu, hanya Ying Liang atau Ying Yue saja yang selalu menjawab pertanyaan dari nya.
Xin Zhuo sendiri juga sudah mencoba bertanya dan mengajak mengobrol Yueyin tapi tidak pernah berhasil, gadis itu masih asik dengan keterdiamannya. Tanpa sepengetahuan semua orang yang ada di sana, Li Hongli dan Yueyin sedari tadi bukan hanya diam tapi mereka mengobrol di batin mereka masing-masing. Seperti sekarang.
"Ada apa " tanya Li Hongli di pikirkan nya
" Tidak ada" jawab Yueyin
" Tidak nyaman" tanya kembali Li Hongli
Ya sebenarnya ia pun merasa tidak nyaman dan muak apa lagi dengan Xin Jiao yang selalu mencoba mencari perhatian nya, begitu pun dengan Yueyin ia sangat kesal dengan gadis cerewet itu, apa lagi saat ia bercerita bagaimana Li Hongli menyelamatkan nya dan kakak nya dari para pembunuh bayaran, padahal saat itu Li Hongli tidak berniat sama sekali menolong mereka, hanya saja orang orang itu yang menghalangi jalan nya.
" Ya, mmm.... Apa kau begitu.... begitu dekat dengan putri Xin itu" tanya Yueyin penasaran
" Kenapa! Cemburu?" Goda Li Hongli
" Ti-tidak untuk apa aku cemburu pada pria jelek seperti mu"
" Benarkah"
" Y-ya"
Sebenarnya Xin Jiao merasa sedih karena satu pun pertanyaan nya tidak di jawab sama sekali oleh Li Hongli, apa lagi saat ia mendengar cerita begitu hebat dan serasi nya Li Hongli dangan seorang gadis yang bernama Yueyin itu bertarung bersama ia menjadi iri dan ingin sekali berada di posisi gadis itu.
" Li Ge.... Maksud ku Li Hongli" karat nya gugup saat melihat netra mata tajam Li Hongli melirik nya.
" Apakah kalian bisa datang ke acara jamuan makan malam di kerajaan Xin, ayahanda dan ibunda ku sangat ingin sekali menjamu kalian dengan benar dan juga sebagai ucapan terima kasih kami karena telah menyembuhkan ibunda ku" lanjutnya
" Tidak perlu" singkat Li Hongli
" Begitu ya" ucap nya sedih
" Li Hongli aku pun ingin berterima kasih pada mu karena teknik Kultivasi dan jurus yang kau berikan peningkatan Kultivasi ku meningkat sangat pesat, semua jurus yang ada di dalam buku pemberian mu sangat hebat dan kuat.... Kekuatan ku bahkan setara dengan paman Weiheng yang seorang jenderal besar kerajaan Xin....... " Xin Jiao bercerita banyak hal seperti peningkatan Kultivasi nya jurus nya dan pengalaman nya selama ini pada Li Hongli, Walau pun Li Hongli tidak menanggapi nya sama sekali atau menjawab nya dengan singkat.
__ADS_1
" kau memang berbakat" jujur Li Hongli, tapi Xin Jiao menganggap hal itu sebagai pujian untuk nya.
" Kau tahu, orang orang bahkan mengatakan elemen es milik ku sangat kuat dan tidak mudah dicairkan oleh elemen api dengan mudah" lanjut nya bercerita.
Sebenarnya elemen es yang Xin Jiao miliki hanya elemen es biasa, beda dengan Yueyin yang memiliki elemen es abadi yaitu elemen es terkuat, hanya saja Xin Jiao tidak mengetahui nya dan terlalu semangat menceritakan semua yang ia alami belakangan ini pada Li Hongli.
" Oh iya, tadi ku dengar kau mengajari nona Yueyin banyak hal, apa kau pun bisa mengajari ku juga" tanya Xin Jiao penuh harap
" Tidak, aku sibuk"
" Begitu ya...."
" Saudara Li, apa yang kau katakan itu benar pangeran kedua dan ibu nya ingin memberontak bahkan, ibu nya lah yang memberikan racun pada ibunda ku, kami sangat berterima kasih atas semua bantuan dari mu saudara Li" ujar Xin Zhuo mangalihkan pembicaraan
" Hmm, hanya kebetulan" balas singkat Li Hongli
" Walau pun begitu kami sangat berterima kasih pada mu"
" Terserah"
Setelah mereka selesai berbincang-bincang, Li Hongli pun mendapat banyak informasi dari Xin Zhuo dan Xin Jiao, apa lagi tentang pemberontakkan yang di lakukan oleh pangeran kedua kerajaan Xin setelah satu minggu kepergian Li Hongli.
" Oh iya... Turnamen kali ini akan di adakan di lapangan beladiri di dalam istana, bagaimana kalau kalian menginap saja di istana.... Mmm untuk memudahkan kalian saat turnamen di adakan" ucap Xin Jiao tidak ingin menyerah membujuk Li Hongli
" Benar tuan, bukankah tuan hanya menyewa kamar selama dua minggu, sedangkan kompetisi final ada di Minggu ketiga, lebih baik kita menginap di istana saja saat sudah memasuki final" setuju Ying Liang
Li Hongli menatap Yueyin, dan berkata di dalam batin nya.
" Apa yang sedang kau rencanakan?"
" Tidak, memang nya aku merencanakan apa!"
" Aku sangat kenal dengan sifat mu, kau tidak mungkin menerima permintaan nya dengan begitu mudah bukan" sinis Li Hongli
" Cihh.... Kau sangat menyebalkan, kau pasti merasakan nya juga ada orang yang sedari tadi mengawasi mereka berdua" meski kesal ia masih mengatakan nya juga.
" Ya lalu" ucap Li Hongli acuh
" Mereka tidak memiliki niat baik sedikit pun pada kedua orang teman mu ini, hati nya berwarna hitam" jawab Yueyin.
__ADS_1
Bukan nya Yueyin ingin ikut campur urusan orang lain tapi ia hanya merasa bagaimana pun juga kedua orang ini adalah teman Li Hongli, lagi pula ia dapat melihat dengan keistimewaan yang dimiliki oleh mata nya yaitu kedua hati pangeran dan putri Xin ini berwarna putih yang artinya mereka orang orang yang baik.
" Heh... Apa kau sekarang menjadi orang yang suka ikut campur urusan orang lain... Atau kau memang menyukai Xin Zhuo" ucap nya sinis
" Tidak, mana mungkin, lagi pula orang yang ku sukai ada di..... Akh sudahlah, aku hanya bosan dan kebetulan ada mainan saja"
" Ada di?..."
" Apa"
" Kau bilang orang yang kau sukai ada di mana" tanya Li Hongli penasaran
" Saudara Li bagaimana" tanya Xin Zhuo, membuat Li Hongli mengalihkan perhatian nya dari pembicaraan dia dan Yueyin.
" Tidak masalah"
" Benarkah, baiklah kami akan menjemput kalian saat kompetisi final akan di mulai" seru Xin Jiao semangat, meski pun di dalam batin nya ia sedang bertanya-tanya ada hubungan apa Li Hongli dengan gadis bernama Yueyin itu, kenapa ia merasa interaksi mereka berdua sedikit aneh, tapi saat diperhatikan lagi tidak ada yang salah dengan sikap mereka, sehingga ia pun tidak lagi memikirkan nya.
_____________________________________________
Malam pun berlalu dengan cepat dan hari yang di tunggu-tunggu pun akhir nya tiba
Saat ini Li Hongli sedang bersila di sebuah ruangan dengan mata terpejam, ia sekarang sedang mencoba berkonsentrasi mempelajari berbagai segel yang ada di dalam kitab segel semesta, sudah selama empat bulan lebih Li Hongli mencari cara untuk melepaskan Segel yang ada di tubuh Dewi Alam milik Yueyin, karena ia sungguh tidak tega melihat Yueyin selalu merasakan sakit saat bulan purnama muncul.
Ia bahkan sampai melupakan tentang segel yang ada di tubuh nya yang belum terbuka sepenuh nya, sebenarnya ia juga sedang mencari cara membuka segel di tubuh nya tapi ia juga tak menemukan nya, ia bahkan sampai belum mempelajari kitab jurus elemen Ruang dan Waktu yang ia dapatkan dari Luo Ruo waktu itu.
Tok tok tok
" Tuan, turnamen akan segera di mulai" ujar Yelu di balik pintu, ya selama Li Hongli sedang bermeditasi mereka juga tidak tinggal diam karena Li Hongli menugaskan mereka mencari informasi yang berguna.
" Ayo pergi" ucap Li Hongli
" Baik tuan"
Li Hongli menuruni tangga bersama Yelu di samping nya, saat telah berada di lantai bawah Li Hongli dapat melihat teman teman nya juga Yueyin yang ada di sana, bukan hanya mereka bahkan ada Xin Zhuo dan Xin Jiao bersama kelompok nya.
" Kenapa kalian kemari" tanya Li Hongli
Sebenarnya sedari tadi banyak orang yang memperhatikan kelompok Li Hongli karena kedatangan Xin Zhuo dan Xin Jiao yang bergabung dengan kelompok itu, padahal jika di lihat kelompok Li Hongli hanya menggunakan pakaian sederhana.
__ADS_1
" Kami ingin menonton turnamen tahunan, sehingga kami kemari untuk bisa berangkat bersama kalian" ucap Xin Jiao dengan tersenyum manis
" Hmm" tapi hanya di jawab acuh oleh Li Hongli