
Tidak ada satu pun dari para Kultivator itu yang mencoba mendekati tempat itu atau pun membatu memadamkan api itu, melihat nya saja mereka merasa ketakutan, mereka merasa ada aura yang sangat mengerikan yang menekan mereka untuk mendekati tempat itu.
" Api apa itu? Kenapa terasa sangat menekan!" Seru Kultivator kesatu
" Kau benar saudara, suasana di tempat ini pun berubah sangat menakutkan karena teriakan dan jeritan yang terus terdengar dari dalam Sekte Pedang Giok" ujar Kultivator kedua
" Sebenarnya siapa yang sekte itu singgung hingga membuat seluruh sekte itu berubah mengerikan seperti ini" ujar Kultivator ketiga
Semua orang yang daerah nya berada dekat dengan Sekte Pedang Giok tentu mengetahui bahwa semua anggota sekte itu terlalu sombong dan angkuh jadi wajar saja jika mereka menganggap kemalangan yang terjadi kepada sekte pedang giok sekarang disebabkan karena sekte itu telah menyinggung orang yang salah.
" Kau benar saudara, namun ini juga pantas mereka dapatkan karena selama ini mereka selalu saja bersikap seenaknya sendiri" ujar Kultivator keempat
" Mungkin mereka telah menyinggung anggota sekte tingkat tinggi" seru Kultivator kesatu
" Tapi orang seperti apa yang mereka singgung, orang itu benar benar kejam, apa dia adalah Kultivator aliran hitam?" Ucap Kultivator keempat
" Siapa pun yang mereka singgung semoga kita tidak menyinggung nya " ucap Kultivator kedua sambil bergidik ngeri
" Kau benar saudara"
" Lebih baik kita meninggalkan tempat ini secepatnya, takut nya orang itu masih di sini untuk mengawasi tempat ini" ujar Kultivator yang lain nya
" Baik"
Wushss
Wushss
Satu persatu para Kultivator pergi dan meninggalkan wilayah Sekte Pedang Giok, mereka juga tidak ingin sampai menyinggung orang yang telah Sekte Pedang Giok singgung sampai menyebabkan kehancuran untuk sekte itu.
Kabar kehancuran Sekte Pedang Giok pun menyebar dengan cepat keberbagai kalangan entah orang biasa, Kultivator, atau pun para bangsawan mereka semua telah membicarakan nya.
Orang orang yang memiliki hubungan dekat dengan sekte pedang giok mulai bersembunyi karena takut menjadi tempat sasaran oleh orang yang telah di singgung oleh sekte tersebut.
Sebelum nya Li Hongli telah memasang formasi ilusi dan juga kedap suara sehingga tidak ada yang dapat mendengar keributan yang terjadi di dalam Sekte Pedang Giok, namun setelah dia pergi dia pun menghilangkan formasi tersebut, sehingga orang orang dapat melihat dan mendengar yang sekarang sedang terjadi pada sekte pedang giok tersebut.
_____________________________________________
Di hutan tempat Li Hongli dan Yueyin berada
Mereka berdua sekarang sedang mencari sungai untuk membersihkan tubuh mereka yang telah di penuhi oleh darah, jika ada orang yang melihat penampilan mereka sekarang mungkin mereka akan langsung lari ketakutan.
__ADS_1
Mengerikan! Kata itulah yang pantas untuk mereka sekarang, dengan pakaian yang penuh dengan darah apa lagi Yueyin yang pakaian nya berwarna putih sehingga warna darah sangat terlihat jelas di pakaian nya, berbeda dengan Li Hongli yang memakai jubah hitam nya tidak terlalu terlihat noda darah di sana.
" Seperti nya ada sungai di dekat sini" ucap Yueyin
" Hmmm, kita akan ke sana untuk membersihkan diri, sebelum kembali ke penginapan" jawab Li Hongli yang di balas anggukan oleh Yueyin
Li Hongli tiba tiba menghentikan langkah nya
" Keluarlah" ucap Li Hongli
Li Hongli maupun Yueyin sudah mengetahui ada seseorang yang mengikuti mereka berdua sedari masuk ke hutan, namun karena tidak merasakan bahaya dari orang itu mereka membiarkan nya saja.
Di sebuah pohon keluar seorang bocah laki-laki berusia sepuluh tahun dari belakang pohon tersebut, dia menatap Li Hongli dan Yueyin dengan gugup sambil menggaruk belakang kepala nya yang tidak gatal.
" Maafkan aku kak" cicit nya dengan takut
" Minghao!" Seru Yueyin heran kenapa bocah ini mengikuti mereka
" Kenapa kau mengikuti kami, bukan nya mengikuti yang lain nya pergi ke kota?" Tanya Yueyin
" Itu... Itu..." Ucap Minghao dengan gugup sambil memainkan jari jari nya
" Katakan" ucap Li Hongli singkat dan dingin
" Kau akan terus berhadapan dengan kematian jika mengikuti kami" jawab Li Hongli dingin
Glek
Minghao menelan saliva nya sendiri mendengar ucapan Li Hongli yang begitu dingin dan menusuk.
" Minghao siap menanggung resiko nya walau kematian yang akan di dapat" seru nya tanpa ragu
" Kau hanya bocah sepuluh tahun, apa yang bisa kau lakukan" Suara Yueyin yang tadi nya berbicara lembut pada Minghao berubah menjadi dingin dan datar
" Aku akan melakukan apa pun yang kalian perintahkan" ujar Minghao
" Bagaimana jika kami menyuruh mu untuk mati" ucap Li Hongli sangat menusuk
" Minghao siap melaksanakan nya dengan senang hati" ucap nya tanpa ragu
" Tolong jadikan aku murid kalian" lanjut Minghao memohon
__ADS_1
" Murid kami? Jika kau ingin berguru, maka berguru lah pada nya, karena aku pun masih perlu belajar banyak dari nya" ujar Yueyin
" Namun tentu tidak akan mudah ingin menjadikan nya sebagai guru mu" lanjut Yueyin
" Lalu apa yang harus ku lakukan agar kak Li mau menjadikan aku murid nya" tanya Minghao pada Yueyin
" Tanyakan saja pada orang nya" balas Yueyin
" Tolong terima aku sebagai murid mu guru" seru Minghao pada Li Hongli
" Aku tidak suka omong kosong, buktikanlah" ujar Li Hongli
" Jangan hanya bicara, buktikan ucapan mu itu" Yueyin menimpali
Kaget? Tentu saja Minghao terkejut dengan ucapan kedua orang di depan nya ini, namun ia juga dapat memahami kenapa mereka meminta hal itu, mereka belum sepenuh nya percaya pada nya.
" Kau tau adik kecil, dia paling benci seorang penghianat.... Tidak! Tapi tepat nya kami paling membenci seorang penghianat" ujar Yueyin kembali sambil mata nya melirik Li Hongli
Sedangkan Li Hongli sendiri hanya acuh tak acuh mendengar sindiran tidak langsung dari Yueyin.
" Kalau begitu kak Yueyin boleh pinjam belati milik mu sebentar" ucap Minghao sambil berdiri
Yueyin melihat pada belati yang berada di pinggang nya, dan menyerahkan belati itu pada Minghao, tentu saja dia ingin tahu apa yang akan di lakukan oleh Minghao dengan belati tersebut.
Minghao mengambil belati itu dan menyayat telapak tangan nya sendiri sampai berdarah, namun Li Hongli maupun Yueyin tidak menghentikan apa pun yang sedang di lakukan oleh nya.
" Aku Minghao demi roh ayah dan ibu ku, demi langit dan bumi bersumpah tidak akan mengkhianati kedua orang yang telah berjasa dan penyelamat hidup ku, jika aku melanggar nya maka jiwa ku tidak akan bisa bereinkarnasi dan akan terkena siksaan api neraka"
Jddaaarrrr....
Gemuruh petir langsung terdengar begitu keras setelah Minghao mengucapkan sumpah nya, langit seperti telah menyetujui sumpah yang telah Minghao lakukan.
Yueyin bergerak dengan cepat menghampiri Minghao dan mengambil belati milik nya kembali, setelah itu dengan elemen cahaya nya ia menyembuhkan luka sayatan pada telapak tangan nya, meski begitu Minghao masih terlihat pucat karena telah kehilangan darah cukup banyak.
" Kau bisa mengikuti kami, namun jika memang kau yakin akan mengikuti kami, kau harus bisa menghadapi ujian yang akan di berikan oleh nya adik kecil" ucap Yueyin sambil melirik Li Hongli dengan mata nya.
" baik" ucap Minghao dengan tegas
" Hmm... Jika kau bisa tetap berdiri selama Lima menit menahan Aura yang akan ku keluarkan, kau bisa mengikuti kami, namun jika tidak! lebih baik kau kembali dan susul mereka" ucap Li Hongli acuh tak acuh
" Baik"
__ADS_1
Wushss