
Jedaaarr
" Ayah?"
Bagai tersambar petir di siang bolong, Xin Jiao baru mengetahui bahwa pria paruh baya itu adalah ayah Li Hongli, jika ia tahu ia tidak mungkin berperilaku seperti tadi. Ini juga salah nya karena terlalu fokus pada kepergian Li Hongli sehingga tidak memperhatikan hal lain nya.
" Pa-paman maafkan aku, aku...." Ucap Xin Jiao tidak bisa menyelesaikan kalimat nya
" Tidak apa apa tuan putri, paman tidak masalah" ucap Li Yuwen tenang
" Paman tidak perlu memanggil ku putri, paman bisa memanggil ku Jiao'er saja" ucap Xin Jiao
" Paman tidak berani melakukan nya tuan putri" jawab Li Yuwen yang masih tetap tenang
" Tapi paman, paman bisa memanggil nona Yueyin seperti itu, kenapa tidak bisa memanggil ku juga" seru Xin Jiao yang tidak ingin kalah dengan Yueyin
" Tuan putri seperti nya tidak percaya diri, sehingga membandingkan diri mu sendiri dengan orang lain" ujar Li Yuwen
" Bukan begitu, aku..."
" Saudara Li, kalau boleh aku tahu maksud saudara dua hari, di hari ketiga itu apa?" Tany Xin Zhuo mengalihkan perhatian
" Pangeran maksud tuan adalah masih ada dua hari lagi babak semifinal masih di mulai, dia akan datang saat hari ketiga turnamen babak semifinal selesai" ujar Yelu menjelaskan
" Baik"
" Kenapa?"
Ucap Xin Zhuo dan Xin Jiao secara bersamaan
" Putri... Putra ku selalu tidak menyukai menjadi pusat perhatian, jika dia datang bersama kalian, dia akan menjadi pembicaraan banyak orang" ucap Li Yuwen yang juga mencoba menjelaskan
__ADS_1
" Baiklah!" Seru nya dengan lemas
" Xin Zhuo apa ada sesuatu yang mencurigakan di dalam istana?" Tanya Li Hongli tiba tiba
Meski heran Xin Zhuo tetap menjawab nya " tidak ada saudara, semua nya baik baik saja.... Kalau boleh tahu memang nya kenapa saudara menanyakan hal ini?"
" Tidak ada... Bukankah babak final hanya akan berlangsung sehari" ucap Li Hongli acuh tak acuh
" Kau benar saudara, saat itu akan hadir dari berbagai keluarga besar dan klan klan besar untuk melihat pertandingan final" ucap Xin Zhuo dengan semangat sampai melupakan rasa penasaran atas pertanyaan Li Hongli sebelum nya.
" Hmmm.... Seperti nya pertandingan babak final ini akan sangat menarik" ucap Li Hongli
" Kau benar saudara"
Tanpa semua orang sadari Li Hongli menyeringai saat membicarakan tentang turnamen babak final, namun orang orang yang sudah mengenal Li Hongli dapat merasakan ada sesuatu yang aneh dari ucapan nya tadi, Apa lagi Li Yuwen dan Yueyin yang melihat seringaian Li Hongli.
Xin Jiao sendiri tidak lagi berani berbicara, ia hanya diam mendengarkan saja, tanpa berniat ikut membuka suara nya, ia merasa bersalah karena telah bertindak tidak sopan pada ayah Li Hongli.
" Baiklah semuanya kami akan kembali di hari ketiga setelah turnamen babak semifinal selesai" pamit Xin Zhuo
" Baik"
Di istana di lapangan beladiri tempat turnamen sedang berlangsung, meski masih babak semifinal tapi banyak warga dan para Kultivator yang tertarik untuk melihat nya, bahkan jika di banding hari pertama babak semifinal orang orang yang menonton turnamen pada hari hari berikutnya lebih banyak.
Seperti hari ini orang orang yang menonton pertandingan lebih banyak dibandingkan hari-hari sebelum nya karena kebanyakan orang orang itu adalah pendatang yang baru tiba dari jauh sehingga baru bisa menyaksikan pertandingan, namun ada beberapa orang juga yang memang sengaja melihat pertandingan di hari di mana babak semifinal memang akan berakhir.
Karena kebanyakan para jenius akan lebih memilih menonjolkan diri mereka di akhir pertandingan, menurut mereka hanya para Kultivator tingkat rendah yang selalu ingin menonjolkan diri mereka di awal pertandingan, karena mereka tidak akan terlalu bertemu dengan seorang jenius.
Para jenius juga memilih menonjolkan diri mereka di hari hari terakhir babak semifinal karena mereka tahu para penonton akan lebih banyak saat itu.
Ada juga beberapa jenius yang hanya datang untuk menonton pertandingan tanpa berniat bertanding di hari itu. Berbeda dengan Li Hongli dan kelompok yang lebih memilih ikut pada babak semifinal di hari pertama selain agar tidak terlihat terlalu menonjol, mereka juga malas untuk kembali di hari hari berikutnya, mereka juga tidak berniat untuk hanya sekedar melihat pertandingan yang sedang terjadi, Menurut mereka hasil akhirnya tetap akan di ketahui saat babak final selesai.
__ADS_1
_____________________________________________
Dua hari di hari ketiga Xin Jiao dan Xin Zhuo kembali untuk menjemput Li Hongli dan yang lain nya, sebelum nya mereka telah di larang oleh Li Hongli untuk menjemput namun Xin Jiao tetap keras kepala dan ingin menjemput mereka, sehingga Li Yuwen memberikan usul untuk menjemput mereka tanpa Xin Jiao dan Xin Zhuo menunjukkan indentitas mereka, yang artinya Xin Jiao dan Xin Zhuo harus berpakaian selayaknya rakyat biasa.
Xin Zhuo dan Xin Jiao pun setuju dengan usul Li Yuwen sehingga sekarang mereka berdua tidak menggunakan pakaian seorang Putri dan pangeran, bahkan sesuai yang diinginkan Li Hongli kereta kuda yang mereka bawa pun hanya kereta kuda biasa.
Meskipun Xin Jiao selalu di manja tapi dia tidak pernah mempermasalahkan apa yang di pakai nya selama ini, dia adalah seorang putri yang baik hati hanya kadang keras kepala nya membuat apa yang dia inginkan harus tercapai, dia adalah gadis yang cukup ambisius.
Xin Jiao dan Xin Zhuo membawa dua kereta kuda, di kereta pertama terdapat Li Hongli, Yueyin, Minghao, Xin Jiao dan Xin Zhuo. Sedangkan di kereta kedua terdapat Li Yuwen, Yelu, Ying Liang dan Ying Yue.
Di kereta Li Hongli sangat sunyi tidak terdengar percakapan sedikit pun hanya terdengar langkah kaki kuda dan keramaian yang berada di luar, perjalanan menuju istana Xin pun membutuhkan waktu yang cukup lama.
Li Hongli tetap diam sampai menutup mata nya, sedangkan Yueyin hanya diam sambil memperhatikan aktivitas di luar kereta, Xin Jiao sendiri ingin berbicara namun melihat Li Hongli yang seperti tidak ingin di ganggu dia pun urungkan niat nya.
" Jiejie di kota ini ramai sekali, tidak seperti di desa ku, di sana sangat terpencil bahkan untuk makan pun kami harus mencari nya ke dalam hutan" seru Minghao memecah keheningan
Yueyin hanya mengacak rambut Minghao mendengar celotehan nya, dia tahu hidup bocah itu pasti sangat menderita setelah di tinggalkan oleh orang tua nya dan di jadikan budak dengan tidak manusiawi.
" Jadi kalian dari desa kecil? kalau begitu adik kecil setelah sampai di istana Jiejie akan memberikan mu banyak makanan bagaimana!!" Dia pikir karena Minghao mengatakan dia dari desa kecil, Yueyin pun berasal dari sana, dia belum tahu kalau Minghao hanya adik angkat Yueyin.
" Tidak perlu, Jiejie Yueyin telah memberi ku banyak makanan enak" ketus Minghao, dia tidak menyukai saat Xin Jiao selalu mencari perhatian guru nya.
Li Hongli yang mendengar apa yang di pikirkan oleh Minghao sampai ingin tertawa, bocah ini masih kecil tapi pikiran nya sungguh sangat dewasa.
" Hao'er jangan bersikap seperti itu" tegur Yueyin acuh tak acuh
" Jika ada orang yang berbuat baik pada kita maka kita harus membalas kebaikan nya.... namun jika orang itu berbuat jahat pada kita, kita pun harus membalas nya seribu kali lipat dari apa yang dia berikan, mengerti!!!!" Nasihat Yueyin
Jika orang lain mendengar nasihat Yueyin dia akan mengkritik nya, mana ada orang yang memberikan nasihat seperti itu pada seorang bocah yang baru berusia sepuluh tahun, nasihat nya yang pertama itu bagus. namun, nasihat berikut nya itulah yang salah.
Namun apa yang salah dari hal itu! jika itu, rakyat atau manusia biasa mereka akan mengatakan Yueyin tidak mengajarkan hal yang baik pada adik nya, tetapi ini adalah dunia Kultivator di mana yang lemah di tindas sehingga nasihat yang di berikan Yueyin tidaklah salah.
__ADS_1
" Baik Jiejie"