
Saat ini Li Hongli akhir nya sampai di atas arena dan dia pun langsung membuka topi nya dengan perlahan. Li Hongli yang membuka topi nya secara perlahan membuat banyak orang tidak sabar untuk melihat nya, tapi hanya setengah melihat wajah asli Li Hongli mereka langsung terdiam dan tersentak kaget tanpa tahu harus bicara apa.
Semua orang dapat melihat bahwa Li Hongli hanyalah pemuda berumur 16-17 tahunan saja, tapi entah kenapa setelah mereka melihat Li Hongli, mereka seperti melihat sesosok pemimpin yang sedang berdiri dengan penuh kharisma dan wibawa, aura di sekeliling Li Hongli pun terasa sangat mendominasi.
Selain itu penampilan Li Hongli terlihat sangat agung dengan rambut berwarna emas, jubah hitam membuat orang orang tertarik untuk terus melihat nya.
Ketampanan Li Hongli sudah tidak perlu di pertanyakan lagi, ketampanan nya sangat sempurna dengan mata yang berwarna hitam segelap malam, alis yang tajam seperti pedang, hidung mancung, bibir yang terlihat menggoda, Wajah yang putih dan halus sehalus giok. Pahatan wajah yang mereka lihat sangat mempesona dan sempurna tidak ada celah sedikitpun, Li Hongli terlihat seperti dewa Yunani.
Para pria yang melihat ketampanan Li Hongli bahkan sampai berhenti bernafas, mereka bahkan ragu akan rupa wajah mereka sendiri setelah melihat ketampanan Li Hongli. Bukan hanya itu para penonton merasakan rasa segan dan rasa hormat secara bersamaan pada Li Hongli, mereka seakan-akan ingin berlutut dan memberikan penghormatan pada pemuda itu.
" Sial aku tidak menyangka dia akan sangat tampan" ujar salah satu penonton
" Selain berbakat dia juga memiliki paras yang begitu tampan, sial kenapa langit begitu tidak adil!"
" Siapa bajingan ini kenapa Aura yang di miliki nya terlihat sangat agung bahkan membuat ku ingin berlutut pada nya"
Sedangkan para wanita sudah jelas mereka terlihat sangat histeris dengan Li Hongli, Mereka sungguh di buat terpesona oleh paras wajah yang dimiliki oleh Li Hongli, mereka bahkan tidak berhenti menyerukan namanya.
" tuan Li Hongli jadikan aku wanita mu...."
" tuan Li Hongli nikahilah aku..."
" Tuan Li Hongli aku rela jadi ibu untuk anak anak mu..."
" tuan Li jadikan aku rela jadi selir mu asal itu oleh mu"
" Tuan Li aku mencintai mu...."
" Tuan Li...."
Setiap penonton wanita terus menyerukan nama Li Hongli dan semakin lama seruan mereka semakin melantur kemana mana.
__ADS_1
Xin Jiao maupun Yueyin tidak menyukai dengan sorak sorakan dari para wanita itu, namun Yueyin masih bisa terlihat tenang ekspresi wajah nya bahkan masih sama seperti sebelum nya, dia sangat pandai menjaga mimik wajah nya, berbeda dengan Xin Jiao yang terlihat ingin sekali meneriaki para wanita itu untuk berhenti menyebut nama Li Hongli, jika saja Xin Zhuo tidak menghentikan nya.
" Hehehe...." Yueyin tertawa kecil mengetahui rasa kesal yang di rasakan oleh Xin Jiao, meskipun tempat mereka jauh namun dia bisa mendengar dengan jelas apa yang sedang di bicarakan Xin Jiao dan Xin Zhuo, ia juga bisa melihat warna hati Xin Jiao yang di penuhi kabut kecemburuan.
" Ada apa nona! Kenapa kau tertawa? Apa ada yang lucu!" Tanya Ying Yue penasaran
" Tidak ada, hanya saja ada seseorang yang maling teriak maling" jawab Yueyin yang tidak dapat di mengerti oleh Ying Yue, namun Ying Yue hanya menganggukkan kepala nya saja.
Disisi lain Li Xinxin dan Li Touli terlihat terkejut mereka mungkin tidak pernah melihat wajah Li Hongli setelah Li Hongli memutuskan menggunakan topeng nya, namun mereka masih mengenal Li Hongli, karena pemuda itu hanya menggunakan setengah topeng saja.
Dulu orang orang berpikir Li Hongli menggunakan setengah topeng karena setengah wajah nya terluka parah, namun sekarang mereka berdua melihat sendiri wajah itu tidak terluka sedikitpun bahkan tidak ada kecacatan sedikit putih dan mulus seperti porselen.
" Setelah dia membuka setengah topeng nya, wajah nya terlihat sangat tampan, pantas saja bocah itu lebih memilih menggunakan topeng dulu" ujar Li Touli
" Benarkah itu Li Hongli ayah" tanya Li Xinxin tidak yakin
" Benar putri ku, ayah sangat familiar dengan wajah itu" jawab Li Touli
Di arena pertandingan setelah melihat Li Hongli maupun Da Yun telah di posisi masing-masing juri pun mengayunkan tangan nya " maka pertandingan selanjutnya di mulai"
Melihat itu, ekspresi Li Hongli masih tetap tenang namun dia pun ia kut mengeluarkan aura nya yang menunjukkan Kultivasi nya di tingkat perunggu bintang 5.
" hahaha... Aku kira kau telah menjadi jenius yang mengerikan, namun kau tetap saja sampah... Sampah memang tidak akan berubah tetap saja sampah, tapi kau cukup bekerja keras juga hingga bisa berkultivasi" Cibir Da Yun dengan sombong
Da Yun mengerutkan keningnya saat tidak mendapatkan jawaban apapun dari Li Hongli, Dia pun langsung menerjang ke arah Li Hongli " Kenapa kau diam saja bodoh.... Mati kau sialan"
Da Yun melancarkan serangan demi serangan pada Li Hongli, setiap tebasan nya terlihat mematikan, Tapi sayang nya tidak ada satupun serangan yang mengenainya, sehingga Da Yun pun mengeluarkan teknik terkuat nya, yaitu Serangan lilitan pedang layak nya sebuah ular.
Li Hongli tidak memiliki ekspresi apapun melihat teknik yang telah Da Yun keluarkan namun Li Hongli mundur beberapa langkah dan mengeluarkan pedang kayu nya.
Trank
__ADS_1
Trank
Trank
Pedang mereka pun terus berbenturan dan pertandingan pun berjalan dengan ketat.
" Aku tidak menyangka sampah seperti mu bisa menyeimbangi kekuatan ku, namun kau salah jika berpikir kau telah menjadi hebat, sekarang waktu nya untuk serius" Da Yun tersenyum, laku aura di sekitar nya berubah ada niat membunuh yang tidak dia sembunyikan.
" kau ingin mati seperti apa?" Ucapan singkat Li Hongli cukup membuat Da Yun ragu untuk menyerang, namun dia juga merasa di remehkan setelah mendengar nya.
" Mati? Kau saja yang mati sialan!" Da Yun mendengus dan tetap melancarkan serangan nya, tapi kali ini Li Hongli tidak terlihat akan menghindar atau menahan nya dengan mudah.
Melihat itu Li Hongli menyeringai jahat, dia pun mengeluarkan aura pedang, aura ini seperti mengelilingi nya, samar samar Li Hongli terlihat seperti sebuah pedang besar.
Terjadi benturan antara pedang Li Hongli dan Da Yun, terjadi ledakan kecil
BOOM!
Selain aura mereka yang terus bertabrakan, Mereka pun saling menyerang satu sama lain.
Akibat serangan itu Da Yun Terdorong mundur sampai hampir keluar arena, dia juga memuntahkan beberapa teguk darah. Sedangkan Li Hongli masih berdiri tegap di tempat nya.
Da Yun berusaha menyeimbangkan tubuh nya dengan menggunakan pedang nya sebagai sanggahan dan menatap Li Hongli dengan rasa marah yang memenuhi matanya. Namun beberapa saat kemudian Li Hongli berlari kearah Da Yun dan melayangkan pedang nya.
Melihat itu Da Yun pun kelabakan dan dengan cepat melepaskan serangan balik untuk menahan nya, tapi sayang nya saat pedang mereka bertabrakan kembali, pedang Da Yun ternyata sudah retak, sehingga pedang itupun hancur dan membuat Li Hongli berhasil menebas tangan kanan Da Yun.
" arrrrggghhh"
Da Yun Menjerit kesakitan, darah pun terus keluar dari tangan nya. Li Hongli mendekatkan kepala nya pada telinga Da Yun, Li Hongli seperti sedang membisikkan sesuatu pada nya, seketika mata Da Yun melotot dan menatap tajam pada Li Hongli, niat membunuh yang dimiliki nya lebih besar dari yang tadi.
Rasa sakit dari tangan nya tidak lagi dia pedulikan, ucapan Li Hongli terus berputar di otak nya.
__ADS_1
" Kau.... Kau! Kau yang telah membunuh adik ku Da Yan"
Bagaimana Da Yun tidak marah, sudah lama dia mencari siapa dalang atas malam berdarah yang duku terjadi di Klan nya, yang sampai menewaskan adik nya Da Yan.