
" Siapa nama kalian!" Suara dingin Li Hongli membuyarkan lamunan mereka.
" Na-nama ku Ying Liang dan d-dia adik ku nama nya Ying Yue" ucap pemuda bernama Ying Liang dengan gugup.
" T-tuan tolong jangan apa apakan adik ku, jika kau mau kau siksa saja aku tapi ja-jangan lakukan apa pun pada adik ku.... Aku mohon tuan" ucap Ying Liang sambil berlutut dan bersujud pada Li Hongli
" Gege..... Tidak tuan kalau kau mau tubuh ku aku siap melayani tuan tapi tolong jangan siksa kakak ku...hiks hiks hiks" ucap Ying Yue sambil perlahan ingin melepaskan selimut yang membungkus tubuh nya.
Melihat apa yang di lakukan adik nya membuat pemuda yang bernama Ying Liang itu terkejut dan langsung berdiri untuk memperbaiki selimut yang menutupi tubuh adik nya.
" Apa yang kau lakukan Meimei, aku tidak akan membiarkan mu menyerahkan kesucian mu pada orang yang tidak kau cintai, biarkan aku yang di siksa tapi tidak dengan mu" bentak nya pada adik nya.
" Tapi... Hiks...hiks Gege a-aku ti-tidak ingin Gege terluka ka- hiks karena melindungi hiks ku" ujar Ying Yue sambil menangis.
Sedangkan Li Hongli yang tadi menatap mereka berdua, langsung mengalihkan perhatian nya setelah apa yang di lakukan Ying Yue saat itu, sekarang Li Hongli sedang melihat pemandangan di luar jendela kamar nya.
" Ti- dak tuan jangan dengarkan adik ku, tolong...."
Sebelum Ying Liang menyelesaikan ucapan nya, suara dingin Li Hongli memotong nya.
" Kau tenang saja aku tidak akan menyakiti kalian berdua, dan aku pun tidak akan menyentuh adik mu, lagi pula aku sama sekali tidak tertarik dengan wajah atau pun tubuh adik mu itu" ucap Li Hongli tanpa mengalihkan perhatian nya, pedas memang perkataan Li Hongli, tapi itulah kenyataan nya, ia sama sekali tidak tertarik dengan gadis itu sedikit pun.
Mendengar perkataan Li Hongli mereka berdua meresa lega, meski perkataan Li Hongli sedikit melukai hati Ying Yue sebagai seorang perempuan, tapi ia juga tidak terlalu memperdulikan hal itu, ia merasa senang kakak nya tidak akan di siksa dan dia masih bisa menjaga mahkota nya untuk orang yang benar-benar ia cintai nanti nya.
" A-pa yang tuan hiks katakan benar hiks, tu-tuan tidak bohong kan hiks" ucap Ying Yue dengan masih sesegukan akibat tangisan nya.
" Hmm"
Memang mahkluk es ini sungguh sangat irit bicara.
__ADS_1
Tidak berselang lama pintu terbuka, masuklah seorang pemuda dia adalah Yelu.
" Tuan semua yang anda minta sudah ku lakukan" ujar Yelu
" Berikan semua pakaian nya pada mereka berdua.... Dan untuk kalian berdua gantilah pakaian kalian dengan pakaian yang sudah Yelu siapkan" pertama Li Hongli berbicara pada Yelu, dan melanjutkan nya pada Ying Liang dan Ying Yue
Walaupun mereka masih bingung, tapi mereka sama sekali tidak membantah perintah Li Hongli, Satu persatu Ying Liang dan Ying Yue mengganti pakaian nya dengan pakaian yang telah yelu belikan di kamar mandi.
" Mmm.... Tuan kalau boleh aku tau kenapa tuan membakar kartu budak milik kami, apa tuan tidak takut kami akan melarikan diri dari tuan" ucap Ying Liang dengan gugup
Untuk beberapa saat tidak ada balasan dari Li Hongli, dia tidak langsung menjawab
pertanyaan dari Ying Liang.
" Ada dua pilihan untuk kalian, kalian bebas dan bisa pergi dari sini, atau kalian tetap tinggal dan mengikuti ku" tanya Li Hongli setelah beberapa saat tadi ruangan itu sempat hening.
" Ma-maksud tuan ka-kami bisa pergi dari sini dan tidak menjadi budak tuan" tanya Ying Liang ingin memastikan.
" Maaf tuan kalau saya boleh tau, kenapa tuan melepaskan kami begitu saja.... Bukankah tuan sudah mengeluarkan banyak uang untuk membeli kami" tanya Ying Liang dengan ragu, karena ia tidak yakin pemuda di depan nya membebaskan ia dan adik nya begitu saja, di saat dia sendiri mengeluarkan banyak koin emas untuk mendapatkan mereka saat di pelelang itu.
Andai Ying Liang tau bahwa koin emas yang telah ia keluarkan untuk membeli mereka bukanlah apa apa di mata Li Hongli, ia bahkan tidak mengeluarkan sepeser pun koin emas di cincin penyimpanan, bahkan uang nya malah bertambah saat pelelangan itu.
" Apa itu penting" bukan nya menjawab Li Hongli malah kembali bertanya.
" T-tidak juga tuan"
" Aku hanya ingin membeli kalian, jika kalian sendiri yang tidak ingin mengikuti ku.... Itu terserah kalian, karena aku.... " Jeda Li Hongli
Ying Liang dan Ying Yue menunggu kelanjutan apa yang akan Li Hongli ucapkan.
__ADS_1
" Tidak ingin memaksa siapa pun untuk menjadi pengikut ku" lanjut Li Hongli
Ying Liang dan Ying Yue tidak percaya ternyata pemuda di depan nya tidak ingin memaksa mereka untuk menjadi budak nya, jika itu orang lain mereka pasti tidak akan melakukan seperti yang di lakukan oleh Li Hongli.
Tapi yang membuat mereka sangat terkejut yaitu perkataan awal dari Li Hongli, yang mengatakan bahwa dia 'hanya ingin', seberapa kaya pemuda ini yang membeli sesuatu karena hanya ingin saja.
" Kalian bisa beristirahat di sini, aku akan memberikan waktu dua hari untuk memikirkan keputusan apa yang akan kalian ambil" Setelah mengatakan itu Li Hongli keluar dari kamar nya sendiri, membiarkan dua orang yang baru dia bawa untuk tinggal di kamar itu.
" Ku harap kalian tidak mengecewakan tuan" ucap Yelu, sebelum mengikuti Li Hongli keluar dari kamar itu.
Li Hongli menuju kamar Yelu, ia akan tidur sekamar dengan nya untuk beberapa hari sebelum mereka melanjutkan perjalanan kembali.
Di dalam kamar Yelu
" Tuan kau tidurlah di atas kasur, biar aku tidur di bawah" ujar Yelu
" Apa kau tidak nyaman berdekatan dengan ku Yelu" tanya iseng Li Hongli
" Aapaa!! Apa maksud tuan mana mungkin...."
Sebelum Yelu menyesuaikan ucapan nya, Li Hongli sudah terlebih dahulu memotong nya.
" Kalau tidak kenapa kau tidur di bawah lantai, sedangkan kasur itu cukup besar untuk kita tidur berdua" ujar Li Hongli
Yelu terlihat bingung dengan perkataan Li Hongli, bukan nya ia tidak mau hanya saja ia merasa tidak pantas tidur dengan tuan nya, tapi perkataan Li Hongli selanjut nya membuat nya tercengang
" Tenang saja Yelu, aku pria normal yang masih menyukai seorang gadis, jadi..... Aku tidak mungkin melakukan apa pun pada mu, walau pun kau tidur satu kasur dengan ku" canda Li Hongli
Yelu yang menyadari telah terjebak oleh keisengan tuan nya hanya bisa menghela nafas karena kesal.
__ADS_1
" Tuan, aku pun pria normal yang masih menyukai seorang gadis, tapi..... ku kira tuan tidak menyukai seorang gadis karena tuan selalu saja menghindar dari para gadis" goda Yelu
" Atau...." Jeda Yelu sambil menutup mulut nya dengan sebelah tangan, " tidak mungkin.... Jangan jangan tuan..... homo" ucap Yelu mendramatisir