
Di tempat lain di mana di sana juga sedang terjadi pertempuran.
" Pangeran awas!!!"
Mendengar ada seseorang yang memanggil nya, seorang pemuda menoleh ke arah belakang nya tapi apa yang ia lihat selanjut nya membuat nya sangat marah.
Jleb
" Paman...."
Melihat orang yang ia panggil sebagai paman terluka karena tertusuk pedang di bagian perut nya oleh musuh nya, membuat pemuda itu sangat marah, dan tanpa berpikir panjang langsung menyerang lawan nya secara brutal.
Slashh
Bam
Trak
Truk
Slashh
Terdengar suara pedang yang bergesekan, saat pemuda itu menyerang pria berpakaian hitam yang telah melukai orang yang ia panggil paman itu dengan pedang nya, pedang nya pun beradu dengan pedang lawan nya.
Tapi karena tingkat Kultivasi lawan nya yang sangat tinggi dari nya, perbedaan nya pun seperti langit dan bumi, sehingga dalam beberapa pertarungan ia pun kalah.
" Hahaha.... Menyerah saja putra mahkota Xin, supaya aku mudah membunuh mu" ujar pria itu.
Ya..... Rombongan yang sekarang sedang di kepung oleh orang orang berpakaian hitam adalah rombongan dari kerajaan Xin.
" Tidak akan,.... Siapa yang menyuruh kalian sebenarnya!!!" Tanya pangeran Xin atau Xin Zhuo sambil menatap lawanvnya dengan tajam.
" Ck kau menyusahkan saja pangeran" ucap pria itu sinis
Pria itu mengarahkan pedang nya ke arah Xin Zhuo dan....
" Pangeran awas..." Seru Jendral Weiheng lirih
" Aaaakkhhhh....."
Mendengar sebuah suara teriakan dari luar seorang gadis pun keluar dari dalam kereta, dan ia melihat langsung bagaimana orang berpakaian hitam itu melukai kaki kakak nya dengan pedang yang ia pegang.
" Bagaimana pangeran, apa sakit?" Tanya nya dengan tenang
" Sialan kau...." Raung Xin Zhuo
" Apa itu kurang pangeran, baiklah aku akan membunuh mu saja" pria itu mengayunkan pedang nya kevarah Xin Zhuo sampai sebuah suara menghentikan nya.
" Berhentiiii...." Teriak Xin Jiao
Xin Jiao menghampiri kakak nya, lalu merentangkan tangan nya untuk melindungi kakak nya.
__ADS_1
" Meimei apa yang kau lakukan,,,, pergilah dari sini" ucap Xin Zhuo sambil mencoba untuk berdiri tapi usaha nya selalu saja gagal, karena luka di kaki nya mengeluarkan banyak sekali darah.
" Tidak Gege sebelum dia menghabisi mu, orang itu harus melangkahi mayat ku terlebih dahulu" ujar Xin Jiao dengan sorot yang tajam
" Apa kau gila Mei-mei d-dia itu bukan lawan mu" ucapnya lirih dan mulai terputus putus
" Tidak aku tidak akan pergi meninggalkan Gege" ucap nya tegas
Prok
Prok
Prok
" Sungguh keluarga yang manis, bekorban untuk satu sama lain, bagaimana kalau aku yang memutuskan siapa di antara kalian yang akan mati.." ujar pria itu
" Dan.... Aku memilih untuk membunuh kalian berdua, hahaha" serunya, setelah itu dia pun tertawa mengejek.
" Gadis manis wajah mu sungguh sangat cantik sayang sekali aku harus membunuh mu sekarang juga" ucapnya sambil mengayunkan pedang ke arah Xin Jiao
" T-tidak Meimei"
" T-tuan putri"
Saat melihat pria itu mengayunkan pedang nya, Xin Jiao langsung menutup mata nya. Tapi sudah lama ia menunggu namun dia tidak merasakan apa pun, sehingga ia mulai berani membuka mata nya kembali.
Saat ia sudah membuka mata nya, dia dapat melihat ada seorang pemuda yang menghadang pedang orang yang ingin membunuh nya.
" siapa kau! Berani sekali kau ikut campur urusan ku.... Pergilah dari sini aku akan memaafkan kesalahan lancang mu ini, dan jangan ikut campur dengan urusan ku lagi.... Jika kau masih menyayangi nyawa mu yang tidak ada harga nya itu" ucap pria itu karena ia melihat pemuda yang menghalangi ayunan pedang nya hanyalah pemuda biasa tanpa tingkat Kultivasi sedikit pun.
" Kau tidak layak untuk mengetahui siapa aku, pergilah dari sini maka aku akan mengampuni mu" ujar pemuda itu dingin, dan dia adalah Li Hongli
Li Hongli menoleh pada Xin Jiao sambil memberikan satu buah kantong berukuran kecil.
" Ah... I-ini apa!" Tanya Xin Jiao setelah tersadar dari lamunan nya
" Berikan pil penyembuh itu pada mereka yang terluka" ujar Li Hongli
Xin Jiao seperti tidak mendengar ucapan Li Hongli, ia hanya fokus memandangi wajah pemuda di depan nya dengan terpesona meski pun setengah wajah nya memakai topeng tapi ia yakin wajah nya itu sangat tampan.
Li Hongli yang merasa risih terus di pandangi begitu intens oleh gadis di depan nya pun berkata dengan dingin " Jika kau ingin membiarkan kakak mu dan yang lain nya mati karena ke habisan darah itu terserah mu, bukan lagi urusan ku"
Mendengar ucapan dingin Li Hongli, membuat Xin Jiao sangat malu karena ia terlalu terlena oleh pesona Li Hongli sampai melupakan orang orang yang sedang membutuhkan bantuan nya.
" Ah... Maafkan aku... Aku.."
" Jika kau terus berbicara mereka mungkin akan segera mati karena kehilangan banyak darah" ucap Li Hongli acuh tak acuh
Li Hongli kembali berbalik ke arah pria berpakaian hitam itu setelah memberikan kantong itu.
" Urusan ku sekarang dengan mu"
__ADS_1
" Nak bukankah kau terlalu percaya diri, kau hanyalah manusia biasa dengan satu kali ayunan pedang ku saja kau akan langsung mati, dan berani sekali orang seperti mu sombong di hadapan ku" ujar pria itu sambil menghina
" Bagaimana kalau kau buktikan sendiri siapa yang tidak tau diri di antara kita" ujar Li Hongli acuh tak acuh
" Baiklah" ujar pria itu
" Kalian tidak perlu membantu, aku sendiri akan dengan mudah membunuh pemuda bodoh ini" ujar nya sombong pada orang orang berpakaian hitam lain nya.
" Baik ketua" ucap mereka serempak
Li Hongli mengeluarkan pedang kayu nya, melihat itu semua orang orang di sana termasuk pria yang menjadi lawan Li Hongli sekarang tertawa mengejek.
" Hahaha...... Nak kau yakin ingin melawan ku dengan pedang mainan seperti itu"
" Jangan banyak omong kosong, jika kau berani lawan aku" ujar Li Hongli memprovokasi
" Sialan kau nak, baiklah aku akan membunuh mu sekarang juga" seru pria itu sambil menyerang ke arah Li Hongli.
Serangan demi serangan selalu bisa Li Hongli hindari dengan mudah, melihat itu membuat pria itu sangat kesal.
" Cih bukankah kau yang lebih pantas di sebut seorang pengecut, kau bahkan hanya menghindar dari setiap serangan yang ku berikan" ucap pria itu sambil terus menyerang Li Hongli
" Serangan mu saja yang lambat seperti siput lagi pula aku bukan orang gila yang akan dengan senang hati menerima serangan mu" ujar Li Hongli
" Sialan, mati saja kau..."
Pria itu semakin brutal menyerang Li Hongli, sedangkan Li Hongli selalu bisa menghindar atau menangkis serangan dari nya.
" Baiklah sekarang giliran ku"
Setelah mengatakan itu kecepatan Li Hongli semakin bertambah bahkan pria itu juga merasakan perubahan yang terjadi pada Li Hongli
" Ba-bagaimana mungkin, bukan nya dia hanyalah pemuda biasa... Tapi bagaimana bisa kecepatan nya semakin bertambah" batin orang itu sambil menghindari setiap serangan dari Li Hongli
Gerakan dan serangan Li Hongli semakin lama semakin bertambah cepat, bahkan Li Hongli seolah-olah terlihat menghilang Dan muncul kembali saat melakukan serangan. Bahkan orang orang yang melihat nya sampai di buat terdiam saat melihat kecepatan serangan Li Hongli yang sangat luar biasa.
" Siapa dia sebenarnya, kenapa kecepatan nya sungguh sangat mengerikan" batin pria itu
Trak
Truk
Dan yang membuat semua orang heran adalah saat terjadi nya pertukaran serangan selalu terdengar seperti dua besi yang saling bergesekan, sedangkan yang mereka tau Li Hongli hanya menggunakan pedang kayu saja untuk menyerang, lalu dari mana suara itu berasal.
Duarr
Bam
Pertarungan mereka semakin memanas, Setelah lama melakukan adu serangan, saat melihat celah Li Hongli langsung menendang perut pria itu hingga....
BAM!!
__ADS_1