Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta

Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta
Episode 319. Dasar Bodoh!


__ADS_3

" Ck, kalian dari sekte aliran putih terlalu banyak ikut campur urus kami!" Ucap ketua bandit dengan nada tidak senang.


" Kau pemimpin para bandit ini?" Tanya tetua Zhishu dengan tenang.


" Ya, benar" jawab nya sombong dan angkuh, dia sama sekali tidak takut walaupun sudah tahu yang mereka hadapi adalah orang-orang dari sekte lembah bunga salah satu sekte aliran putih bintang tiga.


Tentu saja melihat bandit-bandit di hadapan mereka tidak merasa takut meski sudah tahu berasal dari mana mereka, membuat tetua Qixuan, tetua Zhishu, Lien Hua dan Xia Xionglue cukup terkejut.


" Pergilah sebelum kami menghabisi mu!" Ucap tetua Zhishu dengan sikap tenang dan dingin


" Teman-teman kalian mendengar nya! Dia meminta kita untuk pergi. Apa kita akan pergi!" Teriak nya


" Tentu saja tidak" jawab bawahan nya dengan berteriak


" Kau dengar bukan, kami tidak akan pergi kemana pun sebelum kalian berikan semua harta yang kalian miliki, bagaimana!" ujar nya memberikan penawaran tanpa rasa takut sedikitpun.


" Sombong, jika itu yang kalian mau, akan ku hajar kalian!" Seru tetua Qixuan menyerang mereka tanpa bisa tetua Zhishu hentikan.


" Serang!!"


BAM!


Boom


Trank


Suara pertarungan membuat warga desa yang melihat nya menjadi ketakutan dan segera bersembunyi.


Hanya dalam waktu satu jam para bandit berhasil di lumpuhkan, meski dari pihak Xia Xionglue juga mengalami luka-luka ringan.


" Ampun pendekar! Tolong ampuni kami, kami menyesal, aku mohon ampuni kami, aku janji akan berubah!"


" Tolong ampuni kami..."


Para bandit itu segera memohon dengan takut agar nyawa mereka selamat. kesombongan yang tadi di tunjukkan oleh mereka lenyap dalam seketika yang ada sekarang hanya raut wajah ketakutan yang mereka perlihatkan.


" Kembalikan semua barang milik warga desa dan orang-orang yang kalian tahan, maka kalian akan selamat" ucap tetua Zhishu menatap tajam pada mereka.


" Baik, baik akan aku kembalikan. Namun kalian harus menepati janji kalian untuk melepaskan kami!" Seru nya tanpa pikir panjang


" Tenang saja sekte aliran putih tidak pernah melanggar janji nya." Ucap tetua Qixuan dengan yakin


" Baik kami akan pergi ke markas dan mengambil semua harta milik desa ini dan membawa semua orang yang kami tahan!" Ucap ketua bandit itu segera meminta para bawahan nya untuk pergi, namun segera di hentikan oleh tetua Zhishu.


" Kau tetap di sini, sedangkan biarkan bawahan mu yang mengambil semua barang-barang itu dan semua orang yang menjadi budak kalian!" Ujar tetua Zhishu, ia tahu jika ketua bandit itu pergi mereka bisa saja melarikan diri, karena itu pilihan satu-satu nya orang itu menjadi sandera mereka, namun seperti nya perhitungan nya sekarang itu salah.


" Baik kami akan menuruti perintah mu!" Meski dia mengatakan iya di mulut nya, namun mata nya melirik ke berbagai arah dan sedang mengawasi keadaan sekitar, saat dia melihat ada beberapa orang yang mendekati tempat itu.

__ADS_1


Bluuuurr..


Orang itu mengambil tanah dan melemparkan nya pada tetua Zhishu dan yang lainnya membuat mereka lengah.


" Aaaahh...."


" Kauu!!"


" Diam jangan mendekat atau anak ini akan mati!" Bandit itu berhasil meraih seorang anak kecil dan menjadikan nya sandera. Tetua Zhishu dan tetua Qixuan yang ingin melumpuhkan nya kembali pun langsung tidak dapat berkutik, karena takut anak itu akan terluka.


" Huhuuhu.... Nenek aku takut" ucap bocah itu menatap nenek nya dengan mata berair.


Anak itu terlihat sangat ketakutan, apa lagi dengan sebuah golok yang berada di leher nya dan kapan saja bisa membunuh nya, siapa yang tidak akan takut jika berhadapan dalam kondisi yang seperti itu, apalagi ini hanyalah seorang anak perempuan berusia 5 tahunan.


" Ran'er!"


" Cepat lepaskan dia!"


" Chen'er jangan.."


" Tapi kek, kita harus menolong adik Ran"


" Kau tenanglah, kami akan mencoba menolong nya!" Ucap tetua Qixuan mencoba menenangkan nya.


" Ini semua gara-gara kalian, adik Ran sekarang menjadi sandera nya, cepat tolong dia sekarang, kalian tunggu apa lagi!" Seru chen'er dengan berlinang air mata, jika saja tangan nya tidak di pegang erat oleh kakek nya dia mungkin sudah berlari menyelamatkan anak kecil yang sudah ia anggap adik nya sendiri tersebut.


" Kau!! Cepat lepaskan dia. Dia hanya anak kecil berusia 5 tahun mengapa kau menyandera nya! apa kau tidak memiliki hati nurani." Ujar Lien Hua dengan kesal.


Slashh


" Dasar bodoh! Dia itu penjahat yang suka membunuh, bukan orang yang menyayangi anak-anak!"


Bersamaan dengan suara tebasan senjata, suara seseorang terdengar di tempat anak kecil itu di sandera.


Orang-orang di sana nampak terkejut dengan pemandangan yang mereka lihat. Di sana mereka melihat seorag gadis bergaun biru muda sedang berjongkok di depan seorang anak perempuan dan tidak jauh dari tempat gadis itu berada terdapat seseorang yang sudah terbujur kaku dengan kepala terpisah.


" Yin!" Seru beberapa orang yang mengenal gadis itu. Ya, gadis itu tidak lain dan tidak bukan adalah Yueyin.


" Ketua!" Para bandit itu terkejut dengan kejadian yang begitu tiba-tiba dan sangat cepat tersebut.


" Hiks..hiks..."


" Anak manis, bukankah kau anak baik, jangan menangis nanti cantik nya hilang loh!"


" Yin di belakang mu!" seru Xia Xionglue panik saat melihat para bawahan bandit-bandit itu ingin menyerang Yueyin


" Adik kecil, jangan takut ada kakak di sini, sekarang tutup mata kamu dan telinga mu, nanti kakak akan berikan permen hmm..."

__ADS_1


" Benarkah?"


" Tentu saja" Yueyin menutup kedua mata anak kecil itu dengan tangan nya.


Di belakang nya para bandit itu sudah siap untuk membunuh Yueyin.


" Dia telah membunuh ketua kita, ayo serang diaa!!" Seru salah satu bandit


" Seraaangg..."


" Ck, kalian begitu merepotkan, seharusnya kalian menyerah setelah melihat nya mati, namun kalian begitu keras kepala. Baiklah, karena ini yang kalian mau, akan ku kabulkan" ucap Yueyin santai sambil berdiri dari jongkok nya, dia menatap orang-orang itu dengan nyalang.


Swosh


Slash


Slash


Yueyin membunuh para bandit itu secepat cahaya yang bahkan tidak bisa di lihat oleh mata semua orang, meski itu hanya bayangan nya saja sekali pun.


Mereka hanya mampu melihat para bandit itu telah mati dengan kepala yang terpisah, namun aneh nya Yueyin masih berdiri di tempat yang sama, hanya belati yang ada di tangan nya penuh dengan darah.


Sekarang hanya tersisa satu bandit saja yang masih hidup, melihat rekan-rekan nya yang tiada dengan sangat cepat dia sungguh tidak mampu membayangkan nya, dengan takut dia mundur kebelakang dan menjauhi Yueyin, dia berusaha untuk bisa menyelamatkan diri nya sendiri dan pergi jauh dari Yueyin.


" Kau iblis, ka-u membunuh mereka.." ucap bandit itu dengan ketakutan


" Iblis? Aku tidak peduli dengan sebutan apa yang kau berikan, namun kau seharusnya tidak marah pada ku, aku begitu baik dengan mengakhiri hidup mereka, dengan begitu mereka tidak akan lagi melakukan kejahatan, sehingga dosa-dosa mereka tidak akan bertambah lagi, bukankah begitu!" ucap Yueyin santai, tapi di balik cadar nya di tersenyum dengan dingin dan menatap tajam ke arah orang itu.


Dengan ketakutan satu-satu nya bandit yang tersisa itu pun menaiki salah satu kuda dan pergi melarikan diri.


" Tunggu! Kalian tidak perlu mengejarnya." Cegah tetua Zhishu pada Lien Hua dan Xia Xionglue yang ingin mengejar orang itu.


" Tapi..."


" Biarkan saja dia pergi, setelah ini dia tidak akan berani macam-macam lagi." Ucap tetua Qixuan


" Benarkah! Sayang sekali seperti nya apa yang kedua senior pikirkan salah besar" ucap Yueyin dengan nada yang terdengar tidak enak di dengar.


" Apa maksud mu?" Tanya tetua Qixuan dengan bingung


" Tanyakan saja pada anak itu" jawab Yueyin acuh sambil melirik chen'er dengan ekor mata nya.


" Cantik sekarang kau boleh buka mata mu!" Ucap Yueyin lembut


" Ran'er!"


" Nenek, Gege!"

__ADS_1


Di dekat anak kecil itu sudah ada nenek nya dan pemuda yang membantu nenek itu berjalan dengan perlahan.


__ADS_2