
________________________
Saat ini di sebuah penginapan mewah yang ada di ibukota telah penuh dengan hiasan serba merah yang menandakan akan adanya sebuah pernikahan yang akan terjadi di tempat itu.
Yelu yang di bantu orang tua Li Hongli telah menyewa seluruh gedung penginapan untuk acara pernikahan Yelu dan Ying Yue. Mereka menghiasi penginapan itu dengan berbagai bunga yang indah serta dekorasi serba merah lain nya.
Saat ini Yelu sangat senang, Ying Liang yang mengetahui rencana kawan nya juga ikut merasa senang. Sedangkan pengantin wanita sendiri tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, saat ini dia masih dalam masa pelatihan tertutup nya dan kemungkinan besar ia sebentar lagi akan segera menerobos.
" Saudara sebentar lagi adik ku akan menerobos, dia akan senang saat melihat pesta ini."
" Semoga saja, saat ini putri pasti sudah mendandani Ying'er dengan cantik."
Ying Liang dan Yelu sedang berbincang dengan santai, tapi Yelu yang memakai pakaian serba merah yang merupakan pakaian pengantin nya saat ini sedang merasa sangat gugup.
" Ada apa ini... Saudara Yelu kau tidak mungkin gugup kan!" Goda Ying Liang menaik turunkan alis nya yang membuat Yelu merasa jengkel.
" Diamlah atau aku akan memukul mu."
" Jangan marah saudara bagaimana pun aku ini kakak laki-laki Ying Yue, jika aku marah kau tidak akan mendapatkan restu ku untuk menikahi adik ku yang cantik itu"
Mendengar godaan serta ejekan dari Ying Liang membuat Yelu kesal tapi ia harus menahan nya, jika soal pertarungan dia lebih unggul dari Ying Liang tapi masalah nya dia kakak dari kekasih yang ingin ia nikahi, bisa gawat jika orang ini marah saat ini.
Di saat Ying Liang sedang mencoba menghibur Yelu yang sedang merasa gugup. Berbeda di tempat lain di mana saat ini Yueyin dan Xin Jiao sedang membantu Ying Yue berhias. Xin Jiao berhasil menerobos bersamaan dengan Ying Yue, saat mendengar rencana pernikahan itu dia sangat senang dan ingin ikut membantu merias wajah Ying Yue.
Sedangkan Ying Yue yang menjadi pemeran utama nya malah merasa bingung, memang meski berhasil menerobos di saat bersamaan tapi Xin Jiao lebih awal keluar dari pelatihan tertutup. Pemeran utama dalam acara pernikahan ini sendiri tidak mengetahui akan rencana semua orang, saat dia keluar dari pelatihan nya, ia langsung di bawa ke suatu tempat oleh Yueyin dan Xin Jiao tanpa tahu kemana ia akan di bawa pergi.
" Putri, putri Xin. Apa yang ingin kalian lakukan pada ku?" Tanya Ying Yue dengan bingung, kedua mata nya di tutup oleh sebuah kain membuat nya tidak bisa melihat jelas apa yang sebenarnya di lakukan oleh kedua orang ini.
" Kau tenang saja, kau hanya perlu duduk diam jangan banyak bicara" seru Xin Jiao dengan antusias.
" Sudah selesai, putri mari kita bawa dia ke sana." Ujar Xin Jiao menatap Yueyin yang di angguki oleh nya.
" Ayo."
Dengan langkah pasti Yueyin dan Xin Jiao membawa Ying Yue ke tempat pernikahan dengan aman, selamat sentosa. Iring-iringan pengantin telah ada, yang di sambut oleh orang tua Li Hongli serta Yelu yang merupakan pemeran utama dari pernikahan tersebut juga telah menunggu kedatangan Ying Yue.
Saat kain penutupan mata di lepas Ying Yue masih tidak berani membuka mata nya karena takut.
" Putri, putri Xin. Apa aku bisa membuka mata ku sekarang?" Tanya Ying Yue dengan takut, meski dia yakin kedua orang itu tidak akan mungkin menyakitinya.
" Sa-saudari Yueyin aku sudah mulai merasa takut, bisakah aku membuka mata ku sekarang?" Tanya nya lagi yang masih tidak mendapatkan jawaban apa-apa dari dua orang yang di tanya nya itu.
Saat sedang merasa gugup sebuah tangan memegang tangan mungil nya dengan erat membuat nya tersentak, tapi ia merasa tenang saat mendengar suara familiar dari orang itu.
" Tenanglah, kamu bisa membuka mata mu sekarang!" Seru Yelu tersenyum tulus.
__ADS_1
Ying Yue membuka mata nya perlahan, betapa terkejutnya dia saat di hadapan nya telah ada pria yang sangat di cintai nya, ia lebih terkejut dengan pakaian yang di kenakan nya bersama dengan Yelu dan semua orang yang ada di tempat itu.
" A-apa yang terjadi?" Tanya nya terkejut bercampur gugup dan tidak bisa berkata-kata lagi.
" Kita akan segera menikah, ini adalah pesta pernikahan yang telah ku persiapan dengan bantuan ayah dan ibu tuan." Jawab Yelu dengan penuh kasih sayang.
" Benarkah!" Dia tampak tak percaya dengan apa yang di dengar nya.
Yelu mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan kekasih nya itu.
Pesta pernikahan pun di mulai dengan hikmat, acara pemberkatan dan lain nya berlangsung dengan lancar.
" Pasangan saling memberi hormat!"
_____________________________________________
Saat ini tidak hanya Yelu dan Ying Yue yang berbahagia tapi semua orang yang menyaksikan juga ikut dalam kebahagiaan mereka berdua.
Begitu pun dengan Li Hongli dan Yueyin yang ikut larut dalam kebahagiaan mereka, Yueyin yang sedari tadi mengikuti setiap upacara pernikahan yang ada merasakan tubuh nya terasa lemah dan kepala nya berkunang-kunang, wajah nya juga terlihat pucat.
" Yue'er!" Seru Li Hongli yang berhasil menopang tubuh Yueyin yang hampir saja akan terjatuh.
" Ada apa?" Tanya Li Hongli dengan cemas, ia merasa ada yang salah dengan tubuh istri nya, ia juga baru sadar wajah Yueyin begitu pucat pasi.
" Aku tak apa, mungkin hanya lelah saja." Jawab Yueyin menenangkan agar Li Hongli tidak lagi merasa cemas, dia juga mencoba untuk berdiri tanpa bantuan Li Hongli.
" Tidak perlu, Gege tetap di sini saja jangan sampai Yelu dan Ying Yue tidak menyadari kehadiran mu, Gege masih di butuhkan di sini. Aku bisa pergi sendiri.."
" Tidak, mereka berdua sebentar lagi juga akan menuju kamar pengantin, aku tidak perlu tetap ada di sini."
" Ya ba..."
Bruk
Sebelum menyelesaikan ucapan nya Yueyin telah ambruk lebih dulu.
" Yue'er!"
" Li'er, apa yang terjadi dengan Yueyin'er?" Tanya Li Yuwen yang kebetulan ia sedang berjalan mendekati putra nya itu.
" Aku pun tidak tahu ayah." Jawab nya sedih.
" Ya sudah cepat kau bawa dia ke kamar."
" Ya..."
__ADS_1
Yelu dan Ying Yue juga merasa khawatir dengan kondisi yang terjadi pada Yueyin, semua orang yang berada di pesta tanpa sadar menatap tubuh Yueyin yang di gendong Li Hongli dengan cemas.
" Kalian lanjutkan pesta nya, semuanya baik-baik saja." Ujar Li Hongli menenangkan suasana sebelum pergi dari sana membawa Yueyin.
Setelah membaringkan tubuh Yueyin, Li Hongli sengaja membiarkan Lin Feng untuk memeriksa kondisi wanita itu.
" Bagaimana guru? Apa yang terjadi pada istri ku?" Tanya nya dengan tidak sabar.
Ekspresi Lin Feng terlihat begitu serius saat sedang memeriksa pergelangan tangan Yueyin membuat Li Hongli merasa sangat cemas. Ia bisa saja memeriksa kondisi Yueyin sendiri tapi ia memilih membiarkan guru nya untuk melakukan itu.
" Tidak apa, semua nya baik-baik saja."
Li Hongli menunggu jawaban Lin Feng dalam diam, ia menatap wajah guru nya dengar begitu serius.
" Li'er, selamat. Sebentar lagi kau akan menjadi ayah!" Seru Lin Feng tersenyum tulus.
Untuk sejenak Li Hongli hanya terdiam tak merespon tapi setelah ia mencerna arti ucapan Lin Feng senyuman tulus muncul di bibir nya.
" Benarkah guru? Tapi mengapa ekspresi guru seperti kesulitan setelah memeriksa kondisi Yue'er?"
" Guru hanya merasa aneh, seharusnya jika itu orang biasa tanpa perlu memeriksa denyut nadi nya sekalipun aku akan tahu bahwa dia sedang mengandung, tapi istri mu berbeda, denyut nadi tangan nya begitu tenang jika tidak di periksa dengan teliti tidak akan ada yang menyadari keanehan pada tubuh nya!" Ujar Lin Feng menjelaskan
" Namun kau sendiri tahu, diri mu maupun istri mu bukan orang biasa. Mungkin hal ini juga yang membuat kehamilan Yueyin'er berbeda dari wanita lain nya" lanjut nya yang di angguki oleh Li Hongli.
Bersamaan dengan itu Yueyin membuka matanya perlahan.
" Yue'er!"
" Li Ge, ada apa dengan ku?" Tanya nya bingung melihat banyak orang yang ada di kamar nya.
" Tidak apa semua nya baik-baik saja...namun aku punya kabar bahagia untuk mu dan semua orang." Ucap nya tersenyum penuh makna.
Yueyin mengernyitkan dahi nya seakan bertanya 'apa itu?'
" Yue'er, sebentar lagi kamu akan menjadi ibu dan aku akan menjadi ayah.... Kita akan menjadi orang tua" ucap Li Hongli menggenggam tangan Yueyin dengan erat.
" Ibu? Ayah? A-aku akan menjadi ibu... Gege, jangan-jangan...." Saking tidak percaya nya Yueyin menutup mulut nya tanpa berani melanjutkan perkataan nya tersebut.
Mengetahui apa yang ingin istri nya dengar dari nya, Li Hongli pun mengangguk untuk meyakinkan.
" Benarkah, sebentar lagi aku akan menjadi seorang ibu" tanpa sadar Yueyin memegang perutnya yang masih rata.
" Benar Yueyin'er, usia kandungan mu sudah mencapai dua bulan, mungkin karena darah yang mengalir di tubuh mu maupun Li'er bukanlah darah ras manusia membuat kehamilan mu sedikit unik dan istimewa" jawab Lin Feng meyakinkan.
Kabar kehamilan Yueyin dalam sekejap menyebar ke telinga semua orang dan sampai ke telinga keluarga kekaisaran, mereka sangat senang mendengar kabar tersebut.
__ADS_1
Tapi meski begitu mereka tidak bisa lagi menunda keberangkatan lebih lama lagi, mereka pun harus segera pergi secepatnya.