
Rumah makan Bunga teratai
Setelah selesai menyantap makanan yang mereka pesan Li Hongli kembali menggoda Yueyin yang sedari makan terlihat murung.
" Ada apa dengan ekspresi wajah mu itu, apa kau merasa kecewa saat aku akan memilih gadis lain menjadi wanita ku"
" ti-tidak mana mungkin, jika kau ingin mencari gadis-gadis itu pergi saja sana, apa urusan nya dengan ku" ucap Yueyin memalingkan wajahnya dengan kesal.
" Benarkah... Baiklah" ucap Li Hongli sambil berdiri
" Kau mau kemana?" Tahan Yueyin
" Kenapa! Apa kau tidak rela melihat ku akan pergi mencari seorang gadis!" Goda Li Hongli
" tuan apa sekarang kau berubah menjadi pria mesum, atau mungkin saja penampilan mu yang selalu dingin dan datar itu hanya tipuan saja untuk menipu banyak gadis polos seperti ku" sindir Yueyin
" Gadis polos? Kelihatan nya kau tidak seperti itu...." Ucap Li Hongli sambil tersenyum main main
" Tapi seperti nya kau salah menilai ku nona, aku ini memang tampan tanpa perlu melakukan apa pun juga para gadis akan terus mengikuti ku, sstthh.. jadi apa yang harus ku lakukan dengan wajah tampan ku ini" goda Li Hongli dengan sombong
" cih sombong" balas Yueyin dengan ketus
" Ayo!!!" Li Hongli menarik yang Yueyin, namun Yueyin tidak mau berdiri dan melangkah sedikit pun.
" Kemana? Jika kau mengajakku hanya untuk urusan tidak penting mu itu! lebih baik kau pergi saja sendiri" seru Yueyin acuh
" Kau yakin tidak akan ikut? Aku akan pergi berjalan melihat-lihat kota! Tapi jika kau tidak ingin ikut tidak apa!" Seru Li Hongli berjalan perlahan meninggalkan ruangan itu.
Tapi saat Li Hongli akan membuka pintu ruangan itu, Yueyin menghentikan nya.
" Tunggu..."
Li Hongli tersenyum misterius karena dugaan nya benar, jika Yueyin pasti akan menghentikan nya dan sekarang terbukti.
" Ada apa?" Tanya Li Hongli pura pura polos
" Aku ikut, aku juga ingin melihat-lihat kota Xiuying ini!" Seru Yueyin ketus
" baiklah, kita berangkat" Ucap Li Hongli dengan semangat.
Di pasar, para pedagang menjual berbagai jenis sumber daya, berupa herbal, pil, maupun pernak pernik perhiasan. Selain itu, mereka juga menjual senjata.
Banyak juga pedagang yang menjual berbagai makanan ringan yang mengunggah selera orang orang.
" Tuan berapa harga herbal ini?" Tanya Li Hongli pada penjual
__ADS_1
" hahaha... Tuan muda ini adalah herbal gingseng hitam, harga nya hanya seratus batu roh kuning" ucap penjual
" apakah tidak bisa di kurangi?" Tanya Li Hongli
" Tuan muda, itu harga yang sangat murah, namun karena hari ini tuan muda adalah pembeli pertama ku, aku akan mengurangi lima batu roh bagaimana?"
" Baiklah, aku akan ambil" ucap Li Hongli sambil menyerahkan kantong berisi sembilan puluh lima batu roh pada penjual.
Li Hongli terus melanjutkan perjalanan dan singgah di sebuah toko perhiasan.
" Hahaha... Kalian berdua sungguh pasangan yang luar biasa. Tuan muda, nona muda, silahkan masuk. Ada yang bisa kami bantu tuan?" Tanya pelayan
" Kami akan melihat lihat dulu" Ucap Li Hongli dengan tenang
" Baiklah, jika tuan muda dan nona muda memerlukan bantuan, kalian dapat memanggil saya" ucap seorang pelayan muda yang cukup cantik. Tubuh nya sintal dan padat bak gitar spanyol yang menampilkan lekuk tubuh nya yang dewasa membuat siapa saja yang memandang nya akan tertarik, tapi tidak dengan Li Hongli yang bahkan tidak melirik wanita itu sedikit pun.
Awal nya Yueyin yang sedari tadi mengikuti Li Hongli di samping nya sangat kesal saat melihat wanita itu berani memamerkan lekuk tubuh nya di hadapan Li Hongli, namun melihat Li Hongli yang sama sekali tidak meliriknya membuat ia tersenyum puas di balik cadar nya.
" Tidak perlu kesal karena wanita pelayan itu. wajah mu lebih cantik dari nya, mana mungkin aku melirik nya, jika ada gadis yang lebih cantik berdiri di samping ku ini!" bisik Li Hongli sambil menggoda Yueyin.
" Berisik" balas Yueyin dengan pelan
Li Hongli dan Yueyin mengamati perhiasan-perhiasan yang ada di sana. Mata Li Hongli tertuju pada sebuah kalung dengan liontin giok berwarna biru berpadu dengan warna hijau dengan ukiran burung Phoenix pada permukaan nya menjadikan nya begitu elegan.
Namun tidak ada orang yang tertarik memiliki kalung tersebut karena bentuk nya yang sederhana, dan juga terlihat sedikit usang.
" Ya tuan" jawab pelayan dengan cekatan menghampiri Li Hongli
" ambilkan kalung itu! Aku ingin memiliki nya" ucap Li Hongli
Pelayan itu terlihat ragu menatap Li Hongli
" Tuan yakin ingin membeli kalung ini?" Tanya Pelayan
" Ya aku sangat yakin, dan aku rasa kalung itu sangat cantik" Ucap Li Hongli acuh tak acuh
" Banyak orang yang sudah datang ke tempat kami, namun tidak ada satu pun yang tertarik memiliki kalung ini... Kalung ini di temukan oleh seorang Kultivator di dalam makam waktu sepuluh tahun lalu, dia menjual nya karena tidak menemukan satupun keistimewaan dari kalung ini, tapi Kultivator itu juga mengatakan kalung ini hanya bisa dimiliki oleh yang di takdir kan" jelas pelayan itu
" Mungkin saja tuan dan nona adalah yang di takdirkan memiliki kalung ini! Tuan ini kalung nya, harganya dua ratus lima puluh batu roh" lanjut nya
" heh hanya kalung biasa, apa istimewa nya kalung itu!" Seru nona muda yang ada di tempat itu, dia seperti nya juga seorang pelanggan.
" Nona jika kau ingin membeli perhiasan silahkan saja, namun jika kau tidak ingin membeli apapun lebih baik jangan menghina toko perhiasan kami" ujar pelayan itu dengan ramah namun sangat menusuk
" Heh baik, siapa juga yang ingin membeli barang murahan yang ada di toko mu ini" ujar wanita itu sinis lalu pergi dari toko perhiasan
__ADS_1
" Tuan muda, nona muda maaf atas kejadian barusan... Apakah tuan masih ingin memiliki kalung ini?" Tanya pelayan
Li Hongli tanpa ragu menyerahkan sebuah kantong berisi dua ratus lima puluh batu roh, lalu mengambil kalung tersebut dan memakaikan nya di leher Yueyin.
Yueyin yang sedari tadi sedang sibuk melihat lihat perhiasan kaget dengan apa yang Li Hongli berikan pada nya, ia awal nya memang sangat tertarik dengan kalung itu, tapi ia tidak menyangka Li Hongli akan membeli kalung tersebut untuk nya.
" cantik! Apakah kau menyukai kalung ini?" Tanya Li Hongli
" Ya kalung ini memang cantik, apakah ini untuk ku?" Tanya Yueyin sambil menyentuh liontin kalung tersebut
" Bukan! Ini untuk wanita lain yang lebih cantik dari mu" goda Li Hongli
" Kau! kalau begitu ambil saja kembali kalung ini" ucap Yueyin dengan kesal namun saat Yueyin akan melepaskan kalung itu Li Hongli menahan nya.
" Kalung ini untuk mu, untuk apa kau melepaskan nya, aku hanya bercanda" seru Li Hongli
" Kalung ini sungguh untuk ku" cicit Yueyin
" Tentu saja, apa kau menyukai nya?" Tanya Li Hongli
Yueyin tersenyum kecil sambil menganggukkan kepalanya malu " Terima kasih, ini sangat cantik"
" Achh..." Namun saat Yueyin menyentuh liotin kalung tersebut, jarinya terluka hingga mengeluarkan darah, tapi aneh nya darah itu meresap oleh kalung itu, jari tangan nya yang terluka pun terlihat tidak ada bekas luka sedikitpun.
Tiba-tiba cahaya muncul dari kalung itu setelah darah meresap ke dalam kalung tersebut.
Yueyin merasakan getaran kecil dan energi hangat mengalir ke dalam tubuh nya setelah cahaya itu hilang.
" Apa yang terjadi?" Tanya Yueyin bingung
" Waahh seperti nya nona memang yang di takdirkan untuk memiliki kalung itu" seru pelayan itu tak kalah terkejut.
Perlahan cahaya yang keluar dari kalung itu kembali redup, liotin kalung itu berubah warna kalung itu berubah menjadi warna pelangi, terlihat sangat indah dan serasi saat digunakan oleh Yueyin
" Cantik" seru Li Hongli
" Memang kalung ini sangat cantik" seru Yueyin
" Bukan kalung nya, tapi yang memakai kalung itu yang cantik" seru Li Hongli
Blusshh
Wajah Yueyin berubah merah mendengar godaan Li Hongli, ia sangat malu sekarang, rasa nya jika ada lubang ia akan segera bersembunyi di dalam lubang.
Sedangkan Li Hongli tersenyum lucu melihat tingkah Yueyin yang menurutnya sangat imut.
__ADS_1
Pelayan cantik yang mengawasi kemesraan pasangan muda tersebut, hanya bisa mendesah "Sungguh pasangan yang sempurna" ucap nya pelan.