
Semakin lama mengobrol, ia semakin tertarik dengan pembicaraan diantara keduanya. Tian Long dan Lin Feng sendiri hanya diam dan mendengarkan.
" Membicarakan tentang takdir tentu senior Quon memiliki pendapat nya sendiri. Namun banyak orang yang memiliki dua pendapat yang berbeda, yang pertama takdir sudah ada yang menentukan, dan yang kedua kita sendirilah yang menentukan takdir itu sendiri. Senior sendiri memilih yang mana?"
Mendengar perkataan Li Hongli membuat Quon Ang tertawa kecil. " Anak muda kau balas bertanya pada ku ternyata. Baiklah, sebagai senior aku akan menjawab nya. Menurut ku takdir di tentukan oleh diri sendiri, jika kita berusaha dengan keras takdir akan berpihak pada kita, bukan begitu Feng tua"
" Ya, orang tua seperti kita mana ada yang peduli tentang takdir. Jika semua nya di serahkan pada takdir tidak ada kita yang sekarang" ucap Lin Feng acuh
" Mengapa guru menganggap semua yang terjadi bukan takdir, bukankah pertemuan kita juga termasuk takdir. Aku menghargai pendapat kalian itu, namun pernah ada seseorang yang mengatakan pada ku setiap pertemuan adalah takdir, mungkin kita telah memiliki takdir tersendiri, namun dengan cara apa kita menuju takdir kita sesungguhnya itu adalah sebuah pilihan. Senior dewa naga bertemu dengan senior dewa mabuk dan juga guru Lin itu adalah takdir, tapi menjadi teman atau musuh itu adalah pilihan kalian. Takdir bukan kita yang menentukan tapi kita dapat memilih jalan apa yang ingin kita gunakan untuk mencapai takdir kita sesungguhnya..."
" Seperti hal nya dunia, di kekaisaran Lian sekarang terjadi banyak kekacauan, telah ada perang dan pertumpahan darah dimana-mana, itu adalah hal wajar. Jika di dunia ini hanya ada kedamaian mungkin akan terasa sangat tenang dan nyaman itulah yang sebagian orang pikirkan. Namun mereka tidak tahu kedamaian akan sangat sulit di wujudkan, karena ada nya orang jahat dan baiklah dunia masih berjalan. Jika dunia di penuhi oleh kejahatan dunia akan sangat kacau, tapi meski dunia di penuhi oleh kebaikan dunia akan tetap kacau karena tidak akan ada yang nama nya baik atau jahat jika orang-orang itu saja tidak tahu apa itu kejahatan." Li Hongli melanjutkan ucapan nya itu dan berjalan pergi meninggalkan ketiga orang yang masih mencerna perkataan nya itu.
" Feng tua, mengapa aku merasa murid mu itu seperti nya lebih tua dari mu!" Cibir Tian Long dengan sinis.
" Murid saudara Feng ternyata sangat menarik" puji Quon Ang tersenyum tipis.
" Seperti nya kau sudah membuat keputusan saudara!" Seru Lin Feng
" Tentu, aku masih ingin melihat kejutan apa lagi yang murid mu itu berikan"
_____________________________________________
" Di mana Yueyin?" Tanya Li Hongli pada ketiga orang yang sedang melihat keadaan di sekitar perbatasan.
" Tuan Li, tuan putri masih belum muncul, apakah kita perlu menyusul nya?"
" Tidak perlu aku d isini!" Seru Yueyin yang dang sambil menyeret seseorang di belakang nya.
" Siapa dia?" Tanya Tian Long penasaran.
" Salah satu dari orang yang mengendalikan mayat-mayat hidup itu" jawab Yueyin acuh, tapi wajahnya yang membuat Li Hongli langsung mendekati nya dan memeriksa kondisi nya.
__ADS_1
" Aku baik-baik saja" ucap Yueyin sebelum Li Hongli bertanya.
" Jenderal Bei, dan Jenderal Zhong. Kalian bertiga kumpulkan tubuh mayat-mayat hidup itu lalu bakar semua nya." Ucap Li Hongli acuh
" Baik tuan Li."
" Kita bicarakan ini nanti, ayo kita kembali dulu. Ada yang ingin ku bicarakan dengan kalian" ujar Li Hongli
" Jenderal Qin, kau urus orang ini lebih dulu."
" Baik tuan Li"
Li Hongli, Yueyin, dan ketiga dewa kembali ke tempat Yueyin beristirahat.
" Jadi apa yang ingin kau bahas Li'er?" Tanya Lin Feng
" Ku rasa guru telah menyadari sesuatu?" Bukan nya menjawab Li Hongli malah balik bertanya.
" Aura yang besar? Kurasa kalian sedang membicarakan sebuah pusaka tingkat dewa yang ada di kota ini!" Seru Quon Ang acuh sambil meminum arak nya dengan santai.
" Pusaka tingkat dewa? Apakah ada pusaka yang begitu luar bisa di kota kecil ini!" Tian Long memang merasakan energi yang kuat namun dia tidak tahu apa itu, karena energi itu akan tiba-tiba hilang, ia pikir itu hanya halusinasi nya saja.
" Ada sebuah legenda tentang pusaka yang telah di gunakan para dewa untuk menyegel raja iblis, setelah berhasil menyegel Raja iblis pusaka itu hancur menjadi beberapa bagian dan jatuh ke dunia fana. aku mendapatkan informasi bahwa potongan pusaka itu berada di kota ini, namun selama bertahun-tahun aku tinggal di tempat ini, aku tidak menemukan dimana keberadaan pusaka itu berada. Di saat-saat tertentu energi dari pusaka itu akan muncul, tapi sangat sulit menemukan titik keberadaan nya karena dalam sekejap jejaknya akan menghilang seperti tadi" ujar Quon Ang mulai menjelaskan mengapa ia bisa berada di kota kecil ini, dan apa tujuan nya.
" Saudara Ang ternyata hidup mu tidak hanya ada arak saja!" Sindir Lin Feng.
" Hahaha... Arak memang nomor satu, tapi keselamatan dunia juga sangat penting."
" Jadi Li'er apa yang kau temukan, guru yakin kau tidak hanya ingin membicarakan ini saja."
" Saat formasi di buat aku telah menyebar indera surgawi ku ke semua tempat yang ada di kota ini, dan aku sudah tahu dimana keberadaan pusaka itu" ujar Li Hongli
__ADS_1
" Tunggu! Dari apa yang kalian bicarakan, seharusnya orang-orang itu sengaja menyerang kota ini untuk menemukan pusaka itu... Jadi semua yang mereka lakukan dengan menyerang kota lain hanyalah sebuah pengalihan" ucap Tian Long segera menyimpulkan.
" Ular bodoh, ternyata kau bisa pintar juga" ejek Quon Ang.
" diam kau pengemis mabuk"
" Yang senior Tian Long katakan memang benar, namun tidak sepenuhnya benar. Jika legenda yang di katakan senior Quon Ang benar, dan benda yang berada di kota ini adalah pusaka itu, tujuan mereka memang untuk pusaka itu, tapi ada kemungkinan hanya ada satu bagian pusaka saja yang ada di kota ini..."
" Dan untuk menyatukan seluruh bagian pusaka mereka harus mencari nya di tempat lain juga, tidak akan mungkin pusaka yang begitu hebat setelah terbelah akan jatuh di dunia fana di tempat yang sama" Yueyin melanjutkan ucapan Li Hongli.
" Kita akan mengetahui nya setelah melihat nya langsung. Li'er tunjukkan tempat itu."
" Baik guru."
Li Hongli membawa mereka ke sebuah lembah yang begitu gelap.
" Apakah di sini tempat nya?"
" Tapi tidak ada apapun disini bahkan tidak ada aura kehidupan di tempat ini!"
" Bocah kau tidak salah tempat kan."
Li Hongli tidak menjawab pertanyaan mereka, namun dia terus berjalan ke dalam lembah.
" Li Ge!" Seru Yueyin saat melihat Li Hongli sudah berjalan jauh.
" Bocah ini, begitu tidak menghormati orang tua!" Ucap Tian Long dengan kesal.
" Tidak perlu bicara, ayo ikuti saja dia."
Saat memasuki lembah, di dalam lembah begitu gelap dan lembab sampai membuat mereka harus menyalakan api untuk menerangi tempat itu. Saat Api di nyalakan sekumpulan kelelawar terbang keluar lembah.
__ADS_1
Mereka hanya mengikuti langkah kemana Li Hongli berjalan, semakin lama tempat itu ternyata tidak terlalu sempit juga, hanya saja terdapat dua jalan di depan nya.