
" Lencana segel langit. Yang ku ingat kau di ciptakan oleh dewa penempa, namun sayang nya dia sendiri tidak bisa mengendalikan mu. Lalu bagaimana lencana segel langit dapat berakhir di alam fana ini?" Tanya Li Hongli.
Meski ingatan nya telah pulih, tapi nyatanya ingatan nya tidak sepenuh nya pulih, hanya sebagian kecil dari ingatan kehidupan sebelum nya yang jelas sedangkan yang lainnya masih buram, seperti hak nya ingatan tentang perang besar sebelum nya.
" Jadi begitu! Apakah Yang Mulia tidak mengingat dewa penempa telah memberikan pusaka ini pada mu sebagai hadiah?"
" Tentu aku mengingat nya."
" Aku mengerti sekarang, ingatan Yang Mulia ternyata belum pulih sepenuhnya, hamba tidak bisa menjelaskan nya. Namun hamba hanya bisa mengatakan setelah Yang Mulia menggunakan pusaka lencana segel langit untuk menopang segel semesta yang Raja gunakan untuk menyegel Raja iblis, lencana segel langit pun terpecah belah sampai ke alam fana ini"
" Akan hamba tebak tujuan Yang Mulia pasti ingin mengambil lencana segel langit agar tidak di gunakan oleh para iblis untuk membebaskan Raja iblis. Kau bisa menyimpan pusaka ini tapi tidak dengan menggunakan nya... Dengan kekuatan mu sekarang, itu sama saja dengan bunuh diri!" Lanjut nya.
" Aku tahu! Namun mendengar roh senjata seperti mu begitu tunduk pada ku, aku begitu penasaran seberapa lemah nya para dewa sampai tidak bisa menundukkan roh senjata keras kepala seperti mu." Cibir Li Hongli.
" Hahaha, Yang Mulia benar."
" Baiklah, roh ku tidak akan bertahan lama karena itu aku harus kembali ke raga ku, tapi bisakah kau menghentikan manusia-manusia api itu menyerang mereka."
" Setelah Yang Mulia memiliki nya, manusia-manusia api itu akan menghilang dengan sendiri nya."
" Aku mengerti."
Wsosh
Roh Li Hongli kembali ke tubuh nya, Lin Feng yang sedari tadi menyalurkan energi nya untuk menopang tubuh Li Hongli merasa lega saat tahu murid nya telah kembali.
Roh senjata itu sendiri belum kembali ke dalam pusaka, sedari awal ia terus memperhatikan Li Hongli.
" Ah... Akan terjadi perubahan yang besar di alam fana ini" gumam nya tersenyum
__ADS_1
" Aura ini.." saat sedang memperhatikan Li Hongli iapun merasakan sebuah aura dari luar, aura nya terasa familiar bagi nya.
" Takdir begitu lucu. Namun takdir kedua nya sungguh menakjubkan, dengan adanya sepasang kekasih ini tidak perlu ada yang di khawatir" gumam nya sebelum perlahan roh nya lenyap.
_____________________________________________
Li Hongli yang baru saja membuka mata nya mengulurkan tangan ke depan tidak lama pusaka itu terbang ke arah tangan nya dan terjatuh di tangan nya. Setelah pusaka itu berada di tangan Li Hongli manusia-manusia api itu lenyap dengan sendiri nya.
" Li Hongli! Kau bilang kami hanya akan menderita sedikit, apa ini yang kau katakan sedikit." Ucap Tian Long marah, bagaimana dia tidak marah dan kesal hampir seluruh tubuhnya menghitam akibat terbakar, begitu pun dengan pakaian nya yang sudah compang-camping seperti pengemis, bahkan wajahnya pun menghitam.
Wajar saja mereka bisa menjadi seperti itu, meski api Li Hongli dapat melindungi mereka dari hawa panas tapi tidak dapat melindungi mereka sepenuhnya dari manusia-manusia api tersebut.
" Senior sendiri yang mengatakan menderita sedikit tidak ada apa-apa nya!" Jawab Li Hongli acuh yang langsung membuat Tian Long terdiam tanpa bisa membalas nya.
" Dengan anak kecil saja kau tidak mau kalah Long bodoh." Ejek Quon Ang
Lin Feng hanya menggelengkan kepala nya melihat pertikaian antara kedua teman nya, dia juga tidak lupa memberikan pil pemulih pada kedua orang itu.
Li Hongli dengan santai menyodorkan tangannya yang dimana pusaka itu berada di tangan nya. Baru saja Tian Long ingin mengambil pusaka itu dari tangan Li Hongli cahaya yang sangat menyilaukan muncul hingga dapat membutakan mata, Tian Long langsung menutup mata nya karena tidak sanggup dengan cahaya yang keluar dari pusaka itu yang seakan menyakiti matanya.
" Aaahh... Benda apa itu! Membuat mata ku sakit."
Lin Feng menatap Tian Long dengan ekspresi kasihan, tapi dia juga tersenyum mengejek pada nya.
" Salah mu sendiri, kau sudah tua seharusnya kau tahu pusaka tingkat dewa hanya akan bisa di sentuh oleh orang yang ia anggap sebagai tuan nya, sebelum tuan nya tiada tidak akan ada yang bisa menyentuh bahkan mengambil nya, apa lagi benda ini lebih istimewa dari pusaka tingkat dewa lain nya" ucap nya.
" Aku hanya ingin melihat nya apa salah ku!" Gumam Tian Long kesal tapi ia juga tidak bisa membantah perkataan Lin Feng, karena memang yang dikatakan oleh nya itu benar adanya.
" Li'er simpan pusaka itu dengan baik, dan mari kita tinggalkan tempat ini secepatnya."
__ADS_1
" Baik guru."
Setelah mereka keluar dari lembah itu, Yueyin segera meminta para Jenderal nya untuk mengabari rakyatnya tentang kota yang telah aman, mereka bisa kembali lagi ke rumah nya masing-masing. Yueyin juga telah bersiap untuk kembali ke istana kekaisaran untuk mengabari ayahnya tentang ini. Namun sebelum mereka berangkat ia mendapatkan kabar kekaisaran Xiu dan Yong yang telah tunduk sepenuhnya pada kaisar Zhu dan sekarang kedua kekaisaran telah menjadi sekutu kekaisaran Zhu.
" Guru! Sebaiknya guru dan kedua senior berangkat lebih dulu untuk menghemat waktu" ujar Yueyin pada Lin Feng.
" Tidak perlu kita bisa berangkat bersama" ucap Li Hongli.
Li Hongli sama sekali tidak mengkhawatirkan masalah kabar tunduknya kedua kekaisaran, karena ia sudah menduga akan hal itu, dan ia juga yakin kaisar Zhu akan membutuhkan waktu yang lama jika ingin menyerang kekaisaran Lian, bagaimana kekaisaran Lian tidak akan mudah di tundukan, kekaisaran Lian telah menjadi kekaisaran nomor satu bukan hanya di nama saja tapi kekuatan yang dimiliki kekaisaran Lian memang telah sangat kokoh karena itu untuk mengalahkan kekaisaran Lian, kekaisaran Zhu akan rugi besar apalagi dengan fakta setelah menyerang dua kekaisaran, kekaisaran Zhu telah mendapatkan cukup kerugian yang tidak sedikit.
Yang Li Hongli khawatirkan sekarang adalah menemukan pecahan dari lencana segel langit yang lain, ia telah merasa satu pecahan dari tiga telah berada di tangan para iblis, satu nya lagi berada di tangan nya dan satu belum di temukan. Ia cepat atau lambat takdir yang sudah di tentu akan terjadi juga, hanya saja ia masih membutuhkan waktu untuk memulihkan kekuatan nya serta membuat orang-orang di alam fana ini bisa lebih kuat untuk bisa mengalahkan bahaya terbesar bagi mereka sendiri.
Li Hongli melambaikan tangan nya dalam sekejap sebuah pedang yang indah dan memukau mata yang melihat nya muncul di tangan nya, ia menggerakkan sedikit pedang itu sampai pedang yang tadi terlihat indah, cantik, dan elegan itu berubah menjadi pedang biasa. Pedang itu adalah pedang penguasa langit senjata andalan Li Hongli di kehidupan sebelumnya, pedang ini juga yang di berikan Lin Feng padanya, entah bagaimana caranya Lin Feng dapat memiliki pedang ini, ia pun masih belum mengerti akan hal itu.
Dulu saat pertama kali menggunakan pedang itu sebagai Li Hongli murid Lin Feng membuat ia tidak berdaya dan tak sadarkan diri bahkan pedang itu menyedot aura kehidupan nya, tapi sekarang ia dapat menggunakan nya dengan bebas layak nya pedang biasa. Namun ia juga masih memiliki batasan dalam mengeluarkan teknik-teknik pedang nya.
Pedang itu melayang di hadapan nya, Li Hongli segera melompat keatas pedang dan mengulurkan tangan nya ke pada Yueyin.
" Naiklah!"
Tanpa ragu Yueyin juga meraih uluran tangan Li Hongli.
" Baiklah, mari kita berangkat!" Seru Lin Feng acuh, ia pun segera melesat terbang lebih dulu sebelum yang lain nya menjawab.
" Sialan kau Feng tua!" Seru Tian Long kesal melihat Lin Feng yang telah lebih dulu pergi, ia pun segera menyusul nya.
" Jangan hiraukan kedua tetua itu, mereka sudah tua hingga bersikap kekanak-kanakan dan tidak ingat umur" ucap Quon Ang santai sambil menatap Li Hongli, pemuda ini penuh dengan kejutan, memikirkan itu ia pun mengambil araknya dan meminum.
Tiada hari tanpa arak, mungkin kata ini yang pantas untuk nya.
__ADS_1
Li Hongli sendiri hanya mengangguk dan segera menyusul yang lain nya.