
_______________
Di tempat lain
Di sebuah ruangan yang sunyi dan tenang, bangunan itu berwarna kuning keemasan tapi desain di dalam nya begitu sederhana, terdapat juga beberapa patung Buddha dan patung lain nya yang mengelilingi ruangan tersebut.
Di tengah patung terdapat seorang manusia, penampilan nya berpakaian serba putih, dengan rambut yang sudah memutih dan jenggot yang juga berwarna putih, tapi wajah nya masih terlihat segar dan bijaksana.
Dia terlihat sedang duduk seperti lotus, penampilan nya sekarang terlihat begitu berwibawa, tenang, dan bijaksana.
Tong
Suara lonceng terdengar menggema di tempat itu
Pria tua yang sedari tadi menutup mata nya perlahan mulai membuka mata, dia juga meraih tongkat kayu yang sedari tadi berdiri di samping nya tanpa perlu ada yang memegangi nya.
" Guru!"
Dua orang pria dewasa menyapa pria paruh itu dengan sopan dan hormat.
" Duduklah."
" Guru apa yang terjadi?"
" Ya, sudah puluhan tahun lonceng itu tidak berbunyi, tapi sekarang berbunyi dengan sangat nyaring?"
Keduanya saling mengajukan pertanyaan satu persatu.
" Amitabha..."
" Sebentar lagi pertumpahan darah akan terjadi, akan ada banyak nyawa yang meninggal."
" Apakah perang akan segera pecah!"
" Benar, perang yang melibatkan tiga ras sekaligus. Jika perang ini berlangsung lama dampak nya akan buruk bagi dunia manusia" ucap nya lirih
" Jika begitu kita tidak bisa diam saja..."
" Benar guru, jika ras dewa dan iblis bertarung di alam fana ini yang ada akan banyak korban berjatuhan dari pihak manusia."
Pria tua yang mereka panggil guru tidak lagi mengatakan apapun, dia hanya terdiam sambil menatap tongkat yang di genggam nya, lalu beralih keluar tepat menatap langit biru yang begitu indah.
" Dunia ini penuh misteri... Takdir yang akan menentukan akhir dunia ini" ucap nya seakan sedang membahas teka-teki yang sulit mereka pecahkan.
" Tang Bawalah beberapa anggota kita dan pergilah bantu pangeran Lian Jiazhen, sedangkan Jing Bawa anggota yang tersisa dan ungsikan para warga yang dekat dari tempat Medan perang, bawa para warga ke tempat yang aman."
" Guru! apa kita perlu meminta bantuan sekte lain nya?"
" Ya, kabarkan masalah ini pada sekte-sekte lain agar mereka bersiap pada kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi."
" Baik guru."
_____________________________________________
__ADS_1
Saat ini kekaisaran Lian sedang dalam tingkat waspada tinggi, sekte cahaya kebenaran baru saja mengirimkan pesan pada setiap sekte yang ada di kekaisaran Lian. semua sekte-sekte itu mendapat satu pesan yang sama yaitu akan perang berdarah yang akan datang dalam waktu dekat, di dalam pesan hanya mengatakan untuk para anggota sekte membantu mengevakuasi warga di saat perang berlangsung, tapi tidak ada waktu kapan perang akan terjadi. meski begitu semua pemimpin sekte atau organisasi tertentu dapat menebak perang itu, perang antara kekaisaran Lian dan kekaisaran Zhu.
Berbeda dengan para pemimpin itu para warga biasa masih melakukan aktivitas mereka seperti biasa, entah itu bekerja, bermain atau lainnya. Tanpa mengetahui hal besar apa yang sebentar lagi akan menimpa mereka.
" Yang Mulia semua nya telah siap."
" bagaimana dengan pasukan lawan?" ucap Lian Jiazhen dengan serius
" pasukan lawan juga telah berada di tempat nya, saat genderang perang di bunyikan pasukan kita dan lawan akan bertemu."
" lakukan seperti rencana yang sudah di bahas"
" baik Yang Mulia."
" Jenderal Hu "
" Hamba, Yang Mulia"
" lawan kita sekarang bukan hanya sekumpulan manusia biasa, tapi kita akan melawan ras iblis. Jadi serahkan kaisar Zhu pada saudara ipar ku dan orang-orang nya, hanya dia yang dapat melawan nya untuk saat ini"
" kalian tenang saja... saat iblis itu muncul senior dewa naga dan dewa mabuk juga akan segera datang membantu kita"
" baik, Yang Mulia"
Dung
Dung
suara genderang perang yang di bunyikan membuat suasana tempat itu menjadi begitu berbeda, suasana nya seperti sedang berada di tengah badai bersalju.
" seraaang...."
Pasukan pertama berlari menyerbu Medan perang terlebih dahulu dengan semangat yang membara, lawan pun tidak tinggal diam dan segera mengirim pasukan nya untuk menghadapi pasukan kekaisaran Lian.
" Saudara Li apa kau telah mengetahui keberadaan kaisar Zhu sekarang?" tanya Lian Jiazhen, namun dia tidak menoleh pada Li Hongli yang berada di samping nya, tatapan nya masih terfokus kearah depan dimana perang sudah berlangsung.
" Ya, namun orang itu seperti nya masih ingin bersembunyi dari ku." ucap Li Hongli sambil tersenyum tipis.
" Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang. apakah hanya menunggu diam saja" ucap saudara kelima tuan Hui dengan nada tidak senang.
" diamlah saudara kelima" ucap tuan Hui dengan menatap tajam dia, membuat nya tidak lagi berani bersuara begitu pun dengan saudara nya yang lain.
Trank
Think
suara benturan senjata terdengar begitu nyaring di Medan perang, bahkan suara ledakan begitu memenuhi tempat itu.
dhuar
satu persatu nyawa manusia mati terbunuh, darah mulai berceceran dimana-mana.
" minta pasukan kedua untuk ikut membantu."
__ADS_1
" baik."
" Paman Shang siapkan pasukan, sebentar lagi musuh yang harus kita lawan akan muncul!" seru Li Hongli pada Raja petir.
" baik."
" Aku sebenarnya ingin bertanya pada mu, musuh apa yang mengharuskan anggota sekte-sekte besar yang melawan nya, kau bahkan tidak membiarkan pasukan kekaisaran membantu mereka, padahal pasukan itu ayahanda berikan pada mu. Tapi kau malah membiarkan mereka membantu Gege Jiazhen melawan pasukan pertahanan." ujar Lian Yu dengan bingung.
Sebenarnya hal ini telah di bahas sebelumnya, Li Hongli telah menyerahkan kepemimpinan pasukan kekaisaran yang diberikan oleh kaisar Zhu pada Lian Jiazhen. Dan dia hanya akan memimpin pasukan yang beranggotakan dari sekte-sekte yang memang ikut dalam perang ini.
Saat di tanya untuk apa dia melakukan nya, Li Hongli hanya membalas.
" Ada sebuah pasukan yang akan sulit bagi para prajurit kekaisaran Lian menghadapi nya, aku sendiri ragu anggota sekte yang datang dapat menghadapi nya. Namun itu lebih baik untuk mengurangi korban jiwa yang akan terus berjatuhan."
Jawaban nya itu membuat Lian Yu kesal, jadi dia pun kembali bertanya terus menerus agar Li Hongli mengatakan kebenaran nya, tapi bukan nya mengatakan kebenaran nya pemuda itu malah membuat nya semakin penasaran.
" Kau akan mengetahui nya nanti."
hanya itu kalimat yang di ucapkan nya, dan tindakan nya itu membuat nya lebih penasaran lagi, juga membuat nya sangat kesal.
" Paman Shang atur pasukan untuk pergi ke arah Utara, timur, dan barat. dan segeralah pergi, jangan biarkan mereka sampai ke tengah Medan perang, karena jika tidak akan sangat berbahaya."
" Lalu bagaimana dengan arah selatan?"
" itu akan menjadi urusan ku"
" baik"
" Gege, Li Ge. Aku akan ikut dengan paman Shang." ucap Yueyin
" baik, berhati-hatilah."
" mm.."
" kalian tetap di sini, jangan biarkan pasukan musuh menembus pertahanan kita!"
" serahkan saja di sini pada kami"
" Ya."
" Tunggu saudara Li, biarkan aku dan saudara ku ikut dengan mu."
" boleh saja, tapi minta sebagian dari saudara mu untuk membantu di Utara, timur, dan barat juga."
" heh.. kenapa kami harus mengikuti perintah mu."
" Terserah kalian mau menuruti atau tidak, tapi di sana mungkin saja ada petunjuk apa yang kalian cari. lagi pula musuh di sana akan lebih sulit di hadapi oleh mereka yang hanya manusia" ujar Li Hongli
perkataan Li Hongli tersebut membuat mereka paham maksud tersembunyi yang ingin dia katakan, mereka pun saling pandang untuk menentukan keputusan apa yang mereka ambil.
" aku tidak punya waktu untuk menunggu kalian membuat keputusan..." baru saja Li Hongli akan pergi, tuan Hui segera berkata.
" baiklah, kami setuju."
__ADS_1
" hmm..."