
Di sisi lain Xiang juga mencoba memasuki segel yang telah Li Hongli ciptakan di tempat tersebut, namun karena tingkat Kultivasi nya yang masih lemah ia tidak bisa menerobos paksa tempat itu, apa lagi jika tuan nya melarang nya.
Beberapa detik kemudian burung Phoenix itu merasakan segel yang tuan nya ciptakan mulai menghilang, ia pun segera terbang menghampiri Li Hongli dan Yueyin.
Tanpa sepengetahuan Xiang, Lien Hua sedari tadi memperhatikan burung kenari kecil itu, menurut nya burung itu sangat imut, rasa nya ia ingin memelihara burung seperti itu.
Namun ia merasa aneh dengan apa yang di lakukan burung kecil itu, sedari tadi burung itu terus mencoba masuk ketempat yang telah tersegel itu, meski sering terpental kembali, burung itu tidak menyerah sampai akhir burung itu berhasil terbang menuju tempat orang orang itu.
" Saudari Xionglue lihat burung itu bisa terbang kesana!" Seru Lien Hua menunjuk pada Xiang
Dengan cepat Xia Xionglue menatap burung itu, begitu pun dengan paman Dunrui, apa yang di lakukan burung itu tentu saja mengejutkan Xia Xionglue yang sudah mencoba memasuki tempat itu.
" Saudari Xionglue kau mau kemana?" Tahan Lien Hua yang melihat saudari nya ingin pergi
" Tentu saja membantu mereka berdua!" Seru Xia Xionglue
" Tapi..."
" Tenanglah" ucap Xia Xionglue
Xia Xionglue dengan perlahan berjalan kearah Li Hongli dan Yueyin, dia cukup terkejut saat ia tidak lagi mendapatkan serangan balik di tempat ia tadi terpental.
" Saudari Xionglue apakah berhasil!" Seru Lien Hua
" Kemarilah, seperti nya segel itu telah menghilang" seru Xia Xionglue
Paman Dunrui dan Lien Hua pun mengikuti Xia Xionglue.
" Astaga tuan muda, ada apa dengan mu!!!" Seru paman Dunrui kaget, meski ia melihat semua pertarungan itu tapi beberapa ia tidak bisa melihat nya dengan jelas karena terhalang oleh kabut warna hitam.
" Paman bisa kau tolong memapah ku, sampai ke kediaman mu!" Seru Li Hongli lirih
" Tentu, tentu saja bisa tuan muda" seru Paman Dunrui
" Aku akan membantu paman memapah mu" seru Xia Xionglue
" Tidak perlu, kau bantu papah Yin saja" seru Li Hongli dengan lirih
" Tapi...." Sebelum Xia Xionglue menyelesaikan perkataan nya, Yueyin pun terjatuh pingsan, untung nya di samping nya ada Lien Hua sehingga gadis itu menangkap tubuh Yueyin.
Meski Lien Hua selalu terlihat tidak menyukai gadis yang pingsan ini, tapi sebagai orang aliran putih mana mungkin dia tidak menolong orang yang sedang membutuhkan.
" Saudari Xionglue, tolong bantu aku!!!" Seru Lien Hua
" Baik" jawab Xia Xionglue.
Li Hongli dan rombongan nya telah pergi, namun burung Phoenix itu masih diam memperhatikan kondisi sisa sisa tempat pertarungan.
" Iblis" gumam Xiang terkejut.
" Bagaimana ras iblis dapat memasuki dunia kecil ini, atau jangan-jangan..." Xiang tidak berani melanjutkan perkataannya, jika dugaan nya benar dunia ini akan segera mengalami masa yang krisis.
_____________________________________________
Di kediaman paman Dunrui
__ADS_1
Paman Dunrui segera menyuruh pelayan nya untuk memanggil tabib.
" Tabib akhir nya kau datang juga!" Seru paman Dunrui terlihat sangat cemas
" Salam kepala desa, ada yang bisa saya bantu!" Seru tabib itu
" Cepat masuk dan periksa pemuda di dalam kamar" seru paman Dunrui. memang sekarang paman Dunrui sedang menunggu di luar kamar, sedangkan Lien Hua dan Xia Xionglue sedang menjaga Yueyin.
Baru saja masuk tabib yang di panggil paman Dunrui telah keluar kembali.
" Tabib kenapa kau cepat sekali keluar, apa tuan muda baik baik saja?" Tanya paman Dunrui secara beruntun
" Maaf kepala desa, pemuda yang ada di dalam meminta saya untuk memeriksa seorang gadis terlebih dahulu, Sebelum mengetahui keadaan gadis itu dia tidak ingin di periksa" ucap tabib tersebut dengan tangan gemetar.
Ia ingat saat memasuki kamar pemuda itu, awal nya ia memaksa pemuda itu untuk ia periksa terlebih dahulu, karena melihat kondisi nya yang sangat mengenaskan juga melihat kepala desa yang begitu menghawatirkan pemuda itu, membuat ia yakin pemuda itu bukan pemuda biasa.
Tapi saat pemuda itu berbicara dengan dingin dan menatap nya dengan tajam seluruh tubuh nya seakan gemetar ketakutan, mata yang ia lihat dari pemuda itu sedalam samudra yang luas dan tanpa ujung.
" Baik, ayo ikut saya tabib!" Tabib itu bernafas dengan lega saat kepala desa tidak marah sedikit pun pada nya.
Mereka berdua pun sampai disebuah kamar, kamar ini berada di samping kamar Li Hongli, sehingga mereka sampai dengan cepat.
Krieettt
Lien Hua dan Xia Xionglue menatap pintu yang akan terbuka menunggu siapa yang akan masuk kedalamnya, ternyata kepala desa dan seorang pria paruh baya yang tidak ia kenal.
" Tabib, gadis itu yang perlu kau periksa keadaan nya" seru kepala desa menunjuk Yueyin yang sedang berbaring
" Baik" tabib itu dengan tenang memeriksa pergelangan tangan gadis di depan nya, tapi tiba-tiba tubuh nya membeku saat merasakan aura yang seakan menindasnya, punggung nya terasa sangat dingin.
" Siapa itu?" Tanya tabib itu, berbalik mencari sumber dimana suara itu berasal.
Kepala desa, Lien Hua, dan Xia Xionglue yang melihat ada yang aneh dengan tabib tersebut merasa heran.
" Ada apa tabib, apakah semua nya baik baik saja?" Tanya paman Dunrui
" Apa kalian tidak mendengar suara itu!" Seru tabib itu
" Suara? Suara apa! Tidak ada suara apapun" seru Lien Hua
" Mereka tidak akan mendengar suara ku, patuh saja apa yang ku perintahkan" seru suara itu lagi, membuat tabib itu hanya dengan patuh mengiyakan di dalam hati nya.
" Bagiamana aku bisa memeriksa gadis ini tanpa menyentuh nya!" Batin tabib itu dengan bingung
" Tabib ada apa dengan mu, cepat periksa dia!" Seru Lien Hua tidak sabar saat melihat tabib itu seperti bingung akan sesuatu.
" Baik-baik"
Tabib itu perlahan memeriksa tangan Yueyin dengan hanya dua jari saja dengan hati hati, saat tabib itu akan memeriksa mata Yueyin, suara itu kembali terdengar dan mengancam nya.
Membuat ia dengan cepat melakukan pemeriksaan pada gadis yang berbaring di depan nya.
" Apakah dia baik baik saja?" Tanya Xia Xionglue dengan tenang
" Nona itu baik baik saja, dia hanya butuh istirahat saja, aku akan siapkan obat untuk nya" seru tabib itu
__ADS_1
" baik, tabib mari sekarang kua memeriksa tuan muda" seru paman Dunrui
" Paman apa tabib belum memeriksa dia?" Tanya Xia Xionglue terkejut
" Kenapa begitu? Bukankah kondisi tuan muda itu sangat parah, tapi kenapa tabib itu tidak memeriksa nya terlebih dahulu" seru Lien Hua heran
" Tuan muda sendiri yang meminta tabib untuk memeriksa nona Yin terlebih dahulu, sebelum memeriksa nya" jawab paman Dunrui
" baik, mari kepala desa" ucap tabib itu
Kepala desa dan tabib itu keluar dari kamar Yueyin menuju kamar Li Hongli.
Li Hongli yang sedang mencoba memulihkan kondisi nya langsung menghentikan kegiatan nya setelah merasakan akan ada yang mendekati kamar nya.
Tok
Tok
Tok
" Tuan muda boleh kami masuk!"
" Masuk"
Krieettt
" Tuan muda, tabib telah memeriksa nona Yin, sekarang biarkan dia untuk memeriksa kondisi mu!" Seru paman Dunrui
" Baik" seru Li Hongli
tabib itu sedikit tertegun mendengar suara pemuda di depan nya, suara nya sangat mirip dengan suara orang misterius yang meminta nya memeriksa pasien nya tanpa menyentuh orang nya, namun ia mengesampingkan tentang tadi, sekarang ada yang lebih penting.
Seharusnya Li Hongli tidak pelru melakukan pemeriksaan ini, dia sendiri seorang tabib bahkan dia adalah seorang alkemis, dia bisa mengobati dirinya sendiri dengan mudah, lagipula didalam cincin penyimpanan nya masih banyak pil penyembuh dan pil lain nya yang membantu dalam proses pemulihan nya.
Namun ia tidak ingin menolak kebaikan paman Dunrui yang ingin membantu nya, meski bagaimanapun ia masih menghormati kebaikan paman Dunrui.
Tabib memeriksa kondisi Li Hongli dengan cepat, namun dalam pemeriksaan yang ia lakukan kadang ia mengerutkan kening nya.
" Ada apa tabib, apakah tuan muda baik baik saja?" Tanya paman Dunrui
" Ini aneh! Dilihat dari kondisi nya seharusnya dia terluka sangat parah, tapi tidak ada yang serius dengan nya hanya luka ringan saja yang dia alami" seru tabib itu dengan heran
" Apa kau yakin tabib?"
" Itulah hasil pemeriksaan saya kepala desa, sekiranya anda tidak percaya, anda dapat memanggil tabib yang lain"
" Tidak perlu di desa ini kaulah tabib paling hebat, tabib mana lagi yang bisa ku panggil jika kau saja sudah mengatakan itu" ujar paman Dunrui
" Baiklah, saya permisi kepala desa" seru tabib itu
" Mari saya antar tabib" seru paman Dunrui
" Tuan muda bisa istirahat sekarang, pelayan akan mengantarkan makanan untuk anda nanti!" Seru paman Dunrui sebelum keluar.
" Hmm"
__ADS_1