
Sedangkan di tempat lain
Yelu, Ying Liang dan Ying Yue sudah Mendapatkan banyak luka luar maupun dalam, dalam pertempuran tersebut mereka sangat menderita, walau pun mereka mencoba menghindari setiap serangan dari lawan nya sebaik mungkin, mereka masih menerima beberapa serangan dari lawan nya.
Perbedaan Kultivasi mereka yang terlalu jauh di tambah mereka sudah sangat kelelahan karena melawan dua orang yang tingkat Kultivasi nya sangat jauh dengan mereka. membuat Yelu, Ying Liang dan Ying Yue hampir menyerah.
Jika bukan karena latihan yang di berikan Li Hongli, mungkin mereka bertiga tidak akan bisa bertahan walau pun untuk 15 menit.
Walau pun dalam kondisi yang krisis seperti ini mereka masih sempat sempat nya memikirkan kebaikan yang Li Hongli lakukan pada mereka, meski Li Hongli selalu bersikap dingin tapi mereka juga menyadari ada kekosongan di mata gelap Li Hongli yang membuat sikap nya seperti itu, pikir mereka.
Tiba-tiba saja ada sebuah tebasan pedang yang langsung mengarah ke punggung Ying Yue.
" Awaas Meimei" ucap Ying Liang lirih, ia sudah tidak memiliki kekuatan lagi untuk bergerak.
namun tepat ketika tebasan itu akan mengenai nya, Yelu sudah menghalangi nya dengan punggung nya sendiri dan hanya tersenyum pada Ying Yue.
Yelu yang sudah tidak memiliki kekuatan lagi untuk menahan serangan itu, hanya bisa menggunakan punggung nya sendiri sebagai perisai.
Ying Liang apa lagi Ying Yue yang melihat Yelu menahan tebasan pedang untuk nya, membuat hati nya menjadi bergetar, namun ketika itu juga ia sangat marah, sehingga dengan sisa tenaga nya ia ingin maju melawan kedua orang itu, tapi ada tangan yang menghentikan tindakan nya.
" Hentikan Meimei" lirih Ying Liang saat berhasil menggapai tangan Ying Yue.
" Tapi Gege mereka sudah sangat keterlaluan...hiks..hiks" ucap Ying Yue sambil menahan tangis nya.
" Tidak Meimei kita harus menghentikan pendarahan pada saudara Yelu terlebih dahulu" ujar Ying Liang lirih
Mendengar itu Ying Yue hampir saja melupakan tentang kondisi Yelu, dengan segera ia melihat Yelu dan memangku kepala nya.
" Hiks... Kenapa kau melakukan ini" ucap Ying Yue
" Saudara apakah kau baik-baik saja" tanya Ying Liang lirih
" Saudari Yue kau tidak boleh cengeng, tuan sa-ngat tidak menyukai nya" ujar Yelu terbata-bata sambil perlahan menghapus Air mata yang keluar dari mata Ying Yue dengan tangan nya.
" Saudara Liang kau bawalah Ying Yue lari dari sini, kau tidak harus mempertaruhkan nyawa mu demi aku dan tuan" lanjut Yelu
Ying Liang berkata dengan marah " Saudara Yelu apa kau memandang rendah diri ku, kita adalah saudara, lagi pula kami telah bersumpah untuk selalu mengabdi pada tuan, hidup dan mati kami hanya milik tuan, jadi kau tidak berhak menyuruh ku pergi bersama Ying Yue"
Yelu tertawa kecil mendengar itu " hahaha.... Tuan memang tidak pernah salah dalam menilai sesuatu, maka sebaik nya khuk... Kalian bersiap siap untuk mati"
__ADS_1
" Walau pun aku mati sekarang, aku tidak pernah menyesali nya, tuan sudah memperlakukan ku dan adik ku dengan sangat baik" ujar Ying Liang
" Hiks... Apa yang Gege ku katakan benar bahkan kekuatan yang kami miliki adalah pemberian dari tuan dan jika kami mati hanya untuk nya" ujar Ying Yue menambahkan
Mendengar perbincangan mereka, hanya membuat kedua orang berpakaian hitam bertambah kesal dan berkata dengan dingin, " Apakah itu perkataan terakhir kalian? Maka dengan senang hati kami akan mengabulkan nya"
Setelah mengatakan itu dia pun melangkah maju kearah depan dan hendak mengakhiri hidup Ying Liang, Ying Yue dan Yelu.
Salah satu dari mereka mengangkat pedang dan mengarahkan nya langsung pada leher Ying Liang, lalu ia melakukan sebuah tebasan yang mengarah langsung pada leher Ying Liang.
Ying Liang, Ying Yue dan Yelu yang sudah tidak memiliki kekuatan yang tersisa, hanya bisa pasrah menerima serangan tersebut.
Namun saat jarak antara pedang dan leher Ying Liang tinggal beberapa centimeter lagi.
Wsuhss
Tiba-tiba ada Aura yang menekan kedua orang berpakaian hitam itu hingga membuat mereka berlutut
" Maafkan atas keterlambatan ku"
Kemunculan Li Hongli mengejutkan semua orang terutama kedua orang berpakaian hitam, mereka yang paling merasakan tekanan Aura yang Li Hongli lepaskan hingga membuat mereka harus berlutut.
Li Hongli perlahan berjalan mendekat ke tempat di mana Ying Liang, Ying Yue, dan Yelu berada. Setiap langkah yang dia ambil memberikan tekanan yang sangat mengerikan pada lawan nya, tanpa sadar Li Hongli sudah berada di depan Ying Liang, Ying Yue, dan Yelu.
" Maafkan aku membuat kalian menderita, sekarang kalian bisa beristirahat dan biarkan aku yang mengurus mereka" ujar Li Hongli tersenyum tipis
Setelah mendengar itu mereka bertiga melepaskan beban di hati nya, karena terlalu lelah akhir nya mereka pun pingsan.
Setelah melihat Li Hongli mereka bertiga pingsan, ekspresi wajah Li Hongli bertambah dingin, bahkan aura Li Hongli tambah menakutkan lagi.
Aura Li Hongli membuat jiwa kedua orang berpakaian hitam bergetar ketakutan, bahkan Aura nya membuat mereka tidak dapat bergerak.
Li Hongli menatap kedua orang di depan nya dengan tenang, namun ketenangan itu hanya membuat kedua orang itu merinding ketakutan, dari dasar hati yang paling dalam mereka menyesal karena sudah memprovokasi orang yang salah.
Pembunuh bayaran adalah profesi yang selalu mengambil nyawa target nya, dan selalu berdampingan dengan kematian, sehingga mereka tidak takut mati, namun sekarang mereka menyesal karena mengikuti misi kali ini, sehingga membuat mereka harus berhadapan dengan pemuda di depan nya.
Di bawah tekanan Li Hongli mereka bahkan tidak bisa membayangkan kematian yang singkat.
Li Hongli mendekati salah satu orang yang telah melukai Yelu, setelah itu ....
__ADS_1
Slashh....
" Akhhh..."
Li Hongli memotong salah satu tangan orang yang telah melukai Yelu.
" Kau..." Orang itu berteriak kesakitan sambil menatap Li Hongli dengan marah.
Melihat orang yang telah ia potong tangan nya marah, Li Hongli hanya berkata dengan acuh" Ada apa, bukankah tangan itu yang telah melukai orang orang ku"
Ekspresi Li Hongli tiba-tiba saja berubah dari tadi nya datar sekarang dia tersenyum pada kedua orang itu.
Walau pun mereka melihat Li Hongli tersenyum, bagi kedua orang itu terlihat sangat menakutkan.
Li Hongli tersenyum misterius dan berkata " Aku tidak menyangka kalian sangat lemah, tapi aku harus tetap berterimakasih pada kalian karena telah melatih mereka bertiga"
" Tapi sekarang kalian harus menerima akibat dari perbuatan kalian yang telah berani melukai saudara ku" lanjut Li Hongli
" Kau.... Nak lebih baik kau melepaskan kami, ji-jika tidak ketua dan rekan rekan kami yang lain nya tidak akan mengampuni mu" ujar salah satu orang berpakaian hitam itu.
" Ouhh... Apa maksud mu orang orang yang mengepung kereta mewah itu.... Ck, ck sayang sekali mereka semua telah ku bunuh" ucap Li Hongli pura pura menyayangkan tindakan nya.
" Kau... Tidak mungkin, ka-kau akan di buru oleh organisasi pembunuh bayaran jika membunuh kami semua" ucap nya setengah tidak percaya dengan ucapan Li Hongli
" Ck, kalian ternyata sama saja, hanya bisa mengancam dengan latar belakang yang berada di belakang kalian saat nyawa kalian sedang terancam, tapi apa kau tau...." Jeda Li Hongli
" Aku tidak peduli akan semua omong kosong kalian, jika mereka memburu ku bukankah aku hanya perlu membunuh mereka" lanjutnya acuh tak acuh
Kedua orang itu tidak tau harus menangis atau tertawa mendengar perkataan Li Hongli yang sangat percaya diri di hadapan mereka. Walau pun mereka menganggap perkataan Li Hongli hanya omong kosong namun setiap kata kata nya terdengar sangat meyakinkan.
"Sekarang kalian bisa menyusul teman teman kalian ke neraka" seru Li Hongli
Setelah mengatakan itu Li Hongli menghilang dari tempat nya dan muncul Kembali di hadapan salah satu orang berpakaian hitam, dan...
Slashh....
Li Hongli memotong tubuh orang itu menjadi dua menggunakan pedang nya. Li Hongli lalu mendekati satu orang lain nya yang tersisa.
Melihat apa yang telah Li Hongli lakukan pada rekan nya membuat ia merinding ketakutan, tapi dia tidak bisa ke mana mana bahkan ingin lari pun ia tidak bisa karena Aura milik Li Hongli masih menekan nya membuat nya tidak bisa bergerak sedikit pun" Apa yang kau lakukan, ja-jangan men...."
__ADS_1
Sebelum orang itu menyelesaikan ucapan nya Li Hongli terlebih dahulu memotong tubuh nya menjadi dua, darah segar mengotori pakaian dan pedang yang Li Hongli pakai.
Li Hongli membersihan pakaian dan pedang nya menggunakan elemen air dan angin nya.