Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta

Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta
Episode 106. Gerbang Kota Huanxi


__ADS_3

Saat ini Li Hongli, Yueyin, Yelu, Ying Liang, Ying Yue dan tentunya Lan, Xiang, Lixue sudah sampai digerbang kota Huanxi, mereka telah melakukan perjalanan dua hari penuh, sehingga mereka sampai di kota Huanxi pada siang hari.


Lan, Xiang, dan Lixue tidak dapat dilihat oleh orang orang di sana karena Lixue menggunakan ilusinya untuk menyembunyikan keberadaan mereka.


Dan ketika mereka sampai di gerbang kota Huanxi, mereka melihat banyak orang yang sedang mengantri, baik yang berjalan kaki mau pun menggunakan kereta, mereka semua berkumpul di kota Huanxi dengan tujuan yang sama yaitu turnamen tahunan. Antrian begitu panjang dan hanya setelah menunggu selama beberapa jam akhir nya sekarang giliran Li Hongli dan kelompok nya.


" Apa tujuan kalian ke kota ini" ujar penjaga gerbang yang menghadang Li Hongli


" Kami datang untuk mengikuti turnamen tahunan" jawab Li Hongli


" Baiklah, kalian harus bayar 1000 koin perak perorang" ucap penjaga itu dengan acuh


Mendengar itu Yelu mengerutkan kening nya, lalu Ying Liang berkata dengan kesal, " apa kau sedang merampok, bahkan pada hari biasa nya hanya akan memakan 5 koin perak untuk pejalan kaki dan 50 untuk para pedagang, tapi sekarang kau meminta 1000 koin perak perorang pada kami? Apa kau sudah gila"


Penjaga itu mendengus dengan kesal " Hmmm... Jika kau tidak sanggup membayar maka enyahlah, tempat ini sudah penuh dan tidak sembarangan orang bisa masuk"


" Kauu..." Tunjuk Ying Liang dengan kesal


Namun sebelum Ying Liang selesai bicara datanglah sebuah kereta yang sangat mewah dari dalam gerbang, yang di kendarai oleh kuda berwarna hitam dan yang membawa kereta itu sangat Li Hongli, Yelu, Ying Liang, dan Ying Yue kenali dia adalah jendral Weiheng.


Para penjaga yang mengetahui siapa orang yang sedang berbicara itu pun langsung berlutut.


" Hormat pada Jendral Weiheng"


" Ada apa ini" tanya Jendral Weiheng karena saat ia sedang melewati gerbang ibukota, dia melihat ada keributan di sana dan melaporkan nya pada orang yang berada di dalam kereta, orang itu pun menyuruh nya untuk mencari tahu ada masalah apa di tempat itu.


dengan sopan salah satu penjaga berkata, " Jendral para pemuda itu tidak bisa membayar biaya masuk, mereka malah membuat keributan di sini"


" He.... Apa maksud mu kau yang mencoba ingin memeras kami" ujar Ying Liang dengan marah


" Jendral jangan dengarkan omong kosong pemuda miskin itu" seru penjaga itu


" Diam... Saya tidak meminta mu untuk berbicara" ujar Jendral Weiheng

__ADS_1


" Maafkan saya Jendral"


Jendral Weiheng sama sekali tidak mengenali salah satu dari pemuda itu karena Li Hongli, Yelu memutuskan untuk memakai topi jerami sehingga wajah mereka tertutupi oleh topi itu, berbeda dengan Ying Liang yang tidak memakai penutup kepala apa pun sehingga wajah tampan nya terlihat oleh banyak orang.


Sebenarnya sedang tadi banyak gadis gadis yang kadang mencuri curi pandang pada Ying Liang, Ying Liang sendiri hanya acuh walau pun ia mengetahui nya.


Tapi saat Jendral Weiheng melihat pemuda yang tadi berbicara ia seperti tidak asing dengan wajah nya, hanya saja ia lupa di mana pernah melihat wajah itu. Sebenarnya selama lima bulan mereka berlatih banyak perubahan yang terjadi pada mereka seperti fisik dan wajah mereka yang lebih rupawan lagi di banding sebelum nya karena itulah Jendral Weiheng tidak langsung mengenali Ying Liang meski melihat wajah nya langsung.


" Ada masalah apa ini" ujar seseorang yang baru keluar dari dalam kereta


" Hormat pangeran mahkota" seru Jendral Weiheng dan yang lain nya bahkan orang orang yang sedang mengantri pun langsung memberi hormat pada pemuda yang baru keluar dari kereta tersebut. Kecuali rombongan Li Hongli mereka hanya menundukkan kepala nya sebentar setelah itu kembali menegakkan kepala nya lagi.


Melihat apa yang di lakukan oleh rombongan yang baru saja ingin ia peras, membuat penjaga itu tersenyum sinis.


" Maaf pangeran jika hamba lancang, lihat lah mereka bahkan tidak sedikit pun memberi hormat pada anda" ujar penjaga itu memprovokasi.


Saat Jendral Weiheng ingin bertindak dan menghukum orang orang yang tidak menghormati tuan nya, pangeran Xin terlebih dahulu mencegah nya.


Saat mendengar ucapan penjaga itu tadi nya Ying Liang ingin sekali memukul kepala penjaga itu, jika saja Li Hongli tidak menghentikan nya.


Pangeran Xin atau Xin Zhuo melihat rombongan orang yang tidak memberi hormat padanya sedikit pun, ia merasa heran bukan heran karena melihat mereka tidak memberikan hormat pada nya, ia hanya merasa heran karena ia merasa mengenal rombongan itu, tapi karena mereka memakai penutup kepala Membuat nya tidak bisa melihat wajah mereka.


Saat ia melihat Ying Liang ia semakin merasa yakin mengenal rombongan pemuda itu, tapi ia lupa di mana ia pernah melihat wajah Ying Liang, namun saat ia melihat salah satu rambut milik pemuda itu yang berwarna emas ia merasa semakin yakin rombongan itu adalah rombongan orang yang sangat ia kenali.


" Rambut emas, hanya satu orang yang memiliki rambut itu dia adalah...." Batin Xin Zhuo


" Sekarang jelaskan ada masalah apa ini"


" Pangeran mereka tidak bisa membayar biaya masuk ke kota ini dan membuat keributan, tolong pangeran hukum mereka" ucap penjaga itu berpura pura bahwa kelompok Li Hongli lah yang bersalah. Dan dia diam-diam tersenyum mendengar ucapan Xin Zhuo selanjutnya.


" Apa yang di katakan nya itu benar? kalian bisa mendapatkan hukuman jika di antara kalian ada yang berbohong" sebenarnya ia berbicara seperti itu bukan hanya untuk rombongan Li Hongli melainkan peringatan untuk para penjaga itu.


" Itu tidak benar pangeran dia ingin memeras kami dengan meminta 1000 keping perak untuk biaya masuk ke dalam kota" ujar Yelu

__ADS_1


" Benarkah itu?"


" Tidak pangeran itu tidak benar, hei jika kalian tidak bisa membayar, kalian tidak perlu memfitnah kami" ujar nya dengan tergesa-gesa karena takut kebohongan nya sampai terbongkar.


Xin Zhuo menghampiri salah satu pemuda itu, dia berhenti di hadapan pemuda yang berambut emas, " Apakah yang di katakan oleh penjaga itu benar saudara Li"


Sebenarnya para penjaga dan orang orang di sana mengira Xin Zhuo ingin memberikan pelajaran pada pemuda itu, tapi ucapan nya membuat banyak orang terkejut, dan juga bingung. Sama hal nya dengan Jendral Weiheng, karena ia sangat tahu hanya ada satu orang yang tuan nya panggil dengan nama itu.


" Apa jangan-jangan pemuda itu adalah...." Batin Jendral Weiheng


" Apa yang di katakan penjaga itu benar" ucapan Li Hongli membuat semua orang terkejut, dan membuat penjaga itu merasa di atas angin, tapi ucapan Li Hongli selanjutnya membuat rasa senang nya menjadi sirna.


" Dia tidak hanya meminta 1000 koin perak perorang pada kami, tapi ia juga mengatakan kota ini telah penuh dan kami tidak bisa masuk ke dalam kota apa lagi dengan pakaian yang kami kenakan sekarang." ujar Li Hongli acuh tak acuh


" Ti-tidak pangeran yang pemuda miskin itu katakan bohong"


" Kenapa kau tidak bertanya pada orang orang yang masih mengantri di sini, mana yang jujur dan yang berbohong. Dan kau potong saja lidah mereka jika mereka berani berbohong" ujar Yueyin menimpali ucapan Li Hongli


" Wah..... Tuan dan nona sungguh pasangan yang sangat sempurna" batin Ying Yue dengan kagum


" kau kemari.... Katakan yang jujur kejadian sebenarnya jika tidak aku akan memotong lidah mu itu" ucap Xin Zhuo pada seseorang yang sedang mengantri.


" Ba-baik pangeran......" orang itu pun menceritakan semua kejadian yang sebenarnya tanpa di kurangi atau di tambahkan sedikit pun oleh nya. Setelah mengetahui apa permasalahan nya Xin Zhuo menjadi sangat geram sehingga mendekati penjaga itu dan menendang nya dengan sangat keras hingga membuat penjaga itu terlempar cukup jauh dan memuntahkan beberapa teguk darah


BAMM


" Potong lidah dan satu tangan nya" perintah nya pada Jendral Weiheng


" Baik pangeran"


" Ini peringatan untuk kalian, jika kalian berani melakukan hal seperti apa yang di lakukan oleh penjaga itu, aku tidak akan segan untuk membunuh kalian" seru nya kesal


" Saudara Li, maaf atas kelancangan para penjaga itu, mari ikut aku kau dan rombongan mu tidak perlu membayar biaya masuk" ujar Xin Zhuo

__ADS_1


" Hmm" Li Hongli mengikuti Xin Zhuo yang di ikuti oleh yang lain nya.


__ADS_2