
Di salah satu bangunan tempat Patriak sekte pedang giok tinggal, sekarang telah kedatangan tetua yang ingin melaporkan masalah yang sedang di hadapi sekte pedang giok.
" Hormat pada Patriak" ucapnya
" Aku terima hormat mu tetua Shi, ada apa kau kemari tanpa memberi kabar terlebih dahulu?" Tanya Patriak yang begitu heran melihat salah satu tetua sekte datang menemui nya, sebelum nya tetua Shi tidak pernah datang ke tempat nya tanpa memberi kabar terlebih dahulu.
" Patriak ada masalah yang serius, sekte kita di serang oleh orang yang misterius....." Tetua Shi menjelaskan semua yang di beritahukan oleh murid sekte, dari tentang api aneh serta dua orang yang telah menyusup dan menyerang sekte pedang giok, juga tentang tetua Lui yang sedang menghadapi kedua penyusup itu.
" Tetua Shi apa kau bercanda, hanya dua orang saja kau perlu melaporkan hal ini pada ayah ku, apa kekuatan kalian telah melemah" cemooh seorang pemuda yang sedang duduk di dekat orang yang tetua Shi sebut sebagai Patriak.
" Tuan muda, kadua orang itu bukanlah orang biasa, mereka berdua berhasil mengalahkan bahkan membunuh para murid serta guru di sekte kita" ujar tetua Shi dengan kesal
" Apaaa?? Benarkah yang kau katakan itu tetua Shi, lalu kenapa kedua orang hebat itu membuat kekacauan di sekte ku ini, apa anggota sekte pedang giok ada yang telah menyinggung mereka" seru Patriak dengan terkejut
" Ayah mungkin saja para tetua dan orang orang itu sedang mengarang cerita, mana mungkin ada dua orang yang bisa dengan mudah mengalahkan ratusan Kultivator" ujar pemuda itu dengan yakin
" Chen Zhun jika kau ingin sekte ini hancur aku tidak mempedulikan hal itu, namun Patriak kau adalah pemimpin sekte pedang giok apa pantas kau tetap diam, di saat anggota sekte mu sedang bertempur mempertahankan sekte ini" ucap tetua Shi marah sehingga tidak lagi menyebut pemuda itu dengan embel-embel tuan muda
Ya, pemuda dan juga Patriak sekte itu adalah Chen Zhun serta ayah nya.
" Lancang, aku adalah tuan muda sekte pedang giok ini, berani nya kau tidak hormat pada ku tetua Shi" seru Chen Zhun dengan marah
" Zhun'er hentikan.... Tetua Shi maafkan sikap kurang ajar yang di miliki oleh putra ku, dari pada kita tetap di sini, lebih baik kita segera bergegas ke sana untuk membantu para tetua yang lain nya" ujar Patriak sekte pedang giok
" Baik Patriak"
Mereka pun pergi menuju arena pelatihan para murid sekte pedang giok untuk melihat situasi yang ada di sana.
_____________________________________________
Di tempat pertempuran
__ADS_1
Semakin lama para anggota sekte pedang giok mulai banyak yang berkurang, entah itu para murid atau pun para guru.
Ketiga para tetua sekte pedang giok yang baru tiba di buat tercengang dengan situasi pertempuran, karena mereka melihat tempat itu bukan seperti sebuah pertempuran melainkan sebuah pembantaian.
Namun yang lebih membuat mereka tercengang adalah saat tahu penyebab dari pembantaian itu hanya di lakukan oleh dua orang yang usia nya masih muda, awal nya mereka bertiga mengira kedua orang itu adalah para Kultivator tua, jika mereka berdua adalah para Kultivator tua mereka dapat memaklumi nya, tapi jika sudah seperti ini mereka benar benar di buat tidak percaya hanya dengan dua orang anak muda dapat mengalahkan bahkan membunuh sebagian besar anggota sekte pedang giok.
Siapa kedua orang itu?
Pertanyaan itu lah yang sekarang ada di benak ketiga tetua.
Namun tetua Gong tiba-tiba tubuh nya terasa membeku saat ia merasa familiar dengan salah satu dari kedua orang itu, rambut emas yang di miliki pemuda itu terasa familiar untuk nya, kedua tetua yang merasa tetua Gong memiliki reaksi aneh tidak lama setelah melihat kedua orang itu pun menjadi bingung.
" Saudara Gong ada apa dengan mu, apa kau baik-baik saja" tanya salah satu tetua yang bernama tetua Lei
" Ahk.... Saudara Lei, aku merasa familiar dengan penampilan pemuda itu, seperti nya aku pernah melihat nya, namun aku tidak tahu di mana aku pernah melihat pemuda itu, warna rambut yang yang di miliki nya begitu mencolok tidak ada di kerajaan Xin ini yang memiliki rambut berwarna emas, tapi seperti nya aku pernah melihat pemuda itu!!" Seru nya tidak yakin
" Apa kau yakin pernah melihat pemuda itu saudara Gong, di mana?" Tanya tetua yang mudah sekali marah dia bernama tetua Guang
" Kau benar saudara Gong warna rambut milik pemuda itu sangat mencolok, namun bukan hanya pemuda itu, warna rambut perak yang di miliki oleh gadis itu pun tidak pernah ada di kerajaan Xin ini, siapa mereka sebenarnya?" ujar tetua Lei yang sedang memperhatikan pertarungan antara Yueyin dan tetua Lui yang terlihat seimbang.
Namun mereka tidak tahu pertarungan itu tidaklah seimbang, nyata nya Yueyin masih bertarung dengan santai dan tenang berbeda dengan tetua Lui yang sudah mengerahkan seluruh kekuatan nya hanya untuk menghadapi seorang gadis kecil yang awal nya ia anggap remeh.
" Saudara Gong, saudara Guang kita harus membantu para murid menghadapi pemuda itu, jika tidak akan semakin banyak korban yang berjatuhan dari pihak kita" seru tetua Lei
" Baik saudara"
Tap
Tap
Tap
__ADS_1
Namun saat mereka ingin bergerak membantu para anggota sekte yang lain nya terdengar langkah kaki dari arah belakang. Terdapat tiga orang yang baru saja tiba di tempat itu, mereka adalah Patriak sekte, tetua Shi dan Chen Zhun.
" Ayah itu dia, dia orang nya!"seru Chen Zhun nyaris berteriak saat melihat musuh lama nya.
Saat Chen Zhun mengatakan itu kelima orang yang berada dekat dengan nya langsung menatap nya penuh tanya, namun tidak dengan tetua Gong yang baru mengingat di mana dia pernah melihat wajah pemuda, dan ayah Chen Zhun yang sudah mengerti apa yang di maksud oleh putra nya.
" Ya, itu benar..... Pemuda itu adalah dia" seru tetua Gong dengan cukup keras hingga kelima orang di sana dapat mendengar suara nya
" Apa maksud mu saudara Gong, apa kau mengenal pemuda itu?" tanya tetua Guang
Sebelum tetua Gong menjawab nya, Patriak sekte terlebih dahulu berbicara " ohh.... Jadi pemuda itu yang telah berani melukai putra ku"
" Patriak apa Chen Zhun telah menyinggung orang yang salah dan kau malah membantu nya?" Ujar tetua Shi sambil menatap sinis pada Chen Zhun
" Apa maksud mu tetua Shi, apa kau menyalahkan ku.... Kau...."
" Hentikan perdebatan kalian, saudara Shi lebih baik kita membantu para murid dan anggota lain nya mengahadapi pemuda itu" ujar tetua Lei menengahi
" kau benar saudara Lei, dan akan lebih baik lagi jika kita bisa bernegosiasi dengan pemuda itu, dia seperti nya bukan pemuda biasa" usul tetua Shi
" Apa maksud kalian tidak ada negosiasi dengan nya, kita harus membunuh pemuda sialan itu.... Ayah kau harus membantu ku membalaskan dendam ku pada nya" ujar Chen Zhun
" Tenang saja Zhun'er aku akan membuat nya bertekuk lutut di hadapan mu"
" Patriak apa kau ingin menghancurkan Sekte pedang giok, sudah ku katakan pemuda itu bukanlah pemuda biasa, mungkin saja dia memiki latar belakang yang kuat, bermusuhan dengan nya itu tidak akan baik" ujar tetua Gong yang juga tidak menyukai ide Chen Zhun
" Lalu kenapa kalau begitu, jika mereka berdua mati di tempat ini tidak akan ada yang mengetahui nya" ujar Chen Zhun dengan sombong nya
" semua nya aku dan saudara Guang akan membantu anggota sekte yang lain nya terlebih dahulu" pamit tetua Lei
" Baik" jawab tetua Gong dan tetua Shi
__ADS_1
Wushss