
" Tidak ada yang bisa kita lakukan, hanya satu orang yang bisa menghentikan tuan, namun orang itu sekarang tidak sadarkan diri" ucap Xiang sambil menatap Yueyin.
Semua orang pun ikut menatap arah dimana burung Phoenix itu memalingkan kepala nya. Di sana ada seorang gadis yang sedang terbaring dengan luka luka yang sangat parah.
" Apa maksud mu, aku tidak percaya Yueyin yang dapat menghentikan Li Hongli, sedangkan paman Yuwen ayah nya sendiri tidak dapat melakukan itu" bantah Xin Jiao
" Kami tidak peduli kau percaya atau tidak" ucap Xiang dingin
" Jika Yueyin memang bisa menghentikan Li Hongli, maka aku pun pasti bisa menghentikan nya" ucap Xin Jiao yakin
" Jika kau ingin menambah kehancuran dan kemarahan tuan, maka lakukanlah itu" ucap Ying Liang lirih yang berada di punggung Lan.
Ucapan Ying Liang membuat Xin Jiao menundukkan kepala nya.
Xiang menatap Lan, begitu pun Lan, mereka saling menganggukkan kepala nya.
Setelah Lan menurunkan Ying Liang, Lan menjauhi tempat itu.
Wosh
Sinar yang sangat terang mengelilingi tubuh Lan, setelah itu dengan perlahan ia kembali kebentuk asal nya, serigala bulan. Tubuh nya yang sangat besar lebih besar dari seukuran beruang ada tanda bulan sabit di atas kepala nya, sebuah armor berwarna perak melapisi tubuh nya, inilah hasil dari pelatihan tertutup nya, meski ia belum bisa berbicara selayaknya manusia seperti Xiang, namun ia bisa mendapatkan kembali armor perang nya.
Xiang dan Lan melesat ke arah Li Hongli, mereka pun menghentikan pertarungan Li Hongli dan tetua Shang. Namun hal itu menambah kemarahan Li Hongli karena kedua binatang dewa ini berani mengganggu pertarungan nya.
" Berani sekali kalian mengganggu pertarungan ku.... Apakah kalian ingin mati" teriak Li Hongli penuh amarah.
" Tuan tolong tenanglah, kau akan menghancurkan seluruh dunia karena kemarahan mu" pinta Xiang
Wosh
Li Hongli tidak mempedulikan perkataan Xiang, Xiang kembali Li Hongli terbangkan dan menghantam sebuah gunung.
Lan yang berada di bawah melihat hal itu pun, mencoba untuk berbicara melalui telepati dengan Li Hongli.
" Tuan tenanglah, alam semesta ikut marah karena kemarahan mu, kau akan menghancurkan alam semesta ini" ujar Lan
" Hahahaha.... Tenang? kalian bilang tenang!!" Teriak Li Hongli dengan gila.
" Uhuk-uhuk" di tempat Yueyin, ia mulai menggerakkan Mulu mata nya, dan ingin membuka mata nya perlahan.
Mendengar ada yang batuk, sebagian orang yang ada di sana mengalihkan perhatian nya, terutama Li Yuwen yang tepat berada di samping Yueyin.
" Yueyin'er kau baik baik saja" ucap Li Yuwen senang melihat Yueyin yang mulai sadar.
" Di mana Li Hongli" hal yang pertama kali ia tanyakan adalah keberadaan Li Hongli.
" Itu....." Li Yuwen mengalihkan perhatian nya pada tempat di mana Li Hongli berada, Yueyin pun mengarahkan pandangan nya pada tempat yang Li Yuwen lihat.
Melihat ada Li Hongli di sana dengan memaksakan diri nya, Yueyin bangkit dari berbaring nya, ia juga kadang memuntahkan darah.
" Nak, kau mau kemana... Kondisi tubuh nya sangat parah, jika kau pergi akan memperburuk kondisi mu" tahan Li Yuwen
__ADS_1
" Energi Li Hongli sangat kacau, dia tidak akan mampu menahan energi di tubuh nya lagi, jika terus memaksakan diri nya, aku harus ke sana menghentikan kebodohan nya paman" ujar Yueyin bodoh.
" Pergi, pergi saja kau pun tidak dapat menghentikan apa yang sedang Li Hongli lakukan" ucap Xin Jiao
Wush
Sebelum Li Yuwen ingin kembali menghentikan Yueyin, gadis itu telah menghilang dari tempat nya.
Dengan memaksakan diri nya dan menggunakan seluruh kekuatan yang tersisa dalam diri nya, ia terbang dan menghampiri Li Hongli.
Saat itu Li Hongli akan menggunakan kekuatan nya untuk menyerang Lan.
" Hentikan.... Li Hongli berhenti" lirih Yueyin, namun masih dapat Li Hongli dengar.
Mendengar suara Yueyin, perlahan amarah yang Li Hongli rasakan mulai kembali tenang, Li Hongli pun melihat ke arah di mana suara itu berasal.
Wush
Li Hongli langsung terbang dengan cepat ke arah Yueyin, saat melihat gadis itu akan terjatuh dari ketinggian.
" Gadis bodoh, apa yang kau lakukan.... Sudah tahu sedang terluka parah masih saja memaksakan diri sendiri" seru Li Hongli sambil meneteskan air mata.
" Hehehe.... Bukankah aku sangat kuat, jangan menangis kau sangat jelek dengan Air mata itu, hentikan dan jangan bertarung lagi" seu Yueyin sebelum menutup mata nya.
Mendengar permintaan Yueyin, Li Hongli pun kembali tenang, bersamaan dengan itu dia pun menutup mata nya, perlahan baju armor emas yang melekat di tubuh nya menghilang, energi besar yang menyelimuti nya pun menghilang, ia ikut terjatuh dari ketinggian dan tidak sadarkan diri.
Bersamaan dengan itu awan hitam berganti menjadi cerah, matahari bersinar dengan sangat terang, badai, gempa telah menghilang.
Wosh
Wosh
Wuungg
Pedang penguasa langit pun terbang ke arah Li Hongli dan dengan cepat masuk ke tubuh nya. Melihat kejadian itu sempat membuat tetua Shang tertegun.
_____________________________________________
Satu Minggu telah berlalu Li Hongli pun sudah sadarkan diri, meski luka nya sangat parah namun penyembuhan dalam diri nya sangat cepat, berbeda dengan Yueyin yang masih belum sadarkan diri.
Setelah Li Hongli sadar ia tidak sedikit pun meninggalkan tempat tidur Yueyin, bahkan dia tidak mengijinkan tabib satu pun untuk memeriksa Yueyin, dia menangani semua nya sendirian.
Tok
Tok
Tok
Tanpa mempedulikan orang yang sedang mengetuk pintu, Li Hongli hanya diam sambil menatap Yueyin dengan kosong.
Kraakk
__ADS_1
Xin Jiao masuk ke dalam ruangan sambil membawakan beberapa makanan.
" Makanlah kau belum makan beberapa hari terakhir" seu Xin Jiao
Selama Li Hongli menemani Yueyin, Xin Jiao selalu membawakan nya makanan, namun tidak sedikit pun pemuda itu menyentuh makanan itu, tapi ia tetap membawakan makanan siapa tahu saat Li Hongli lapar dia akan memakan nya.
" Uhuk-uhuk" Yueyin bangun dari pingsan.
Li Hongli langsung bergerak dengan gesit dan mendekati Yueyin.
" Minumlah perlahan" ucap Li Hongli memberikan air minum pada nya.
" Li Hongli ada apa dengan ku?" Tanya lirih Yueyin
" Dasar bodoh, kau terlalu memaksakan diri mu hingga organ dalam mu terluka sangat parah" ucap Li Hongli marah
" Hehehe..."
" Kenapa malah tertawa?" Tanya Li Hongli bingung
" Ekspresi marah mu sekarang terlihat sangat lucu... Uhuk uhuk"
" Sudah jangan banyak bicara, istirahatlah kembali"
" Aku baik baik saja"
" Tidak ada bantahan, kau istirahat" ucap Li Hongli penuh penekanan
" Nona Yueyin akhir nya kau sadar juga" ucap Xin Jiao yang sedari tadi diam
" Putri Xin, kau pun di sini... Seperti nya aku jadi merepotkan banyak orang" seru Yueyin
" Nona Yueyin tidak perlu mengatakan itu, kau pun sudah berjasa bagi kerajaan Xin" ucap Xin Jiao
" Oh yah, bagaimana dengan paman Yuwen dan Ying Liang?" Tanya Yueyin
" Kau yang paling terluka parah, masih saja bisa menanyakan keadaan orang lain.... Mereka baik baik saja, aku akan memanggil ayah dia sangat menghawatirkan mu" ujar Li Hongli
" Baiklah"
Setelah kepergian Li Hongli, Li Yuwen pun masuk ke dalam, Xin Jiao memilih untuk keluar dari kamar itu.
" Bagaimana kondisi mu sekarang nak?" Tanya Li Yuwen
" Aku sudah lebih baik Paman"
" Syukurlah, paman juga ke sini sekalian akan pamit pada mu, paman sudah lama meninggalkan istri paman sendirian, jika ada waktu mampirlah ke rumah bersama Li Hongli" ujar Li Yuwen
" Tentu saja Paman"
Saat Yueyin pingsan yang selalu mengganti pakaian nya adalah seorang pelayan wanita, Li Hongli hanya menemani dan memeriksa Yueyin saja, Li Hongli pun akan selalu memakaikan cadar untuk menutupi wajah Yueyin saat ada orang yang akan masuk ke dalam, itu sebab nya meski Xin Jiao sering masuk membawakan makanan untuk Li Hongli, tak sekalipun ia pernah melihat wajah asli Yueyin.
__ADS_1
sebenarnya pelayan itupun meski membantu mengganti pakaian Yueyin tapi setiap dia ingin melihat wajah gadis itu seakan ada kabut yang menghalangi penglihatan nya, sehingga setiap dia di tanya oleh orang lain tentang wajah Yueyin, tidak sekalipun dia bisa menjawab nya.
sebenarnya tanpa seijin Yueyin entah kenapa akan selalu ada sebuah kabut yang menghalangi penglihatan siapa saja yang ingin melihat nya.