Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta

Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta
Episode 445. Ide Konyol


__ADS_3

________________


Yueyin telah mencari di sekitar tenda tapi tidak menemukan seorang pelayan pun karena itu ia datang langsung ke dapur.


" Pelayan!"


" Salam tuan putri."


" Hmm..."


" Tolong siapkan teh dan beberapa cemilan dan bawa ke tenda bagian barat."


" Baik putri."


" Pelayan tunggu!" Yueyin menghentikan seorang pelayan yang akan membawa semangkuk obat.


" Untuk siapa obat itu?" Tanyanya.


" Untuk seorang nona yang berada di tenda bagian barat putri."


" Berikan saja pada ku, kebetulan aku akan pergi ke sana." Ujarnya.


" Baik Putri."


Yueyin berjalan kembali ke tenda Yelu sambil membawa semangkuk untuk Ying Yue.


Di tengah perjalanan nya sekelebat bayangan muncul di belakang nya, saat itu Yueyin sudah bersiap memukul penyusup yang seperti nya ingin melumpuhkan nya, tapi sebelum ia bereaksi sebuah kain menutup hidung nya sampai ia pingsan tak sadarkan diri.


Prangg


" Si-siapa kau...." Setelah mengatakan kalimat itu Yueyin menjatuhkan nampan yang di bawa nya dan menutup mata nya tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya.


" Cepat bawa dia, jangan sampai mereka menyadari nya." Ucap orang yang membius Yueyin yang di angguki oleh teman nya.


Tanpa mereka sadari aksi mereka berdua di lihat oleh seseorang.


_____________________________________________


Di saat Li Hongli, Yelu, Lian Jiazhen dan Lian Yu sedang mengobrol tentang strategi perang yang akan mereka gunakan, seorang prajurit menerobos kedalam tenda begitu saja tanpa ijin dari Lian Jiazhen.


" Mohon maafkan hamba pangeran telah lancang masuk tanpa ijin, namun hamba harus melaporkan sesuatu yang sangat penting saat ini!" Ujar orang itu sambil bersujud, ekspresi wajah nya terlihat sedang sangat cemas dan takut.


" Biarkan saja bicara!" Seru Li Hongli dengan tenang.


" Baiklah, cepat katakan apa yang terjadi pada mu?"


" Yang Mulia pangeran, saat hamba tadi akan melihat persediaan makanan, hamba melihat tuan putri sedang di bawa oleh dua orang dalam keadaan tidak sadarkan diri. Hamba takut terjadi sesuatu pada tuan putri sehingga segera melaporkan nya pada pangeran" ujar nya menjelaskan dengan terbata-bata, tapi untung nya masih bisa menyelesaikan penjelasan nya itu dengan baik.


Brakk

__ADS_1


" Apa!!"


Lian Jiazhen menggebrak meja di depan nya dengan keras sampai meja itu hancur saking marah nya dia setelah mendengar ada yang berani menculik adik nya di bawah pengawasan nya sendiri.


" Berani sekali menculik adik ku di bawah hidung ku sendiri, benar-benar cari mati."


" Kau cepat katakan pergi kemana mereka berdua, akan ku hajar mereka jika sampai adik ku terluka sedikit saja."


Lian Yu dan Lian Jiazhen begitu geram dengan orang yang telah menculik adik kesayangan mereka.


Berbeda dengan keduanya, sikap Li Hongli malah sangat tenang yang bahkan membuat Yelu tidak berani menatap tuan nya itu.


Selama ini dia sangat tahu hal yang paling membuat Li Hongli marah adalah saat keluarga nya di ganggu dan Yueyin istri nya sekarang dalam masalah, mana mungkin dia akan tinggal diam begitu saja.


Ketenangan Li Hongli malah seperti ketenangan sebelum badai datang menurut Yelu.


Aura di sekitar Li Hongli turun drastis, begitu dingin dan mencengkam. Lian Jiazhen dan Lian Yu yang sedari tadi mengoceh saja langsung bisa merasakan perubahan pada suhu ruangan.


" Yang Mulia pangeran mahkota, pangeran kedua salam" seorang prajurit lain nya masuk dengan tergesa-gesa.


" Katakan ada apa?" Tanya Lian Jiazhen nada bicara nya sangat dingin karena ia sedang memikirkan kondisi adik nya yang belum ia ketahui keberadaan nya.


" Pangeran ini gawat, pasukan musuh datang menyerang!" Seru nya dengan lantang.


" Apa? Bagaimana bisa, bukankah mata-mata kita mengatakan tidak ada pergerakan dari mereka." Seru Lian Yu terkejut dengan berita yang di dengar nya.


" Perkiraan dua jam lagi sebelum pasukan mereka sampai di perbatasan pangeran."


" Sekarang bagaimana ini Gege? Kita tidak tahu keadaan Meimei sekarang, namun di depan kita perang tidak bisa di hindari."


" Aku akan mencari Yueyin, kalian pergilah tahan pasukan musuh!" Seru Li Hongli yang bangkit dari duduk nya, aura nya masih belum berubah begitu sangat suram, bisa di pastikan orang-orang yang berani menyakiti Yueyin akan sangat menyesalinya.


" Tunggu!" Lian Jiazhen mencegah kepergian suami adiknya tersebut. Meski ia mengkhawatirkan kondisi adik nya, tapi ia tidak bisa melepaskan tanggung jawab nya begitu saja.


" Kau tidak bisa pergi!" Seru Lian Jiazhen


Li Hongli tidak menjawab nya, ia malah diam menatap Lian Jiazhen sambil menaikkan sebelah alisnya seakan bertanya 'kenapa?'


" Hah... Aku tahu kau mengkhawatirkan Yueyin'er, namun ayahanda telah memberikan tanggung jawab di Medan perang pada mu, kau harus tetap berada di sini untuk menghadapi musuh." Ujar Lian Jiazhen.


" Maaf tuan, tapi kali ini aku setuju dengan pendapat pangeran mahkota, tuan akan sangat di butuhkan di sini, jika sampai gerbang pertahanan ini terbobol akan banyak warga yang menderita. Sedangkan untuk mencari putri Yueyin biarkan aku dan pangeran kedua yang melakukan nya." Ujar Yelu


" Ya, aku pun setuju dengan nya. Untuk saat ini kita harus membagi tugas, aku dan Yelu akan mencari Meimei Yueyin'er" seru Lian Yu dengan sungguh-sungguh.


" Apa mereka katakan benar, kita tidak bisa bertindak gegabah untuk sekarang."


Meski enggan Li Hongli tetap menyetujui nya.


_____________________________________________

__ADS_1


Wilayah Utara yang merupakan perbatasan antara kekaisaran Lian dan Zhu, wilayah ini sering juga di juluki Tanah Tusha yang artinya Medan perang atau pembantaian karena di tempat inilah perang sering terjadi dan banyak merenggut nyawa orang-orang.


Di tempat itu perang telah pecah, prajurit kekaisaran edan pihak musuh telah bertempur satu sama lain.


Saat Li Hongli datang keadaan nya telah kacau balau, Li Hongli sedikit bingung dengan apa yang terjadi di depan nya.


" Tuan pemimpin kau mungkin belum pernah menghadapi peperangan besar seperti ini, jadi wajar saja jika kau kebingungan!" Seru prajurit yang tadi melapor akan hilang nya Yueyin.


Berbeda dengan prajurit itu Lian Jiazhen malah menangkap hal lain dari ekspresi bingung Li Hongli.


" Pangeran Lian apa kau yang memerintahkan mereka untuk berperang?" Ucapan itulah yang lolos dari bibir Li Hongli.


" Tidak, bukankah itu kau yang melakukan nya." Jawabnya malah menganggap sebaliknya.


" Tidak, jadi sejak kapan sebuah perang resmi antar dua kekaisaran, seseorang dengan begitu lancang menggerakkan seluruh pasukan untuk berperang tanpa pemimpin utama perintahkan!" Seru Li Hongli dengan nada yang sangat dingin.


Prajurit yang tadi berpikir Li Hongli sedang kebingungan dengan situasi perang yang ia pikir ini kali pertama pemuda itu terjun ke Medan perang menjadi gemetar ketakutan.


" Bagaimana ini, saat perang telah sangat kacau seperti ini kita tidak mungkin menarik pasukan atau akan banyak korban berjatuhan jika pihak musuh tetap melanjutkan pertarungan." Ujar Lian Jiazhen dengan bingung.


" Pangeran apa kau bisa menyelidiki siapa pemimpin pasukan dari pihak musuh? Jika bisa kau hadapi dia"


" Akan ku coba.."


" Lakukanlah, biarkan pasukan kekaisaran menjadi urusan ku."


" Baik. Kau adalah pemimpin mereka, aku percaya padamu." Ujar nya yang segera meninggalkan tempat itu.


" Kau..." Tunjuk Li Hongli pada prajurit itu.


" Ya tuan"


" Aku punya perintah untuk mu.... Berlarilah ke tengah peperangan yang sedang kacau dan kau berteriak sekencang-kencang nya katakan 'ada bayangan raksasa yang muncul dan petir akan datang mengguncang dunia' kau harus berteriak sekencang-kencang nya sampai semua orang dapat mendengar suara mu itu. Ingat jangan berhenti sampai kau mengelilingi semua orang!" Seru Li Hongli memberikan perintah yang aneh.


Prajurit itu terbengong dengan bingung, dia diam saja karena berpikir pemuda itu sedang bercanda.


Benar saja anak muda jaman sekarang tidak pernah serius, pikir nya


" Apa yang kau tunggu cepat lakukan perintah ku!" Ucap Li Hongli menekankan setiap ucapan nya.


" Tuan, apakah yang tuan katakan ini benar, masa ....."


." Aku hanya meminta mu untuk mengikuti perintah ku bukan untuk meladeni omong kosong mu" ucap nya dingin.


" Tapi tuan, bukankah itu...."


" Kau tidak perlu bicara, kau hanya perlu segera melakukan apa yang ku minta" saat tatapan Li Hongli menatap nya dengan tajam saat itu prajurit tersebut merasakan perasaan yang sangat mengerikan seakan bukan sedang berhadapan dengan manusia.


" Ba-baik tuan akan saya lakukan..."

__ADS_1


__ADS_2