
Keesokan pagi nya
Di penginapan awan putih Xia Xionglue sedang bertanya pada pelayan di kamar mana Li Feng dan Yin berada.
" Nona apakah kau tahu seorang pemuda dan gadis yang datang bersama ku berada di kamar mana?" Tanya Xia Xionglue yang kebetulan pelayan itu yang kemarin menyambut ia dan kelompok nya yang lain, sehingga ia pasti mengetahui siapa yang ia maksud.
" Maaf nona, kedua orang itu tidak menginap di sini, setelah keluar dari lantai dua mereka pergi dari penginapan ini" jawab pelayan tersebut dengan sopan dan ramah.
" Apa kau yakin, mungkin pelayan yang lain yang melayani mereka?"
" Benar nona, saya melihat nya sendiri mereka berdua keluar dari penginapan" pelayan itu tetap menjawabnya dengan hormat dan tersenyum sopan.
" Baiklah, Terima kasih"
Xia Xionglue dengan murung berjalan ke arah dimana Lien Hua dan yang lainnya berada.
Tetua Qixuan, tetua Zhishu dan Lien Hua yang berada diluar penginapan menatap Xia Xionglue dengan heran.
Kenapa gadis itu terlihat murung!
Dan dimana Yin dan Li Feng kenapa mereka tidak melihat nya.
" Dimana mereka berdua?" Tanya Lien Hua bingung
" Tidak ada, pelayan mengatakan Li Feng dan Yin tidak menginap disini, mereka keluar entah menginap dimana" jawab Xia Xionglue dengan lesu
" Apakah mereka tidak memiliki uang sehingga mereka memilih mencari penginapan lain?" Ujar Lien Hua masuk akal.
" Mungkin saja, kelihatan nya mereka memang hanya dari keluarga biasa" seru tetua Qixuan
" Seharusnya kita memesan kamar untuk mereka, satu kamar di penginapan awan putih harga nya sangat mahal untuk mereka, mereka pasti tidak bisa memesan kamar disini sehingga pergi untuk mencari penginapan lain" seru Lien Hua
Andai mereka tahu Li Hongli memang sengaja menghindari mereka, mungkin mereka akan langsung merasa malu karena berpikir Li Hongli dan Yueyin tidak dapat membayar kamar.
" Kau benar" ucap Xia Xionglue
" Sekarang bagaimana kita menemukan mereka berdua!" Ucap Xia Xionglue
" Mereka berdua? Seperti nya yang kau cari hanya Li Feng" seru tetua Qixuan
Blush
Muka Xia Xionglue memerah seperti tomat, ia sangat malu setelah digoda oleh tetua Qixuan.
" A-apa maksud tetua, tentu saja maksud ku adalah Li Feng dan Yin juga" ucap Xia Xionglue gugup
__ADS_1
" Baiklah, baiklah tetua percaya" ejek nya
" Apakah kita perlu mencari mereka di setiap penginapan yang ada di kota ini!" Seru Lien Hua memberi usul
" Tidak perlu, jika tujuan mereka untuk memasuki makam waktu, mereka mungkin sudah berada di sana. Jika kalian berjodoh kalian akan bertemu dengan mereka kembali, lebih baik kita segera ke bukit pasir" ucap tetua Zhishu dengan tenang.
" Tapi guru, mereka...."
" Mereka akan baik-baik saja Xionglue'er, mereka tidak sesederhana yang kau lihat" ujar tetua Zhishu menasehati
" Baik tetua" seru Xia Xionglue dengan lesu meski tidak mengerti maksud perkataan tetua Zhishu.
_____________________________________________
Di tempat Li Hongli
Sekarang Li Hongli sedang menulis sebuah surat, entah surat apa yang sedang ia tulis.
Sedangkan Yueyin masih terlelap dalam mimpi nya, Li Hongli memang sengaja tidak membangunkan gadis itu karena melihat Yueyin yang tidur sangat pulas membuat ia tidak tega membangunkan nya.
Yueyin terbangun dari tidur nya, saat ia bangun ia melihat Li Hongli sedang melakukan sesuatu, bahkan ada Xiang yang sedang dalam bentuk kecil nya.
" Berikan ini pada Raja Petir, kau mengerti" seru Li Hongli, ia memberikan sebuah gulungan surat pada Xiang.
" Hamba mengerti tuan" jawab Xiang setelah menyimpan gulungan surat itu dengan baik.
" Surat apa itu?" Tanya Yueyin berjalan mendekati Li Hongli
" Kau sudah bangun"
Li Hongli sama sekali tidak terkejut melihat Yueyin sudah bangun dari mimpi nya.
" Kau tidak buta sampai menanyakan hal yang sudah jelas dapat kau lihat!" Seru Yueyin sinis
" Surat apa itu? Seperti nya sangat penting sampai Xiang sendiri yang harus mengantarkan nya!" Yueyin kembali bertanya soal surat tadi
" Peringatan kemunculan iblis di benua bintang biru pada seseorang!" Jawab Li Hongli acuh, tidak ada yang perlu ia sembunyikan dari gadis ini
" Dan kau ingin memberi tahu Raja Petir terlebih dahulu, kau sangat mempercayai nya kah?" Ucap Yueyin acuh
" Dia mungkin orang yang dapat di percaya untuk saat ini, lagi pula seperti nya dia sangat dekat dengan mu" ucap Li Hongli dengan cibiran di akhir kalimat nya.
" Aku tidak mengerti apa maksud mu" ucap Yueyin dengan cuek
" Maka tidak perlu kau mengerti.." ucap Li Hongli acuh
__ADS_1
" Apa rencana mu sekarang?" Tanya Yueyin mengalihkan pembicaraan
" Kau akan tahu nanti!" ucap Li Hongli tersenyum misterius yang hanya membuat Yueyin tambah penasaran, namun ia pun tidak dapat memaksa Li Hongli karena jawaban nya akan tetap sama.
" Mmm.... Apakah kita akan pergi menuju makam waktu hari ini?"
" Ya"
" Baiklah aku ingin membersihkan tubuh ku terlebih dahulu"
" Baik, pergilah"
" Hmm" Yueyin pergi menuju kamar mandi yang berada di lantai dua.
Kamar mandi di penginapan itu terpisah hanya ada satu kamar mandi di setiap lantai, sehingga Yueyin harus keluar kamar, sebenarnya Yueyin bisa saja tidak perlu membersihkan tubuh nya karena tubuh nya akan tetap bersih meski tidak mandi karena ia seorang Kultivator, seorang Kultivator tidak membutuhkan mandi dengan menggunakan energi Qi yang akan secara otomatis membersihkan tubuh nya, namun Yueyin tetap lah seorang gadis yang sangat menjaga kebersihan tubuh nya.
" Ada apa dengan nya, kenapa aku merasa Yueyin seperti sedang menghindari ku belakangan ini?" Gumam Li Hongli dengan bingung, ia merasa sikap Yueyin terlihat aneh akhir-akhir ini.
Yueyin rasa nya mencoba untuk menghindari nya, kemarin saja saat ia berbicara dengan gadis itu, nada suara Yueyin yang biasa nya hangat saat berbicara dengan nya belakangan ini terdengar dingin dan sinis.
Perubahan Yueyin itu tentu saja Li Hongli sangat memperhatikan nya dan itu juga yang membuat dia sangat bingung akan perubahan nya.
Yueyin memang selalu bersikap menyendiri, acuh tak acuh, dan sangat dingin pada semua orang, namun tidak saat berbicara dengan nya.
orang mungkin akan mengatakan ia terlalu percaya diri! namun itulah fakta nya.
" Jika aku bertanya pada nya, dia tidak akan mungkin memberitahu nya. Seperti nya aku sendiri yang harus mencari tahu apa yang terjadi dengan nya" gumam Li Hongli
Krieettt
Beberapa menit kemudian Yueyin kembali ke kamar yang di tempati mereka semalam.
" Hari sudah semakin siang, ayo kita pergi ke bukit pasir, tempat dimana makam waktu akan muncul" ucap Yueyin acuh dan dingin.
" Hmm..."
Li Hongli berdiri dari duduknya dan mendekati Yueyin, ia menyentuh kening gadis itu, namun Yueyin yang melihat Li Hongli akan menyentuh nya mundur ke belakang untuk menghindari nya.
Melihat itu Li Hongli hanya diam saja, namun tangan nya yang masih berada di udara beralih untuk menyentuh pergelangan tangan Yueyin. Sebenarnya tujuan nya cuma satu yaitu untuk memeriksa apakah gadis itu baik-baik saja, tapi melihat reaksi Yueyin yang seakan tidak ingin di sentuh oleh nya membuat Li Hongli tambah bingung.
Sama seperti tadi Yueyin segera menepis tangan Li Hongli yang sedang memeriksa pergelangan tangan nya.
" Apa kau baik-baik saja?" seru Li Hongli dengan tenang, namun tidak dengan sorot mata nya.
Sorot mata nya seakan mengatakan 'kenapa kau menepis tangan ku' ia sangat tidak suka saat dugaan nya tentang Yueyin yang sedang mencoba menghindari nya itu ternyata benar.
__ADS_1
" Ya, tentu saja. Memang nya apa yang akan terjadi dengan ku" jawab Yueyin acuh
" Baiklah kita pergi" ucap Li Hongli berjalan terlebih dahulu di susul Yueyin di belakang nya.