Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta

Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta
Episode 232. Fan Jiangwu


__ADS_3

Bukit pasir


Bukit tersebut di beri nama bukit pasir karena setiap bukit yang ada di sana hanya ada pasir tidak ada tanah, air atau tumbuhan di sana. Hanya sebuah bukit yang seperti Padang pasir, namun meski hanya pasir yang ada tempat itu tidak membuat bukit pasir menjadi panas bahkan bukit itu adalah salah satu tempat paling dingin yang ada di kerajaan Fan.


Selama di perjalanan tidak ada pembicaraan di antara Li Hongli dan Yueyin, mereka hanya diam tanpa salah satu yang memulai pembicaraan.


Seharusnya Li Hongli dapat tahu apa yang sedang Yueyin pikirkan, namun aneh nya ia tidak mendengar apapun, sehingga ia tidak tahu kenapa gadis itu mulai menjauhi nya.


Bukankah semua nya baik-baik saja kemarin!


Ada apa dengan kepala gadis ini? Apa dia terbentur sesuatu hingga membuat nya berubah!


Di tempat lain


Terdapat Xia Xionglue dan kelompok nya sedang menunggu kemunculan gerbang dimensi makam waktu seperti yang lain nya, namun salah satu dari mereka terlihat sedang melirik ke berbagai arah seperti sedang mencari seseorang.


Siapa lagi jika bukan Xia Xionglue yang sedang mencari Li Feng.


Namun ia tidak melihat keberadaan dua orang yang ia cari di banyak nya kerumunan.


Whuuungg


Tanah yang berada di bukit pasir bergetar dengan hebat seperti pertanda akan kemunculan sesuatu yang hebat di tempat itu.


" Yang mulia Raja Fan telah tiba...." Tidak lama setelah getaran itu menghilang gerombolan sekelompok orang dengan kuda datang ke tempat itu.


Ternyata mereka adalah gerombolan kerajaan Fan yang juga ikut berpartisipasi untuk mencari sumber daya.


Yang datang adalah Raja Fan Yaling dengan putra nya.


Semua orang memberikan penghormatan pada rombongan kerajaan sesuai status mereka masing-masing.


Raja Fan juga membalas nya dengan anggukan dan senyum ramah.


Namun pangeran Fan entah pergi kemana, setelah datang ke bukit pasir dia hilang dari kuda nya.


Raja Fan yang tidak melihat keberadaan putra nya itu terlihat bingung, ia pun bertanya pada jenderal nya yang sedari tadi berada di sisi putra nya.

__ADS_1


" Jenderal Howin dimana pangeran berada?"


" Pangeran langsung turun dari kuda nya setelah tiba, pangeran berkata dia melihat teman nya sehingga ia ingin menemui teman nya tersebut yang mulia!" Jawab Jenderal Howin dengan hormat


" Teman? Apakah dia punya teman sekarang! Kenapa aku meragukan nya, dia itu sulit di dekati! Jika dia punya teman, Raja ini jadi penasaran teman seperti apa yang membuat nya melarikan diri dari sini!" Seru Raja fan di selingi sindiran, meski tidak sungguh-sungguh menyindir putra nya.


Raja kami tidak mengerti perkataan mu!


Kami hanya seorang bawahan mana mungkin kami berani bertanya pada pangeran tentang teman nya itu!


Begitulah pikiran para bawahan nya sekarang.


" Hamba tidak mengetahui nya yang mulia"


" Huh... Semoga saja putra bodoh ku itu tidak membuat ulah" ucap Raja Fan pelan, tapi masih dapat di dengar jenderal Howin


" Yang mulia seperti nya gerbang makam waktu akan segera muncul, lebih baik yang mulia segera kebtitik dimana gerbang itu akan muncul!" Seru jenderal Howin sopan memberitahu pada Raja Fan yang sedari tadi sedang mencari putra nya.


_____________________________________________


Di tempat lain


" Saudara Hongli!!"


Seorang pemuda mendekati tempat dimana Li Hongli dan Yueyin berada sambil tersenyum senang.


" Ku pikir aku salah mengenali orang ternyata tidak kau saudara Hongli" seru pemuda itu tersenyum senang.


Li Hongli menaikan sebelah alis nya seperti berkata 'siapa?', ekspresi Li Hongli yang seperti tidak mengenal nya membuat pemuda itu terlihat kesal.


" Apa kau melupakan ku saudara Hongli!" Seru nya dengan ekspresi wajah yang menyedihkan.


" Aku tidak mengingat orang yang tidak penting" ucap Li Hongli acuh dan sangat kejam.


" Ini aku Jiangwu apa kau melupakan teman mu yang tampan ini, kita bertemu saat berada di kota Chiang" seru pemuda itu yang ternyata adalah Jiangwu pemuda yang pernah bertemu dengan Li Hongli di kota Chiang.


" Oh..." Singkat, padat dan jelas itulah jawaban Li Hongli

__ADS_1


" Hanya 'oh' saja, apa kau tidak merindukan ku saudara Hongli" seru nya lebay


" Tidak"


" Huh, bagaimana kau bisa di sini... Ku kira kau tidak akan ke tempat ini, jika tahu kau akan kemari waktu itu kita berangkat bersama! Kenapa kau tidak memberitahu ku kalau tujuan mu ke bukit pasir?" ucap Jiangwu mulai berbicara dengan serius.


" Kau tidak bertanya!" Jawab Li Hongli acuh


Benar juga dia tidak pernah bertanya pada nya?


Tapi apa salah nya, ia hanya berpikir pemuda itu tidak mungkin ke tempat berbahaya seperti ini!


" Sudahlah lupakan itu, sekarang kau sudah di sini, aku pasti akan melindungi mu" ucap nya dengan sombong namun tidak di tanggapi oleh Li Hongli


" Waahh, siapa gadis cantik yang ada di samping mu? Apa dia kekasih mu saudara!" Seru Jiangwu saat mata nya tidak sengaja menatap Yueyin yang duduk di samping Li Hongli.


" Nona siapa nama mu?" Tanya nya sambil tersenyum semanis mungkin


Getaran kembali dapat mereka rasakan namun sekarang getaran itu terasa lebih besar dari sebelumnya.


Di tengah bukit pasir tiba-tiba bersinar dengan terang, namun terlihat gelap seakan dua elemen menjadi satu. Perlahan sebuah gerbang yang terbuat dari besi muncul di sana, fenomena itu disaksikan oleh banyak orang. Gerbang tersebut terlihat ada sebuah gambar jam pasir di tengah pintu gerbang, di pinggir nya terdapat sebuah ukiran aksara kuno, ada juga simbol Yin dan Yang, yang membuat gerbang itu terlihat sangat indah namun terasa sangat mendominasi seakan ada kekuatan besar yang melindungi gerbang.


" Salam pangeran, yang mulia Raja memanggil mu!" Seseorang tiba-tiba datang membuat Li Hongli, Yueyin, dan Jiangwu menoleh ke asal suara tersebut.


" Oh, ternyata Jenderal Howin..... Baik aku akan segera menemui ayahanda" ucap Jiangwu.


Jiangwu ternyata adalah Fan Jiangwu putra ketiga Raja Fan Yaling dengan permaisuri nya.


Di Kerajaan Fan dia adalah orang yang sangat sulit di dekati, meski dia selalu bertingkah konyol dan ceroboh namun perilaku nya hanya untuk melindungi nya dari kejahatan yang ada di dalam istana.


Dia selama ini tidak pernah mempunyai teman karena menurut nya semua orang itu sama hanya mendekati nya karena status nya sebagai pangeran tapi tidak ada yang benar-benar tulus ingin berteman dengan nya.


Sampai suatu hari ia di jebak oleh pangeran pertama dan di hukum untuk tinggal di desa terpencil yang ada di kerajaan Xin tanpa status nya sebagai seorang pangeran. Sebenarnya dia sama sekali tidak masalah dengan hukuman tersebut karena dengan demikian ia dapat merasakan hidup damai tanpa harus memusingkan tentang intrik yang ada di dalam istana.


Setelah ia selesai menjalankan hukuman nya ia di panggil kembali oleh ayah nya, awal nya ia lebih baik hidup tanpa status nya sehingga ia tahu mana orang yang tulus dengan nya dan mana yang tidak, sampai saat berada di kota Chiang ia bertemu dengan Li Hongli pemuda yang sangat dingin dan bermulut tajam.


Tidak ada kebohongan dari setiap perkataan pemuda itu, dia bahkan terlihat tidak peduli dengan siapapun, namun dia juga tanpa ragu menolong orang lain. Meski sifat nya dingin namun dia baik, membuat ia nyaman dekat dengan nya dan ingin berteman dengan pemuda misterius tersebut.

__ADS_1


__ADS_2