
Saat berada di dalam gua Li Hongli dan Yueyin bukan hanya tersiksa oleh Aura kematian yang ada di sana tapi gravitasi di sana sangat besar mereka merasa seperti di timpa oleh benda yang sangat berat, waktu di sana pun terasa kacau, sering ada energi tak kasat mata yang seperti belati terus menyerang mereka, tanpa mereka bisa menghindari nya sedikit pun.
Tadi nya Li Hongli ingin membawa Yueyin keluar dari gua itu tapi mereka bahkan tidak bisa bergerak sedikit pun dari sana.
Li Hongli kembali membaca dan melihat gambar yang ada di atas dinding gua, ia merasa sangat familiar dengan corak pedang yang ada di sana tapi ia tidak mengingat di mana pernah melihat nya.
Li Hongli kembali membaca kalimat tersebut " Hitam tak selama nya hitam, dan putih tak selama nya putih, tidak ada hitam dan putih di dunia ini hanya ada abu abu.... Sebuah kekuatan tanpa tekad dan tujuan hanya akan menjadi sebuah cangkang tanpa isi.... Darah akan mengalir tapi tekad yang akan mengakhiri"
" Tekad" gumam Li Hongli
Setelah ia merasa yakin dengan apa yang sedang ia pikirkan, Li Hongli mengeluarkan aura penguasa untuk menekan aura kematian itu. Dan ternyata itu berhasil hanya saja Serangan dan tekanan dari hukum waktu dan gravitasi tidaklah menghilang.
" Yueyin a-pa kau baik-baik saja" tanya Li Hongli dengan lirih.
" Bodoh! Bukankah seharusnya kau lihat kon-disi mu sendi-ri sebe-lum bertanya" suara Yueyin seperti sebuah gumaman tapi Li Hongli masih bisa mendengar nya.
" Hehehe seperti nya kita akan berakhir bersama.... Apa kau menyesal Sekarang karena telah mengikuti ku" ucap Li Hongli sambil tertawa kecil
" Kau benar aku menyesal.... aku akan sangat menyesal jika tidak mengikuti mu masuk ke dalam gua ini... Kau tahu kenapa" tanya Yueyin sambil menatap mata Li Hongli
Li Hongli menggelengkan kepala nya sebagai jawaban atas pertanyaan Yueyin.
Dengan terbata-bata Yueyin bercerita " Dulu meski keluarga ku selalu bersama ku tapi entah kenapa aku tidak pernah merasa hidup, hanya ada kekosongan dalam hidup ku, semua orang kadang mengatai ku putri es yang tidak memiliki emosi sedikit pun, mata ku selalu kosong. Tapi setelah bertemu dengan mu entah kenapa perlahan lahan aku merasakan perasaan yang hangat mengalir di hati ku, aku merasa hidup saat sedang bersama mu, jadi aku tidak akan pernah menyesal mengikuti mu kemari"
Li Hongli tersenyum tulus mendengar itu, entah kenapa ia sangat senang mendengar cerita Yueyin, ia tidak sedikit pun merasa risih dengan ucapan gadis itu.
" Apa kau sekarang mulai menyukai ku nona" goda Li Hongli
" Si-siapa juga yang menyukai mu... Ma-mana mungkin aku menyukai mu" elak Yueyin dengan rona merah yang ada di pipi nya.
Tanpa mereka berdua sadari di bawah mereka di lantai tempat mereka berada terdapat sebuah gambar yang sama dengan yang mereka lihat di atas dinding gua.
Darah yang keluar dari luka yang mereka dapatkan kan, membasahi lantai gua sampai menutupi gambar tersebut.
__ADS_1
Tiba-tiba saja gambar itu bersinar dengan terang nya, sampai membuat Li Hongli dan Yueyin menutup mata mereka. Cahaya yang bersinar dari gambar itu mengeluarkan cahaya berwarna gelap dan terang secara bersamaan, dan memantulkan nya pada gambar yang ada di depan dinding mereka.
Krieett
Setelah cahaya itu tepat menyinari seluruh gambar di dinding itu, gua itu bergetar dengan hebat sampai dinding gua itu terbelah menjadi dua membentuk seperti sebuah pintu, terlihat ada sebuah ruangan setelah dinding itu terbelah.
Bersamaan dengan terbelah nya dinding gua, gravitasi dan hukum waktu di dalam gua berangsur-angsur normal, hanya aura kematian yang masih bisa mereka rasakan tapi masih dapat di lawan dengan Aura penguasa yang di miliki oleh Li Hongli.
Li Hongli dan Yueyin membuka mata mereka setelah cahaya itu meredup, melihat apa yang terjadi di depan mereka, mereka pun saling pandang seulas senyum lega muncul dari mereka berdua.
" Syukurlah, seperti nya kita menemukan tempat yang kita cari" lirih Yueyin
" Hmm... Lebih baik kita pulihkan diri kita terlebih dahulu sebelum memasuki ruangan itu, mungkin saja ruangan itu lebih berbahaya dari tempat ini" ujar Li Hongli
Yueyin menganggukkan kepala nya lemah dan berkata " Hmm... Kau benar, kau pulihkan lah diri mu sendiri, aku juga akan memulihkan kondisi ku"
" Aku akan membantu mu, bersila lah" ucap Li Hongli
" Tapi...."
" Baiklah"
" Minumlah ini" ucap Li Hongli dan memberikan beberapa pil pada Yueyin
" Hmm"
Yueyin langsung meminum pil yang di berikan oleh Li Hongli dan duduk bersila menyerap pil dan energi Qi yang ada di sekitarnya untuk mempercepat proses penyembuhan nya. Li Hongli juga membantu menyalurkan energi Qi milik nya pada Yueyin ia juga masih melepaskan aura penguasa nya untuk melindungi mereka berdua dari Aura kematian. Setelah melihat kondisi Yueyin mulai stabil, Li Hongli juga memulihkan kondisi nya.
_____________________________________________
" Jangan jauh-jauh dari ku, mungkin saja masih ada banyak jebakan di ruangan ini " ucap Li Hongli
" Baik"
__ADS_1
Sekarang Li Hongli dan Yueyin telah memasuki ruangan yang ada setelah dinding gua terbelah, kondisi mereka berdua cukup baik tapi masih terlihat beberapa luka di beberapa bagian tubuh mereka, Yueyin sendiri tidak memakai cadar nya karena telah kotor oleh darah, sedangkan topeng Li Hongli masih ia kenakan hanya saja banyak retakan di topeng itu.
Setelah menelusuri ruangan itu, di ujung ruangan itu mereka melihat ada sebuah kerangka tengkorak manusia yang sedang duduk bersila di atas batu yang berukuran cukup besar, dan Aura kematian yang menguar sumber nya dari kerangka tersebut.
" Li Hongli lihatlah di bawah batu itu, ada sebuah ukiran di sana" ucap Yueyin cukup ragu karena ia melihat nya tidak jelas.
Li Hongli dan Yueyin mendekati kerangka tersebut, Aura kematian sangat kental dan terasa saat mereka berada di dekat kerangka tengkorak itu. Mereka juga dapat melihat ada ukiran sebuah jam pasir dengan tulisan di sekeliling nya.
" Awal adalah sebuah akhir, dan akhir adalah sebuah awal..... sebab dan akibat saling berkaitan...... bagai takdir yang membelenggu kehidupan" ucap mereka bersamaan
" Apa maksud kata kata yang ada di batu itu" tanya Yueyin bingung
Gua tiba-tiba bergetar dinding itu kembali tertutup, tapi bukan nya gelap gua itu berubah menjadi terang setelah dinding gua benar benar tertutup.
" Apa yang terjadi" ucap Yueyin pelan
Yueyin melihat ke arah tangan Li Hongli yang merangkulnya dengan erat, dia tersipu malu.
" A-apa yang sedang kau lakukan" ucap nya dengan pipi merona
" Diam, berpegangan yang erat pada ku" ujar Li Hongli, sambil mempertahankan keseimbangan nya karena getaran itu membuat tempat itu seperti sedang gempa bumi.
Setelah beberapa menit getaran pun berakhir, Li Hongli baru sadar dengan apa yang ia lakukan pada Yueyin, Li Hongli jadi salah tingkah akan perbuatan nya sendiri.
" Ma-maaf" ucap nya sambil melepaskan rangkulan nya.
" Ti-tidak apa-apa" seru Yueyin dengan cepat
" Dan terimakasih telah membantu ku" ucapnya lagi dengan gugup
" Ah iya, sama sama" balas Li Hongli canggung.
" Hahaha........" Suara tawa seseorang membuat suasana canggung yang terjadi pada Li Hongli dan Yueyin menjadikan mereka langsung waspada.
__ADS_1
" Siapa kau?" Tanya Li Hongli dengan dingin, sama seperti Li Hongli yang telah mengubah raut wajah nya menjadi datar dan dingin, ekspresi wajah Yueyin pun telah berubah.