
Tapi yang paling membuat nya heran ia sama sekali tidak bisa mengetahui tingkat Kultivasi pemuda bernama Li Hongli, apa lagi ia sama sekali tidak merasakan energi Qi di tubuh nya sedikit pun, bisa di bilang ia hanya melihat bahwa Li Hongli hanya manusia biasa, tapi aura yang di pancarkan pemuda ini seperti menekan nya dan hal itu membuat nya ragu, bahwa pemuda tersebut hanyalah manusia biasa.
Saat ketua Jun ingin kembali mengecek Li Hongli, sebuah suara mengejutkan nya.
" Pak tua tidak baik menyelidiki sesuatu yang seharusnya tidak kau ketahui" suara Li Hongli membuyarkan lamunan ketua Jun
" Hah... Maafkan yang tua ini nak, paman hanya penasaran pada mu saja" ucap ketua Jun tersenyum ramah.
" Ayah siapa mereka berdua" saat mereka sedang mengobrol, terlihat empat orang yang baru saja memasuki ruang tamu, mereka terdiri dari dua wanita paruh baya, serta dua pemuda.
" Kemari lah, mereka berdua adalah tamu kita, pemuda itu bernama Yelu sedangkan pemuda satu nya lagi bernama Li Hongli" ujar ketua Jun sambil memperkenalkan Yelu dan Li Hongli.
" Nak perkenalkan dua orang itu adalah istri ku serta anak ku, dan dua orang lain nya adalah istri dan anak saudara Jiang, perkenalkan diri kalian masing masing" ujar ketua Jun memperkenalkan.
" Anak muda perkenalkan nama ku Bao An istri dari ketua Jun dan anak kami bernama Jun Yao, dan dia saudari ku istri saudara Jiang nama nya Bao Liu serta anak nya bernama Jun Zi " ujar Bao An
" Terima kasih telah menyambut kami dengan baik bibi" ucap Li Hongli dingin
Meski sikap Li Hongli dingin tapi mereka tau, dia mengatakan terima kasih dengan tulus.
" Tidak apa-apa nak Hongli, baiklah makan malam sudah siap, apa kalian hanya akan mengobrol di sini saja" ujar Bao Liu
" Iya yang di katakan saudari Liu benar, kami kemari untuk mengajak kalian makan malam, apa obrolan kalian sudah selesai" ucap Bao An.
" Baiklah karena makan malam sudah siap, mari kita keruang makan" ujar ketua Jun
Di ruang makan, sudah hadir beberapa tetua yang juga ikut dalam perjamuan makan malam ini, meski tidak semua tetua yang ikut hadir.
" Silahkan kalian duduk lah" ketua Jun mempersilahkan kedua tamu nya untuk duduk.
" Terima kasih paman" seru Yelu
__ADS_1
Li Hongli hanya mengangguk dan berjalan menuju kursi dan duduk di samping Jun Jiang dan Yelu, di samping Jun Jiang ada istri dan anak nya, sedangkan istri dan anak dari ketua Jun duduk di sisi lain nya, ketua Jun sendiri duduk di kursi utama, di sana juga ada beberapa tetua yang ikut dalam perjamuan makan malam itu.
" Pelayan bawakam makanan nya" ujar ketua Jun kepada pelayan yang ada di sana
" Baik tuan"
Tidak berapa lama beberapa pelayan datang dengan membawa makanan, para pelayan pun menyajikan makanan di atas meja, setelah itu mereka pergi dari tempat itu.
Ketua Jun berkata dengan tenang " baiklah sekarang mari kita makan"
Setelah makan para tetua yang lain memutuskan untuk pergi terlebih dahulu, sekarang hanya menyisakan beberapa orang saja, yaitu ketua Jun dan Jun Jiang serta keluarga nya.
Li Hongli bertukar beberapa percakapan sebelum meminta izin untuk pergi.
" Saudara Li ayah ku selalu menceritakan tentang kehebatan mu yang sudah berani melawan Chen Zhun yang sombong dan angkuh itu" ucap Jun Zi dengan tatapan kagum pada Li Hongli
" Bukan aku tapi saudara ku lah yang melawan nya" balas Li Hongli
" Tetap saja kalian sungguh sangat berani melawan nya" ucap Jun Zi berbinar
" Yang di katakan tuan benar, dia hanya seorang bocah yang hanya bisa bersembunyi di ketiak ayah nya saja" ujar Yelu menimpali
" Kalau yang tua ini boleh tau kemana tujuan kalian selanjut nya" tanya ketua Jun menyela pembicaraan mereka, karena ia juga tahu pemuda dengan bakat di atas rata rata seperti mereka tidak mungkin hanya diam di satu tempat saja.
" Kami akan menuju Ibukota Kerajaan Xin paman" ucap Li Hongli sopan meski nada bicara nya dingin
" Oh begitu, kapan kalian akan pergi dari kota ini" yang bertanya bukanlah ketua Jun melainkan Jun Jiang.
" Beberapa hari lagi kami akan pergi paman" balas Li Hongli
" Hmm... Begitu ya ku kira kalian akan lama tinggal di kota ini" ujar ketua Jun
__ADS_1
" Tidak paman kami hanya mampir di kota ini sebentar.... Ini sudah malam, seperti nya aku harus kembali ke penginapan sekarang karena aku masih memiliki beberapa hal untuk di lakukan" ujar Li Hongli dengan sopan
" kau bisa menginap di sini malam ini, jika kau mau" ujar ketua Jun
" Maaf bila aku harus menolak tawaran baik mu paman, aku masih memiliki beberapa hal yang harus ku lakukan" jawab Li Hongli
" Maka aku tidak akan menahan mu" ucap ketua Jun
Setelah bertukar beberapa kata lagi, Li Hongli dan Yelu pun berpamitan dan segera pergi.
_____________________________________________
" Apa yang akan kau pilih" tanya Li Hongli pada dua orang yang berdiri di hadapan nya.
" Tuan kami sudah tidak punya siapa siapa lagi sekarang, dan kami tidak tau akan pergi kemana, mungkin kami bisa bebas sekarang tapi kami tidak akan tau nanti nya akan tertangkap kembali oleh orang orang jahat atau tidak, apa lagi kami tidak memiliki tingkat Kultivasi sedikit pun..... Karena itu kami telah memutuskan untuk ikut dengan mu tuan, tapi..." Jeda Ying Liang ragu
" lanjutkan" ucap Li Hongli
" Tuan sendiri pasti tau kami hanyalah manusia biasa, dan kami hanya akan menjadi beban untuk tuan jika kami mengikuti mu" lanjut Ying Liang gugup
" Itu tidak masalah untuk ku, aku bisa membantu kalian untuk menjadi kuat asal kalian tidak mengeluh dengan semua perintah ku nanti, dan juga aku paling benci seorang penghianat" ujar Li Hongli dingin
" Baik tuan" ujar keduanya serempak
" Kami bersumpah dengan bumi dan langit sebagai saksi nya, Mulai saat ini sampai kami mati, kami akan menjadi bawahan mu yang setia dan siap mengorbankan nyawa kami untuk mu"
Jdaaarr.....
Terdengar suara petir yang menyambut sumpah mereka berdua, seperti menyetujui sumpah yang mereka katakan.
Semua orang sangat kaget saat tiba-tiba saja terdengar suara petir yang cukup besar, tapi melihat langit yang cerah dan tidak ada tanda sedikit pun akan turun hujan membuat semua orang sangat heran dengan fenomena alam tersebut.
__ADS_1
" Baiklah persiapan diri kalian kita akan pergi besok pagi" ujar Li Hongli
" Baik tuan"