
Di wilayah barat kota Chi'an yang tadi begitu tenang, tapi ketenangan itu tidak bertahan lama.
Di tempat itu mulai bermunculan mayat hidup dan siluman-siluman yang mengepung gerbang barat dari berbagai arah.
Tidak jauh dari gerbang barat terdapat banyak tenda bagi para prajurit untuk beristirahat, di salah satu tenda yang lebih besar dan nampak mencolok dari tenda tenda lain nya terdapat seorang pemuda yang sedang berkultivasi dengan tenang. Tidak lama ada seorang prajurit yang menerobos tenda nya dengan tergesa-gesa.
" Berani sekali kau masuk ke dalam tenda ku tanpa ijin!" Seru pemuda itu yang tidak lain adalah Zhong Yuan dengan marah. Ia tidak suka saat sedang berkultivasi ada yang menggangu nya.
" Ma-maafkan saya Jenderal, ta-tapi gerbang barat telah di kepung dari berbagai arah oleh mayat hidup dan siluman-siluman tingkat tinggi" dengan susah payah prajurit itupun menyelesaikan ucapannya.
" Apa! Bagaimana mungkin? Panggil komandan Lau kemari."
" Jenderal!"
" Bagaimana keadaan di luar?"
" Terdapat tiga ratus mayat hidup dan enam ratus siluman tingkat tinggi yang menyerang."
" Ada berapa banyak pasukan kita"
" Seribu seratus prajurit."
" Minta mereka segera bersiap kita serang makhluk-makhluk bodoh itu!" Ucap nya tegas, tapi komandan Lau tidak langsung mematuhi perintah nya.
" Ada apa, kenapa kau masih diam saja?"
" Maaf Jenderal, bukankah sebaiknya kita mengabari tuan putri terlebih dahulu..."
" Tidak perlu, pasukan kita lebih dari cukup untuk menghabisi makhluk-makhluk itu." Zhong Yuan segera memotong ucapan komandan nya.
Komandan Lau mengangguk dan segera pergi untuk menjalankan perintah dari nya.
Tapi tidak ada yang tahu Zhong Yuan memiliki tujuan lain, Zhong Yuan sengaja melawan musuh tanpa memberikan kabar pada Yueyin terlebih dahulu, karena dia pikir setelah dia memenangkan pertarungan Yueyin akan menatap nya dengan kagum karena berhasil mengalahkan musuh tanpa meminta bantuan sedikitpun, yang artinya itu murni karena usaha nya sendiri entah itu dengan kemampuan nya atau dengan perintah nya.
Namun tanpa Zhong Yuan ketahui, Yueyin telah menempatkan orang-orang nya di setiap wilayah perbatasan untuk mencegah terjadinya hal-hal seperti yang di lakukan oleh Zhong Yuan.
Yueyin sekarang sedang berada di dekat jendela, ia sedang menatap langit malam bertabur bintang, hari telah berubah malam, matahari pun telah berganti bulan, tapi ia tidak tahu bagaimana kabar Li Hongli sekarang. Ia menatap langit malam dengan sendu, raut wajah nya yang terlihat sedang sedih dan kesepian tidak ia tunjukkan saat bersama orang lain. Ia hanya dapat meluapkan emosi nya saat sedang sendirian, karena itu ia tidak suka ada yang mengganggu nya jika itu tidak penting.
Tok tok
Pintu kamar nya di ketuk oleh seseorang, berbeda dengan para prajurit yang membuat tenda-tenda untuk mereka beristirahat, Yueyin beristirahat di sebuah bangunan yang merupakan pusat kota, di bangunan itu ia dapat melihat seluruh wilayah dengan sangat jelas, ia memang bertugas di gerbang utama sehingga tempat nya berada di kota Chi'an sangat dekat dengan rumah-rumah warga.
" Masuk" ekspresi Yueyin kembali berubah dingin dan datar.
__ADS_1
" Ada apa?"
" Mata-mata yang Putri tempatkan di gerbang barat ingin bertemu." Ucap prajurit itu dengan hormat.
" Biarkan dia masuk."
Tidak lama seorang pria berpakaian prajurit datang dan segera berlutut di hadapan Yueyin.
" Salam tuan putri."
" Hmm.. katakan apa nyang kau bawa" ucap Yueyin dingin yang akan membuat orang yang mendengar nya bergetar ketakutan.
" Yang Mulia, wilayah barat telah di kepung oleh pasukan mayat hidup dan siluman dari berbagai arah. Dan Jenderal Zhong telah memberikan perintah untuk melawan balik mereka" ujar nya dengan hati-hati.
" Wilayah barat adalah wilayah dimana para warga sedang bersembunyi, apa yang dilakukan Jenderal Zhong, berani sekali mengeluarkan perintah tanpa ijin dari ku."
" Apakah para warga telah di evakuasi?"
" Tidak tuan putri, Jenderal Zhong sangat yakin dengan kemampuan nya dan jumlah pasukan yang di miliki nya dia akan memenangkan pertarungan, sehingga para warga tidak perlu di evakuasi" jawab pria itu dengan jujur.
" Ini aneh. Setelah satu hari mereka tidak muncul, tapi sekali nya muncul kembali mereka menyerang wilayah barat... Ini sialan!" Yueyin yang sedang memikirkan semua kejadian yang telah terjadi langsung menegang saat dia menyadari apa yang salah dan apa yang sedang ia curigai.
" Komandan Shao" teriak Yueyin dengan keras sampai seorang pemuda bertubuh tegap dengan sikap tegas segera masuk dengan tergesa-gesa.
" Salam tuan putri."
" Baik tuan putri."
" Tunggu! Perintahkan komandan Xu untuk menyiapkan pasukan segera, kita akan ikut bertempur." Cegah Yueyin saat komandan nya itu akan pergi.
" Di mengerti!"
_____________________________________________
Satu jam telah berlalu gerbang barat telah di kepung dari berbagai arah, meskipun pasukan kekaisaran lebih banyak dari jumlah musuh tapi menghadapi mayat hidup sama saja dengan bunuh diri, mereka tidak bisa mati.
Dari gerbang timur, Utara, selatan, barat saling berjauhan membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam dalam kecepatan tinggi untuk mengunjungi setiap perbatasan.
Yueyin dan dua Jenderal lainnya kebetulan saling berpapasan di tengah jalan.
" Salam tuan putri!"
" Salam tuan putri."
__ADS_1
Ucap kedua Jenderal serentak.
" Hmm... Jenderal Bei evakuasi warga ke tempat aman, Jenderal Qin ikut aku melawan musuh." Ujar Yueyin langsung memberikan perintah.
" Kami mengerti tuan putri."
" Hiyaat..." Satu kelompok pasukan segera berpisah dan melakukan tugas mereka, sedangkan Yueyin dan pasukan Jenderal Qin, segera mendatangi medan perang, butuh sekitar tiga puluh menit lagi untuk sampai di perbatasan gerbang barat.
Di tempat lain, tepat nya di Medan pertempuran.
Zhong Yuan yang melihat para prajurit nya telah banyak yang gugur begitu tidak percaya, kepercayaan diri nya yang tadi begitu besar sekarang telah menghilang.
Dia tidak menyangka keputusan nya nya akan membawanya kepada kekalahan dan kematian dari pihak nya.
Ini pukulan terbesar bagi nya selama ini!
" Jenderal kita telah di kepung dari berbagai arah!"
Dari berbagai para mayat hidup dan siluman telah mengepung nya dan prajurit nya tanpa menyisakan sedikit pun celah untuk mereka melarikan diri.
Dia menyesal tidak memberitahu informasi ini terlebih dahulu pada putri Lian, jika saja dia tidak begitu percaya diri saat itu mungkin akan ada bantuan yang datang sekarang.
Saat harapan nya telah putus terdengar suara langkah kaki kuda yang mendekat, ia mendongak dan dapat melihat dua pasukan yang di pimpin Yueyin dan Jenderal Qin Lang mendekat.
Yueyin dan Jenderal Qin Lang di perjalanan ia dan para prajurit nyavtelah menghabisi banyak siluman dan mayat hidup, hanya saja mayat hidup tidak bisa mati, sehingga setiap kalia mereka jatuh mereka akan bangkit kembali.
" Salam tuan putri, salam Jenderal Qin!"
" Jenderal Zhong apa kau tahu kesalahan mu ini! Kau bertindak dengan gegabah dan membahayakan keselamatan seluruh kamp." Jenderal Qin Lang menatap Zhong Yuan yang sedari tadi diam sambil menundukkan kepala nya dengan tajam.
Zhong Yuan sendiri orang yang akan menerima kesalahan nya dan mengakuinya, sebenarnya dia orang yang baik dan pekerja keras hanya saja ia tersesat akan dirinya sendiri, sekarang dia tahu dia salah.
Sedangkan Yueyin sendiri sedari awal datang tidak menatap Zhong Yuan sana sekali.
" Jenderal Qin kita atasi dulu masalah di sini, tentang hukuman nya kita bahas nanti!" Ucap Yueyin acuh tak acuh.
" Kita berpencar!"
" Tunggu putri! Akan sangat berbahaya jika kau pergi sendiri, biarkan aku ikut dengan mu!" Ucap Zhong Yuan menatap Yueyin penuh harap.
Yueyin yang tadi akan pergi berbalik menatap Zhong Yuan, membuat jantung pemuda itu berdebar kencang.
" Kau tidak bisa melindungi pasukan mu sendiri, jangan bicara omong kosong tentang melindungi ku. Lebih baik renungkan apa kesalahan mu itu!" Seru Yueyin dingin dan segera melaju pergi dari tempat itu, meninggalkan Zhong Yuan yang mematung diam mendengarkan ucapan yang begitu tajam dari Yueyin.
__ADS_1