
Klan Ning
" Apa! Mereka semua terbunuh?" Ning Lu terkejut dengan laporan yang baru saja di terima nya. Diri nya merasa tidak yakin, bagaimana mungkin Sepuluh Kultivator tingkat Elite yang ia perintahkan untuk membunuh pemuda yang telah membunuh putra nya, semua nya tewas dengan sangat mengenaskan di hutan dekat kota Xiuying.
" sekuat apakah pemuda tersebut lalu bagaimana dengan latar belakang nya?"
" Tuan, kami juga belum mendapatkan nya. Menurut informasi yang kami terima, orang orang yang diperintahkan membunuh pemuda tersebut di temukan sudah tidak bernyawa di tengah hutan, kondisi mereka pun sangat mengenaskan. Selain itu kami juga tidak bisa merasakan aura nya bahkan tingkat Kultivasi nya" ucap sang pelapor.
" selidiki terus! Aku akan menemui tetua Ning Lun" ucap Ning Lu bergegas pergi
Di halaman timur
" Tetua Ning Lun, aku menghadap" Ucap Ning Lu dengan sopan.
Ning Lun adalah seorang tetua yang sangat kuat bukan hanya di klan Ning tapi di seluruh kota Xiuying. Dia disegani oleh semua orang karena karakter nya yang kejam dan bringas.
" ada hal penting apa sehingga ketua klan mencari ku?" Tanya Ning Lun
" Kali ini aku ingin meminta bantuan tetua untuk membunuh seseorang" ucap Ning Lu
" Haha... Mengapa aku harus membunuh nya?" Tanya Ning Lun
" karena dia membunuh Ning Kuan, dan bahkan membunuh sepuluh Kultivator tingkat Elite"
" Apa? Dia membunuh Ning Kuan? Arrggh... Aku akan menghancurkan nya" teriaknya dengan marah
Ning Kuan adalah tuan muda klan Ning, Sehingga menjadi kewajiban nya untuk membalas dendam. Selain itu, Ning Kuan adalah jenius Klan.
" Mengapa kau tidak memberitahu ku sebelum nya?" Ucapnya marah
" aku kira aku dapat menangani pemuda tersebut dengan mudah, ternyata tidak semudah yang ku bayangkan" ucap Ning Lu rendah
" Dimana pemuda itu sekarang?" Tanya Ning Lun marah
" Dia bersama seorang gadis sudah pergi meninggalkan kota Xiuying ini" jawab Ning Lu
" Argh... bagus, bagus... pergi saja dan bersembunyi karena setelah aku menemukan pemuda itu, tak akan ku biarkan pemuda itu bisa melarikan diri kembali. Baiklah, aku pergi mencari nya dan membunuh nya" ucap Ning Lun bergerak pergi
_____________________________________________
" Kemana tujuan kita sekarang?" Tanya Yueyin acuh
" Apakah kau masih marah!" Seru Li Hongli
" Tidak, coba ku lihat peta yang kau miliki!" Elak Yueyin
__ADS_1
" Ini" Li Hongli memberikan peta yang sedari tadi ia pegang
" Desa Teratai adalah desa dekat dengan hutan ini. Setelah keluar dari hutan kita akan menemukan desa tersebut" ucap Li Hongli
" Desa Teratai adalah desa yang banyak sekali tanaman bunga teratai, termasuk teratai hitam yaitu herbal yang dapat di gunakan untuk membuat pil, tapi bukan hanya teratai hitam masih banyak sumberdaya di sana khusus nya bunga teratai pelangi yang begitu diincar banyak Kultivator tingkat tinggi" seru Yueyin
" Teratai pelangi adalah teratai yang memiliki tujuh kegunaan seperti warna teratai itu sendiri, dan sumber daya ini hanya tumbuh lima tahun sekali" ujar Li Hongli
" Benarkah, apakah bunga teratai pelangi sangat luar biasa! Aku hanya pernah membaca nya saja tapi selama ini tidak pernah ada yang tahu bagaimana menggunakan nya" seru Yueyin
" Salah satu kegunaan bunga teratai pelangi adalah menjadi penawar racun, itulah yang semua orang ketahui. Tapi ada enam kegunaan lagi dari bunga ini yang memang tidak di ketahui oleh kebanyakan orang" seru Li Hongli
" Semoga saja kita beruntung bisa mendapatkan bunga teratai pelangi di desa tersebut" seru Yueyin
Saat mereka sedang asik berbincang bincang, Li Hongli tiba-tiba menghentikan langkah nya, yang juga di ikuti Yueyin di samping nya.
" Seperti nya kita kedatangan tamu tidak di undang" seru Li Hongli dingin
" Apakah kita akan memberikan sambutan untuk nya?" Tanya Yueyin main main
" Apa kau ingin beristirahat?" Tanya Li Hongli acuh tak acuh
" Istirahat di sini! seperti nya tidak buruk juga" sahut Yueyin
Li Hongli mengeluarkan tubuh siluman ikan yang ia ambil di sungai untuk di jadikan santapan mereka sekarang.
Sedangkan di tempat lain terlihat Ning Lu dan Ning Lun yang sedang menggunakan ilmu meringankan tubuh mereka, mereka berdua sedang menyusuri hutan tempat dimana Li Hongli dan Yueyin berada.
Beberapa menit kemudian mereka melihat dua sosok yang sedang santai di tengah hutan, terlihat kedua orang yang sedang mereka lihat seperti sedang beristirahat.
" Tetua pemuda itulah yang telah membunuh Ning Kuan" tunjuk Ning Lu pada Li Hongli.
" Akhirnya kita menemukan nya" seru Ning Lun menyeringai
" Benar tetua, mereka seperti nya belum menyadari keberadaan kita" ucap Ning Lu
" Ayo kita ke sana" seru Ning Lun
" Baik"
Kembali pada Li Hongli
Meski Li Hongli dan Yueyin sudah merasakan aura dua orang yang mendekati mereka, namun mereka berdua masih bersikap santai dan tidak peduli akan kedatangan dua tamu tidak di undang tersebut.
Wush
__ADS_1
Wush
" Kau yang telah membunuh tuan muda klan Ning" seru Ning Lun yang baru datang bersama Ning Lu
" ohh... Akhir nya kalian datang juga" seru Li Hongli tanpa mengalihkan perhatian nya sama sekali
" Kau! Sudah tahu kedatangan kami" kaget Ning Lu
" Tentu saja, bau busuk tubuh kalian tercium sampai ribuan kilometer bagaimana mungkin kami tidak mengetahui nya" ejek Yueyin
" Pemuda itu telah membunuh tuan muda klan Ning, namun kalian masih berani mengejek... Baiklah kalian bisa mengejek kami sepuasnya setelah itu aku akan membunuh kalian!" Seru Ning Lun
" Apa kau membunuh tuan muda yang pria tua itu sebutkan?" Yueyin pura pura kaget sambil menatap Li Hongli, namun nada bicara nya terdengar malas
" Sss.... Banyak orang yang mati di tangan ku, jadi aku tidak ingat dengan orang yang kalian sebutkan" ucap Li Hongli acuh
" Kau! pemuda yang kau bunuh di rumah makan Teratai adalah putra ku, tuan muda klan Ning" seru Ning Lu dengan marah
" Maaf aku tidak mengingat orang yang tidak penting" ucap Li Hongli acuh
" Mati kau!!" Seru Ning Lu menyerang Li Hongli
Wosh
Sebuah perisai transparan tiba-tiba terbentuk di sekitar Li Hongli.
Boom
membuat serangan Ning Lu berbalik ke arahnya
" argh... Tapak Guntur" Teriak Ning Lu marah. Sebuah tapak dengan kilatan petir menyerang Li Hongli dengan ganas.
Boom
Ledakan keras terjadi, perisai yang melindungi Li Hongli ikut hancur setelah ledakan itu terdengar, namun Li Hongli masih bersikap acuh tak acuh, yang ia pedulikan mungkin adalah daging ikan yang di bakar nya sekarang.
" pemuda ini masih bisa bersikap sombong setelah perisai yang melindungi nya di hancurkan" cibir Ning Lun
" Tetua benar, aku terlalu menganggap tinggi pemuda itu" seru Ning Lu merendahkan
" bukankah kalian kemari untuk membunuh ku, tapi kalian malah bergosip seperti seorang wanita, memalukan" ejek Li Hongli acuh
" Heh... Kau masih bisa bersikap sombong saat nyawa mu sedang di ujung tanduk" remeh Ning Lu
" Kita belum tahu siapa pemenang nya, bukankah kau terlalu cepat merayakan nya paman" ujar Yueyin tak kalah acuh
__ADS_1
Sejak awal Li Hongli dan Yueyin tidak menganggap serius pertarungan itu, menurut nya meladeni mereka hanya membuang buang waktu kedua nya saja.