Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta

Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta
Episode 311. Bisakah Kita Berteman?


__ADS_3

Selama satu minggu Li Hongli tidak hanya berdiam di kamar nya saja, tapi dia membawa Yueyin berjalan-jalan di kota seribu bunga.


Mereka berdua bersenang-senang tanpa ada yang menggangu, bahkan Wang Xiuhuan pun tidak mengetahui nya.


Meski mereka berjalan-jalan di sekitar kota seribu bunga tapi nyatanya mereka ada sekali tidak ada yang membahas tentang kondisi sekte yang saat itu sudah berubah kacau.


Kenyataan nya setelah Matriak Huan Xinyi diberitakan dalam kondisi koma, seluruh sekte langsung menutup diri dari dunia luar, sehingga pemberontakan yang di lakukan tetua agung Qian Niuxi tidak keluar sedikit pun. Dan yang melakukan itu adalah tetua Zhishu yang di perintahkan langsung oleh Matriak Huan Xinyi.


Itu semua dia lakukan untuk memperkecil kemungkinan sekte besar lainnya mengetahui hal yang terjadi di dalam sekte.


Namun serapat apapun seseorang menyembunyikan bangkai pasti akan tercium baunya.


Pepatah ini sangat cocok untuk situasi saat ini, nyata nya meski Matriak Huan Xinyi telah meminimalisir semuanya, tetap saja ada satu dua orang luar yang mengetahui nya.


Tok tok tok


" Tunggu sebentar!"


" Kau! mengapa kau di sini?" Tanya seseorang yang baru saja membuka pintu kamar nya, orang itu adalah Yueyin.


Yueyin terlihat bingung saat ia tahu orang yang mendatangi nya malam-malam begini adalah Xia Xionglue.


" Apa aku mengganggu mu?" Tanya Xia Xionglue terlihat ragu


" Tidak" jawab Yueyin singkat dan acuh tak acuh


" Apakah kau mau berjalan-jalan melihat pasar!" Xia Xionglue mengatakan nya dengan ragu, ia takut Yueyin menolak tawaran nya.


Sejenak suasana di sana menjadi hening, tidak ada jawaban apapun dari Yueyin membuat Xia Xionglue semakin takut dan gugup.


" Jika kau tidak mau juga tidak apa, aku tahu kau mungkin tidak akan menerima tawaran ku, aku..."


" Aku bukan tidak mau, hanya saja apakah pasar masih buka malam-malam begini!" Yueyin segera memotong ucapan Xia Xionglue.


" Ah, tentu saja pasar di kota seribu bunga masih buka meski sudah malam. Bahkan pasar akan semakin ramai pada malam hari.." ucap Xia Xionglue


" Benarkah, kalo begitu ayo kita pergi!" Seru Yueyin dengan sikap tenang.

__ADS_1


" I-ya ayo..."


Selama perjalanan Xia Xionglue nampak canggung, dia terlihat ingin mengatakan sesuatu namun ia nampak bingung dan tidak tahu harus mengatakan nya bagaimana.


" Jika kau mengajak ku keluar hanya karena ingin meminta ku menjauhi Li Hongli maka aku tidak akan melakukan nya!" Ucap Yueyin memecahkan keheningan di antara mereka, dia mengatakan nya dengan tegas dan dingin, namun juga dengan sikap yang santai dan tenang.


" Ah bukan tentang itu. Lagi pula aku juga tahu sedari awal Li Feng... Maksud ku Li Hongli bukan milik ku, yang ada di mata nya cuma kau seorang, aku sama sekali tidak memiliki kesempatan lagi, namun aku menyadari nya sangat terlambat... Aku sudah tidak ingin bersaing dengan mu lagi, karena aku sudah tahu akulah yang akan kalah. Lagi pula aku tidak suka berbagi, jadi aku sudah menyerah pada Li Hongli!" Ujar Xia Xionglue menatap Yueyin dengan yakin ia juga tersenyum dengan tulus.


Saat Li Hongli menolak perjodohan nya waktu itu ia sudah menyadari sampai kapan pun Li Hongli tidak akan pernah meliriknya. Sebenarnya saat penawaran perjodohan dari guru nya, Huan Xinyi itu merupakan sebuah tantangan untuk nya dari guru nya.


Sebelum itu terjadi dia dan guru nya pernah membicarakan masalah ini " guru akan menjodohkan mu dengan Li Hongli..."


Awal nya dia sangat senang mendengar perkataan guru nya itu, namun..


" Namun kau harus ingat! guru tidak bisa memaksakan kehendak Li Hongli dia berhak menolak nya. Saat Li Hongli menolak perjodohan nya dengan mu ingatlah kau harus menyerah Xionglue'er. Guru tidak pernah mengajarkan mu untuk merusak hubungan orang lain demi kepentingan mu sendiri..."


" Tapi guru..."


" Tidak ada tapi tapian Xionglue'er, bukan hanya guru kau juga pasti sudah menyadarinya di mata Li Hongli hanya ada gadis bernama Yin itu saja, setelah ini jangan mengelak nya lagi"


Perkataan guru nya waktu itu terus berputar di kepala nya, dan sekarang dia tidak ingin mengelak apa yang seharusnya sudah lama ia pahami.


" Tidak kau tidak mengetahui nya, aku benar-benar sudah menyadari kesalahan ku, aku sungguh minta maaf!" Seru Xia Xionglue penuh penyesalan.


" Kau salah paham nona Xia, maksud ku aku sudah tahu kau mengajakku kemari bukan untuk menjauhkan ku dan Li Hongli, aku mengatakan itu hanya agar kau berbicara apa yang ingin kau katakan itu saja, meski aku


tidak tahu apa yang ingin kau katakan itu!" ucap Yueyin acuh seakan semua itu bukan urusan nya.


" Ah kau ini... Itu, bisakah kita berteman?" Tanya Xia Xionglue ragu, ia sangat takut jika Yueyin menolak nya, namun wajar saja jika Yueyin menolak nya.


" Tentu saja, mengapa tidak" jawab Yueyin dengan santai


" Benarkah, terima kasih nona Yin" ucap Xia Xionglue tersenyum senang.


" Nona Xia kau serius ingin melepaskan Li Hongli?" Tanya Yueyin asal


" Tentu saja, tenang saja aku pasti akan mendapatkan pemuda yang juga mencintai ku seperti Li Hongli mencintai mu. Lagi pula masih banyak pemuda yang mengejar ku, aku ini adalah salah satu dari empat peri yang di akui kecantikan nya" ucap Xia Xionglue sedikit bangga..

__ADS_1


" Ya kau benar..."


" Nona Yin bisakah kau memanggil nama ku saja jangan gunakan embel-embel nona itu!" Ucap Xia Xionglue serius.


" Tentu saja jika kau juga berhenti memanggil ku dengan panggilan nona" ucap Yueyin acuh


Mendengar itu Xia Xionglue dan Yueyin saling pandang.


" Hahaha, kau mengerjai ku lagi Yin" ucap Xia Xionglue setelah puas tertawa, ia baru menyadari bahwa Yueyin memang sengaja melakukan nya.


" Tentu menurut mu!" Seru Yueyin sambil tersenyum tulus di balik cadar nya.


" Waaahhh apakah ini pasar" Yueyin menghentikan langkahnya setelah sampai di depan pasar ia tidak menyangka pasar bisa seindah itu.


Pasar di kota seribu bunga pada malam hari terlihat begitu indah dan menawan dengan lapu yang berkelap-kelip dan berbagai warna, kedai yang memiliki gaya unik nya tersendiri, berbagai macam jenis bunga yang begitu indah, meski sudah sangat malam nyata nya pasar di sini terlihat sangat ramai.


" Tentu saja, ayo aku bawa kau ke suatu tempat yang indah!" Xia Xionglue meraih tangan Yueyin dan membawanya pergi.


" Tenghulu, tenghulu..."


" Mari kemari, banyak bunga cantik dan unik dengan berbagai warna..."


" Tuan dan nona silahkan ke tempat ku, terdapat berbagai macam senjata..."


" Nona Kemarilah lihat barang dagangan ku..."


Para pedagang terus menerus menawarkan barang dagangan nya.


" paman aku mau tenghulu nya dua" ucap Xia Xionglue pada pedagang tenghulu yang juga sedang melayani pembeli lain.


" Tunggu sebentar nona..."


" Ini nona tenghulu nya"


" Terima kasih, berapa?"


" Satu tenghulu seharga lima koin perunggu, nona"

__ADS_1


" Baik, ini"


Setelah membayar nya, Xia Xionglue kembali menarik tangan Yueyin, Yueyin hanya pasrah saja toh sebenarnya dia pernah ke pasar ini bersama Li Hongli hanya saja itu saat siang hari.


__ADS_2