Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta

Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta
Episode 118. Kebersamaan


__ADS_3

" Ada apa ini?" Ucap seseorang mengalihkan perhatian semua orang pada nya, terlihat seorang wanita dewasa yang baru saja turun dari lantai teratas toko ini.


" Ny-nyonya" ucap pelayan itu memberi hormat


" Hmm... Katakan ada apa ini! dan keributan apa yang telah terjadi di sini!!" Ujar wanita itu yang ternyata pemilik toko pakaian ini, ia merasa heran saat mendengar keributan yang terjadi di lantai terbawah toko milik nya.


Dan apa yang ia lihat sekarang, salah satu penjaga nya telah tak sadarkan diri di pojok toko, Ia sangat kesal siapa yang berani membuat kekacauan di toko milik nya.


" Siapa yang telah membuat kekacauan di toko ku" ucap wanita itu dengan dingin


" Nyonya mereka yang telah melakukan nya, mereka tidak bisa membayar pakaian yang ada di toko ini, tapi mereka memaksa ingin tetap mengambil nya, para penjaga ingin menghentikan nya tapi pria itu malah memukul penjaga hingga ia tidak sadarkan diri" ucap pelayan toko berbohong


" Benar yang di katakan oleh pelayan mu itu nyonya, lihatlah penampilan mereka saja seperti gelandangan" ucap nona Quon menambahkan


Wanita itu melirik di mana Yueyin dan Li Hongli berdiri, tapi ia merasakan ada perasaan yang mengatakan untuk tidak bertindak macam-macam pada mereka, meski penampilan mereka yang sederhana tapi aura yang di pancarkan oleh mereka berdua terlihat sangat agung dan mulia.


" Apakah yang di katakan oleh pelayan dan nona Quon itu benar tuan dan nona" tanya wanita itu


" Tidak, wanita badut dan pelayan mu itu yang terlebih dahulu memulai" ucap Yueyin dengan tenang


" mereka bohong nyonya, ak-aku..."


" Diam"


Tanpa ingin berbasa-basi lagi Li Hongli melemparkan satu kantong berisi ratusan koin emas, yang mana membuat semua orang terkejut melihat nya saat wanita itu membuka kantung tersebut.


" Maaf tuan apa ini maksud nya"


" Anggap saja itu sebagai ganti rugi karena kekacauan yang terjadi di toko mu, dan juga kami ingin membeli beberapa pakaian di sini apa boleh nyonya..." Bukan Li Hongli yang menjawab melainkan Yueyin


" Panggil saja saya nyonya Wei nona, dan kalian sangat boleh sekali membeli pakaian di toko ku, baiklah aku sendiri yang akan melayani dan mengajak kalian berkeliling" ucap nyonya Wei dengan sopan

__ADS_1


" Tunggu nyonya tapi dia...."


" Diam mulai sekarang kau tidak lagi bekerja di toko ku" potong nyonya Wei, ia tahu pelayan nya lah yang bersalah di sini, lagi pula sudah beberapa kali mendengar keributan yang terjadi akibat Nona Quon


" Apa maksud mu nyonya Wei apa kau berani melawan ku" ucap nona Quon angkuh


" Kurasa nona muda Quon tidak perlu mengancam ku begitu, karena itu tidak akan bisa, kau tahu itukan" senyum nyonya Wei


" Sialan, aku melupakan siapa dia" batin nona Quon


Nyonya Wei adalah istri dari Jendral Weiheng tentu saja tidak ada yang berani macam macam pada nya, ia pun tidak perlu takut hanya dengan ancaman dari nona muda seperti nya.


" Nyonya tolong jangan pecat aku dari sini"


" Penjaga seret dia dari sini, aku muak melihat nya"


Nyonya Wei membawa Li Hongli dan Yueyin untuk melihat lihat pakaian di sana, Yueyin membeli beberapa pakaian untuk nya juga untuk Li Hongli ia juga membeli beberapa cadar untuk nya.


Li Hongli sendiri hanya mengikuti tanpa berbicara, ia pun tidak protes atau mempermasalahkan saat Yueyin memilih pakaian untuk nya.


" Ouh... Nona ingin warna apa dan ingin berapa?" Tanya nyonya Wei


" Putih, hitam, biru muda, hijau muda, dan beberapa warna gelap semua nya masing-masing lima kain saja"


" Baik nona, apa ada lagi yang kalian butuhkan mungkin kekasih anda ingin sesuatu"


" Kekasih! Ap-a maksud nyonya dia bukan kekasih ku" ucap Yueyin dengan pipi yang merona


" Waahhh.... Sayang sekali padahal kalian sangat serasi, seperti nya juga pria di samping mu sangat menyukai mu nona... bukti nya dia tadi sangat melindungi mu" goda nyonya Wei


" Ah... Anda bisa saja nyonya, itu tidak mungkin" ujar Yueyin salah tingkah

__ADS_1


" Kenapa tidak mungkin" tanya Li Hongli mengejutkan mereka berdua


" Ahk... Apa maksud mu" bingung Yueyin


" Itu... Ya itu tidak mungkin, kau.... Ouh iya aku ingin melihat baju baju yang lain nya lagi" ucap Yueyin mengalihkan perhatian dan segera pergi dari sana.


" Tuan muda jika aku boleh memberi mu saran.... Perempuan itu sangat sulit di mengerti, kadang dia mengatakan tidak tapi hati nya sebenarnya mengatakan ia... Jika kau menyukai nya maka segera katakan pada nya sebelum ada pemuda lain yang mendahului mu, kau akan menyesali nya nanti" ujar nyonya Wei pada Li Hongli


Li Hongli yang mendengar nya diam mencerna ucapan dari nyonya Wei, ia sendiri bahkan belum yakin dengan perasaan nya sendiri, ia tidak mengerti apa ia memang menyukai Yueyin, tapi saat bersama dengan gadis itu ia selalu merasa ingin melindungi nya.


_____________________________________________


Li Hongli dan Yueyin telah keluar dari toko pakaian, mereka memutuskan untuk berjalan-jalan siapa tahu mereka mendapatkan benda yang berguna di pasar ini.


" Apa kau masih marah" tanya Li Hongli


" Marah untuk apa" ucap Yueyin dengan cuek


" Ya... Karena aku telah mengganggu kesenangan mu mungkin" jawabnya santai


"Cihh... Menyebalkan, kau tahu aku baru saja ingin mematahkan tulang orang itu tapi kau terlebih dahulu memukul nya" ucap Yueyin kesal, sebenarnya bukan hal itu yang membuat nya kesal tapi....


" Bukankah kau seharusnya berterima kasih pada ku karena menghalangi orang itu menyentuh mu" ucap Li Hongli acuh, meski begitu ia juga merasa sedikit kesal saat mengingat kejadian itu.


" Untuk apa aku berterima kasih pada mu, aku pun tidak meminta bantuan mu... Atau kau pun melakukan hal sama pada Xin Jiao!" Seru Yueyin


Mendengar pertanyaan terakhir Yueyin membuat Li Hongli bingung, " apa maksud mu"


" Apa lagi saat kau melihat betapa tidak berdaya nya gadis itu yang sedang di incar oleh para pembunuh bayaran, hati mu pasti berkata dia gadis yang cantik dan tidak berdaya aku harus melindungi nya" cibir Yueyin, ia masih ingat saat Xin Jiao menceritakan bagaimana hebat nya Li Hongli menolong nya, dan hal itu membuat nya kesal


Li Hongli menarik kedua sudut bibir nya saat mendengar ucapan dari Yueyin, " tidak..." Yueyin menatap Li Hongli dengan bingung, apa maksud nya dengan 'tidak' seperti itulah yang Yueyin ingin tanyakan.

__ADS_1


" Aku tidak berniat membantu nya sama sekali, para pembunuh bayaran itulah yang menganggu perjalanan ku, jadi bukan salah ku jika menghabisi mereka..... Lagi pula aku hanya melakukan hal tadi karena itu adalah diri mu" setelah mengucapkan nya Li Hongli berjalan menjauh dari Yueyin yang diam mematung mendengar ucapan terakhir Li Hongli.


" A-apa maksud nya tadi" ucap nya pelan dengan pipi merona


__ADS_2