
_______________
Di tempat yang jarak nya ratusan tahun cahaya, tempat dimana tidak ada satu makhluk hidup pun, di sana terdapat dua orang yang sedang bertarung dengan sengit, siapa lagi jika bukan Li Hongli yang sedang melawan Raja iblis.
Li Hongli sengaja membawa nya ke tempat yang tidak ada orang agar bisa bertarung dengan leluasa tanpa mempedulikan orang-orang di sekitarnya yang akan menjadi korban serangan nyasar. Dan untuk para iblis yang masih berada di dunia fana dia yakin mereka akan baik-baik saja, dia percaya Yueyin dapat mengatasi nya dengan baik.
" Cih, kau selalu saja menghindar kaisar dewa, beginikah kekuatan mu sekarang. Sungguh lemah" ucap Raja iblis memprovokasi.
Li Hongli hanya diam dan tersenyum tipis mendengar provokasi dari nya, memang nya dia peduli, dia memiliki cara lain untuk mengambil keuntungan dari pertarungan nya sekarang ini.
Andai Raja iblis tahu apa yang sedang Li Hongli pikiran dia mungkin akan menangis atau muntah darah mengetahui nya.
Set
Keduanya sama-sama termundur beberapa langkah setelah beradu satu jurus.
" Raja iblis atau aku harus memanggil mu dewa perang. Sebagai mantan dewa perang apa kau tahu mengapa aku membawa mu ke tempat ini yang bahkan jauh dari adanya kehidupan?" Pertanyaan itu terucap dari bibir Li Hongli.
Li Hongli menatap Raja iblis dalam, tapi tatapan nya penuh percaya diri dan ada sesuatu yang Raja iblis sendiri tidak bisa mematahkan apa itu.
Dia merasakan kegelisahan yang sulit dia ketahui mengapa dia harus gelisah setelah mendengar pertanyaan dari kaisar dewa.
" Bukankah kau begitu menyayangi para manusia itu sampai tidak ingin membuat mereka terluka. Sungguh kaisar dewa yang sangat murah hati." Cibir Raja iblis bermaksud untuk mengejek tindakan nya itu.
Tapi apa yang terjadi malah membuat Raja iblis semakin gelisah, bukan nya marah mendengar ejekan nya, Li Hongli malah tertawa.
" Haha... Murah hati? Kau yakin memberikan julukan yang sungguh menggelikan itu pada ku. Sebagai mantan dewa perang seharusnya kau sangat tahu tempramen ku, sebelum memberikan gelar kaisar dewa para dewa itu juga memanggil ku sebagai dewa penghancur. Bagi diri ku yang akan menyebabkan kekacauan dan kehancuran dimana pun aku berada, sebuah kalimat murah hati sangat menjijikkan untuk ku." Cibir Li Hongli yang membuat Raja iblis semakin merasa gelisah.
" Namun aku yakin pertanyaan mu bukan hanya itu. Mengapa aku menyegel mu bukankah membunuhmu saat itu akan lebih baik? Mengapa harus di dunia fana ini aku menyegel Raja iblis? Dan hanya untuk membunuh Raja iblis mengapa harus mengorbankan hidup ku dan pendamping ku? Pertanyaan-pertanyaan itu pasti berputar dalam pikiran mu."
" Aku tidak mengerti maksud mu itu kaisar dewa, berhentilah bicara dan bertarunglah dengan ku."
Wsosh
Raja iblis menyerang Li Hongli dengan brutal setiap gerakan nya begitu ganas, tapi Li Hongli juga dapat menghindari serangan nya dengan tepat.
__ADS_1
Sambil menghindari setiap serangan Raja iblis, Li Hongli masih memprovokasi nya " Benarkah, namun ekspresi wajah mu seperti mengatakan hal yang berbeda!"
Serangan Raja iblis semakin brutal, dia mengeluarkan senjata nya yang berupa sebuah pedang berwarna hitam dengan pegangan yang berbentuk kepala tengkorak naga.
" Teknik pedang iblis : Tebasan kematian."
Li Hongli malah tersenyum tipis melihat nya mengeluarkan teknik pedang, ia juga memanggil pedang penguasa langit.
" Teknik dewa pedang : tebasan seribu pedang."
Trank
Kedua pedang itu saling berbenturan mengeluarkan suara besi yang sangat nyaring.
" Malam begitu gelap, tapi tak segelap tempat ini..."
" Kejahatan dapat membunuh banyak orang, tapi tak akan ada tanpa adanya kebaikan..."
" Hitam dan putih sangat abu-abu bagi alam semesta..."
Menurut Raja iblis dia hanya sedang melakukan hal yang konyol, tapi semakin dia berkata semakin aneh perasaan nya.
" Saat langit yang tinggi tampak rendah, saat itu makhluk hidup akan merasa bimbang..."
" Berhenti mengucapkan omong kosong kaisar dewa!" Seru Raja iblis dengan marah.
" Saat kemarahan datang segala yang di miliki nya akan musnah..."
Li Hongli berhenti bicara, dan mundur setelah berhasil menangkis serangan dari Raja iblis. Ia menatap Raja iblis dengan pandangan licik dan senyum seringai nya.
" Aku akan membunuhmu sekarang juga kaisar dewa agar kesombongan mu itu ikut musnah."
Raja iblis menyalurkan energi Qi iblis nya seluruh nya kedalam pedang yang dia genggam, dan dia akan langsung melakukan satu gerakan untuk mengakhiri perang ini.
" Teknik pedang iblis : Tebasan pembelah bulan." Ini adalah jurus tertinggi yang dia pelajari, seperti nya memang dia ingin mengakhiri pertarungan ini dengan sekali serang.
__ADS_1
Li Hongli membenarkan pegangan pada pedang nya, menutup mata hingga simbol yang berada di kening nya bersinar.
" Waktu nya telah tiba kegelapan akan hilang meski dengan cahaya kecil..."
Bukan nya menghindari serangan tersebut, Li Hongli malah tidak menangkis atau menghindar. Yang dia lakukan malah diluar dugaan dia seperti pasrah menerima serangan tersebut, pedang penguasa langit yang di pegang nya pun telah menghilang.
Jleb
Pedang milik Raja iblis menusuk jantung Li Hongli, darah merembes keluar dengan derasnya, melihat itu Raja iblis pu tertawa terbahak-bahak dan dengan sombong menatap Li Hongli seakan sedang menatap seekor semut.
" Hahahaha.... Kaisar dewa apa yang kau katakan tadi, sedari tadi kau selalu memprovokasi ku, namun sekarang kau tidak perlu menjawab pertanyaan ku. Aku telah mendapatkan jawaban ku sendiri, kau begitu mudah ku bunuh tanpa bantuan dari Dewi alam kau tidak akan bisa mengalahkan ku. Sebenarnya kau itu sangat lemah lebih lemah dari yang ku bayangkan."
" Apa kau pikir, kau sudah menang Raja iblis" ucapan Li Hongli membuat Raja iblis berhenti tertawa, dan menatap tak percaya pada apa yang di lihat nya.
Li Hongli masih belum mati, bibir nya bahkan membentuk sebuah seringai kejam, dia memutar kepala nya dan membuka perlahan matanya, saat mata itu terbuka bola mata hitam telah terganti menjadi emas.
" Kegelapan tak akan bisa menelan cahaya, begitu pun cahaya. Gelap dan terang saling melengkapi."
" Bagaimana kau pikir cahaya akan hilang saat kegelapan masih ada Raja iblis!" Setelah mengatakan itu pedang yang menusuk jantung Li Hongli perlahan berubah menjadi abu.
Raja iblis langsung melepaskan pegangan nya pada pedang saat melihat pedang miliknya telah berubah menjadi abu, dia bahkan langsung melangkah mundur menjauhi Li Hongli.
Luka yang membekas di dada Li Hongli perlahan meregenerasi dan bekas luka itu mulai menghilang seakan dia tidak pernah terluka sebelum nya.
" Ba-bagaimana mungkin..."
" Raja iblis! Apa kau mengingat ini."
Tak
Li Hongli menjentikkan jari nya lalu api hitam seukuran kelereng muncul di jari telunjuk nya. Tapi dia tidak melemparkan api itu pada Raja iblis, dia malah kembali menjentikkan jari nya dan api hitam yang lebih besar, api itu membentuk sebuah lingkaran dan mengelilingi punggung Li Hongli, bisa dikatakan api itu seperti perisai Li Hongli, dan siapapun yang menyerangnya dari belakang harus melawan api tersebut lebih dulu.
" A-pi neraka."
Raja iblis yang terkejut berhasil memulihkan kesadaran kembali, dan ekspresi nya menjadi jauh lebih tenang. " Haha... Kau benar aku melupakan keberadaan api neraka yang kau miliki. Namun selain api itu tidak ada lagi yang bisa kau banggakan kaisar dewa. Jika kau tidak memiliki nya kau bukanlah apa-apa."
__ADS_1
" Dan jika saja saat itu Dewi alam tidak membantu mu, mana mungkin akan akan tersegel di dunia manusia ini selama ratusan juta tahun lama nya. jika kau hanya sendiri aku dapat membunuh mu dengan mudah." dia masih meyakinkan hatinya sendiri bahwa apa yang selama ini ia yakini memang benar, dan semua itu adalah kebenaran yang nyata. Kaisar dewa melakukan ini pasti untuk membuat nya lengah dan berpikir hal yang berkebalikan dari fakta.