
" lancang..... Bukankah kau terlalu sombong nak hingga tidak berlutut pada yang mulia raja" ujar seorang wanita di sana dengan sinis
" Ayahanda tolong maklumi sikap saudara Li, d
sikap nya memang seperti itu" ucap Xin Zhuo agar ayah nya tidak salah paham dengan sikap Li Hongli
Sebelum raja Xin menjawab seseorang terlebih dahulu menyela nya.
" Pangeran dari mana kau menemukan pemuda yang tidak memiliki sopan santun seperti nya" ujar wanita itu
" Maaf Ibunda selir, tapi saudara Li tidak bermaksud untuk berlaku tidak sopan pada ayahanda raja, bukan begitu saudara Li?"
" Hentikan... Nak kalau boleh saya tau kenapa kau tidak berlutut pada ku" tanya raja Xin penasaran, bukan nya ia gila hormat, ia hanya penasaran di saat semua orang berlutut di hadapan nya tapi pemuda ini bahkan terkesan acuh terhadap sekitarnya.
" Maaf jika sikap ku kurang sopan yang mulia tapi saya pantang untuk berlutut di hadapan orang lain kecuali kedua orang tua saya dan guru saya, lagi pula ku rasa anda tidak gila akan hormat" baas Li acuh tak acuh
" Baiklah saya terima alasan mu, tapi anak muda apakah benar kau seorang Alkemis" tanya Raja Xin ragu
Li Hongli maju ke arah ranjang di mana seorang wanita cukup cantik berbaring tak berdaya di sana.
" Apa yang ingin kau lakukan pada saudari ku" ucap wanita tadi yang ternyata adalah selir raja Xin
" Memeriksa nya bukankah lebih baik kalian melihat nya langsung saya seorang Alkemis atau bukan" tanya Li Hongli acuh tak acuh
" Kau... Lancang sekali kau tidak hormat pada ku"
tanpa mempedulikan ucapan wanita itu Li Hongli tetap berjalan mendekati permaisuri Xin, saat ia ingin memeriksa nya tabib di sana menghalangi nya, tapi saat raja Xin menganggukkan kepala nya sebagai jawaban mengijin kan Li Hongli memeriksa istri nya.
Li Hongli pun memeriksa pergelangan tangan permaisuri Xin, untuk mencari tau penyebab koma nya wanita itu.
Li Hongli mengerutkan dahi nya saat merasakan ada yang aneh di tubuh permaisuri Xin.
" Saudara Li apa ibunda ku baik baik saja" tanya Xin Zhuo dengan cemas.
" permaisuri Xin tidak akan sembuh hanya dengan pil penyembuh saja, di dalam tubuh nya terdapat racun yang berbahaya, yaitu racun teratai putih" jawab Li Hongli
" Apa..."
" Benarkah"
" Mana mungkin"
Begitu lah yang Li Hongli dengan dari orang orang di sana.
" Cih... Pangeran Zhuo Alkemis macam apa yang kau bawa, tabib istana sendiri mengatakan bahwa saudari ku mendapatkan penyakit yang aneh bagaimana mungkin dia yang hanya memeriksa nya sebentar mengatakan permaisuri keracunan" cibir selir Xin
" Aku percaya apa yang di katakan dia ayahanda" ujar Xin Jiao tegas.
" Ia ayahanda aku pun percaya pada saudara Li" Xin Zhuo menimpali.
__ADS_1
" Sialan....." Batin wanita itu
" Nak kalau boleh saya tau bagaimana kau sangat yakin tentang hal itu" seru Raja Xin
" Jika hanya tabib biasa mereka tidak akan mengetahui bahwa permaisuri keracunan, karena racun teratai putih tidak berbau dan berwarna jadi sulit untuk di deteksi, apa lagi ku rasa orang yang meracuni permaisuri, melakukan nya dengan perlahan atau memberikan racun nya sedikit demi sedikit sehingga jika racun itu telah menumpuk di tubuh permaisuri akan sulit untuk mendeteksi bahwa penyebab nya adalah racun" jelas Li Hongli
" Omong kosong macam apa itu, mana mungkin akan ada yang berani meracuni permaisuri di kerajaan Xin ini" ujar selir Raja
" Benarkah, mungkin kau tidak tau tapi tempat yang paling aman adalah tempat yang paling berbahaya" ujar Li Hongli
" Tapi mana mungkin akan ada yang berani meracuni permaisuri, apa mereka tidak takut akan di hukum oleh sang raja sendiri" seru selir raja tidak mau kalah
" ya.... Kau benar mungkin orang itu adalah orang yang gila karena tidak takut akan hukuman yang akan di berikan jika pelaku nya terungkap"
" Kauu... Kau pasti hanya omong kosong untuk mendapatkan sanjungan dari yang mulia Raja" geram wanita itu
" Sanjungan! Aku tidak peduli dengan hal hal yang seperti itu, tapi kenapa aku merasa kau sedang ketakutan akan sesuatu yang mulia selir" ujar Li Hongli dingin sambil menekan kan kata yang mulia selir
" A-apa maksud mu aku tidak mengerti"
" Hmmm.."
" Saudara Li apa kau bisa menyembuhkan ibunda ku, aku akan memberikan apa pun yang kau mau jika kau bisa menyembuhkan ibunda ku" ujar Xin Jiao
" jika kau percaya pada ku, aku bisa mengeluarkan racun yang ada di tubuh yang mulia permaisuri" ucap Li Hongli
" baiklah aku akan percaya pada mu nak seperti putra ku percaya pada mu" ujar raja Xin
" Bantu aku untuk mendudukkan ibu mu" ucap Li Hongli pada Xin Zhuo
Xin Zhuo melakukan apa yang diperintahkan oleh Li Hongli, tapi ada beberapa orang yang tidak menyukai kedatangan Li Hongli.
" Sial, bagaimana bisa pemuda itu tau tentang racun yang ada di tubuh wanita itu" batin seseorang
Li Hongli duduk di belakang tubuh permaisuri Xin dan menempelkan tangan nya di punggung wanita itu. Li Hongli menyalurkan energi Qi nya ke tubuh wanita itu dan menyerap racun yang ada di tubuh wanita paruh baya itu, cahaya berwarna putih terlihat saat Li Hongli menggunakan Qi nya.
Perlahan lahan Li Hongli menyerap racun yang ada di tubuh permaisuri Xin dan mengubah nya menjadi energi Qi. Tidak berselang lama wajah pucat permaisuri Xin perlahan lahan kembali normal.
" Khuk.... Khuk"
Permaisuri Xin memuntahkan beberapa teguk darah hitam. Melihat itu membuat Raja Xin, Xin Zhuo dan Xin Jiao khawatir.
" Tenanglah, racun yang ada di tubuh nya mulai keluar" ujar Li Hongli
Li Hongli menghentikan menyalurkan energi Qi pada wanita itu, setelah melihat wanita itu mengeluarkan darah hitam. Perlahan lahan mata wanita paruh baya itu mata nya terbuka membuat rasa khawatir mereka berganti menjadi rasa bahagia.
Li Hongli turun dari tempat nya duduk dan membiarkan wanita paruh baya itu bersandar di ranjang nya. Permaisuri Xin melihat sekeliling nya dan melihat suami dan kedua anak nya menatap dengan penuh kekhawatiran.
" Yang mulia, Zhuo'er, Jiao'er" ucap nya lirih
__ADS_1
" Ibunda..." Xin Zhuo dan Xin Jiao langsung memeluk tubuh wanita itu dengan bahagia.
" Hiks... Apa ibunda baik baik saja" ucap Xin Jiao dengan tangis nya.
" Apa ada yang sakit ibunda katakan pada kami!" Ucap Xin Zhuo tak kalah cemas
" Tenanglah Zhuo'er, Jiao'er ibunda baik baik saja" balas nya dengan suara serak karena masih lemas.
" Berikan pil ini pada ibu mu, setelah itu berikan juga pil penyembuh yang kau punya pada nya" ujar Li Hongli sambil memberikan satu Pil penawar racun pada Xin Zhuo.
Xin Zhuo menerima pil itu dan memberikan nya pada ibu nya serta memberikan pil penyembuh yang ia dapatkan di pelelangan. Setelah meminum kedua pil itu kondisi wanita itu semakin membaik.
" Yang mulia permaisuri sudah sembuh semua racun yang ada di tubuh nya telah keluar, dia hanya membutuhkan istirahat sebentar saja" ujar Li Hongli
" Jadi benar permaisuri ku ada yang meracuni nya" ucap raja Xin marah.
" Ayahanda kita harus menyelidiki hal ini aku takut ibunda kembali diracuni oleh pelaku nya saat ia tau ibunda telah sembuh" ujar Xin Zhuo ikut geram
" Baiklah ayah akan menyelidiki nya sampai pelaku nya ketemu" balas Raja Xin
" Pelayan..." Panggil Raja Xin
" Salam yang mulia" ucap seorang pelayan
" Persiapan perjamuan makan malam besar untuk berterima pada tuan Alkemis"
" Baik yang mulia"
" Tuan..." Jeda Raja Xin
" Li Hongli, panggil Li Hongli saja yang mulia" balas Li Hongli seperti
" Baiklah nak Hongli, sambil menunggu para pelayan menyiapkan makanan nya kau bisa beristirahat terlebih dahulu, pelayan akan menunjukkan kamar untuk mu beristirahat" ujar Raja Xin
Sebelum Raja Xin memanggil pelayan, suara seseorang terlebih dahulu terdengar " Tunggu ayah biar aku saja yang akan menunjukan kamar untuk nya"
" Baiklah Jiao'er, antarkan dia ke kamar tamu untuk beristirahat"
"Baik ayahanda"
.
.
.
_____________________________________
Maafkan author yang beberapa hari ini tidak up, author beberapa hari lalu tidak bisa up karena author beberapa hari lalu di sekolah lagi ada acara sehingga sibuk dan tidak sempat untuk up.....🙏🙏
__ADS_1