
Chen Zhun menggertakkan gigi nya geram, ia sangat marah karena Li Hongli selalu menaikan harga saat ia sedang menawar.
Saat Chen Zhun akan kembali menawar, terdengar suara yang menghentikan tindakan nya.
" Chen Zhun hentikan kelakuan mu itu, gadis itu hanyalah gadis biasa, jika patriak tau kau membuang banyak uang hanya untuk seorang gadis biasa bukan nya membeli sesuatu yang berharga dari pelelangan ini, dia akan sangat marah bahkan menghukum mu atas kelakuan mu ini" ucap tetua Gong kesal dengan kelakuan Chen Zhun selama lelang sedang berlangsung
Mendengar itu, hanya semakin membuat Chen Zhun marah, rahang nya sampai mengeras karena menahan amarah nya, tapi ia lebih takut dengan amarah ayah nya, sehingga ia tidak menawar harga lagi.
Tapi tidak di pungkiri hati nya sangat dongkol, karena tidak bisa mendapatkan gadis yang ia incar.
" Apakah tidak ada orang yang menawar harga lagi?" Tanya wanita itu pada semua orang
Tapi, tidak ada suara yang menyahut perkataan nya, ia kembali berkata " Baiklah kedua budak ini resmi menjadi pemilik ruang VIP nomor 3"
Kembali ke atas panggung, wanita itu meminta beberapa orang menyikirkan kandang jeruji besi itu, lalu seorang pelayan yang membawa sebuah nampan yang terdapat sebuah kotak kecil di nampan itu datang mendekati panggung pelelangan.
Setelah kotak itu di buka terlihatlah sebuah biji berukuran sebesar kelereng.
" Item keempat ini adalah biji pohon buah emas, para tetua tentu tau tentang sumber daya ini, buah emas memiliki manfaat untuk menyembuhkan luka dalam serta luka luar dengan sangat cepat, dan dapat meningkat kan Kultivasi secara instan tanpa memperngaruhi pondasi nya sedikit pun, bukan hanya itu daun dari pohon buah emas dapat di jadikan sebagai penawar berbagai jenis racun, tapi sayang sekali buah nya hanya tubuh 10 tahun sekali itupun hanya tumbuh beberapa buah saja setiap berbuah, dan kami menemukan biji pohon buah emas ini di sebuah reruntuhan kuno"
" Baiklah, harga awal untuk item ini adalah 2000 koin emas, dengan kelipatan harga 10 koin emas, lelang di mulai" ucap wanita itu
" Benarkah itu buah emas yang sudah ratusan tahun menghilang"
" Itu hanya sebuah biji, apa benar biji itu merupakan salah satu sumber daya langka"
" Kalau memang benar biji itu adalah pohon buah emas yang melegenda itu, maka kita harus mendapatkan nya"
" Hanya sebuah biji belum tentu akan tumbuh menjadi pohon"
Terdengar ucapan ucapan dari beberapa orang yang berada di tempat itu.
__ADS_1
" 3000 koin emas" lalu tiba-tiba sebuah suara memecahkan kebingungan, dan itu adalah suara Li Hongli
Beberapa tetua yang memang mengetahui khasiat dari buah emas itu langsung ikut menawar harga.
" 3200 koin emas"
Begitu juga dengan Chen Zhun dia tidak mau kalah dengan Li Hongli setelah ia mendengar suara nya menawar pertama kali.
" 3400 koin emas" Chen Zhun berteriak
" 4000 koin emas" Li Hongli membalas
" 4200 koin emas" ucap yang lain nya
" 4300 koin emas"
" 5000 koin emas" ujar Li Hongli kembali
" 7000 koin emas"
Tidak ada lagi yang membuat tawaran, bukan karena mereka tidak mempunyai uang, tapi menurut mereka hanya untuk sebuah biji yang belum tentu bisa tumbuh dan berbuah, mereka lebih sayang uang mereka, dan tidak ingin membuang nya dengan percuma.
Begitu pun dengan Chen Zhun ia pikir, dia sudah membalaskan apa yang Li Hongli lakukan pada nya yaitu menipu nya dan sekarang Li Hongli harus membeli sebuah biji yang belum tentu tumbuh atau tidak nya dengan harga yang cukup tinggi.
Andai Chen Zhun tau bahwa Li Hongli mempunyai cara dan tempat di mana biji itu akan tumbuh dan berbuah, mungkin ia akan langsung muntah darah.
" Apa tidak ada yang menawar kembali, baiklah item ini di menangkan oleh tuan yang berada di ruang VIP no 3" seru wanita itu
" Barang selanjut nya yaitu barang yang seharusnya berada di posisi pertama, bawa barang itu kemari" ucap wanita itu
Saat wanita itu selesai berbicara segera terlihatlah beberapa orang memasuki panggung dengan membawa sebuah benda yang di tutupi tirai di pundak mereka, Benda itu memang di tutup oleh tirai berwarna hitam, Benda itu di turunkan tepat di tengah panggung.
__ADS_1
Setelah itu seorang pelayan pun menarik tirai hitam tersebut, Dan di balik tirai tersebut terdapat sebuah peti raksasa berukuran persegi panjang. Peti itu berwarna hitam dan memancarkan aura kuno yang kuat.
" di dalam peti ini terdapat sebuah tombak yang sangat antik, tombak ini di temukan oleh seorang Kultivator pengelana secara tidak sengaja di sebuah tempat yang sangat berbahaya, dan keadaan nya sudah sama persis seperti ini" Ujar wanita itu sambil perlahan membuka peti itu, saat peti terbuka ada beberapa orang yang dapat merasakan sedikit jejak Aura pembunuh dari tombak itu, terlihat juga gambaran sebuah tombak di sana.
Tombak itu memiliki warna hitam dengan corak warna ungu di tengah nya seperti melambangkan elemen petir. Tombak itu memang terlihat sangat kuat dan elegan, tapi sayang nya itu sudah terlihat sangat usang bahkan ada beberapa retakan di sana, sehingga itu mungkin akan segera hancur jika terkena beberapa benturan lagi.
" Heh.... Kenapa tombak jelek Seperti itu harus di lelang, bukankah ini terlihat seperti penipuan" ujar salah satu peserta lelang dengan sedikit kesal.
" apakah kalian berharap kami akan membeli senjata usang dan sudah rusak ini"
" Aku sedikit bingung dengan pelelangan kali ini, tadi sebuah biji yang belum jelas asal usul nya, sekarang sebuah tombak yang sudah rusak"
Karena perkataan beberapa orang, membuat beberapa peserta lelang juga meragukan kualitas dari barang dan pelelangan ini.
Di hadapkan dengan banyak keluhan dan pertanyaan dari para peserta lelang, tidak membuat wanita yang menjadi juru lelang itu terkejut atau terlihat tertekan, wanita itu malah tersenyum tipis saat melihat ke arah para peserta lelang itu.
" Diamlah!!..."
Tiba-tiba terdengar suara rendah dan dingin dari seseorang yang baru menaiki panggung pelelangan, orang itu tidak lain adalah ketua Fan, sehingga membuat orang orang yang membuat keributan tadi pun langsung terdiam dan menelan ludah nya kembali.
" Salam ketua Fan" ucap wanita itu
Ketua Fan hanya mengangguk tanpa menjawab salam wanita itu, ia melihat ke arah para peserta lelang.
" Aku tidak peduli dengan penilaian acak dan awam kalian. Tapi berani berani nya kalian mempertanyakan kinerja kami tepat di depan wajah ku, dan bahkan kalian mempertanyakan kejujuran kami dalam pelelangan, apakah kalian pikir aku tidak berani membunuh kalian di sini" ujar ketua Fan dengan nada yang begitu tajam
Saat mendengar itu hawa dingin langsung meresap dan mengancam jiwa mereka, sehingga membuat semua orang terdiam dan tidak ada yang berani berbicara.
Ketua Fan berdiri di hadapan banyak tatapan orang dengan tenang dan kali ini tidak ada seorang pun yang berani berbicara.
" Lanjutkan..." Ucap ketua Fan pada wanita yang berada di samping nya.
__ADS_1
Wanita itu mengangguk, setelah ketua Fan kembali ke tempat duduk nya lelang pun di lanjutkan.