
Di tempat Li Hongli berada
" Waaahh.... Guru kota apa ini indah sekali!" Seru Minghao dengan takjub
" Kota Huanxi, jika Hao'er menyukai nya bagaimana saat waktu luang kita pergi berjalan jalan melihat kota ini" bukan Li Hongli yang menjawab melainkan Yueyin
" Benarkah Jiejie, aku mau.... Aku mau" ucap Minghao dengan antusias
Minghao memang tumbuh dengan pikiran sudah cukup dewasa di umur nya yang masih kecil karena keadaan memaksa nya, namun bagaimana pun dia tetaplah seorang bocah berusia sepuluh tahun yang akan sangat antusias bila mendengar tentang bermain.
" Kau sangat antusias bocah!"seru Li Hongli
Minghao kembali menutup mulut nya dan menganggukkan kepala nya sebagai jawaban dari pertanyaan Li Hongli itulah menurut nya. Ia sampai lupa bahwa Li Hongli melarang nya untuk berbicara, Minghao menatap Li Hongli dengan ragu ragu.
" Kau mengganggu kesenangan orang saja tuan" ucap Yueyin mendelik pada Li Hongli, Li Hongli sendiri hanya mengangkat bahu nya dengan acuh
" Hao'er kau tidak perlu mendengarkan ucapan nya, yang akan mengajak mu berjalan jalan adalah Jiejie jadi tidak akan ada siapa pun yang melarang nya" ucap Yueyin
" Guru?" Gumam Minghao, namun masih dapat di dengar oleh Li Hongli dan Yueyin
" Tidak usah pedulikan dia, dia juga tidak akan bisa melarang nya, mengerti" ujar Yueyin
" Baik" jawab Minghao juga dengan anggukan kepala nya.
Li Hongli hanya tersenyum tipis melihat interaksi antara Yueyin dan Minghao.
" Aku tidak pernah tahu, kalau nona Yueyin bisa berbicara begitu baik kepada seorang anak kecil!" Batin Li Hongli yang dapat di dengar oleh Yueyin
Yueyin yang mendengar nya tersenyum di balik cadar nya, " aku sangat menyukai anak kecil, namun..... Sebelum bertemu dengan mu aku tidak tahu bagaimana berekspresi pada mereka, aku selalu merasa kesepian.... Saat aku melihat anak kecil bermain aku sungguh iri pada mereka yang dapat bermain dengan riang nya, Berbeda dengan ku" jawab Yueyin juga di dalam hati nya sambil bergantian menatap pada langit dan Li Hongli.
" Kalau begitu jangan pergi jauh dari ku!" Ucap Li Hongli di dalam hati tanpa sadar
" Apa!" Yueyin menatap Li Hongli untuk meminta penjelasan tentang apa yang di dengar nya, ia harap tidak salah dengar
" Maksud ku, kau tidak akan bisa pergi jauh dari ku karena aku belum bisa membuka segel yang ada di tubuh mu, sehingga kau harus tetap berada di dekat ku untuk memudahkan ku mengobati mu" jelas Li Hongli, ia dapat menutupi kegugupan nya dengan sangat baik.
" Hmmm... Kau benar"
__ADS_1
" Jiejie, guru kenapa kalian diam saja, ayo sudah giliran kita" ucap Minghao membuat Li Hongli dan Yueyin yang sedari tadi berbicara di dalam hati mereka menjadi tersadar.
" Ah iya, ayo Hao'er"
Li Hongli, Yueyin, dan Minghao dapat masuk ke kota dengan mudah, harus nya Li Hongli maupun Yueyin bisa langsung masuk ke dalam kota tanpa melewati pintu gerbang utama, namun karena Minghao ikut mereka harus ikut mengantri untuk memasuki kota Huanxi.
Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju penginapan awan putih, saat kedatangan mereka bertiga di pintu masuk penginapan awan putih ada beberapa pasang mata yang memerhatikan nya, siapa lagi jika bukan Yelu dan yang lain nya.
Li Hongli tiba setelah Yelu menjawab pertanyaan Xin Jiao, sedangkan Xin Jiao yang memang sedari tadi selalu memperhatikan pintu masuk penginapan mata nya langsung berbinar melihat kedatangan Li Hongli, namun ia nampak kecewa saat ada Yueyin dan seorang anak berusia sepuluh tahun yang tidak ia kenal.
" Li Hongli" ucap Xin Jiao senang
Tap
Tap
Tap
Li Hongli, Yueyin dan Minghao berjalan mendekat ke tempat kelompok nya berada.
" Tuan, nona" sambut Yelu, Ying Liang dan Ying Yue yang di balas anggukan oleh Li Hongli dan Yueyin
" Ada apa tuan putri dan pangeran datang kemari?" Tanya Li Hongli langsung pada inti nya.
Li Hongli, Yueyin maupun Minghao telah duduk di kursi yang tersedia di sana.
Tanpa mempedulikan yang lain nya, Yueyin pun bertanya pada Li Yuwen yang hanya diam saja " Paman bagaimana istirahat mu? Apa nyaman!"
" Terimakasih Yueyin'er, paman sudah beristirahat dengan sangat baik" jawab Li Yuwen
" Nona Yueyin bukankah, kau tidak sopan mengganggu pembicaraan kami" ucap Xin Jiao tidak suka, karena saat ia dan Li Hongli sedang berbicara, Yueyin ikut bicara meskipun bukan berbicara dengan Li Hongli
" Li Hongli apa kau keberatan aku menanyakan kabar paman Yuwen!" Seru Yueyin pada Li Hongli
" Tidak"
" Kau mendengar nya bukan, dia sendiri tidak keberatan kenapa kau yang keberatan.... Lagi pula aku pun tidak mengganggu kalian bukan" ucap Yueyin menekankan setiap perkataan terakhir nya.
__ADS_1
" Cih.... Tapi kau menghalangi pandangan ku!" Seru Xin Jiao
Memang Yueyin duduk di dekat Xin Jiao dan di samping nya adalah tempat duduk Li Hongli karena itu saat Yueyin berbicara dengan Li Yuwen pandangan Xin Jiao pada Li Hongli terhalang oleh Yueyin.
" Itu masalah mu" cuek Yueyin
"haahh.... Li Hongli apa kau melupakan janji mu sendiri" Xin Jiao tidak ingin mempedulikan Yueyin lagi
Li Yuwen yang melihat interaksi mereka pun mengerti dengan apa yang terjadi, namun melihat Li Hongli yang tidak ingin terlalu dekat dengan gadis yang baru saja ia temui, dia juga sebagai ayah dapat merasakan rasa tidak nyaman yang di rasakan oleh Li Hongli saat gadis itu terus banyak bertanya pada putra nya.
Ia sangat tahu putra nya paling tidak suka dengan basa basi namun gadis ini selalu tidak mengatakan pada inti nya, dia terlalu bertele-tele itu pasti membuat putra nya tidak suka.
" Katakan jangan banyak omong kosong" ucap Li Hongli tajam
Glek
Xin Jiao menelan saliva nya dengan kasar, ekspresi Li Hongli yang sekarang adalah yang paling ia takutkan, tapi apa salah nya! Ia hanya ingin lebih lama mengobrol dengan Li Hongli.
" Itu-itu... Bukankah kau dulu pernah berjanji akan menginap di istana, bila babak final akan di mulai, aku menjemput mu dan yang lain nya untuk pergi ke istana bersama" ucap Xin Jiao dengan gugup
" Pesankan untuk ku juga" ucap Li Hongli mengejutkan Xin Jiao
" Apa maksud mu?" Tanya Xin Jiao ragu
" Baik" jawab Yueyin
Mereka berbicara secara bersamaan membuat mereka menatap satu sama lain.
Yueyin lebih dulu berbalik dan memesan beberapa hidangan pada pelayang yang baru saja datang.
Sedangkan Yueyin sendiri tidak merasakan keanehan dengan percakapan nya dan Li Hongli, menurutnya itu sudah biasa, dia maupun Li Hongli akan langsung peka satu sama lain tanpa perlu di jelaskan, namun berbeda dengan Xin Jiao yang merasa aneh dengan percakapan Li Hongli dan Yueyin.
Bukankah Li Hongli sedari tadi sedang berbicara dengan nya?
Bukankah sedari tadi gadis itu hanya bertanya pada pria paruh baya dan anak kecil itu?
Namun kenapa hanya satu kalimat dari Li Hongli, Yueyin mampu memahami nya dengan sangat cepat dan mudah!
__ADS_1
Dia sendiri bahkan kesulitan memahami perkataan Li Hongli saat dia hanya berbicara atau menjawab pertanyaan dengan singkat.
Begitu banyak pertanyaan di dalam benak nya sekarang.