
Setelah kembali ke gua tempat pertama kali Yueyin tinggal, mereka disana menghabiskan waktu berlatih dan Berburu siluman yang ada di sana.
Li Hongli mengajarkan Yueyin tentang perubahan unsur dari elemen yang dia miliki, dan memberikan kitab kitab tingkat tinggi pada nya dan yang lain nya, kadang mereka juga melakukan latih tanding untuk mengetahui kekurangan masing-masing dari mereka.
" Yelu kemarilah"
Mendengar Li Hongli memanggil nya Yelu pun mendekat pada nya.
" Ada apa tuan" tanya nya
" Keluarkan tombak yang dulu kuberikan padamu"
" Baik"
Yelu mengeluarkan sebuah kotak dari cincin penyimpanan dan membuka kotak itu, setelah Yelu membuka kotak itu terlihat sebuah tombak yang usang dari terdapat aura kematian yang masih bisa mereka rasakan, kadang juga tombak itu terlihat mengeluarkan elemen petir.
" Tombak itu bernama tombak petir sangat cocok jika pengguna nya mempunyai elemen petir.... Dan sebenarnya tombak ini bukanlah senjata pusaka tingkat Raja, melainkan tingkat dewa... Karena itulah aku tidak mengijinkan mu untuk menggunakan nya karena kekuatan mu belumlah cukup untuk bisa menguasai tombak petir"
" Tingkat Dewa... Tuan tidak sedang bercanda bukan" ucap Ying Liang setelah tidak percaya
" Tidak"
" Apa akan terjadi hal buruk jika menggunakan senjata pusaka langka dengan sembarangan" tanya Yueyin
" Hmm... Senjata pusaka langka memang senjata yang hebat, tapi senjata itu memiliki roh senjata yang menjaga senjata itu" ujar Li Hongli
" Roh senjata, apa itu??" Seru Yueyin penasaran
" Roh senjata, adalah roh yang melindungi atau penjaga senjata pusaka langka itu,dan jika roh senjata tidak mengakui orang yang menggunakan nya sebagai pemilik baru nya , orang itu bisa mati karena di serap energi nya oleh roh senjata, tapi jika kau berhasil berkontrak dan di akui oleh roh senjata kau dapat menggunakan senjata itu dengan sempurna" jelas Li Hongli
" Lalu bagaimana untuk ku bisa di akui oleh roh senjata tombak petir ini tuan" tanya Yelu
__ADS_1
" Dengan mengalahkan nya, tapi setiap roh senjata paling rendah berada di tingkat dewa... Dan dengan tingkat Kultivasi mu yang sekarang pun masih belum cukup untuk mengalahkan nya"
Mendengar itu membuat Yelu menjadi lesu dan sedih, ternyata kekuatan nya belum cukup untuk menaklukkan roh senjata yang mendiami tombak petir nya.
" Tidak perlu sedih suatu saat kau akan bisa menggunakan tombak itu dengan sempurna dan di akui oleh roh senjata.... Tapi sekarang kau pun masih bisa menggunakan nya, hanya saja aku akan menyegel roh senjata tombak itu terlebih dahulu untuk menghindari energi mu akan terus di serap oleh roh senjata, setelah roh senjata ku segel kau bisa menggunakan tombak itu, tapi jangan sampai segel itu terbuka sebelum tingkat Kultivasi mu cukup untuk mengalahkan nya" ujar Li Hongli
" Baik tuan" balas Yelu
" Kemari kan tombak itu" Yelu menyerahkan tombak petir pada Li Hongli.
Li Hongli yang menerima tombak itu, segera mengukir rune kuno di sana untuk membuat segel, Li Hongli menggunakan energi Qi nya untuk membuat rune kuno itu, setelah selesai membuat rune kuno Li Hongli meminta Yelu untuk meneteskan darah nya di atas rune yang ia buat.
Tiba-tiba tombak itu bersinar dengan lilitan petir di sekeliling nya setelah Yelu meneteskan darah nya pada rune yang ada di tombak itu, tombak itu terbang dan mengelilingi Yelu.
" Tutup mata mu dan alirkan energi Qi mu pada tombak itu" perintah Li Hongli
" Baik tuan" Yelu segera melakukan apa yang Li Hongli perintahkan pada nya.
sekarang penampilan tombak itu tidak lagi usang seperti tadi. tombak itu telah berubah menjadi berwarna perak dengan simbol bergambar petir di ujung tombak nya yang terlihat elegan.
Setelah tombak itu ada di tangan Yelu dia bergetar dengan lembut, terlihat percikan petir yang kadang keluar dari tombak tersebut.
" Kau telah mengikat kontrak dengan tombak petir, hanya saja belum bisa sepenuh nya menggunakan kekuatan Tombak petir karena kau belum menaklukkan roh senjata yang ada di dalam nya.... Tapi kau sudah bisa menggunakan nya karena roh senjata telah ku segel, dan Segel itu akan terlepas dengan sendiri nya setelah kekuatan mu cukup untuk menaklukkan nya" ujar Li Hongli
" Baik Tuan, terimakasih" ucap Yelu
" Tuan bukankah tombak itu adalah senjata Pusaka langka Tingkat Dewa, tapi kenapa aku hanya merasa tombak itu berada di tingkat kaisar" tanya Ying Liang heran
" Tombak itu akan menyesuaikan tingkatan nya dengan pemilik nya, semakin kekuatan pemilik nya tinggi semakin tinggi juga tingkatan tombak petir tersebut" balas Li Hongli
" Lu Ge senjata mu sungguh hebat" seru Ying Yue dengan mata berbinar
__ADS_1
" Ini semua berkat tuan Ying'er" ucap Yelu megusap kepala Ying Yue dengan lembut
" Ekhm... Tolong kondisikan tangan nya masih ada yang sendirian di sini" ledek Ying Liang
" Gege kalo iri bilang aja, oleh karena itu nanti kalo kita kembali ke kota aku akan mencarikan gadis untuk Gege, agar Gege tidak perlu iri lagi" sindir Ying Yue
" Hahaha" mendengar perdebatan adik kakak itu, membuat Yelu tertawa.
" Ck, dasar gadis nakal.... Bukan Gege saja yang tidak memiliki pasangan tuan pun belum memiliki nya" ucap Ying Liang kesal sambil menjitak kepala Ying Yue
" Aduhh ini sakit tahu..... Apa? Apa kata Gege, tuan sudah memiliki pasangan ya, Gege saja di sini yang tidak memiliki pasangan"
" Hah... Memang siapa pasangan tuan" tanya Ying Liang penasaran, begitu pun Li Hongli yang bingung dengan ucapan Ying Liang, sedangkan Yueyin hati nya tiba-tiba merasa sedih dan kecewa mendengar Li Hongli telah memiliki kekasih.
" Ck, siapa lagi pasangan tuan kalau bukan nona Yueyin..... Tuan sangat tampan dan berkarisma, nona Yueyin sendiri sangat cantik bahkan putri Xin sendiri kalah dengan kecantikan yang nona miliki, bukankah mereka seperti pasangan yang sudah di takdirkan untuk bersama" ucap Ying Yue semangat dengan mata yang berbinar binar.
Mendengar itu Ying Liang dan Yelu menganggukkan kepala nya setuju, berbeda dengan Li Hongli yang salah tingkah tapi tak khayal di lubuk hati nya dia merasakan perasaan senang tapi ia menutupi nya dengan sikap datar dan dingin nya.
Begitu pun Yueyin yang tadi nya hati nya merasa sedih dan kecewa, tiba-tiba pipi nya merona karena malu, tapi tak khayal ia merasa senang dengan ucapan Ying Yue, hanya saja melihat ekspresi wajah Li Hongli yang datar membuat nya kembali merasakan perasaan kecewa.
" Ekhm.... Sudah jangan bercanda lagi, kalian Beristirahatlah besok kita akan lanjut berlatih"
" Baik tuan"
.
.
.
_____________________________________________
__ADS_1
mohon maaf karena author gk up kemarin-kemarin, author lagi kurang sehat jadi gk bisa up 🙏🙏