
" Baik Jiejie"
" Maaf" ujar Minghao pada Xin Jiao
" Tidak apa apa adik kecil... Ouhh ya, nama mu siapa?" Tanya Xin Jiao
" Minghao" jawab Minghao dingin
" Apa kau menyukai makanan yang ada di kota Huanxi ini?" Ucap Xin Jiao mencoba mencairkan suasana yang ada di sana
" Suka"
" Hao'er, apa kau telah menyelesaikan tugas yang ku berikan?" Ujar Li Hongli tiba tiba mengejutkan semua nya, namun posisi nya masih sama, mata nya pun masih tertutup rapat.
" Sudah guru!" Jawab Minghao
Li Hongli membuka mata nya perlahan, ia mengeluarkan sesuatu dari cincin penyimpanan.
" Ambil dan pelajari" ujar Li Hongli memberikan sebuah buku pada Minghao
Buku itu sama seperti yang dulu guru nya berikan yaitu buku tentang dasar Kultivasi, begitu dengan hal yang dia suruh Minghao pelajari sebelum nya.
" Guru?" Gumam Xin Jiao dan Xin Zhuo, namun karena suasana yang sunyi hingga dapat terdengar oleh yang lain nya
" Hmm benar aku adalah murid guru" ujar Minghao dengan bangga nya
" Lebih baik kau cepat pelajari apa yang di berikan nya, atau kau akan mendapatkan hukuman dari nya!" Seru Yueyin memberikan peringatan
" B-baik"
" Mmm.... Saudara Li, jadi kau mengangkat dia jadi murid mu?" Tanya Xin Zhuo
" Hmm"
" Tidak ku sangka saudara akan mengambil seorang murid, kalau begitu dia sangat beruntung bisa memiliki guru sehebat saudara" puji Xin Zhuo dengan tulus
__ADS_1
" Dia memiliki tekad yang kuat" hanya itu jawaban Li Hongli
" Kalau nona Yueyin sendiri bagaimana! Apa kau menyukai kota Huanxi?" Tanya Xin Zhuo
" Lumayan, kota ini cukup indah... Meski pun sangat berbeda jauh dari tempat ku berasal" ucap Yueyin acuh tak acuh
Saat mengatakan itu, Xin Jiao maupun Xin Zhuo menganggap yang di katakan Yueyin merujuk pada tempat desa nya tinggal. Di mana di desa nya sangat terpencil berbeda dengan kota ini yang sangat besar dan mewah. Namun sebenarnya apa yang mereka pikirkan itu salah.
Selama satu jam perjalanan akhir nya mereka sampai di gerbang istana, mengetahui siapa yang datang para prajurit pun membuka kan pintu gerbang.
Li Hongli dan yang lain nya pun turun dari kereta mereka, di sana sudah di sambut oleh Permaisuri Xin.
" Kalian akhir nya tiba juga.... Selamat datang di istana Xin kami untuk kalian semua!" Sambut nya
" Anda tidak perlu menyambut kami seperti ini yang mulia, kami sangat beruntung karena langsung mendapat sambutan dari yang mulia" ujar Li Yuwen setelah memberikan hormat nya
" Tidak perlu sungkan, Li Hongli telah menyelamatkan nyawa ku tentu saja aku sangat bersyukur, tapi maafkan Raja yang tidak ikut dalam menyambut kalian, dia sedikit ada masalah yang harus di selesaikan sehingga tidak dapat menyambut kalian" ujar permaisuri Xin
" Tidak perlu mengganggu tugas penting Raja, kondisi anda seperti nya sudah pulih" ujar Li Hongli acuh tak acuh
" Sambil menunggu makan malam siap, putri Jiao dan pangeran Zhuo akan mengantar kalian ke kamar yang telah kami siapkan, kalian bisa beristirahat sambil menunggu makanan siap... Atau kalian juga bisa berkeliling istana" ujar permaisuri Xin
" Tidak perlu aku akan langsung beristirahat, tunjukkan jalan nya saja!" Ucap Li Hongli acuh tak acuh.
" Baik"
Mereka pun diantarkan ke kamar mereka masing-masing
____________________________________________
Di malam hari, perjamuan pun di mulai
Satu persatu anggota kerajaan tiba, begitu pula Li Hongli dan kelompok nya.
" Tuan Li dan semua selamat datang, maaf karena aku tidak bisa menyambut kalian bersama dengan permaisuri secara langsung" ujar Li Hongli
__ADS_1
Li Yuwen yang melihat betapa sopan nya anggota keluarga kerajaan Xin memperlakukan putra nya menjadi takjub juga heran, kenapa mereka memperlakukan Li Hongli sebegitu baik nya? Pikir nya
" Tidak apa apa, Raja memang memiliki banyak kesibukan" seru Li Hongli acuh tak acuh
" Oh ya... Aku dengar dari putra dan putri ku ayah mu juga datang kemari?" Tanya sang Raja
Raja Xin mengalihkan perhatian nya pada semua orang di sana sampai mata nya melihat seorang pria paruh baya yang umur nya sekira sama dengan nya duduk di antara para tamu nya.
Li Yuwen yang di perhatikan oleh Raja Xin pun berdiri dan memperkenalkan diri nya sendiri
" Salam Yang Mulia nama saya Li Yuwen ayah mereka, maaf bila kedatangan kami menganggu waktu yang mulia" ujar Li Yuwen
Dia bukan menyebutkan diri nya hanya sebagai ayah Li Hongli tapi dia mengatakan 'mereka' artinya Yelu, Ying Liang dan Ying Yue telah ia anggap anak sendiri, berbeda dengan Yueyin ia berharap bisa menjadikan gadis itu sebagai menantu nya dan pendamping Li Hongli.
Mendengar itu, Yelu, Ying Liang dan Ying Yue merasa hati mereka menjadi menghangat, mereka bertiga sangat terharu karena Li Yuwen masih memikirkan mereka.
" Tuan Li Yuwen tidak perlu sungkan, aku malah sangat senang karena kalian telah mau menerima jamuan dari ku, dan selamat datang di kerajaan Xin ku ini" ujar Raja Xin
" Yang mulia pun tidak perlu sungkan, saya ke kota ini hanya untuk melihat pertandingan Li Hongli dan yang lain nya, tidak di sangka mereka berteman dengan pangeran dan tuan putri Xin, hingga membuat kami beruntung bisa memasuki istana ini" ujar Li Yuwen
" Hahaha.... Tuan Li Yuwen bisa saja, seharusnya putra dan putri ku yang sangat beruntung bisa berteman dengan putra mu yang sangat jenius ini, dan tuan Li Yuwen sangat beruntung memiliki putra seperti nya" ujar Raja Xin setelah tertawa
" Yang mulia terlalu memuji"
" Yang mulia lebih baik kita mulai perjamuan nya, perbicangan para orang tua seperti nya tidak akan selesai dengan cepat, lihatlah para anak muda itu sudah sangat lesu karena menderkan perbincangan kita, seperti nya mereka telah menunggu dengan lama di mulai nya perjamuan" tegur permaisuri Xin
" Hahaha..... Kau benar permaisuri, baiklah kalian bisa menikmati perjamuan nya sekarang!" Seru Raja Xin
Setelah perjamuan makan malam selesai mereka pun sedikit berbincang kembali dengan di barengi candaan.
" Tuan Li Yuwen seperti nya putri ku Xin Jiao sangat menyukai putra mu Li Hongli, bagaimana kalau kita menjodohkan mereka saja, mereka pun terlihat sangat serasi, yang satu cantik dan satu nya lagi tampan" usul Permaisuri Xin
" Benar, aku pun setuju dengan usul Permaisuri, mereka akan menjadi pasangan yang sangat serasi nanti nya jika mereka benar benar bersama" Raja Xin menimpali
Raja dan permaisuri Xin sangat mengetahui perasaan yang putri mereka Xin Jiao pada Li Hongli, namun mereka tidak bisa berbicara langsung pada Li Hongli, dulu Raja Xin telah membicarakan perjodohan ini dengan pemuda itu namun tanpa memikirkan nya terlebih dahulu Li Hongli langsung menolak nya.
__ADS_1
Ia pun tidak bisa memaksa Li Hongli, apa lagi dia sangat berjasa bagi diri nya dan kerajaan nya. Sehingga saat mereka berdua mendengar ayah Li Hongli ikut dalam perjamuan ini, mereka berpikir akan membicarakan tentang perjodohan ini secara langsung dengan ayah Li Hongli. Ia setidaknya memiliki sedikit harapan bahwa ayah Li Hongli akan menerima usulan mereka setelah melihat sifat dan sikap nya yang sangat berbeda dengan Li Hongli.