Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta

Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta
Episode 122. Tantangan


__ADS_3

Di kursi peserta Li Hongli, Yelu, dan Ying Liang telah duduk dengan tenang menunggu kedatangan anggota kerajaan dan para Juri untuk di mulai nya turnamen.


" Tuan bukankah ini sedikit aneh, mereka mengadakan turnamen ini untuk menemukan bakat yang di miliki seseorang, tapi kenapa mereka membiarkan para peserta nya menggunakan topi atau topeng yang menutupi wajah para peserta" tanya Ying Liang yang merasa heran karena bukan hanya Li Hongli atau Yelu, tapi masih ada beberapa peserta yang memilih menutupi wajah mereka.


" Itu wajar saja, turnamen tahunan yang di adakan tahun ini lebih besar dari tahun tahun lalu dan mencangkup seluruh kota yang ada di kerajaan Xin, bukan hanya itu beberapa sekte bintang tiga yang ada di kekaisaran Lian bahkan menyempatkan diri mereka untuk melihat turnamen kali ini, mereka yang memenangkan turnamen kali ini juga bisa menjadi murid dari sekte itu, meski pun hanya menjadi murid tingkat rendah.....


Sehingga bukan hanya para Kultivator yang mengikuti turnamen kali ini yang memiliki latar belakang untuk melindungi diri mereka sendiri, masih banyak Kultivator yang tidak memiliki latar belakang kuat di belakang nya tertarik untuk mengikuti turnamen kali ini, sehingga mereka menggunakan topi atau topeng bertujuan untuk menutupi indentitas juga menjaga keamanan mereka untuk sementara waktu, Namun saat di babak final mereka tetap harus membuka nya....." Jelas Li Hongli


" Mereka pun tidak perlu takut lagi setelah masuk ke babak final, karena para Juri dan Raja Xin sendiri telah menjamin keamanan untuk mereka" Yelu melanjutkan


" Keamanan? Takut? Untuk apa mereka merasa begitu, memang nya mereka akan mati jika membuka identitas mereka" Tanya Ying Liang bingung


Plak


Yelu memukul kepala Ying Liang dengan keras, hingga Ying Liang mengaduh kesakitan.


" bodoh" ucap Yelu


"heh apa apaan kau ini saudara Yelu, pertama kau memukul ku lalu mengatai ku bodoh, enak saja kau ini.... Memang nya siapa yang bodoh!!!" Kesal Ying Liang


" Kau memang bodoh...." Seru Yelu


" Apa kau pikir seorang Raja akan membiarkan kekuasaan nya diambil? Apakah seorang jenius dari latar belakang yang tinggi rela di injak harga diri nya oleh seorang yang tidak memiliki latar belakang yang jelas? Tentu saja tidak bukan. Lalu apa yang harus mereka lakukan agar hal itu tidak terjadi?" ujar Li Hongli


" Tentu saja hanya ada dua pilihan yaitu tunduk atau di bunuh. Siapa pun yang dapat mengancam posisi mereka di masa depan akan di bunuh, sedangkan turnamen kali ini menjadi peluang bagi para jenius yang tidak memiliki latar belakang yang kuat tapi mempunyai bakat yang dapat merubah hidup mereka.... Apa kau mengerti bodoh" ejek Yelu di akhir kalimat nya


" Aku tidak bodoh.... Jadi maksud nya bila ada orang dari klan besar mengetahui bakat salah satu peserta lebih besar dari anggota klan nya yang di katakan seorang jenius itu, tapi peserta itu tidak memiliki latar belakang yang kuat, maka saat itu juga dia hanya mempunyai dua pilihan yaitu tunduk atau mati" cibir Ying Liang


" Tumben otak mu bisa berpikir" seru Yelu santai

__ADS_1


" kalian benar, tapi bukan berarti aku takut menunjukkan indentitas ku, hanya saja belum waktu nya untuk hal itu" ucap Li Hongli sambil tersenyum misterius tapi hal itu tidak membuat Ying Liang mau pun Yelu senang mereka malah merinding melihat senyum dari Li Hongli, yang artinya akan ada orang yang hidup nya dalam masalah.


" Tuan benar kita tidak perlu takut, dan kami sangat beruntung bisa mengikuti tuan, tanpa tuan kami tidak akan menjadi sekarang" ujar Yelu tulus


" Walau pun aku masih kesal dengan saudara Yelu, tapi yang ia katakan benar tanpa bantuan tuan kami bukanlah apa apa" setuju Ying Liang


Tidak berapa lama setelah pembincangan mereka, terdengar seorang Kasim mengumumkan kedatangan anggota kerajaan.


" Yang mulia Raja, dan keluarga kerajaan telah tiba" teriak Kasim itu, hingga membuat semua orang menunduk hormat ke arah di mana keluarga kerajaan tiba.


Tidak berselang lama setelah kedatangan keluarga kerajaan para Juri pun datang menggunakan cara mereka masing-masing, ada yang menaiki spirit beast, ada juga yang terbang menggunakan senjata seperti pedang.


Para juri itu adalah para tetua sekte bintang tiga dari Sekte pedang terbang dan sekte Awan putih bukan hanya kedua sekte besar saja tapi ada beberapa perwakilan sekte tingkat menengah yang juga ikut hadir, entah hanya sekedar ingin menonton atau mereka juga bisa merekrut murid dari para peserta yang cukup Jenius dan tidak di pilih oleh dua sekte besar.


Babak kali ini berbeda dengan babak sebelum nya, babak kali ini setiap peserta harus memenangkan pertandingan 3 kali berturut turut, dan setiap peserta hanya di berikan empat kali kesempatan dalam pertandingan.


Salah satu Juri berdiri dari tempat duduk nya, dia mulai menjelaskan peraturan peraturan pada babak semifinal ini, tidak berbeda dari babak sebelum nya, hanya saja Juri mengatakan untuk babak semifinal ini akan di mulai dengan pertunjukan dari putri Xin.


" Baiklah tuan putri silahkan memasuki arena, anda pun bisa memilih para peserta atau pun yang bukan peserta yang akan menjadi lawan anda" ujar juri itu


Xin Jiao berdiri dari tempat duduk nya, dan melompat ke salah satu arena bela diri, ia pun memberikan hormat pada Raja dan Permaisuri Xin, setelah nya memberi hormat pada para Juri atau tetua sekte.


" Terima kasih atas pengertian dari tetua, aku tidak akan memilih salah satu peserta menjadi lawan ku, ada satu orang yang sangat ingin aku bertukar beberapa pemahaman dengan nya, dia adalah....." Jeda Xin Jiao sambil mengedarkan pandangan nya ke sekeliling.


" Siapa kira-kira yang akan di pilih oleh tuan putri???"


" Entah, tapi aku yakin tidak ada satu pun dari peserta itu yang akan bisa mengalahkan tuan putri karena itulah ia tidak memilih salah satu dari para peserta"


" Apa dia akan memilih Jendral Weiheng menjadi lawan nya"

__ADS_1


" Mungkin saja karena hanya Jendral Weiheng yang dapat menjadi lawan nya"


" Tuan putri sungguh sangat cantik...."


" Tidak ada yang bisa menandingi kecantikan nya di kerajaan Xin ini"


" Kau benar, putri jadikan aku suami mu.."


" Putri jadilah istri ku...."


" Heh..... Mimpi saja kalian"


Itulah yang terdengar dari para penonton dan para peserta yang sedang menunggu nama siapa yang akan di sebutkan oleh putri Xin.


" Dia adalah nona Yueyin, mohon nona Yueyin untuk bertukar beberapa jurus dan teknik dengan ku" ujar Xin Jiao saat ia telah menemukan tempat di mana Yueyin dan Ying Yue duduk


" Siapa dia?"


" Di mana dia!"


" Apa dia adalah seorang jenius yang bahkan dapat di lihat oleh mata tuan putri"


" Nama nya terasa asing.... Apakah orang itu sehebat itu sampai bisa di lihat oleh putri es"


Banyak orang yang mempertanyakan tentang siapa indentitas dari seorang yang si sebutkan oleh putri Xin.


" Jika Nona Yueyin tidak keberatan bertukar beberapa jurus dengan ku! majulah...." Seru Xin Jiao


Semua orang bahkan para Juri dan Raja serta permaisuri Xin melihat ke sekeliling mencari orang yang di sebutkan oleh Xin Jiao.

__ADS_1


__ADS_2