
Di tempat Li Hongli
Tetua Lei dan tetua Guang yang telah datang untuk membantu para murid dan anggota sekte yang lain nya, di buat tidak bisa berkutik sedikit pun oleh pemuda yang setiap saat nya dapat membunuh anggota sekte dengan mudah.
Saat tetua Lei maupun tetua Guang ingin menyerang Li Hongli untuk menghentikan nya membunuh lebih banyak orang lagi, namun kedua tetua itu tidak mampu mengikuti pergerakan Li Hongli yang begitu cepat, gerakan Li Hongli sangat cepat seperti angin karena itu mereka selalu muncul terlambat untuk menghentikan pemuda itu.
" Sial, bajingan ini lari nya begitu cepat" umpat tetua Guang
" Kau benar saudara Guang jika terus begini akan semakin banyak korban di pihak kita, lebih baik kita mengepung nya dari dua arah" usul tetua Lei
" Baik"
Wushss
Wushss
Tetua Lei dan tetua Guang mengepung Li Hongli dari arah kiri dan kanan, Li Hongli yang di kepung oleh dua orang dari arah kiri dan kanan nya masih terlihat tenang dan acuh tak acuh. Tetua Lei melihat ke arah tetua Guang dan menganggukkan kepala nya yang di balas anggukan juga oleh tetua Guang.
Mereka berdua pun melesat dengan seluruh kekuatan nya dan menyerang Li Hongli, saat mereka mengira strategi mereka telah berhasil, tiba-tiba Li Hongli menghilang dari tempat nya.
" Kemana dia?" Ujar tetua Guang terkejut
" Di sana!" tetua Lei menunjuk kesatu arah
Di mana mereka melihat Li Hongli yang telah berhasil melumpuhkan Patriak sekte dan juga Chen Zhun.
Para murid dan anggota sekte yang masih tersisa memilih pergi dari sana, mereka tidak peduli lagi dengan harga diri atau pun sekte pedang giok, yang ada di pikiran mereka hanya pergi sejauh mungkin dari tempat itu dan juga dari monster yang telah membunuh banyak teman teman mereka serta menyelamatkan hidup mereka.
__ADS_1
Namun mereka tidak tahu sekeliling wilayah sekte pedang giok telah di kelilingi oleh api hitam milik Li Hongli, sehingga siapa pun yang keluar dari tempat itu tanpa seijin Li Hongli hanya akan berakhir menjadi abu.
Li Hongli bukan tanpa sengaja membuat api hitam membakar dan menjalar mengelilingi gerbang atau wilayah sekte pedang giok, ia memang sengaja melakukan nya untuk mencegah satu pun orang yang berasal dari sekte pedang giok selamat, ia tidak sebaik itu membiarkan musuh nya pergi dengan mudah.
Beberapa saat lalu, saat Li Hongli baru saja menghilang, dia kembali lagi muncul di hadapan Chen Zhun dan ayah nya yang memang sedari tadi berada tidak jauh dari tempat pertarungan nya berada tanpa berniat menolong para murid dan anggota sekte yang lain nya, mereka hanya dengan tenang menonton pertarungan, namun Li Hongli tahu mereka berdua hanya sedang menunggu waktu yang tepat untuk melakukan serangan diam-diam.
Saat Li Hongli baru saja muncul, dia tanpa ragu langsung memotong salah satu tangan ayah Chen Zhun yang telah bersiap mengeluarkan jurus nya untuk menyerang nya.
Melihat apa yang di lakukan oleh musuh nya pada ayah nya, Chen Zhun dengan cepat berbalik dan ingin melarikan diri, namun tubuh nya seakan membeku dan tidak dapat di gerakkan.
" Jangan mendekat, ka-kau jangan mendekat.... menjauh" seru Chen Zhun dengan takut saat Li Hongli perlahan mendekati nya.
" Kau ingin membunuh ku, maka lakukanlah!" Seru Li Hongli dengan tenang namun nada bicara nya tetap datar dan dingin
" Ampun, ma-maafkan ak-u.... Aku bersalah tolong maafkan aku" ucap Chen Zhun dengan takut
" Ayah tolong aku..... tetua Guang, tetua Lei cepat kau serang pemuda ini, dia ingin membunuh ku dan Patriak sekte pedang giok, Kenapa kalian diam saja cepat serang dia, bunuh dia" lanjut Chen Zhun dengan tidak waras
" Tanyakan saja pada tuan muda sekte ini" balas Li Hongli dingin sambil berdiri dengan tenang
" Chen Zhun apa yang telah kau perbuat?" Tanya tetua Guang menatap tajam Chen Zhun
" Tetua aku-aku tidak melakukan apa pun, pemuda itu..... Pemuda itu yang salah, dia yang salah"
" Jelaskan!" Ucap tetua Lei
" Dia-dia yang telah menyerang ku dan merampok semua koin ku, dia juga mencoba ingin membunuh ku, lihatlah tetua dia sangat kejam.... Kurasa dia bukan dari aliran putih dia pasti anggota sekte aliran hitam, dia iblis" ucap nya penuh kebohongan, Chen Zhun terus mencoba untuk meyakinkan kedua tetua tentang keburukan Li Hongli
__ADS_1
" Dari mana kau berasal anak muda, apa kau adalah anggota sekte aliran hitam.... Berani sekali aliran hitam seperti mu menyerang sekte aliran putih apa kau ingin membuat perang antar aliran!" Ucap tetua Guang langsung menodongkan senjata nya pada Li Hongli.
" Tunggu saudara Guang kita tiba bisa gegabah dalam mengambil keputusan" cegah tetua Lei, ia masih belum bisa mempercayai ucapan Chen Zhun, ia sangat tahu sikap dari putra Patriak sekte mereka.
" Tunggu apa lagi saudara Lei, melihat kekejaman nya dia pasti dari aliran hitam kita harus segera membunuh nya" ujar tetua Guang
" Tunggu saudara Guang, benar apa yang di katakan oleh saudara Lei kita tidak bisa gegabah dalam mengambil keputusan" seru tetua Gong yang baru saja tiba
" Kau pun sama saudara Gong, membela iblis ini" sinis tetua Guang
Wushss
Slaashh
Dengan gerakan yang sangat cepat bahkan sebelum ketiga tetua bisa menyadari gerakan nya, tangan tetua Guang yang telah ia gunakan untuk memegang senjata untuk menodongkan nya pada Li Hongli telah jatuh ke tanah bersama senjata nya, Li Hongli dengan mudah dapat memotong tangan nya.
" Arrgghhhh..... Kau memang iblis" seru nya sambil mencoba menghentikan pendarahan dari tangan nya
" Jangan pernah mengarahkan senjata mu pada ku" ucap Li Hongli dingin sampai terasa menusuk jantung mereka
" Apa kalian telah selesai berdiskusi, sekarang giliran kalian untuk mati.... Oh ya, saya bukan dari aliran putih, hitam maupun netral" ucap Li Hongli sambil menatap tetua Guang
Bruk
Terdengar sebuah benda terjatuh di dekat mereka, tanpa mereka pun mengarahkan pandangan mereka ke tempat di mana suara itu berasal.
Di sana mereka melihat dua tubuh manusia yang sudah tidak utuh lagi, tangan dan kaki kedua orang itu telah terpotong, pakaian mereka sudah seperti seorang pengemis, keadaan dan penampilan mereka benar benar sangat prihatin dan mengenaskan.
__ADS_1
Namun mereka lebih terkejut lagi saat mengenali kedua orang itu.
" Saudara Shi, saudara Lui... Bagaimana kalian bisa seperti ini" ucap tetua Lei menghampiri kedua orang itu