Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta

Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta
Episode 95. Aura Kematian


__ADS_3

Sekarang Li Hongli, Yueyin dan yang lain nya sedang berbincang membahas tentang makam yang ada di hutan darah ini setelah tadi mereka makan.


" Tuan apa kita akan mencari peninggalan dan makam Kultivator kuat itu" tanya Ying Liang


" Makam dan peninggalan Kultivator kuat! Apa yang sedang kalian bicarakan? Apakah berhubungan dengan rumor orang-orang yang ada di kerajaan Xin ini" Tanya Yueyin penasaran


" Benar nona" jawab Yelu


" Apa kau akan mencari nya" tanya Yueyin pada Li Hongli


" Mungkin" jawab Li Hongli


" Hmm.... Oh iya, Lixue apa kau ingat di mana letak gua yang selalu mengeluarkan aura aneh yang dulu kau katakan pada ku" tanya Yueyin saat mengingat sesuatu


Rubah itu dengan imut nya menatap tuan nya, ia seperti sedang memikirkan apa yang sedang tuan nya tanyakan, tidak berapa lama rubah itu menganggukkan kepala nya.


Melihat seekor rubah yang seperti mengerti bahasa manusia membuat Ying Liang dan Ying Yue takjub, sedangkan Yelu sendiri dia memang sudah tahu spirit beast dan siluman ratusan tahun memiliki kecerdasan di atas rata rata binatang buas.


" Iya tuan, gua itu berada di belakang air terjun dan berada di bagian terdalam hutan darah ini" jawab Lixue


" Apa kata nya" tanya Li Hongli


" Dia mengetahui tempat yang kemungkinan besar adalah tempat yang kalian cari" acuh Yueyin


" Hmm... Besok pagi kita akan ke sana" ucap Li Hongli


" Baik tuan" ujar Yelu, Ying Liang dan Ying Yue


Keesokan pagi nya


Li Hongli, Yueyin, dan yang lain nya pergi ke tempat yang di tunjukan oleh Lixue, di perjalanan kadang mereka bertemu dengan siluman tingkat kristal dan Elite, seperti nya keberuntungan sedang berpihak kepada mereka karena mereka tidak bertemu dengan siluman tingkat roh dan raja satu pun.


Setelah berjalan 3 jam, akhir nya mereka sampai di sebuah Air terjun yang sangat indah, tapi keindahan dari Air terjun itu di tutupi oleh Aura kematian yang selalu keluar dari balik Air terjun.


" Aura kematian ini sungguh sangat mengerikan, semakin kita mendekati nya akan semakin terasa mencekik kita" ujar Ying Liang

__ADS_1


" Kalian tunggu di sini, aku sendiri yang akan masuk ke dalam" ujar Li Hongli


" Tapi tuan...." Seru Yelu


" Aura kematian ini akan semakin kuat Jika masuk lebih jauh lagi, kalian tidak akan mampu untuk menahan aura kematian ini, lebih baik kalian tunggu di sini" potong Li Hongli


" Baik tuan"


Saat Li Hongli akan melangkahkan kaki nya suara seseorang menghentikan nya.


" Tunggu"


" Ada apa" ucap Li Hongli


" Kau bisa memerintahkan mereka untuk tidak mengikuti mu, tapi tidak dengan ku. Kau tidak bisa memerintah diri ku...... Aku akan ikut dengan mu masuk ke dalam sana walau pun tanpa seijin mu" ujar Yueyin tak ingin mendengar penolakan


Li Hongli tersenyum tipis mendengar itu, dan berkata" baiklah tapi jangan sampai kau menyusahkan ku"


" tenang saja aku tidak akan menyusahkan mu" balas Yueyin


" baguslah"


" Kau yakin akan mengikuti ku masuk ke dalam nona" ejek Li Hongli


" Tentu saja, aku tidak akan membiarkan kau bersenang senang sendiri" balas Yueyin


Li Hongli dan Yueyin berjalan masuk ke dalam gua, semakin dalam aura kematian yang mereka rasakan semakin kuat dan mengintimidasi mereka. Bahkan aura itu seperti menekan mereka berdua agar berlutut, tapi mereka tetap berjalan lurus ke dalam gua, hingga di ujung gua mereka tidak menemukan apa pun, tapi aura kematian itu terus bertambah dan bertambah dan berusaha untuk mengintimidasi mereka berdua.


" Li Hongli tidak ada apa pun di sini... Ta-tapi Aura ini terus bertambah dan berusaha untuk menekan kita" ujar Yueyin dengan sedikit terbata karena menahan aura kematian yang ingin menekan nya dengan seluruh kemampuan nya.


" Mendekat, gunakan energi Qi mu untuk menghalau tekanan aura ini" seru Li Hongli


Yueyin manganggukan kepala nya dan melakukan apa yang Li Hongli katakan.


" Li Hongli lihatlah, seperti nya ada sebuah tulisan di atas dinding gua itu" ucap Yueyin lirih sambil menunjuk satu arah.

__ADS_1


Li Hongli melihat apa yang Yueyin tunjukkan pada nya dan benar saja, di sana ada sebuah kalimat di sertai sebuah gambar, kalimat itu berbunyi


" Hitam tak selama nya hitam, dan putih tak selama nya putih, tidak ada hitam dan putih di dunia ini hanya ada abu abu.... Sebuah kekuatan tanpa tekad dan tujuan hanya akan menjadi sebuah cangkang tanpa isi.... Darah akan mengalir tapi tekad yang akan mengakhiri" ucap mereka bersamaan


Di bawah kalimat itu terdapat sebuah gambar bulan sabit dan matahari yang di pisahkan sebuah pedang berukiran naga dan Phoenix di bilah pedang nya yang tepat berada di antara bulan dan matahari, di gagang pedang nya seperti ada sebuah kristal berbentuk bintang. Di bawah gambar itu ada sebuah kalimat lagi yang ukuran nya lebih kecil dari kalimat sebelum nya.


" Tunjukkan tekad maka bulan dan matahari akan bersinar.... Hanya mereka simbol dari kegelapan dan cahaya yang akan terus bersama dan tidak akan bisa di pisahkan..... Saat kegelapan dan cahaya bersama jalan pun akan terbuka"


" Apa maksud semua kalimat itu" gumam Li Hongli


" Aaarrgghh....." Sementara Li Hongli yang sedang memikirkan maksud kalimat teka teki itu, Yueyin sudah tidak mampu untuk menghalau Aura kematian yang terus berusaha membuat nya tertekan dan terluka di bagian dalam nya.


Mendengar suara teriakan itu Li Hongli melihat ke samping nya dan melihat Yueyin yang sedang berusaha terus berdiri agar tidak berlutut karena tekanan dari aura Kematian itu.


" Yueyin" seru Li Hongli cemas


Li Hongli berjalan lebih mendekat ke arah Yueyin, ia membantu menopang tubuh Yueyin.


" Kau baik baik saja" tanya Li Hongli lirih ada pancaran kekhawatiran di mata Li Hongli.


" Khuk" Yueyin mengeluarkan beberapa teguk darah


" Aku b-baik baik sa-ja, kau tidak per-lu khawatir"


Sebenarnya bukan hanya Yueyin yang merasa tertekan dan terintimidasi oleh Aura kematian itu, tapi juga Li Hongli hanya saja Li Hongli dapat menyembunyikan rasa sakit yang ia rasakan dengan baik, walau darah sudah mulai mengalir dari hidung telinga dan mulut nya, Li Hongli sama sekali tidak mengeluarkan atau mengeluh sakit sedikit pun.


" Siapa yang mengkhawatirkan mu" ucapnya dingin tapi terselip rasa khawatir di setiap ucapan nya.


" Ya a-ku tau kau ti-dak mungkin menghawatirkan ku, kau seharusnya menghawatirkan diri-mu send-iri yang penuh dengan darah itu" yang tidak Li Hongli ketahui rasa sakit yang dia rasakan juga di rasakan oleh Yueyin, begitu pun sebaliknya.


" Kau terlalu cerewet, jangan banyak bicara" lirih Li Hongli


" Khuk" Yueyin kembali mengeluarkan seteguk darah dari mulut nya, ia perlahan lahan ingin menutup mata nya.


" Yueyin.... Hei sadarlah jangan tutup mata mu... Yueyin" sambil terus menepuk nepuk pipi gadis itu, Li Hongli terus berbicara untuk membuat Yueyin tetap terjaga.

__ADS_1


Aura kematian itu semakin lama semakin mengintimidasi mereka berdua, mereka sekarang telah dipenuhi oleh darah mereka masing masing.


Bukan hanya itu Aura kematian itu bahkan bisa membuat topeng yang sedang Li Hongli pakai menjadi retak, padahal topeng itu adalah pusaka tingkat Bumi menengah pemberian Lin Feng.


__ADS_2