Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta

Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta
Episode 309. Sandiwara Berakhir


__ADS_3

Bersamaan dengan pengumuman yang di katakan oleh tetua Zhishu, Mailin sekarang sudah berada di kediaman tetua agung, Qian Niuxi.


" Hormat hamba pada tetua agung" ucap nya sambil berlutut.


" Mailin ada kabar apa? Hingga membuat mu terburu-buru kemari!" Tanya seorang wanita cantik Yanga sedang duduk dengan tenang, sikap nya terlihat anggun dan mata nya menyembunyikan kelicikan.


" Nyonya saya ingin memberi kabar bahwa racun yang ada di tubuh Matriak Huan telah dikeluarkan, pemuda yang seminggu lalu datang berhasil menyembuhkan nya, mungkin beberapa hari lagi Matriak Huan akan sadar" ucap Mailin menjelaskan nya dengan perlahan karena takut membuat wanita di depan nya marah.


Prankk


" Pelayan bodoh, bagaimana itu bisa terjadi, bukankah kau selalu memberikan racun pada nya setiap hari hah..." Wanita yang terlihat anggun tadi, sekarang terlihat sangat marah, wajah nya seakan semakin menua saat dia marah.


" Ma-afkan saya nyonya, selama satu minggu ini saya tidak memiliki kesempatan untuk itu, mereka selalu ada di sekitar Matriak, sa-at pemuda itu mengobati nya semua orang di minta untuk menunggu di luar, tidak ada yang tahu apa yang terjadi di dalam!" Dengan tubuh yang gemetar dia mencoba menjelaskan nya dengan jujur.


" Apa kau tahu dari mana pemuda itu berasal?" Tanya wanita itu, yang merupakan Qian Niuxi.


" T-tidak nyonya..."


" Dasar tidak berguna! Kau kemari..." Qian Niuxi meminta salah satu anggota sekte yang yang menjaga pintu masuk.


" Tetua agung" seru orang itu hormat


" Cambuk pelayan ini tiga puluh kali!" Seru Qian Niuxi tanpa ampun.


" Nyonya tolong saya, tolong maafkan saya... Saya janji akan berusaha lebih keras lagi, kumohon nyonya jangan hukum saya" Mailin meronta-ronta saat akan bawa oleh anggota sekte tadi.


" Ini sangat aneh, apakah mereka sedang membuat rencana lain di belakang ku. Tapi itu tidak mungkin! Mata-mata yang ku kirim selalu mengawasi mereka, jika ada yang aneh dengan mereka mata-mata ku akan langsung mengabari nya" Batin Qian Niuxi yang merasa ada yang aneh.


Cetaarr


" Aaarggghh..."


Cetaaarr


" Aaarggghh, tolong hentikan..."


Cetaaarr


" Aarggh.. nyonya tolong saya, maafkan saya.."


Saat cambuk itu akan kembali menyambar punggung Mailin, Qian Niuxi mengangkat sebelah tangan nya untuk menghentikan orang itu mencambuki pelayan tersebut.


" Berhenti!"


" Terima kasih nyonya, terima kasih!" Mailin bersujud berkali-kali di hadapan Qian Niuxi


" Hmm, kau masih berguna untuk ku! namun jika kau melakukan kesalahan yang sama, kau pasti tahu akan berakhir bagaimana bukan!" Ucap Qian Niuxi acuh tak acuh


" Baik-baik saya akan melakukan tugas dari nyonya dengan baik" ucap Mailin sambil terus bersujud.


" Hmm, kau pergilah!" Usirnya pada Mailin

__ADS_1


" Terima kasih nyonya"


Mailin pergi dengan tergesa-gesa dari sana sambil menahan rasa sakit yang menyerang punggung nya.


" Seperti nya aku harus menyelesaikan nya sendiri" batin Qian Niuxi


_____________________________________________


Di malam hari


Ada seseorang yang sedang menyelinap diam-diam melewati jendela, orang itu memakai topeng rubah dengan pakaian serba hitam.


Namun pertanyaan nya kediaman siapa yang orang itu masuki?


Dia berjalan perlahan menuju tempat tidur yang berada di sana, di atas tempat tidur itu terdapat seseorang yang sedang berbaring dengan di tutupi oleh selimut.


" Huan Xinyi, sayang sekali kau harus mati di tangan ku. Namun tenang saja entah itu sekte lembah bunga ataupun selendang Dewi rubah keduanya akan menjadi milik ku" orang itu menatap seseorang yang sedang berbaring di tempat tidur yang tidak lain adalah Matriak Huan Xinyi dengan tatapan penuh kebencian.


Orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Qian Niuxi, awal nya dia hanya akan membuat Huan Xinyi mati perlahan karena keracunan, namun saat mendengar wanita itu akan segera sadar dan sembuh dari racun yang selama ini ia siapkan membuat dia sangat marah, hingga ia memutuskan untuk mengakhiri nya sendiri.


Lagi pula dia sudah tidak membutuhkan wanita ini lagi, dulu ia membiarkan nya masih hidup karena dia membutuhkan nya untuk mengetahui dimana Huan Xinyi menyimpan senjata pusaka tingkat dewa tersebut, tapi setelah dia menyelediki akhir nya tiga hari lalu dia mendapatkan informasi dimana senjata itu disimpan, tentu saja dia tidak ingin membuang waktu lagi dan membiarkan Huan Xinyi untuk merebutnya kembali.


" Mati saja kau!" Qian Niuxi yang memang sedari tadi sudah memegang belati segera mengangkat belati itu tinggi-tinggi dan menghunuskan nya tepat kebagian perut Matriak Huan Xinyi.


Darah membanjiri selimut yang di gunakan Matriak Huan, melihat darah keluar setelah ia menghunuskan belati tersebut, membuat nya sangat senang.


" Hahaha akhir nya kau mati Huan Xinyi!" Ucap Qian Niuxi tertawa senang, dia terlihat seperti orang gila.


" Mati kau!"


Tidak puas hanya menusuk Huan Xinyi sekali saja, dia kembali menusukkan belati itu berkali-kali sampai membuat nya puas. Setelah puas dia menghentikan kegiatan gila nya.


" Sekarang saat nya menemukan benda itu, sebelum ada orang yang kemari!" Gumam Qian Niuxi


Qian Niuxi berjalan mencari sesuatu di kamar Huan Xinyi, dia menggeledah laci, lemari dan apapun benda yang ada di sana, entah apa yang sedang ia cari.


Dia bahkan begitu sangat yakin yang ia bunuh adalah Huan Xinyi tanpa memastikan nya terlebih dahulu.


Qian Niuxi membuka laci yang berada di dekat jendela, saat membuka nya di sana terdapat sebuah kotak berukuran kecil, saat membuka kotak itu isinya hanya ada sebuah kunci saja.


" Ini pasti kunci untuk membuka tempat itu, akhir nya aku menemukan nya!"


Sebelum pergi dia mengacaukan kamar itu agar terlihat seperti sebuah perampokan.


Saat dia sedang terburu-buru ingin pergi dari sana lewat jendela yang sama dengan saat ia datang, namun tiba-tiba sebuah pedang sudah berada di dekat leher.


" Mengapa kau begitu terburu-buru. Bukankah kita belum bertemu! Apakah kau tidak merindukan ku saudari Niuxi" ucap seseorang yang tiba-tiba saja muncul mengejutkan Qian Niuxi.


Qian Niuxi merasa tidak asing dengan suara itu namun ia tidak yakin akan tebakan nya tersebut.


Qian Niuxi dengan ragu berbalik ke belakang, saat melihat wajah dari di hadapan nya ia sangat terkejut.

__ADS_1


" Kau..."


" Ya, ini aku!"


prangg


" aahkk..."


dengan sekali ayunan pedang, topeng rubah yang di kenakan Qian Niuxi terbelah menjadi dua dan terlepas dari wajah nya.


" ada apa saudari ku tersayang, kau terlihat sangat terkejut"


" Bagaimana mungkin, seharusnya kau sudah mati!" Seru Qian Niuxi tidak mempercayai apa yang mata nya lihat.


" Sayang sekali aku masih hidup, dan baik-baik saja. Seperti nya kau terlihat sangat kecewa setelah melihat ku masih hidup" orang itu yang tidak lain merupakan Huan Xinyi mencibir Qian Niuxi atas tindakan bodoh nya itu.


" T-tidak mungkin aku yang menusuk mu dengan belati ku sendiri"


" Sayang nya kau harus kecewa tetua agung, karena Matriak sekte masih baik-baik saja!" Ucap seseorang yang tidak lain adalah tetua Qixuan yang baru saja muncul dari pintu di ikuti tetua Zhishu di belakang nya yang sedang memegangi tangan Mailin.


" Nyonya tolong selamatkan aku, tetua Qixuan dan tetua Zhishu tiba-tiba saja menangkap ku" ucap Mailin sambil menangis.


" Nyonya tolong selamatkan aku!"


" Tetua Qixuan tangkap wanita ini!" Seru Huan Xinyi meminta tetua Qixuan menangkap Qian Niuxi tanpa mempedulikan tangisan Mailin yang meminta pertolongan nya.


" Baik Matriak!"


" Heh, kemampuan mu belum cukup untuk menangkap ku!" Ucap Qian Niuxi menatap tetua Qixuan dengan sinis.


Swosh


" Elemen api : bola api" seru Qian Niuxi


" Elemen tanah : perisai pelindung" seru tetua Qixuan


Melihat Qixuan yang lengah, dengan cepat dia pergi lewat jendela, tujuan nya sekarang untuk bisa pergi sejauh mungkin, bagaimana pun jika dugaan nya benar Huan Xinyi telah sembuh sepenuhnya dia akan dalam masalah, karena kekuatan nya masih belum cukup untuk melawan Huan Xinyi.


" Matriak Huan!" Tetua Qixuan ingin segera menyusul Qian Niuxi tapi segera dihentikan oleh Huan Xinyi.


" Tidak perlu mengejarnya, kau bukan tandingan nya. Biar aku yang mengurus sisa nya!" Ucap Huan Xinyi


" Baik Matriak"


Meski mengatakan itu Huan Xinyi sama sekali tidak pergi untuk mengejar Qian Niuxi, ia mengeluarkan sebuah selendang.


" Selendang Dewi rubah, sudah lama aku tidak menggunakan nya, karena kau sangat menginginkan selendang ini, aku akan membuat mu melihat kehebatan nya!"


Swosh


" Selendang Dewi rubah : jeratan sang rubah"

__ADS_1


Selendang yang ada di tangan Huan Xinyi memanjang dan segera mengejar Qian Niuxi.


__ADS_2