
" Hao'er.."
" Ya guru" jawab Minghao yang sedari tadi diam saja, dia tahu kedatangan guru nya untuk sesuatu yang penting jadi dia tidak menganggu perbicangan mereka sebelum guru nya memanggil nya.
" Bagaimana kabar mu?"
" Aku baik guru"
" Guru bisakah aku ikut bersama dengan Gege Changyi dan Jiejie Jia. Aku janji tidak akan nakal dan akan jadi anak yang patuh, aku juga janji akan terus berlatih" seru Minghao
" Coba katakan alasan mengapa kau ingin ikut bersama mereka, pada guru?" Tanya Li Hongli penasaran akan jawaban yang di berikan bocah ini.
" Guru dan Jiejie Yueyin dulu pernah mengatakan pada ku kekuatan saja tidak cukup dan tidak bisa di katakan hebat. Guru juga mengatakan pengalaman adalah guru terbaik untuk mengasah kemampuan, meski guru telah mengajari berbagai ilmu hebat pada ku, tapi tanpa pengalaman aku tetap saja bukan apa-apa, jadi murid mohon agar guru ijinkan aku untuk mencari pengalaman di dunia luar!" Ucap Minghao berlutut.
" Kemampuan tanpa pengalaman hanya akan menjadi sebuah pedang yang tumpul, karena itu pedang harus sering di asah agar tidak tumpul!" Ucap Li Hongli dengan tenang
" baiklah, guru akan mengijinkan mu bersama mereka, itu adalah pilihan mu guru tidak akan melarang. Namun ingat kau harus rajin berlatih, jangan malas karena guru tidak mengawasi mu" lanjut nya santai
" Dan kalian! Tugas kalian bertambah satu lagi, awasi terus bocah nakal ini, jangan biarkan dia malas berlatih dan membuat keonaran." ucap Li Hongli tegas dan penuh wibawa.
" Baik tuan..."
" Ambil ini..." Li Hongli memberikan beberapa botol kecil berisi pil
" itu adalah pil perubah, minumlah itu, pil itu dapat membantu menyembunyikan identitas kalian sementara waktu."
" terima kasih Yang Mulia
" Kalian bisa menyiapkan barang yang akan kalian bawa ke dunia luar nanti, pergilah" seru Li Hongli
Setelah mengatakan itu Li Hongli kembali lagi ke tenda di sana sudah ada Yueyin yang sedang menyiapkan makanan.
" Urusan mu sudah selesai? Ayo kita makan!" Seru Yueyin.
" Apakah ada yang mencari ku?" Tanya Li Hongli sambil berjalan mendekati Yueyin.
" Ya banyak. Mereka ingin mengucapkan terima kasih pada mu" jawab Yueyin dengan tenang.
" Untuk apa berterimakasih padaku, bukankah yang menyelamatkan mereka saudara Xiuhuan dan nona Xia!" Ucap Li Hongli acuh tak acuh, tangan nya sambil bergerak membantu Yueyin menyiapkan makanan.
" Entah, aku sudah mengatakan seperti yang kau katakan barusan. Namun kata mereka saudara Xiuhuan mengatakan ini semua karena mu, sehingga mereka ingin mengikuti mu!" Jawab Yueyin acuh tak acuh.
" Baiklah, kita bahas ini nanti! Ayo kita makan." Ajak Li Hongli
" Ya.."
__ADS_1
_____________________________________________
Keesokan hari nya, sebelum matahari terbit, saat hari masih gelap dan orang-orang masih dalam mimpi indah nya.
Li Hongli sudah terbangun dan keluar dari tenda nya, tempat dimana mereka berada terlihat masih sepi dan sunyi. Li Hongli berjalan dengan tenang ke arah dimana desa Duan seharusnya.
Beberapa menit kemudian, Li Hongli sudah sampai di tempat yang menjadi tujuan nya. Desa Duan yang pertama kali dia datangi masih terdapat beberapa bangunan, namun setelah pertarungan kemarin desa itu sekarang sangat sunyi dan tidak ada satupun bangunan yang masih utuh, yang tersisa hanya sebuah puing-puing bangunan saja. Meski mayat-mayat telah di bersihkan nyatanya tempat itu masih di penuhi oleh noda darah yang sudah hampir mengering.
Melihat darah yang berceceran di tanah dan di berbagai tempat Li Hongli melambaikan tangan kanannya, seketika hembusan angin yang cukup kencang menyapu wilayah tersebut dan menghapus seluruh jejak darah, tanah itu sekarang menjadi bersih tanpa noda darah seperti tidak pernah ada sebelumnya.
" keluarlah!"
Wsosh
Setelah mengatakan itu beberapa orang tiba-tiba muncul di hadapan Li Hongli, mereka memberi salam dan hormat padanya.
" Apa kalian sudah menyiapkan semua nya?" Tanya Li Hongli dengan tenang
" Sudah Yang Mulia!"
Mereka adalah Mo Changyi, Mo Jia, bawahannya, dan Minghao.
" Di hadapan orang lain jangan memanggil ku dan Yueyin dengan sebutan itu!" Li Hongli memberikan Perintah dan peringatan pada mereka.
" Kami mengerti."
Cincin penyimpanan yang di berikan Li Hongli berisi berbagai jenis besi dan logam serta sumberdaya daya lain nya. Dia berencana akan membangun sebuah tembok yang besar untuk melindungi wilayah yang akan dia jadikan tempat untuk melatih pasukan yang dibuat nya.
" Baik.."
Mo Changyi pergi bersama Lao Shu dan Changhai ke depan gerbang perbatasan wilayah desa Duan, ketiga nya di tugaskan untuk membangun sebuah benteng yang kokoh.
" Mo Jia kau yakin bisa melakukan nya?"
" Dari semua ras Elf, kemampuan pengendalian elemen kayu ku adalah yang terbaik, serahkan ini pada ku dan Tianba!"
" Baiklah, kau dan Tianba mulai dari dekat gerbang desa, bangunlah rumah-rumah warga terlebih dahulu. Sedangkan untuk tempat pelatihan dan bangunan utama bangun di akhir saja. Sekarang utamakan tempat tinggal untuk warga desa. Kau buatlah sesuai desain yang telah kau buat" ujar Li Hongli mulai menjelaskan tugas mereka masing-masing.
" Baik Yang Mulia. Dan ini desain yang anda minta" Mo Jia memberikan sebuah gulungan kertas pada Li Hongli. Li Hongli membuka gulungan kertas tersebut dan menganggukkan kepalanya melihat isi atau gambar yang tertera di kertas itu terlihat sangat rapi dan teratur.
" Bagus, kalian boleh pergi!"
" Baik Yang Mulia."
" Tuan!" Sapa Xiang yang tiba-tiba muncul di hadapan Li Hongli dengan wujud manusia nya.
__ADS_1
" Hmm, kau juga pergi bersama mereka!"
" Biarkan hamba membantu anda saja."
" Tidak perlu, membangun sebuah bangunan dengan kekuatan akan sangat menguras energi Qi. Energi Qi tidak terbatas jadi aku bisa menyelesaikan ini sendiri, sedangkan mereka akan mudah lelah jika menggunakan energi Qi secara berlebihan. Pergilah ini perintah dari ku!"
" Baik tuan."
Setelah Xiang pergi Li Hongli juga ikut pergi ke bagian barat desa.
_____________________________________________
Di tempat lain.
Hari sudah pagi, matahari juga sudah menunjukkan dirinya dan menyinari dunia. Orang-orang di tenda sedang sibuk menyiapkan makanan.
Saat Wang Xiuhuan dan Xia Xionglue kembali dia tidak hanya membawa para budak yang di sandera tapi juga sumber pangan yang dimiliki oleh bandit serigala. Sehingga sekarang mereka masih bisa makan.
Saat para warga, Lien Hua, Xia Xionglue dan Yueyin sedang memasak. Di tempat lain tetua Qixuan dan tetua Zhishu sedang mengobrol santai sambil membahas apa yang akan mereka lakukan selanjutnya untuk para warga.
Mereka sendiri tidak bisa terus di tempat ini karena bagaimanapun juga tempat tujuan mereka adalah ibukota kekaisaran Lian, dan hari dimana turnamen persahabatan juga semakin dekat, mereka tidak bisa terus-terusan mengulur waktu, tapi mereka juga tidak bisa begitu saja meninggalkan warga desa karena itu tidak sesuai dengan prinsip aliran putih.
" Saudari Zhishu apa yang akan kita lakukan dengan para warga ini, kita tidak mungkin terus berada di tempat ini bukan!" Tanya tetua Qixuan
" Entah, besok kita harus melanjutkan perjalanan kembali, namun kita juga tidak bisa begitu saja meninggalkan para warga" jawab tetua Zhishu yang juga bingung harus melakukan apa.
" Kita juga tidak mungkin mengajak para warga pergi ke ibukota, perjalanan nya akan membutuhkan waktu satu bulan jika mereka ikut, sedangkan hari turnamen dimulai akan segera tiba."
" Aku akan mengirim surat pada Patriak untuk membantu desa Duan, atau saat kita tiba di ibukota, kita bisa meminta bantuan Yang Mulia kaisar untuk menangani masalah ini" ucap tetua Zhishu menentukan solusi yang menurut nya paling terbaik.
" Itu boleh juga saudari."
" Senior apa kau melihat Li Hongli?" Baru saja tetua Qixuan ingin mengatakan sesuatu, ucapannya terpotong oleh Yueyin terlebih dahulu.
" Dia mungkin masih di tenda nya" jawab tetua Qixuan santai.
" Tidak ada, aku satu tenda dengan nya. Saat aku bangun saudara Li sudah tidak ada, ku pikir dia bersama para warga atau saudari Yin tapi ternyata tidak ada" jawab Wang Xiuhuan.
" Kami juga belum melihat nya" jawab tetua Zhishu
" Tidak ada satu orang pun yang melihat nya, lalu kemana dia" gumam Wang Xiuhuan yang masih dapat di dengar oleh Yueyin yang tepat berada di samping nya.
" Jangan-jangan...." Yueyin langsung pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun lagi pada mereka, hal itu membuat mereka bingung akan pergi kemana dia.
" Saudari kau mau pergi kemana?" Teriak Wang Xiuhuan karena Yueyin sudah semakin menjauh.
__ADS_1
" Desa Duan" jawab Yueyin tanpa menoleh.
" Desa Duan?" Gumam Wang Xiuhuan bingung, untuk apa gadis itu pergi ke sana.