
Di sekte lembah bunga
Xia Xionglue dan rombongan nya telah sampai di sekte.
" Salam tetua.." ucap seorang murid sekte menyapa kedua tetua
" Apakah Patriak ada?" Tanya tetua Zhishu
" Ada tetua Zhishu, Patriak meminta ku mengabari anda, jika tetua dan yang lain nya sudah pulang, Patriak meminta kalian segera menemui Patriak di kediaman nya" ujar nya
" Baiklah, kau boleh pergi."
" Baik, tetua"
" Mari kita menemui Patriak!" Ucap tetua Zhishu
" Baik"
Di depan kediaman Patriak sekte lembah bunga di jaga oleh dua murid sekte, semua murid sekte lembah bunga adalah seorang wanita jadi wajar saja jika di sekte ini tidak akan ada murid laki-laki satupun.
" Salam tetua Zhishu, tetua Qixuan" ucap mereka berdua sambil memberi hormat
" Hmm, kami ingin menemui Patriak"
" Baik, tolong kalian tunggu sebentar, aku akan melaporkan nya terlebih dahulu pada Patriak.."
" Baik"
Salah satu dari dua murid tersebut masuk kedalam, tidak lama dia pun kembali lagi.
" Tetua, kalian di persilahkan masuk oleh Patriak"
" Baik"
Di dalam kediaman Patriak sekte
" Salam Patriak" ucap tetua Zhishu dan tetua Qixuan
" Salam guru..." Ucap Xia Xionglue dan Lien Hua
" Salam untuk kalian juga, bagaimana perjalanan kalian apakah menyenangkan?" Tanya Patriak lembah bunga, Huan Xinyi.
" Ada apa ini! Kenapa rasa nya ada yang berbeda dengan kalian berdua?" Tanya nya pada Lien Hua dan Xia Xionglue
" Tidak ada guru, kami baik-baik saja" jawab Xia Xionglue dengan sopan
" Baiklah, jadi apa yang kalian dapatkan setelah keluar dari dalam dimensi tersebut?"
" Aku mendapatkan banyak hal guru, pengalaman, teman baru dan masih banyak lagi!" Jawab Lien Hua dengan semangat.
" Xionglue'er ada apa dengan mu, apa kamu tidak apa?"
__ADS_1
" Guru tenang saja aku baik-baik saja"
" Baiklah"
" Patriak bagaimana apakah senior dewa angin bersedia mengobati anda?" Tanya tetua Qixuan
" Aku memang bertemu dengan nya, namun dia tidak bisa mengobati ku, dia bilang mungkin hanya murid nya yang mampu mengobati ku.." jawab Patriak Huan Xinyi dengan lesu
" Murid?"
" Senior dewa angin mempunyai seorang murid, sungguh kabar yang mengejutkan!"
Kedua tetua terlihat begitu terkejut saat mengetahui dewa angin yang merupakan salah satu jagoan yang sangat sulit di temui memiliki seorang murid. Mereka penasaran akan seperti apa murid nya tersebut.
" Tapi guru jika senior dewa angin tidak dapat membantu guru, bagaimana bisa murid nya dapat membantu?" Tanya Xia Xionglue ragu.
" Mungkin saja murid nya memang dapat membantu, kita tidak bisa melihat seseorang hanya dari penampilan nya saja" ujar Lien Hua tidak setuju dengan penilaian Xia Xionglue.
Memang setelah keluar dari dimensi makam waktu, Lien Hua dan Xia Xionglue selalu memiliki pendapat yang berbeda, hal ini tentu saja di amati oleh Patriak Huan Xinyi.
" Guru juga ragu, namun jika masih memiliki harapan meski cuma sedikit kita harus tetap mengambil nya bukan, agar tidak menyesal di kemudian hari.." ujar nya
" Benar apa yang di katakan Patriak, lagi pula senior dewa angin tidak terlalu menyukai sekte aliran putih sudah sangat bagus jika murid nya bisa membantu menyembuhkan Patriak.." jawab tetua Zhishu dengan tenang
" Baiklah kalian berdua bisa kembali ke kamar kalian dan beristirahat lah, kalian pasti lelah bukan." Ujar Patriak Huan Xinyi
" Baik guru. Guru, tetua kami permisi terlebih dahulu" seru Lien Hua dan Xia Xionglue memberi hormat pada mereka sebelum keluar.
" Ada apa dengan mereka? Apakah semua nya baik-baik saja?" Tanya Patriak Huan Xinyi
" Tidak ada masalah besar Patriak, hanya urusan anak muda saja" jawab tetua Zhishu dengan tenang.
" Jadi begitu... ternyata mereka sudah dewasa."
Patriak Huan Xinyi melanjutkan perbincangan mereka sambil membahas kerjasama yang dengan sekte lainnya, juga menceritakan semuanya yang terjadi dengan pertemuan tersebut.
Tidak ada yang di tutupi nya dari kedua tetua tersebut, mereka berdua adalah orang-orang kepercayaan nya sehingga ia tidak ragu untuk menceritakan semua nya.
_____________________________________________
Di tempat Li Hongli
" Salam pangeran, jenderal.." sapa seorang prajurit
" Katakan!"
" Pangeran kami tidak dapat menemukan mereka, namun di tengah jalan kami bertemu dengan dua orang yang seharusnya orang-orang kita, hanya saja..." Dia terlihat ragu mengatakan nya.
" Ada apa?"
" Lebih baik pangeran dan jenderal melihat nya sendiri!" Ucap nya sambil bersujud
__ADS_1
" Cepat tunjukkan jalan!" Ucap Fei Hung
" Baik.."
Prajurit itu pun mengarahkan mereka berdua ke tengah hutan, di sana mereka berpapasan dengan dua orang yang merupakan mata-mata yang dikirimkan oleh mereka.
Namun Fan Jue maupun Fei Hung tidak menyangka melihat kondisi mereka yang sangat mengenaskan, penuh dengan luka yang mengerikan dari dua orang tersebut meski tulang tulang dapat terlihat oleh mata mereka tapi kedua orang itu masih dapat berjalan.
" Roarghh..."
Tapi siapa sangka di belakang kedua orang itu terdapat sesosok makhluk begitu besar seukuran tubuh gajah dewasa yang mengikuti dari jauh.
Semakin dekat semakin jelas mereka semua dapat melihat sosok makhluk tersebut.
" Manusia kemari kau!!" Seru suara yang terdengar mengerikan
" Siluman kelabang seribu" gumam Fei Hung
" Paman apa itu?"
" Cepat pergi dari sini, siluman itu sudah berada di tingkat Suci Tinggi kita tidak akan bisa menghadapi nya" ujar Fei Hung
Dengan cepat Fei Hung dan Fan Jue serat semua prajurit berlari ke sana-kemari untuk menghindari siluman tersebut.
Namun tanpa di duga banyak siluman kelabang lain nya yang muncul meski ukuran nya lebih kecil dari yang pertama.
Kelabang-kelabang itu mengejar para prajurit dengan mudah, dan segera memakan nya hidup-hidup...
" Tolong..."
" Akh... Tidak jangan makan aku..."
Banyak teriakan yang keluar dari mulut orang-orang itu, mereka tidak menyangka akan berakhir menjadi santapan siluman.
" Paman bagaimana ini!" Ucap Fan Jue ketakutan
" Terus berlari, kita harus keluar dari hutan ini secepatnya!!" Seru Fei Hung sambil terus berlari.
Tanpa mereka sadari kedua orang yang sudah seperti mayat hidup tersebut terus mengikuti mereka sampai membuat siluman Kelabang yang memang awalnya mengikuti dua orang itu menjadi mengejar mereka juga.
Dua orang itu masing-masing memeluk kaki Fan Jue dan Fei Hung, pegangan mereka sangat erat, hingga membuat Fei Hung dan Fan Jue sulit berlari.
" Apa yang kau lakukan bodoh, cepat lepaskan aku!" Seru Fan Jue kesal sambil berusaha melepaskan pegangan tangan orang tersebut.
Sedangkan di tempat persembunyian Li Hongli dan kawan-kawan nya.
" Hoekk..." Fan Jiangwu memuntahkan isi perutnya melihat apa yang terjadi di depan nya.
Bahkan Fan Shen dan jenderal Howin yang sudah banyak melihat pertumpahan darah di medan perang tidak menyangka akan melihat hal mengerikan sekaligus menjijikkan sekarang ini.
" Saudara Hongli para siluman-siluman ini begitu kejam!" Seru Fan Jiangwu setelah memuntahkan isi perut nya.
__ADS_1
Namun Yueyin maupun Li Hongli terlihat biasa saja, mereka mengamati kejadian tersebut dengan seksama.