
Wushss
Li Hongli bergerak dengan sangat cepat, dan mencekik leher ketua Da.
" Lakukanlah! Bukankah kau ingin membunuh keluarga ku, cepat lakukan! Sedikit saja salah satu keluarga ku terluka, maka kau dan klan mu yang akan merasakan akibat nya" ekspresi Li Hongli sekarang sangat mengerikan suara nya begitu terdengar dingin, wajah nya sangat datar, seringai iblis terlihat jelas dari bibir nya.
" Khuk.... Khuk lepas-kan a-ku, atau ka-u aka-n menye-sali nya" meski leher nya sakit akibat cekikan itu namun ia masih saja tetap mengancam Li Hongli.
Li Hongli lebih mengeratkan lagi cekikan nya pada leher pria paruh baya itu sampai bisa saja leher itu putus.
Ketua Da mencoba melakukan serangan kejutan dan menyerang Li Hongli menggunakan elemen milik nya. Namun sebelum ia bisa melakukan itu
Slashh
Dengan gerakan yang sangat cepat Li Hongli menggunakan sebelah tangan nya yang lain memotong tangan ketua Da.
" Aaarrrggghhh..."
" Li Hongli hentikan ini, kau bisa membunuh nya!" Ujar juri
" Lalu apa aku harus membiarkan nya membunuh keluarga ku terlebih dahulu!" Ujar Li Hongli sinis
" Bukan begitu..." Entah mengapa menghadapi pemuda ini terasa sangat sulit padahal ia sudah beberapa kali menemui Patriak sekte namun ia tidak merasakan perasaan takut yang begitu besar seperti yang dia rasakan seperti saat ia berada di dekat dengan pemuda ini.
Whush
Para Juri yang lain nya muncul di atas arena untuk menghentikan kegilaan pemuda yang berdiri di atas arena.
" Nak, kau bisa membunuh nya jika tidak melepaskan cekikan nya" ujar nya
Bukan nya melepaskan Li Hongli malah semakin mengencangkan pegangan nya.
" Aaarrrggghhh"
" Nak lebih baik kau lepaskan dia, atau kami akan bertindak kasar pada mu" ujar Juri yang lainnya
" Lakukanlah" ucap nya dingin dan menatap tajam orang itu
Mendapatkan tatapan yang begitu tajam dan menusuk entah kenapa tiba-tiba keberanian nya mendadak lenyap.
Duaaarrr
BAAM!!
BOOOMMM
Terdengar suara ledakan berkali kali dari luar gerbang istana, hingga membuat para penonton begitu ricuh dan penasaran dengan apa yang terjadi dengan kerajaan Xin ini.
Semua orang sampai melupakan apa yang terjadi di atas arena pertandingan setelah mendengar suara ledakan dan pertarungan di depan gerbang istana.
Bukan hanya mereka, para juri pun bertanya tanya apa yang sebenarnya terjadi. Mereka sampai melupakan tujuan mereka menuju ke atas arena ini.
" Suara apa itu saudara?"
" Aku pun tidak tahu, namun seperti suara pertarungan"
__ADS_1
" Kau benar saudara"
Para juri sedang berdiskusi akan apa yang sedang terjadi sekarang, tanpa semua orang tahu hanya Li Hongli dan kelompok nya yang tetap terlihat santai, apa lagi Li Hongli dan Yueyin mereka berdua bahkan seakan tidak peduli dengan apa yang sedang terjadi.
" Prajuriiitt" teriakan dari Raja Xin mengalihkan perhatian sebagian orang.
Seorang prajurit dengan tergesa-gesa datang menemui Raja Xin.
" Apa yang sedang terjadi?" Tanya nya
" Hormat yang mulia, hamba tidak tahu apa yang sedang terjadi... Hamba akan pergi ke gerbang utama dahulu untuk mencari informasi dari prajurit yang berjaga di sana" ujar prajurit itu
" Baiklah, cepat laporkan masalah yang terjadi"
" Baik yang mulia"
" Hahahaha... Khuk-khuk, kali-an semu-a ti-tidak ak-an sela-mat, mere-ka akan menghabisi kali-an semua" ujar nya terbata bata.
Prajurit itu kembali dengan pakaian yang sudah tidak layak di pakai, dan terdapat luka luka yang sangat serius dari nya" Lapo-r yang mulia, kita telah di serang...."
" Penyusup.... Penyusup" teriak seseorang
" Cepat lindungi keluarga kerajaan" ujar jenderal Weiheng
" Bagaimana mungkin ada yang berani menyusup ke istana" komentar salah satu penonton yang di angguki penonton yang lainnya.
Namun perkataan nya langsung di patahkan saat sesuatu terjadi pada anggota kerajaan.
" jangan bergerak atau kau dan anggota keluarga kerajaan akan celaka!" Seru seseorang, beberapa orang juga menodongkan senjata mereka pada anggota kerajaan dan jenderal Weiheng.
" Hahahaha.... Memberontak? Harus nya yang menjadi Raja sekarang adalah keponakan ku Xin Junda" ucap jenderal Tu
" Kauu..."
" Diaaamm, atau mereka akan mati" seru jenderal Tu sambil memerintahkan anak buah nya mengarahkan lebih dekat senjata mereka pada anggota kerajaan
" Nak, nama mu Li Hongli bukan! lebih baik kau melepaskan nya, atau tuan putri kesayangan mu ini akan lenyap di hadapan mu" ujar jenderal Lang
Selama ini banyak rumor yang telah beredar, dan rumor yang paling banyak di bicarakan oleh orang orang adalah kedekatan antara putri Xin Jiao dan seorang pemuda dari luar, awal nya dia tidak tahu siapa pemuda itu, namun setelah Putri Xin Jiao membawa sekelompok orang dari luar ke istana, ia baru tahu bahwa Li Hongli adalah orang nya.
Memang benar mereka terlihat sangat dekat apa lagi putri Xin Jiao seakan tidak rela berjauhan dengan pemuda itu, karena itu lah dia mengancam nya menggunakan nyawa putri Xin Jiao sendiri.
Li Hongli masih tidak bergeming dari tempat nya bahkan seakan tidak peduli dengan kejadian di sekitar nya.
Para penonton telah mereka Sandra, para Kultivator yang melawan bahkan telah mereka bunuh tanpa ragu.
" Kakak tolo-ng a-ku" ujar ketua Da
" Ada apa ini? Apa kalian tidak menghormati keberadaan kami" ujar salah satu juri dengan kesal
" Kalian hanyalah para tetua tingkat rendah di sekte kalian masing masing, untuk apa kami takut... Kami bahkan membawa pasukan yang lebih kuat di banding kalian" ucap jenderal Tu menghina
" Kauuu!!!"
" Tenanglah saudara, kita tidak bisa gegabah"
__ADS_1
" Nak lebih baik kau turuti perkataan jenderal Lang, atau kau akan melihat kematian dari kekasih mu ini"
" Apa kau dari Klan Da?" Tanya Li Hongli singkat
" Benar sekali, aku dari Klan Da dan orang yang kau Sandra adalah adik ku, kau bahkan telah berani membunuh keponakan tersayang ku" ujar nya dengan angkuh
" Bagus..." Seru Li Hongli
Mendengar itu jenderal Lang berpikir pemuda itu sedang ketakutan pada nya sekarang.
Li Hongli perlahan melepaskan cengkraman nya, dan melemparkan ketua Da cukup jauh.
" Hahahaha..... Jadi benar dia adalah kekasih mu, kau sungguh sangat menyayangi kekasih mu ini ya!"
Xin Jiao pun awal nya ragu Li Hongli akan menuruti permintaan jenderal Lang hanya dengan ancaman nyawa nya saja, namun melihat apa yang Li Hongli lakukan ia menjadi sangat senang.
Wushss
Slash
BAM!
" Tidak, tidak adiiikkk.... Apa yang kau lakukan bocah" Raung nya marah
" Melepaskan nya berarti kematian untuk nya" ucap Li Hongli dingin
" Kau, aku akan membunuh kekasih mu sekarang juga hah..." Perlahan dia mulai mengiris leher Xin Jiao, darah mulai keluar dari leher nya.
Meski anggota keluarga kerajaan ingin melawan, namun mereka tidak bisa melakukan nya, entah kenapa tiba-tiba mereka tidak bisa menggunakan kekuatan mereka.
" Li Hongli tolong aku!" Seru Xin Jiao
" Apa kau salah orang.... Kau bunuh saja dia, aku pun tidak peduli, dan satu lagi dia bukanlah kekasih ku" ucap Li Hongli acuh tak acuh.
Hancur tentu saja hati Xin Jiao hancur setelah mendengar perkataan Li Hongli.
" Lalu bagaimana dengan gadis itu!" Tunjuk nya pada satu arah di mana di sana terlihat Yueyin, Li Yuwen yang sedang di Sandra.
Deg
Terselip perasaan khawatir saat ia melihat sebuah pedang mengarah pada Yueyin. Xin Jiao pun ikut melihat ke arah di mana orang itu tunjukan.
" Ku lihat selain dengan putri Xin, kau pun dekat dengan gadis ini"
Tanpa mereka sadari ekspresi wajah Yueyin bahkan tidak menunjukan ketakutan sama sekali, ia hanya menatap orang orang yang telah menyandra nya ini dengan datar, apa lagi saat mereka menggunakan nya untuk mengancam Li Hongli.
" Apa hanya mereka berdua?" Tanya Li Hongli meremehkan
" Apa maksud mu?" Tanya nya heran
" Kalian! di mana tiga orang lain nya" ucap nya saat menyadari apa yang Li Hongli maksud
" maaf jenderal, saat kami menangkap mereka, dua orang lain nya sudah tidak ada" ujar prajurit itu
" Apa kau mencari kami jenderal" ujar seseorang dari arah belakang
__ADS_1
" Kauu.... Bagaimana mungkin!!"